Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Zainal Abidin’

RICO TAMPATTY & CHICHA KOESWOYO DALAM FILM “IDOLA REMAJA”

Posted by Toto Andromeda on April 28, 2016

Idola Remaja

Idola Remaja

JUDUL FILM                        : IDOLA REMAJA

SUTRADARA                       : MAMAN FIRMANSYAH

CERITA                                  : DEDDY ARMAND

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT. RAPI FILM

ILUSTRASI MUSIK            :  DODO ZAKARIA

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : CHICHA KOESWOYO, RICO TAMPATY, EKKI SOEKARNO, ZAINAL ABIDIN, SOFIA WD

SINOPSIS :

Adegan di buka dengan konser Rico & Group dengan penonton yang sangat membludak dipenuhi oleh anak-anak muda.  Rico adalah penyanyi yang sangat di gandrungi oleh para kawula muda. Ia menjadi idola para remaja. Sebagai seorang idola, Rico menjadi sangat sibuk untuk mengatur jadwal dengan bayaran yang tinggi, hingga suatu saat datanglah dua orang utusan dari sebuah Yayasan Panti Asuhan yang ingin menghadirkan Rico untuk menyanyi dengan biaya gratis, yayasan hanya menyediakan fasilitas saja. Namun sebagai seorang penyanyi yang sedang naik daun, Rico menolaknya dan mengusulkan untuk menghadirkan penyanyi lain yang mau untuk tidak dibayar.

Mendengar maksud kedatangan dua orang dari yayasan panti asuhan Ibunya Rico (Sofia WD) memanggil Rico dan menyuruhnya untuk membantu panti tersebut. Dengan pertimbangan dari ibunya, akhirnya Rico mau menerima tawaran tersebut.

Pada suatu konsernya, Rico di ganggu oleh sekelompok anak muda yang mencoba mengacaukan konsernya. Namun, dengan berbesar hati, Rico menyuruh sekelompok anak muda tersebut untuk naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu. Chicha (Chicha Koeswoyo), Ekki (Ekki Soekarno) dan kawan-kawannya naik kepanggung dan menyanyikan sebuah lagu Tiada Lagi yang Lain.  Sepulang di rumah, Chicha sudah ditunggu ayahnya (Zainal Abidin) yang menganggapnya liar karena selalu pulang kerumah. Chicha adalah korban dari perbuatan kedua orangtuanya yang bercerai. Chicha merasa kesepian karena itulah ia melampiaskannya dengan berhura-hura dan pulang malam.  Chicha hanya butuh kasih sayang.

*****

Selepas mengganggu konser Rico, Chica datang ke tempat Rico. Dengan cueknya ia meminta tanda tangan, begitu selesai langsung pergi. Kecuekan Chicha justru membuat Rico penasaran padanya. Hal ini membuat Chicha dan Rico semakin dekat dan menumbuhkan cinta diantara keduanya. Rico dan Chicha menjadi saling peduli satu sama lain, meski sesekali Chicha cemburu pada penggemar-penggemar Rico.

Kedekatan Chicha dan Rico membawa perubahan pada diri Chicha, ini pula yang dirasakan oleh ayahnya. Chicha menjadi lebih baik.  Namun kedekatan ini tidak diterima oleh Ekki yang diam-diam mencintai Chicha.  Ekki marah, akibat kecemburuannya hingga Rico di setrum saat sedang latihan dan menyebabkan kelumpuhan.  Keadaan ini membuat Rico menjadi rendah diri dan semakin down dibuatnya apalagi ketika sedang konser Rico hanya duduk yang membuat para penonton marah dan melemparinya, meski Chicha dan Ibunya selalu member semangat.  Puncaknya adalah saat ibunya jatuh, Rico berdiri dan menggendong ibunya, saat itulah Rico sembuh dan bisa berdiri kembali.  Rico kembali pada Rico yang dulu, konserpun di lanjutkan, Rico menjadi Idola Remaja.

 

 

Advertisements

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MERIAM BELLINA DALAM FILM ‘ TANDES ‘

Posted by Toto Andromeda on August 8, 2012

JUDUL FILM                        : TANDES (SORGA DUNIA DI PINTU NERAKA)

SUTRADARA                       : HENGKY SOLAIMAN

MUSIK                                  : BILLY J BUDIHARJO

PRODUSER                          : HENDRICK GOZALI

TAHUN PRODUKSI           : 1983

PRODUKSI                           : PT.GARUDA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MERIAM BELLINA, RICO TAMPATI, CATTY LENGKONG, TORRO MARGENS, RATIH, YOLANDA, DASRI YACOB, ZAINAL ABIDIN

SINOPSIS :

Tandes adalah merupakan sebuah wilayah di daerah Surabaya. Film ini mengambil alur mundur ketika Yanti (Meriam Bellina) dijemput oleh ibunya untuk di nikahkan di penjara, karena Yanti membunuh Bambang (Torro Margens) yang juga merupakan ayah tirinya.

*****

Yanti bercerita tentang kehidupannya yang nyaris tanpa cela dan selalu bahagia di masa kecilnya. Namun kehidupan Yanti berubah setelah kedua orangtuanya memutuskan untuk bercerai. Yanti memilih untuk tinggal bersama ibunya yang telah menikah dengan Bambang. Sementara ayah Yanti sendiri juga telah menikah. Kehidupan Yanti bersama ibunya yang selalu sibuk dengan butik dan suami barunya membuat Yanti merasa tidak di perhatikan. Sehingga tak jarang Yanti pergi ke tempat ayahnya untuk menemui kakeknya meski sering kali Ibu tirinya menyindirnya dengan perkataan yang tidak enak untuk Yanti.

Suatu ketika Yanti di kerjai oleh teman-temannya di supermarket dan dituduh mencuri parfum. Yanti di tangkap dan disuruh untuk menjaminkan surat tugas atau kartu pelajarnya, ia di hadapkan pada manager supermarket yang tertarik akan kemolekan Yanti. Untuk dapat mengambilnya, Yanti harus mengambilnya langsung malam hari untuk menmui sang manager. Maka berangkatlah Yanti, namun setelah Yanti berhasil mengambil kartu tugasnya, ia berhasil melumpuhkan manager tersebut ketika Yanti akan di tarik kedalam mobil. Yanti berlari dan di tolong oleh seorang pemuda bernama Frans (Rico Tampati). Jatuh cinta pada pandangan pertama Yanti pada Frans. Bahkan Yanti sempat memberikan kegadisannya pada Frans. Meski akhirnya Frans mengaku kalau dirinya adalah peliharaan tante-tante yang sedang di penjara.

Sementara itu Yanti hampir di perkosa oleh ayah tirinya ketika Yanti habis mandi. Namun Yanti berhasil selamat dan kabur dari rumah. Dalam pelarian, Yanti langsung menuju rumah Frans. Ia berniat meminta perlindungan, namun sial bagi Yanti , karena pacar Frans, seorang janda mendatangi rumah Frans dan mengamuk ketika tahu Yanti ada di dalam. Terjadilah perkelahian antara Yanti dan tante girang. Merasa muak, Frans akhirnya meninggalkan mereka berdua.

Akhirnya Yanti pergi ke kost Irma (Yolanda) temannya yang akhirnya menolong Yanti setelah kabur dari rumah.  Ia di tolong oleh Irma dan temannya Tini untuk tinggal di kontrakan mereka. Untuk sementara Yanti hidup tergantung pada mereka, namun akhirnya Yanti ikut bekerja dengan menjadi penjaga bar di Tandes. Meski komplek pelacuran, namun Yanti tetap pada pendiriannya untuk tidak melacur. Hingga pada suatu hari, datanglah Bambang ke Bar dimana Yanti bekerja. Bambang ingin mendapatkan tubuh Yanti, namun tidak berhasil.

Belum selesai hingga disitu Bambang terus mengintai untuk dapat mendapatkan Yanti. Sementara itu Irma dan Tini akhirnya tewas. Irma tewas gantung diri setelah pacarnya meninggalkannya, sementara Tini tewas terlindas truk ketika akan pergi keluar dari bar. Sementara Yanti dan Frans akhirnya kembali bertemu setelah Frans menyadari kesalahannya.

Bambang yang masih penasaran dan ingin menghancurkan Yanti akhirnya datang ketempat tinggal Yanti dan berhasil menyeretnya. Namun Frans menolongnya. Maka terjadilah perkelahian antar keduanya. Perkelahian di akhiri dengan tewasnya Bambang setelah ditusuk oleh Yanti dengan pisau. Yanti di penjara. Namun karena cintanya Frans pada Yanti, akhirnya Yanti dan Frans menikah di penjara.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO & YESSY GUSMAN DALAM FILM ” ROMI DAN JULI”

Posted by Toto Andromeda on January 25, 2012

JUDUL FILM                        : ROMI DAN JULI

SUTRADARA                       : ARIFIN C NOOR

CERITA                                  : ARIFIN C NOOR

SKENARIO                           : ARIFIN C NOOR

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUKSI                           :  RAPI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1974

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, YESSY GUSMAN, SOEKARNO M NOOR,  DICKY  ZULKARNAIN, AMI PRIYONO, SOPHAN SOPHIAN, WIDYAWATI,  MILA KARMILA

SINOPSIS :

Romi (Rano Karno) anak dari Ir. Komar (Dicky Zulkarnaen) seorang Insinyur di sebuah kontraktor dan Sri (Mila Karmila) ibunya adalah siswa SMP. Ia memiliki seorang sahabat satu sekolah yang ia cintai Juli (Yessy Gusman).  Namun hubungan Romi dan Juli tidak mulus karena ayah Juli, Pak Sabar (Soekarno M Noor) seorang  duda yang telah di tinggal mati oleh istrinya kecewa pada ayah Romi karena penolakan atas usulan proyek pembangunan rumah yang di buat oleh Suhandi (Ami Priyono) anak buah dari Sabar.

Sabar menjadi kecewa dan marah, sehingga imbasnya ia melarang Juli untuk mendekati Romi lagi, bahkan untuk memuluskan rencananya, Juli akan di suruh bersekolah di Jakarta.  Demikian juga Romi, ayahnya melarang agar Juli tidak lagi menelpon-nelpon Romi.  Romi dan Juli pun akhirnya ingin menyadarkan kedua orang tua mereka masing-masing  dengan jalan melarikan diri. Usaha ini di ketahui oleh Herman, keponakan  Sabar yang saat ini sedang tinggal di rumahnya. Ia segera melaporkan pada Sabar. Mengetahui anaknya lari, Sabar menuduh Romi telah melarikan anaknya, sehingga ia segera menemui Ir. Komar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya. Namun Komar tidak percaya begitu saja dengan ucapan Sabar. Untuk membuktikannya akhirnya mereka sepakat untuk mencari Romi dan Juli.

Sementara itu dalam pelariannya Romi dan Juli penuh dengan rintangan. Mereka melarikan diri ke hutan, dan disaat mereka lari, hujan pun melanda.  Mereka lari dan berteduh di goa yang di temui. Saat di goa, mereka tidur beralaskan jerami. Romi jatuh sakit. Saat Juli berusaha mencari obat, ia bertemu dengan orang-orang dan ayahnya yang tengah mencarinya. Sementara itu di Goa , Romi kebingungan karena setelah bangun tidak mendapati Juli di sampingnya. Akhirnya Romi berusaha mencari Juli dan keluar dari Goa.  Romi dan Juli akhirnya pun bertemu, sementara ayah mereka, Sabar dan Insinyur Komar akhirnya berbaikan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 4 Comments »

MERIAM BELLINA & RAY SAHETAPY DALAM FILM ” PELANGI DI BALIK AWAN”

Posted by Toto Andromeda on January 16, 2012

JUDUL FILM                        : PELANGI DI BALIK AWAN

SUTRADARA                       : HENGKI SOLAIMAN

PRODUSER                          : HANDY MULYNO

PRODUKSI                           :  PT. KANTA INDAH  FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1984

JENIS                                     : FILM DRMA

PEMAIN                              : MERIAM BELLINA, RAY SAHETAPY, ZAINAL ABIDIN, IDA KUSUMAH, ADE IRAWAN, HARRY CAPRI

SINOPSIS :

Mira (Meriam Bellina) gadis SMA tinggal bersama Ibunya Sumiati (Ade Irawan). Sehari-harinya Mira membantu ibunya mengantarkan kue untuk menyambung hidupnya. Sebenarnya Mira memiliki seorang Ayah (Zainal Abidin) yang selalu memberikan jatah bulanan, namun untuk mencukupi hidup maka Sumiati berjualan kue. Sumiati terpaksa pergi dari rumah suaminya dan memilih tinggal sendiri setelah di tuduh dan di fitnah oleh Yati (Ida Kusumah) istri kedua ayahnya.  Pada awalnya Sumiati kesulitan memiliki anak sehingga ia merelakan suaminya untuk menikah dengan Yati. Namun ketika mereka sudah menikah, Sumiati ternyata hamil dan melahirkan Mira. Sementara itu anak dari Yati terdiri dari Neneng yang tertua, Euis dan Rony.  Selepas kelahiran Mira, Yati melancarkan hasutan terhadap suaminya dan memfitnahnya sehingga Sumiati hampir di ceraikan dan terpaksa pergi dari rumah sendiri.

Seperti biasa Mira meminta jatah bulanan ke ayahnya, namun selalu Yati yang memberikan dengan bersungut-sungut.  Mira juga sering di olok-olok oleh anak kedua mereka Euis.  Berbeda dengan Euis, Neneng kakaknya lebih pendiam.

Suatu hari rumah Yati kedatangan seorang Insinyur lulusan luar negeri bernama Rahmat (Ray Sahetapy) yang akan di jodohkan dengan Neneng. Sebelumnya Ayah mereka telah berjanji akan menjodohkan anak-anak mereka. Di saat yang bersamaan datanglah Mira kerumah Yati untuk meminta jatah bulanan.  Tanpa ba bi bu Yati langsung memberikannya dan segera menyuruh Mira pulang karena ayahnya sedang ada tamu penting. Yati bahkan melontarkan kata-kata yang tidak enak bagi Mira. Mira balas menantang kata-kata Yati dengan perbuatannya. Ia nimbrung ke ruang tamu yang ada Rahmatnya. Kehangatan Mira membuat Rahmat tertarik, bahkan ia segera menyusul Mira pamitan. Rahmat mengantarkan Mira pulang kerumahnya.

Hubungan mereka pun berlanjut dan disetujui oleh ayah mereka. Namun tidak demikian dengan Yati. Ia tetap ingin Neneng yang menjadi istri Rahmat.

Perilaku Yati yang hasut dan suka memfitnah ternyata di kemudian hari ketahuan oleh Mira. Ia hanya menutupi atas perbuatannya sendiri yang main serong dengan Alfons. Perbuatan ini berhasil diketahui oleh Mira. Mira pun akhirnya memberitahukan pada ayahnya, maka terbukalah mata ayahnya tentang siapa sebenarnya Yati, bahkan anak ketiga mereka Rony ternyata adalah buah dari perselingkuhannya dengan Alfons.

Akhirnya Sumiati memaafkan kembali suaminya dan mereka pun berkumpul kembali. Sedangkan Yati akhirnya di tangkap bersama Alfons karena telah membawa lari perhiasan ayah Mira.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

MERIAM BELLINA & MUSTAFA JACKSON DALAM FILM “UNTUK SEBUAH NAMA”

Posted by Toto Andromeda on August 8, 2010

Meriam Bellina - Untuk Sebuah Nama

JUDUL FILM        : UNTUK SEBUAH NAMA

SUTRADARA       : FRANK RORIMPANDEY

PRODUKSI           : PT. SORAYA INTERCINE FILM

PRODUSER          : RAM SORAYA, SUDARKO

TAHUN PROD    : 1985

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ZAINAL ABIDIN, MERIAM BELLINA, MUSTAFA JACKSON, COK SIMBARA, NANI WIJAYA, IRMA JUNE, JAJA MIHARJA, BARON HERMANTO, DOLLY MARTEN

SINOPSIS :

Mickey kecil (Heince Manuputty)hidup bersama mamanya (Nani Wijaya) disebuah rumah yang sangat sederhana di perkampungan terpencil setelah papanya meninggal. Mama bekerja sebagai pembantu di rumah seorang Tuan Broto (Zainal Abidin). Mickey berteman dengan Marry kecil (Irma June). Namun pertemanan mereka tidak disukai oleh Tuan Besar karena dianggap orang kampung. Mickey selalu mempertanyakan kepada mamanya kenapa selalu melarang Mickey untuk bermain bersama Marry, namun Mama selalu memberitahukan alasannya.

Suatu hari Tuan Broto  bermaksud pergi untuk bermain golf. Namun ternyata stik golfnya ketinggalan dirumah dan menyuruh sopirnya untuk kembali lagi. Namun ternyata sampai dirumah, stik golfnya sedang dibuat untuk bermain oleh teman-teman Marry dari kampung. Akhirnya setelah mengetahui kedatangan Ayah Marry, maka teman-teman Marry pun lari, hanya tertinggal Mickey saja dengan Marry yang langsung di interogasi oleh Tuan Broto. Akhirnya setelah mengetahui kalau Mickey adalah anak pembantunya, Tuan pun memaafkannya.

Akhirnya dibuatlah fitnah yang dibuat oleh pembantu lelaki Tuan Broto (Jaja Miharja) kepada Mama dengan tuduhan mencuri. Akhirnya Mama dan Mickey di usir dari kampung tersebut.

****

Mickey Besar (Mustafa Jackson) tumbuh sebagai pengamen bersama dengan Tommy (Baron Hermanto) seorang pengamen yang sudah tidak punya siapa-siapa dan kecanduan obat-obatan. Keduanya pun bersahabat.

Sementara itu di suatu tempat sedang di lakukan malam Amal dengan penyanyi Deddy Lazuardi (Dolly Marten) dan Marry besar (Meriam Bellina). Marry akhirnya tumbuh sebagai penyanyi yang mulai di kenal. Deddy berseteru dengan managernya Mus (Cok Simbara) karena perbedaan pendapat dan Deddy berbuat tanpa sepengetahuan managernya. Marry dan Deddy menjadi sepasang kekasih.

****

Tommy melihat pengumuman sebuah kontes mirip Michael Jackson di suatu papan pengumuman, dan langsung memberitahukan pada Mickey untuk mengikutinya. Namun pada awalnya Mickey menolak untuk mengikutinya karena tidak memiliki biaya khususnya untuk membeli kostum. Namun berkat dorongan mamanya yang akan menggadaikan kalung satu-satunya peninggalan almarhum papanya, akhirnya Mickey pun mau mengikuti kontes tersebut. Akhirnya Mickey keluar sebagai pemenang kontes dan dilirik oleh Manager Deddy  yang bermaksud mengorbitkan Mickey sebagai pengganti Deddy, akhirnya Mickey menerima tawaran tersebut setelah mendapat persetujuan dari Mamanya.

Akhirnya Mickey tampil disebuah konser perdananya dan mendapat sambutan luar biasa dari para penonton, namun demikian Mickey mendapat intimidasi dari penyanyi Deddy Lazuardi yang juga mengintimidasi managernya karena berani mengorbitkan Mickey yang dianggapnya adalah benang basah, dan Deddy masih merasa sebagai super star. Mickey pun sukses dan menjadi penyanyi terkenal.  Pada saat konser berakhir, Marry pun turut mengucapkan selamat. Kehidupan Mickeypun berubah lebih baik.

Sementara itu Deddy Lazuardi yang mendapat saingan dari Mickey langsung panas dibuatnya, apalagi setelah Marry pacarnya juga turut bersimpati pada Mickey yang tak lain dan tak bukan sebenarnya adalah temannya semasa kecil. Deddy bahkan juga dikalahkan sebagai pemenang kedua dan Mickey sebagai pemenang pertama dalam sebuah acara musik. Pada akhir acara Tuan Broto datang dan mengucapkan selamat pada Mickey dengan disertai Marry. Namun ketika melihat siapa Ibu Mickey, tuan Broto langsung menyeret tangan Marry karena Mickey dianggap penyebab renggangnya hubungan Marry dengan Deddy, apalagi Mickey adalah bekas anak tukang masaknya. Mickey tersinggung akibat perlakuan Tuan Broto. Namun Marry datang kerumah Mickey untuk meminta maaf padanya atas sikap ayahnya. Meski pada awalnya Mickey tidak mau memaafkannya, namun berkat mamanya, akhirnya Mickey mau menerima ucapan maaf dari Marry.

****

Kedekatan Mickey dan Marry membuat tuan Broto menguruh Marry dirumah. Mickey pun akhirnya kesulitan untuk menghubungi Marry hingga akhirnya Marry dapat kabur setelah Mickey menelponnya dengan diam-diam. Kaburnya Marry membuat Tuan Broto marah besar dan menuduh kalau Deddylah yang membawa kabur Marry. Akhirnya Deddy dan komplotannya merencanakan untuk menghancurkan Mickey dengan menculik mamanya agar konser Mickey hancur. Namun Tommy yang mengetahui kalau mamanya di culik, akhirnya pun mencoba menyelamatkannya dan berhasil membawa Mama pada konser Mickey yang selalu meminta mamanya untuk mendampinginya. Konserpun berjalan, dan Deddy akhirnya ditangkap karena telah mengacaukannya.

Sementara Tuan Broto akhirnya merestui hubungan Mickey dan Marry.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

JAMAL MIRDAD DALAM FILM “AIDS PHOBIA”

Posted by Toto Andromeda on August 4, 2010

AIDS PHOBIA

JUDUL FILM        : AIDS PHOBIA

SUTRADARA       : ABENUDIN SE

KARYA                 : TUA RAJA RIAHAAN

PRODUKSI           : PT. INEM FILM

PRODUSER          : NY. LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ZAINAL ABIDIN, AMINAH CENDRAKASIH, JAMAL MIRDAD, ANWAR FUADY, REPPY ROMPIES, YAYUK SUSENO, GRACE SUWANDI,

SINOPSIS :

Film AIDS Phobia di produksi tahun 1986 ketika sedang gencar-gencarnya pemberitaan mengenai penyakit AIDS. Orang-orang yang mendengar kata AIDS langsung bergidik ngeri walaupun mereka tidak tahu apa artinya AIDS itu sendiri, sehingga isu AIDS yang di Koran-koran begitu ramai di bicarakan.

Adegan di buka dengan seorang wanita bernama Elly yang sedang menonton televise mengenai seorang pasien yang dianggap AIDS sehingga Elly merasa ngeri dan bergidik. Disinggung-singgung AIDS berasal dari Amerika, sehingga ketika esoknya Bapak Winata (Zainal Abidin) dan keluarganya pulang ke Indonesia, maka Elly dan Suprapti (Aminah Cenderakasih) serta anaknya bernama Anto ikut menjemput kepulangan keluarga Winata. Keluarga Winata tinggal di rumah Elly. Winata pulang dengan membawa empat anaknya yaitu Wati, Amalia, Andi dan Santy. Wati akhirnya berpacaran dengan Alfian (Jamal Mirdad) , sedangkan Amalia dimemiliki tunangan bernama Anto.

Selepas kepulangan dari Amerika, anak bungsu Winata yang bernama Santy Sakit keras. Hal ini langsung di hubung-hubungkan dengan AIDS yang dideritanya oleh Elly yang langsung menyebarkannya pada Suprapti. Suprapti adalah calon besan dari Winata karena Anto anak dari Suprapti telah di jodohkan dengan Amelia anak Winata. Namun mendengar penyakit AIDS yang diderita oleh Santy membuat Suprapti turut bergidik.  Bahkan akhirnya Suprapti menyuruh Anto untuk meninggalkan Amelia dengan alas an karena adiknya sedang sakit. Apalagi mereka baru datang dari Amerika, sehingga diduga kalau Santy terkena AIDS menurut dugaan Suprapti yang diperkuat oleh Elly, sehingga akhirnya Suprapti bermaksud untuk membatalkan pertunangan antara Anto dan Amelia.

Akhirnya Santy pun meninggal dengan tuduhan terkena Aids, walaupun diagnosa sebenarnya adalah terkena Leukemia.

****

Di kantor, Amelia tiba-tiba pingsan dan akhirnya dibawa kerumah sakit. Winata dan keluarganya menyusul kerumah sakit dan langsung masuk keruangan dokter yang sedang memeriksa Amelia.  Setelah melalui pemeriksaan yang intensif, akhirnya Amelia di diagnosis terkena kanker darah atau Leukemia. Leukemia terjadi biasanya karena factor keturunan. Apalagi setelah Winata mengetahui bahwa anak ke empatnya Santy juga meninggal akibat leukemia.

Elly dengan cepat mengabarkan kepada Suprapti kalau keluarga Winata datang membawa penyakit setelah kepulangannya dari Amerika. Kabar keluarga Winata terkena Aids cepat sekali menyebar bahkan teman-teman dan tetangga juga ikut menjauhi keluarga Winata termasuk Wati yang juga dijauhi oleh Alfian dan Rina Suwandi (Grace Suwandi) temannya.

Setelah mengetahui kalau Alfian dan Rina juga sempat menjauhi Wati, akhirnya Wati berusaha untuk mencari darimana sumber berita yang mengatakan kalau keluarganya terkena AIDS. Sementara itu Anto anak Suprapti bertekad akan menikahi Amalia dengan resiko apapun yang akan terjadi meski Suprapti menentangnya. Sementara itu Elly tante dari Amalia berkali-kali mengajak pacarnya untuk menikah, namun selalu saja menepisnya dengan berbagai alas an.

Akhirnya Elly kecelakaan ketika sedang jalan-jalan dengan pacarnya, dan mengakui semua kesalahannya pada Winata kalau dialah penyebar isu tentang keluarganya yang terkena AIDS.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »