Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Suzanna’

5 FILM HOROR INDONESIA TERSERAM YANG WAJIB DI TONTON

Posted by Toto Andromeda on April 4, 2016

  1. Pengabdi Setan

    Pengabdi Setan

    PENGABDI SETAN

Pengabdi setan menduduki peringkat pertama terseram yang pernah penulis tonton hingga saat ini, film ini paling menyeramkan sampai-sampai tidak bisa tidur kala itu. Ruth pelupessy menjadi magnet tersendiri di film ini karena menjadi dukun yang menyamar jadi pembantu untuk kemudian membunuh satu persatu penghuni rumah. Nah berikut petikan synopsis yang penulis berusaha tulis.

SINOPSIS PENGABDI SETAN :

Keluarga Hendarto (WD Mochtar) baru kehilangan istrinya yang meninggal. Setelah prosesi pemakaman dan doa-doa di panjatkan, keluarga Hendarto pun menjadi kesepian. Keadaan rumah menjadi dingin. Pada Malam pertama setelah kematian ibunya, Tommy (Fahrurozi) didatangi oleh arwah ibunya ketika sedang terbaring di tempat tidur, sementara Rita (Sisca Karebety) kakak Tomy memandang Tomy yang keluar mengikuti ajakan penampakan ibunya.

Keesokan harinya, atas saran teman-teman Tomy, Tomy pergi untuk menemui peramal. Ketika bertemu peramal Tomy diramal hidupnya dalam kegelapan untuk itu peramal menyarankan Tomy untuk memperdalam ilmu hitam, sementara Sisca yang hobi pesta bersama pacarnya Herman(Simon Cader) selepas kematian ibunya tetap melakukan hobinya meski ia pun merasa aneh karena selepas kepergian ibunya banyak kejadian-kejadian aneh di rumah mereka. Keluarga Hendarto memiliki satu pembantu bernama Pak Karto (Him Damsik) yang sudah mulai sakit-sakitan karena kadang-kadang bengeknya kambuh.  Sejak kejadian itu Tomy menjadi aneh dan pendiam, ditambah lagi Herman menakut-nakuti kalau sesudah kematian, arwah orang tersebut masih berada di sekitar rumah mereka.

Kejadian-kejadian aneh dan kehidupan yang dingin dalam rumah mereka berlanjut setelah kedatangan pembantu yang baru saja datang ketika malam tiba bernama Bi Darminah(Ruth Pelupessy). Sejak kedatangan Darminah, Rita mendapati dirinya kalau ia melihat sosok kuntilanak.  Herman merasa kalau Darminah bukanlah orang baik-baik, sementara Pak Karto juga mencium gelagat tidak baik dari kelakuan Darminah yang aneh dan mencurigakan. Tomy yang sedang memperdalam ilmu hitam mencari buku buku yang akan di gunakan sebagai referensi untuk belajar, namun melihat Tomy yang galau pemilik buku menunjukkan buku tuntunan sholat dan menyuruh Tomy untuk menunaikannya.  Namun godaan pun di terima oleh Tomy kala mau menunaikan sholat di malam hari tiba-tiba ia didatangi sosok kuntilanak agar Tomy menghentikan solatnya.

Kejadian-kejadian aneh dan menakutkan selalu terjadi selepas kedatangan Darminah. Pak Karto yang merupakan penjaga  rumah Hendarto akhirnya ditemukan tewas tergantung, sedangkan Herman akhirnya harus tewas tertabrak truk.  Kematian Pak Karto dan Herman yang tragis seolah ada yang membangkitkan mereka untuk menjadi mayat hidup dan selalu mengejar Rita dan Tomy. Rita pun di kejar mayat hidup Herman sebelum akhirnya di tolong oleh Darminah.  Atas kejadian-kejadian tersebut akhirnya Rita dan Tomy  mengutarakan keinginan pada ayahnya untuk mengundang dukun agara dapat mengusir hantu-hantu yang ada di rumah tersebut.  Namun nasib naas bagi dukun tersebut karena ia tidak berhasil mengusirnya namun justru ia di serang oleh pecahan kaca dan vas bunga yang berterbangan. Setelah semua berakhir, tanpa sepengatahuan keluarga Hendarto, Darminah keluar rumah dengan berkerudung hitam menuju ke sebuah kuburan. Namun tanpa ia sadari Tomy mengikuti apa yang di lakukan Darminah.

 

Sesampai di kuburan, Darminah berusaha untuk memanggil arwah ibu Tomy dan membangkitkanya dan membunuh seluruh keluarganya. Tomy mengintipnya dari kejauhan, namun sial, ia ketahuan Bi Darminah. Langkah seribu di ambil oleh Tomy untuk menuju motornya. Ia berusaha menyalakan motor tapi sial sekali motornya tidak bisa di starter, sementara itu Darminah menyuruh mayat hidup Pak Karto, Herman dan Ibu Tomy untuk mengejar Tomy (kayaknya disini deg degan banget deh nontonnya hehe). Namun beruntung akhirnya Tomy berhasil menyalakan motornya dan bergegas memacunya untuk pulang. Ia menceritakannya pada Rita dan ayahnya. Namun meski Rita percaya apa yang dilakukan Darminah, tidak dengan ayahnya. Ia menuduh Tomy mengada-ada. Untuk membuktikannya ayahnya mengajak Tomy untuk mengecek kamar Darminah. Dan benar saja, Darminah ternyata ada di kamarnya dan sedang menjahit. (duh disini gedek banget tuh sama Darminah hahaha).

 

Keesokan harinya Rita dan Tomy berinisiatif untuk menggali kubur ibu mereka namun mayatnya masih ada dalam kuburnya. Sekembalinya dari kuburan ia sudah disongsong ayahnya dan memarahinya. Ia mengatakan kalau perbuatan Tomy dan Rita adalah gila. Namun demikian akhirnya Hendarto pun percaya setelah ia melihat langsung mayat hidup yang ingin membunuhnya, dari istrinya yang telah meninggal hingga karto dan Herman yang sudah berujud mayat hidup. Pada saat yang sama, Darminah keluar dari kamarnya dengan menggiring mayat hidup. Penampilan Darminah sangat menakutkan dengan mata yang tajam dan rambut kribonya. Akhirnya kedok Darminah terbuka, ia dapat dibasmi, dan keluarga Hendarto insyaf dan kembali kepadaNya untuk menjalankan ibadah.

*****

Pengabdi setan saya nobatkan sebagai film Horor Indonesia sepanjang masa meski film ini dianggap mencontoh dari film luar negeri berjudul Phantasm, namun menonton film ini adegan demi adegan terasa sangat menakutkan. Dan hingga saat ini belum ada film yang bisa menandingi Pengabdi Setan, meski itu film Suzanna.

Bayi Ajaib

Bayi Ajaib

  1. BAYI AJAIB

Film ini menduduki peringkat kedua terseram yang pernah penulis tonton. Adegan bayi yang jelmaan arwah seorang portugese menjadi magnet di film ini, bagaimana ia mulai berulah sejak dalam kandungan hingga lahir.

SINOPSIS  BAYI AJAIB:

Kosim (muni Cader) menemukan intan ketika sengaja mencarinya disungai yang menyebabkan ia Kaya, sementara Dorman (WD Mochtar) yang sama-sama mencarinya tidak menemukannya. Kedua orang ini adalah bakal calon lurah yang sedang menjagokan dirinya.  Melihat Kosim mendapatkan intan untuk membiayai pencalonannya membuat Dorman menggunakan caranya dengan menggunakan Roh moyangnya Alberto Dominique, seorang portugis yang mati digantung karena kekejamannya. Ia merasuk kedalam kandungan istri Kosim (Rina Hashim) yang sedang mengandung anak pertamanya. Kosim dianggap sebagai saingan Dorman sehingga ia perlu melakukan tindakan tersebut. Meski usia kandungan masih enam bulan, namun istri Kosim yang baru saja terperosok kedalam kuburan tua, pulang kerumah dengan menjerit-jerit, apalagi keanehan pun terjadi, kandungannya pindah ke belakang. Dan selang beberapa saat anaknya pun lahir. Namun keanehan kembali terjadi, anaknya lahir dalam keadaan terbungkus. Maka asisten dukun beranak pun menaruhnya di dapur di sebuah tempat, namun malang, tiba-tiba bayi tersebut tiba-tiba keluar dan menggigit leher. Asisten dukun beranakpun meninggal ditempat. Jeritan pun terdengar, Kosim lalu mencari asal suara. Namun ia hanya mendapati mayat perempuan tua, sedangkan anaknya tidak ada. Anaknya diketemukan terdampar di bangunan tua bekas peninggalan orang Portugis.

Kelahiran anak Kosim menjadi hal aneh, karena ia sering mendelik-delik, bahkan di sunat pisau sunatnya tidak mempan. Anak tersebut juga hampir membunuh ibunya ketika ia berhasil menarik Ibunya masuk kedalam sumur. Keanehan demi keanehan pun terjadi. Hal ini membuat aneh, terutama apa yang dikatakan oleh sang peramal. Saat itu istri Kosim hamil anak kedua, namun Anak pertamanya tidak akan membiarkan adiknya lahir, maka segala upaya ia gunakan untuk mencelakakan ibunya. Keanehan tersebut juga dirasakan oleh dukun beranak (Woly Sutinah) yang membantu melahirkan. Akhirnya dukun beranak tersebut pun mati di gigit oleh anak kosim yang sudah dirasuki roh jahat.

Sementara itu pemilihan lurah tetap berlangsung. Ada tiga calon yang maju yakni, Saleh, Dorman dan Kosim. Setelah diadakan pemilihan, Salehnya yang terpilih menjadi Lurah sedangkan Dorman dan Kosim kalah. Kekalahan Kosim ditengarai sebagai akibat dari anaknya yang telah di rasuki roh jahat. Ketika anaknya sedang menggigit dukun beranak, kosim bermaksud membunuhnya, namun ditolong oleh kiyai kampung tersebut. Akhirnya anak Kosim terbebas dari roh jahat, dan kini ia bisa di sunat oleh dukun sunat (Bokir)

Misteri Sumur Tua

Misteri Sumur Tua

  1. MISTERI SUMUR TUA

Miseteri Sumur tua menjadi film ketiga yang menduduki peringkat seram versi penulis.  Tanti Yosepha mampu membawa film ini menjadi lebih mencekam dan begitu dingin, cerita tentang pencurian mayat untuk kemudian di setubuhi yang di persembahkan untuk anaknya. Film ini begitu dingin sepi dan mencekam.

SINOPSIS MISTERI SUMUR TUA:

Film ini Diangkat dari Novel karya Ali Shahab berjudul Mayat-Mayat Merangsang.

Adegan di buka dengan kematian Ny. Margaretha istri dari tuan Gunawan(Muni Cader). Namun selang sehari, Mayat Ny. Margaretha hilang. Polisi berusaha menyelidiki hilangnya mayat Ny. Margaretha dengan berbagai kemungkinan. Belum selesai dengan  penyelidikan mereka, Mayat istri Tuan Gunawan sudah di kembalikan oleh pencurinya.  Dari hasil pemeriksaan di ketahui dalam mayat Ny. Gunawan terdapat garam hasil dari keringat yang mengering dan sperma.

Pencurinya ditengarai adalah seorang yang menderita kelainan seksual Nekrophilia atau orang yang suka meniduri mayat.  Adalah Omen (Syamsuri Kaempuan) yang bertugas mencuri dan mengembalikan mayat-mayat yang di curi atas tuduhan Ny. Netty.

Di desa tersebut tinggal Netty (Tanti Yosepha) seorang perempuan mantan pemain sandiwara keliling yang menjadi primadona,  istri dari tuan Karel almarhum yang di bunuh oleh Ny. Netty dengan meracuninya di sop jamur yang dimakannya, karena Ny. Netty mencintai Albert (Piet Pagau). Meski Netty memiliki seorang anak, Pieter (Bagus Santoso) namun perselingkuhan itu terjadi dan kematian Tuan Karel terjadi ketika Pieter masih berumur 12 tahun.  Pasca kematian suaminya, Netty menikah dengan Albert. Saat itu pula ia mengajak Meriem anak tiri Netty yang juga merupakan anak dari Tuan Karel untuk tinggal bersama ibu tirinya. Namun dibalik kebaikan Albert, ternyata diam-diam ia menyukai Meriem dan menidurinya hingga hamil. Keadaan ini di ketahui oleh Netty yang langsung membunuh Meriem dengan menyuruh Omen (Syamsuri Kaempuan) pembantu setianya untuk mencekiknya hingga tewas. Setelah Meriem tewas, Netty yang mengetahui kalau Pieter mencintai Meriem tapi pemalu menyuruhnya untuk meniduri Meriem ketika sudah menjadi mayat. Sementara itu Albert akhirnya ikut mati di tembak oleh Netty setelah melihat Pieter sedang tidur bersama Mayat Meriem. Netty Marah pada Albert karena telah berani tidur dengan anak tirinya.

Pieter merasa heran akan perintah mamanya yang selalu menyuruhnya meniduri mayat wanita yang cantik dan muda. Atas cerita Omen, akhirnya Pieter paham, kenapa setiap tanggal 13 Oktober selalu mendapat hadiah mayat wanita cantik, karena sebagai hadiah ulang tahunnya. Pieter akan disuruh untuk meniduri mayat tersebut.

*****

Ketika sedang menggembala, Pieter melihat seorang gadis dan sopirnya yang berhenti karena mobilnya mogok. Pieter menolongnya dengan mengambilkan air. Akhirnya Pieter berkenalan dengan perempuan tersebut yang bernama Martha (Hanna Wijdaya) anak dari Tuan Gunaw an. Bahkan Pieter dan Martha akhirnya saling suka.  Namun hal ini disembunyikan dari Ny. Netty karena pasti akan marah.  Namun akhirnya perbuatan Pieter di ketahui oleh Mamanya. Ia  marah pada Omen karena tidak memberitahukannya.

Penyelidikan polisi mulai membuahkan hasil. Ia mulai menyimpulkan atas korban-korban yang selalu terjadi pada tanggal 13 Oktober dan selalu di buang ke sumur.  Polisi mulai mengendus rumah Netty dan memancingnya untuk berbicara tapi tidak berhasil.

Pada tanggal 13 Oktober tepat ulang tahun Pieter yang ke 23, Martha di jemput oleh Omen, sementara sepeti biasa Pieter menunggunya di bukit. Namun ketika Pieter menunggu di bukit, atas perintah Netty, omen membawa Martha ke rumahnya.  Netty akan membunuh Martha agar Pieter menikmati tubuh mayat kembali ketika ulang tahun. Netty tidak ingin kalau Pieter yang sensitive akan disakiti hatinya oleh perempuan, namun jika dengan mayat maka Pieter tidak akan dibuat sakit hati, demikian alasan Netty. Namun Netty yang sudah sakit jiwa dengan menjerumuskan anaknya untuk menikmati tubuh mayat semakin marah ketika Martha bilang kalau ia mencintai Pieter. Netty menyuruh Omen untuk mencekik Martha. Namun Omen menolaknya dengan melempar benda yang ada di dekatnya pada Netty. Netty semakin marah dan menembak Omen.

Netty semakin marah pada Martha karena sejak kehadirannya, anaknya Pieter dan Omen berani berkhianat pada Netty. Ketika Netty bersiap membunuh Martha, saat itulah Polisi datang.  Namun karena Netty melawan, terpaksa Polisi menembak Netty. Pieter kembali dari bukit dan mendapati mamanya yang sedang sekarat. Akhirnya Netty tewas.

Telaga ANgker

Telaga ANgker

  1. TELAGA ANGKER

Film telaga angker menduduki peringkat ke 4 terseram yang pernah penulis tonton. Suzanna memang menjadi ikon film horror pada masanya, dan ia berhasil membuat takut dalam film ini di bandingkan dengan film-film Suzanna lainya. Aroma mistis dan komedi selalu ada dalam film-film Suzanna. Adegan di kamar mandi/toilet menjadi adengan terseram dan mengagetkan di film ini.

SINOPSIS TELAGA ANGKER.

Anita(Suzanna) yang tengah mengandung, menjadi korban keganasan penjahat. Ia bersama Lenny, adik suaminya dibunuh, mobilnya ditenggelamkan ke dalam telaga. Ketika peristiwa itu terjadi, suaminya Robby(George Rudy) tengah menjemput anaknya, Sandy. Langkah pencarian bersama satuan polisi dikerahkan, tetapi tak ada hasil. Sementara itu, ada penelepon gelap, mengaku bahwa kelompoknya telah membunuh Anita dan Lenny.

Suatu malam keluarga Robby amat gembira, Anita telah kembali ke kamarnya bagaikan mimpi. Keesokan harinya Anita menghilang kembali entah ke mana. Paman Wijaya, kakak kandung Anita, datang terutama untuk menghibur Sandy. Kesedihan menjadi bertambah tatkala Robby yang berusaha mencari sendiri pembunuh istrinya juga menjadi korban keganasan para penjahat itu.

Akibatnya, arwah Anita yang masih gentayangan, meneror dan membunuh para pelaku kejahatan tersebut. Ada beberapa adegan yang membuat kaget dan tentu takut. Naluri keibuan Anita menghendaki Sandy agar ikut serta ke tempatnya. Paman Wijaya yang saleh dan taat beragama, berhasil menenteramkan arwah Anita. Akhirnya kematian Anita pun di sempurnakan agar tidak mengganggu lagi.

 

Faridha Pasha - Dukun Ilmu Hitam

Faridha Pasha – Dukun Ilmu Hitam

  1. DUKUN ILMU HITAM

 

Dukun Ilmu hitam menjadi film peringkat kelima terseram yang pernah penulis tonton, kehadiran Farida Pasha dan Ruth pelupessy di film ini menjadi daya Tarik tersendiri. Ruth pelupessy memiliki wajah angker. Bagaimana ceritanya?

SINOPSIS DUKUN ILMU HITAM

Dewi (Ruth Pelupessy )terkena kutukan menjadi ular. Di dalam Sarangnya ia disarankan untuk meminum darah wanita yang memiliki bayi. Dewi akhirnya mencari korban seorang wanita yang memiliki bayi perempuan. Dengan wujudnya sebagai ular Dewi membelit wanita tersebut dan menghisap darahnya. Maka setelah meminum darah perempuan itu, Dewi berubah wujud menjadi manusia. Melihat bayi dari anak wanita tersebut, Dewi membawanya untuk dibawa kesarangnya di Goa untuk menemani anaknya yang berujud ular yang kemudian berubah menjadi bayi yang bersisik dipipinya.

Sementara itu suami dari perempuan tersebut setelah berupaya menolong istrinya, akhirnya juga harus mati karena ulah dari Dewi. Namun sebelum mati, ia bertemu dengan Pak Guru (WD Mochtar) dan muridnya yang dan menitipkan pesan agar ia menjaga anaknya yang dibawa pergi oleh Dukun Ilmu Hitam. Ia menceritakan cirri-ciri anaknya yang memiliki tanda hitam di tangannya.

Setelah berubah menjadi manusia, Dewi menemui suaminya Hasan (Dadang Iskandar) untuk memberitahukan bayinya dan ada lagi bayi satunya yang dicuri. Dewi tidak mau mengurus bayinya dan menyerahkan pada Hasan seorang Dukun yang pernah di usir dari kampung Pak Guru.

****

Kini mereka sudah tumbuh dewasa. Kedua bayi tersebut di beri nama Sari (Farida Pasha) dan Maya (Dian Ariestya). Keduanya di beri bekal ilmu hitam oleh ayahnya. Namun sifat Sari dan Maya sangat berbeda. Sari sering marah-marah karena mukanya jelek sedangkan Maya berparas cantik. Mereka tinggal di sebuah gubuk yang tersembunyi dari kampung penduduk. Mereka juga menghindari agar tidak terlihat dari penduduk kampung. Hanya Maya saja yang sesekali di suruh mencuci baju ke sungai. Suatu hari, baju milik Sari warna merah hilang. Sari marah, namun di lerai oleh ayahnya. Sementara itu Maya akhirnya kembali ke sungai untuk mengambil air. Saat disungai, ia melihat baju merah milik Sari yang hilang. Ia bermaksud mengambilnya, namun disaat itulah muncul Panji (Ray Sahetapi). Secara kebetulan Panji melihat tanda hitam ditangan Maya. Panji pun memberitahukan pada Pak Guru. Singkat cerita Panji dan Maya akhirnya menikah, setelah Maya melepaskan diri dari Hasan dan Sari. Sari tentu saja berang.

Mereka terus menganggu dengan ilmu hitamnya, hingga suatu hari Sari menemui anak Maya dan Panji. Ia memberikan ular yang dipaksa ditelan kemulut anak Maya. Mengetahui anaknya dalam bahaya Maya berusaha menolongnya. Malang, ular yang berada di tubuh anaknya tertelan sendiri. Sehingga sikap Maya berubah. Ia menjadi beringas dan mencari mangsa. Namun akhirnya Maya berhasil di selamatkan oleh pak Guru.

Diakhir kisah, akhirnya Sari dan Hasan harus menemui ajalnya akibat perbuatannya sendiri, dan orang-orang kampung berteriak kegirangan puas karena mereka sudah tidak ada yang mengganggu lagi.

 

Nah sekarang mau pilih yang mana? Yuk di coba, walau masing masing orang berbeda beda tingkat keseramanya. Ada film-film lain yang layak untuk ditonton. Cintai Film Indonesia

Advertisements

Posted in Resensi Film 70-90an, Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SUZANNA DALAM FILM ” BERNAFAS DALAM LUMPUR “

Posted by Toto Andromeda on July 9, 2013

Bernafas dalam Lumpur

Bernafas dalam Lumpur

JUDUL FILM                        : BERNAFAS DALAM LUMPUR

SUTRADARA                       : TURINO DJUNAEDY

CERITA                                  : ZAINAL ABDI

SKENARIO                           : TURINO DJUNAEDY

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : TURINO DJUNAEDY

PRODUKSI                           :  PT.  SARINANDE FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1970

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : SUZANNA, RACHMAT KARTOLO, FAROUK AFERO, DICKY ZULKARNAIN, SOFIA WD, RATNO TIMOER, MARULI SITOMPUL, SANDY SUWARDI, IKRANEGARA

Bernafas dalam Lumpur

Bernafas dalam Lumpur

SINOPSIS :

Di sebuah kamp pelacuran, Supinah (Suzanna) yang lebih di kenal dengan nama Mila ditempat tersebut berkenalan dengan Budiman (Rachmat Kartolo) yang memakai jasanya untuk menemaninya k epesta dengan upah Rp. 10.000. Budiman tidak memakai Mila di ranjang, namun hanya menemani ke pesta dan dansa bersamanya.  Merasa namanya tidak cocok dengan nama Supinah, akhirnya Budiman member nama Yanti pada Mila atau Supinah. Sepulang dari pesta Yanti diantar ke kamp pelacuran dan diterima oleh centeng-centeng Rais (Farouk Afero). Akhirnya sepuluh ribu rupiah pun diberikan Budiman pada Rais atas jasa Yanti. Namun Rais merasa uang yang diberi oleh Budiman kurang, sehingga terjadi keributan. Budiman dikeroyok oleh Rais dan anak buahnya hingga mengalami luka tusukan. Yanti membawa kerumah sakit, namun ketika Budiman sadar justru ia memakinya. Akhirnya Yanti lari meninggalkan Budiman yang tengah terluka di rumah sakit.

****

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

 

Perkenalan Budiman dengan Yanti meninggalkan kesan yang dalam bagi Budiman maupun Yanti. Merasa bersalah Budi mencari Yanti ke kamp pelacuran. Namun yanti berada di kampong. Berhari-hari ia selalu menunggu kedatangan Yanti hingga akhirnya Budiman berkesempatan meminta maaf pada Yanti. Dan atas permintaan Budiman, Yanti akhirnya menceritakan awal mulanya ia terjun sebagai pelacur.

Cerita pun flashback sebentar. Yanti menceritakan kalau ia ke Jakarta menyusul suaminya. Selama di Jakarta, tempat yang dituju tidak ketemu dengan ditemani oleh tukang becak. Namun sayang melihat kemolekan Yanti, tukang becak tersebut memiliki niat jahat. Ia menawarkan Yanti untuk menginap dengan memakai rumah temannya. Malam itu Yanti diperkosa oleh tukang becak tersebut. Belum habis tangisnya, pemilik rumah tersebut ikut memperkosa Yanti. Hancur sudah Yanti. Esoknya ia melanjutkan perjalanan dengan baju compang camping. Ditengah jalan ia ditolong oleh seorang laki-laki yang memiliki niat baik padanya. Namun sayang sekali, kali ini Yanti pun bernasib sial, ia diperkosa oleh anaknya dan laki-laki tersebut yang ikut hendak memperkosanya.

Pencarian suaminya terus dilanjutkan, hingga ia berhenti di warung makan yang ditunggui oleh seorang perempuan. Tanpa sengaja ia bertemu suaminya dan langsung memeluknya, namun sayang sekali ia telah beristri lagi. Yanti pun di usir. Di perjalanan ia pingsan dalam keadaan lapar. Yanti ditemukan oleh Rais yang menjadikannya seorang pelacur.

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

Sampai disitu yanti bercerita pada Budiman. Bahkan ia di persiapkan untuk dikirim ke hongkong. Budiman member saran untuk menolaknya, namun  Rais marah.  Secara perlahanpun Yanti yang merasa suka pada Budiman mulai menjauhinya. Berbagai tamu ia layani. Hingga Yanti jatuh sakit. Namun Budi pulalah yang menolongnya mencarikan dokter.  Yanti meminta tolong pada Budi melalui temannya untuk menjemput anaknya di kampung. Namun sayang sekali, ketika sampai di Jakarta perhiasan Yanti telah di preteli oleh Rais, dan nyawanya tidak tertolong akibat sakit yang di deritanya.  Yanti pun meninggal dunia.

*****

Cerita aslinya, “Berenang dalam Lumpur” dimuat bersambung dalam majalah “Varia”. Kerja sama dengan Prospex Trading Coy. (Hongkong). Film Indonesia pertama yang menonjolkan seks, perkosaan dan dialog-dialog kasar. Tapi versi vcd di sensor sih hehe…. Pernah dilarang diputar di Bandung oleh Kodim setempat. Film yang laris dan cukup menghebohkan. Sukses ini membuat produser/sutradaranya membuat lanjutannya menjadi sebuah trilogy(sumber : Katalog Film Indonesia : JB Kristianto)

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

SUZANNA & DICKY SUPRAPTO DALAM FILM ” NAPSU GILA “

Posted by Toto Andromeda on March 15, 2013

Napsu Gila

Napsu Gila

JUDUL FILM                        : NAPSU GILA

SUTRADARA                       : ALI SHAHAB

CERITA                                  : ALI SHAHAB

SKENARIO                           : ALI SHAHAB

TAHUN PRODUKSI           : 1973

PRODUKSI                           : PT TIDAR JAYA FILM

JENIS                                     : FILM HORROR

PEMAIN                              : SUZANNA, DICKY SUPRAPTO, TAN JENG BOK, NURNANINGSIH, HABIBAH, SYAMSUDIN SYAFEI, MENZANO, SOFIA AMANG, HUSIN LUBIS, BISSU

SINOPSIS :

Piah (Suzanna) terlihat kebingungan, dan bertanya setelah melihat pengumuman lowongan pekerjaan di sebuah panti. Maka setelah bertanya, Piah pun menuju sebuah panti jompo yang cukup terpencil dan diterima sebagai pengasuh di rumah tersebut. Dalam panti tersebut tinggal orang-orang jompo dengan berbagai karakter, dari Nurna seorang mantan bintang film, Kapten yang kerjanya selalu mengintip perempuan dan bermabuk-mabukan, juga ada perempuan tua yang selalu menjahit baju untuk calon cucunya karena tak percaya kalau cucunya sudah meninggal, serta seorang tua ahli purbakala yang memliki kebiasaan aneh yaitu tidur di peti mati.

Kedatangan Piah di rumah tersebut ternyata membawa petaka bagi penghuni rumah tersebut. Kematian demi kematian misterius terjadi di rumah tersebut. Adalah Nurna, mantan bintang film yang kecewa karena tidak pernah sukses film yang di bintangi yang menjadi korban pertama. Ia tewas tergantung setelah sebelumnya berdebat dengan Piah karena tanpa ijinnya, Nurna memakai baju dan perhiasan milik Piah. Nurna menuduh Piah telah mencurinya di stasiun kereta api. Namun kematian Nurna ternyata di ketahui oleh Kapten.  Akhirnya Piah menyuruh Baron (Ardi HS) salah seorang penghuni Panti untuk membunuh Kapten dan menguburkannya. Kematian Kapten meski di buat sewajar mungkin oleh Piah namun ternyata mampu di baca oleh Bissu ahli purbakala yang suka tidur di peti mati. Maka untuk menutupi perbuatannya langkah selanjutnya Piah adalah membunuh bisu di peti mati. Piah juga menyuruh Baron untuk membunuh tukang yang suka mengantar bahan makanan kerumah tersebut karena tanpa sengaja mengetahui mayat Kapten di gudang. Kematian demi kematian terus terjadi di rumah tersebut tanpa di ketahui oleh siapapun hingga datanglah seorang polisi (Dicky Suprapto) yang menyamar menjadi anak dari salah seorang penghuni rumah tersebut.

Maka penyelidikan pun di mulai, Piah merasa gerah.  Namun akhirnya di ketahui bahwa Piahlah dalang dari rentetan kejadian di rumah tersebut. Piah di ketahui lari dari rumah setelah ia membunuh ayah angkatnya (Hadisyam Tahax) karena ingin memperkosanya setelah Piah mengetahui kalau dirinya adalah anak pungut dan ingin di nikmati oleh ayah pungutnya. Setelah membunuh ayah angkatnya Piah pergi bekerja di rumah jompo tersebut dan menjadi pembunuh. Namun akhirnya Piah mati setelah peluru polisi menembus dadanya. Petualangan Piah pun berhenti.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SUZANNA & BAGUS SANTOSO DALAM FILM ” USIA DALAM GEJOLAK “

Posted by Toto Andromeda on April 11, 2012

JUDUL FILM                        : USIA DALAM GEJOLAK

SUTRADARA                       : SISWORO GAUTAMA PUTRA

CERITA                                  : JANTO TANUDJAJA

SKENARIO                           : HARYONO

PRODUSER                          : RAM SORAYA

TAHUN PRODUKSI           : 1984

PRODUKSI                           : PT. SORAYA INTERCINE FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : SUZANNA, GEORGE RUDY, BAGUS SANTOSO, NENA ROSIER, WIEKE WIDOWATI, RATNO TIMOER, FACHRUR ROZY,

SINOPSIS :

Susi (Suzanna) adalah seorang perempuan paruh baya yang sedang puber kedua atau di sebut dengan gejolak cinta.  Pada usia yang sudah tidak muda lagi gairah seks Susi sangat tinggi sementara suaminya Iskandar(Ratno Timoer) ketika sedang berhubungan Seks dengan Susi selalu gagal.  Susi pergi ke psikiater untuk menanyakan tentang masalahnya. Suaminya impoten. Gejolak seks yang tinggi membuat Susi selalu tergiur akan laki-laki yang lebih muda. Sementara itu menurut psikiater, gejala impotensi terjadi karena beberapa hal.  Namun apa yang menimpa suaminya tidak diketahui olehnya.

Susi adalah seorang pengusaha butik. Sedangkan Iskandar merasa sebagai boneka Susi karena ia yang memutarkan roda keuangan sehingga menjadi Iskandar yang sukses. Tanpa di ketahui oleh Susi, Iskandar memiliki wanita simpanan Tina (Wieke Widowati) yang akan di nikahinya. Iskandar berpamitan pada Susi akan pergi ke Tokyo, namun sebenarnya berada di rumah Tina. Untuk melangsungkan pernikahan, Tina memesan gaun pengantin. Namun  tanpa di sadari Tina, ia memesannya ke butik Susi. Saat mengantarkan baju pengantin pesanan Tina, Susi di perkenalkan pada calon suaminya. Namun betapa kagetnya Susi, karena calon suami Tina adalah suaminya sendiri. Susi pergi meninggalkan rumah Tina. Iskandar segera menyusulnya. Kejar mengejar pun terjadi, namun akhirnya Iskandar tewas jatuh ke jurang.

Sepeninggal Iskandar, Susi yang sedang dalam birahi tinggi tertarik pada montir mobil langgananya, Markus (George Rudy). Hubungan lebih jauhpun terjadi. Namun Susi harus kecewa, karena Markus meninggalkannya ketika semua sudah terjadi. Markus akan menikah dengan pacarnya.

Keadaan ini membuat Susi jenuh. Ia disarankan Lily, sahabat sekaligus sekretarisnya di butik untuk ke Jakarta menikmati hidup. Di sebuah Diskotik ia mendapati seorang pemuda, Dani yang mabuk dan ditinggalkan teman-temannya..Susi membawa Dani ke hotel. Dan terjadilah hubungan suami istri antar keduanya. Dani mulai jatuh cinta pada Susi.

Pada suatu hari Susi mengajak Dani untuk membeli pakaian. Tanpa disadari kartu pelajar Dani jatuh ketika akan mencoba baju di kamar pas. Susi mengambilnya dan membaca kartu pelajar Dani. Setelah membaca, Susi kaget dan buru-buru meninggalkan Dani. Dani sendiri kebingungan karena setelah keluar dari kamar pas ia tidak mendapati Susi.  Dani frustasi. Namun Dani yang memiliki pacar bernama Santi yang satu kelas dan satu sekolah akhirnya bertemu. Ketika pengumuman kelulusan di umumkan, Dani dan Santi Lulus. Segera Santi pulang ke Bogor dan minta ditemani Dani. Santi memperkenalkan Dani pada mamanya.

Betapa kagetnya Dani dengan mama Santi. Ternyata ia adalah Susi, orang yang dicintai namun meninggalkan begitu saja. Meski Dani mencintai Susi dan mau menikahinya namun akhirnya Susi sadar sebagai seorang yang sedang dalam Usia dalam Gejolak, Susi menolak permintaan Dani. Setelah menerima penjelasan dari Susi, Dani pun mau menerimanya.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SUZANNA DALAM FILM ‘ TUAN TANAH KEDAWUNG’

Posted by Toto Andromeda on January 9, 2012

JUDUL FILM                        : TUAN TANAH KEDAWUNG

SUTRADARA                       : L SUDJIO

PRODUSER                          : DICKY SUPRAPTO

CERITA                                  : GANES TH

SKENARIO                           : L SUDJIO

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUKSI                           :  PT.  TIDAR JAYA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1970

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : SUZANNA, KUSNO SUDJARWADI,TINA MELINDA, FAORUK AFERO, MARULI SITOMPUL, DICKY SUPRAPTO, MARLIA HARDI, AMI PRIYONO, AWALUDIN

SINOPSIS :

Tuan Tanah Kedawung (Awaludin) baru saja di tinggal mati oleh istrinya dengan meninggalkan seorang anak kecil. Ia terlihat sedih mengenangnya.  Namun Istri keduanya Zubaidah (Tina Melinda) menghiburnya dan berjanji akan menjaga anaknya seperti anaknya sendiri meskipun itu hanya sebuah omongan saja. Bahkan meski di hadapan suaminya sendiri baik, namun di belakang Zubaidah menyerahkan anak tuan tanah kedawung Giran(Dicky Suprapto) pada pembantunya Nyai Londe (Marlia Hardi) untuk mengurusnya. Sepeninggal istri pertamanya, Zubaidah menjadi girang. Dengan dibantu oleh Kasir Samirun (Ami Priyono) yang sesungguhnya adalah selingkuhannya, Zubaidah berusaha meracuni Tuan Tanah kedawung secara pelan-pelan agar cepat mati dan ia bisa mengambil hartanya.  Selain daripada itu, Zubaidah juga memiliki seorang anak laki-laki Mirta (Farouk Afero) yang, adik dari Giran.

Berbagai upaya dilakukan Zubaidah untuk menyingkirkan keluarga Tuan Tanah Kedawung. Selain meracuni suaminya sendiri, ia juga menyuruh centengnya Sarkawi (Kusno Sudjarwadi) untuk menghabisi Giran di kebun kelapa. Namun malang, ketika Sarkawi akan membunuh Giran ia kejatuhan kelapa di kepalanya sehingga ia jatuh pingsan. Gagallah usaha Zubaidah untuk membunuh Giran kali ini.

Setelah beranjak dewasa, Giran bermaksud menikahi gadis yang ia impikan, Ratna (Suzanna) anak dari Ki Kewot yang meski miskin dan pernah nunggak pembayaran pada tuan tanah kedawung, namun atas kebaikan tuan tanah kedawung Ki Kewot justru di beri uang untuk berobat karena sakit-sakitan. Selain Giran, Ratna secara diam-diam juga di cintai oleh Mirta. Mendengar keinginan kakaknya yang akan menikahi Ratna membuat Mirta cemburu. Ia menyuruh ibunya untuk menggagalkannya. Upaya penggagalan pun dilakukan. Zubaidah menyuruh Sarkawi untuk menculik Ratna. Namun sayang kali ini usahanya dapat di gagalkan setelah Samolo, centeng Giran yang sangat setia menolong Ratna dari sergapan Sarkawi.

*****

Pesta pernikahan pun berlangsung. Pada saat itulah Zubaidah memberikan racun di minuman suaminya dengan dosis yang cukup tinggi, sehingga ia terbatuk-batuk dan muntah darah. Saat lari kekamarnya, Zubaidah pura-pura panik. Kasir  Samirunyang mengikuti Zubaidah pun pura-pura panik. Namun saat tidak ada siapa-siapa, untuk mempercepat proses kematian Samirun mencekiknya. Sehingga tewaslah ia.

Pasca kematian tuan tanah kedawung, belumlah usai usaha Zubaidah karena sebelum meninggal, tuan tanah kedawung memberikan kotak wasiat pada Giran untuk disimpannya. Untuk menguasai kotak wasiat yang berisi harta, Zubaidah menyuruh Giran ke Borneo untuk mengurus kebon karet disana.

Kepergian Giran dimanfaatkan Zubaidah untuk menguasai hartanya melalui Ratna. Berbagai upaya ia lakukan termasuk menculik anak Ratna agar ia mau menyerahkan kotak wasiat. Namun setelah Ratna menukar dengan kotak wasiat pada Kasir Samirun dan Zubaidah, belum juga anaknya dikembalikan. Akhirnya atas pertolongan Samolo, centeng yang setia, Kotak wasiat dan anaknya Girin dapat di ambil kembali.  Perebutan harta tidak hanya berakhir sampai disini, segala upaya tetap di lakukan oleh Samirun dan Zubaidah, termasuk membakar rumah orang tuah Ratna dan menembak mati ki kewot ayahnya.

Namun, Samolo tidak tinggal diam. Untuk menyelamatkan keluarga majikannya, ia melawan perbuatan Zubaidah. Sarkawi dan Samirun akhirnya mati terbunuh, sementara Zubaidah yang bersiap-siap mengamankan kotak wasiat harus menemui nasib buruk setelah Samolo datang, mukanya menghantam kaca dan menjadi buruk, demikian juga anaknya Mirta. Meski Samolo berhasil menumpas Samirun dan Sarkawi namun ia juga harus membayar mahal dengan kebutaan yang dideritanya.

*****

Setelah bertahun-tahun di Borneo, akhirnya Giran pun kembali. Namun dalam perjalanan pulang sebelum bertemu Ratna istrinya, ia menemukan Zubaidah dan Mirta dalam kondisi sangat menyedihkan. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Zubaidah untuk menghasut Giran, bahwa ia menjadi begitu karena persengkongkolan yang dilakukan oleh Ratna dan Samolo. Juga keadaan rumahnya yang menjadi berantakan dan rusak.  Giran marah, dan segera mencari Ratna untuk memintanya bersujud pada ibunya Zubaidah. Kemarahan Giran tidak terbendung meski Samolo berusaha menjelaskan keadaan yang sebenarnya, namun Giran sudah termakan hasutan.

Namun Giran akhirnya menyadari setelah Nyi Londe pengasuhnya dimasa kecil menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Ia segera mencari Ratna dan Samolo untuk meminta maaf.

Belakangan diketahui kalau Mirta bukanlah anak tuan tanah kedawung,melainkan anak dari Kasir Samirun buah perselingkuhannya setelah Zubaidah secara tidak sengaja membeberkannya.  Zubaidah akhirnya harus menemui ajalnya setelah dicekik oleh Mirta, sementara Mirta sendiri tewas setelah tersambar petir.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

SUZANNA DALAM FILM ‘BERNAFAS DALAM LUMPUR’

Posted by Toto Andromeda on August 12, 2011

JUDUL FILM                        : BERNAFAS DALAM LUMPUR

SUTRADARA                       : TURINO DJUNAEDY

CERITA                                  : ZAINAL ABDI

SKENARIO                           : TURINO DJUNAEDY

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : TURINO DJUNAEDY

PRODUKSI                           :  PT.  SARINANDE FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1970

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : SUZANNA, RACHMAT KARTOLO, FAROUK AFERO, DICKY ZULKARNAIN, SOFIA WD, RATNO TIMOER, MARULI SITOMPUL, SANDY SUWARDI, IKRANEGARA

SINOPSIS :

Di sebuah kamp pelacuran, Supinah (Suzanna) yang lebih di kenal dengan nama Mila ditempat tersebut berkenalan dengan Budiman (Rachmat Kartolo) yang memakai jasanya untuk menemaninya k epesta dengan upah Rp. 10.000. Budiman tidak memakai Mila di ranjang, namun hanya menemani ke pesta dan dansa bersamanya.  Merasa namanya tidak cocok dengan nama Supinah, akhirnya Budiman member nama Yanti pada Mila atau Supinah. Sepulang dari pesta Yanti diantar ke kamp pelacuran dan diterima oleh centeng-centeng Rais (Farouk Afero). Akhirnya sepuluh ribu rupiah pun diberikan Budiman pada Rais atas jasa Yanti. Namun Rais merasa uang yang diberi oleh Budiman kurang, sehingga terjadi keributan. Budiman dikeroyok oleh Rais dan anak buahnya hingga mengalami luka tusukan. Yanti membawa kerumah sakit, namun ketika Budiman sadar justru ia memakinya. Akhirnya Yanti lari meninggalkan Budiman yang tengah terluka di rumah sakit.

****

Perkenalan Budiman dengan Yanti meninggalkan kesan yang dalam bagi Budiman maupun Yanti. Merasa bersalah Budi mencari Yanti ke kamp pelacuran. Namun yanti berada di kampong. Berhari-hari ia selalu menunggu kedatangan Yanti hingga akhirnya Budiman berkesempatan meminta maaf pada Yanti. Dan atas permintaan Budiman, Yanti akhirnya menceritakan awal mulanya ia terjun sebagai pelacur.

Cerita pun flashback sebentar. Yanti menceritakan kalau ia ke Jakarta menyusul suaminya. Selama di Jakarta, tempat yang dituju tidak ketemu dengan ditemani oleh tukang becak. Namun sayang melihat kemolekan Yanti, tukang becak tersebut memiliki niat jahat. Ia menawarkan Yanti untuk menginap dengan memakai rumah temannya. Malam itu Yanti diperkosa oleh tukang becak tersebut. Belum habis tangisnya, pemilik rumah tersebut ikut memperkosa Yanti. Hancur sudah Yanti. Esoknya ia melanjutkan perjalanan dengan baju compang camping. Ditengah jalan ia ditolong oleh seorang laki-laki yang memiliki niat baik padanya. Namun sayang sekali, kali ini Yanti pun bernasib sial, ia diperkosa oleh anaknya dan laki-laki tersebut yang ikut hendak memperkosanya.

Pencarian suaminya terus dilanjutkan, hingga ia berhenti di warung makan yang ditunggui oleh seorang perempuan. Tanpa sengaja ia bertemu suaminya dan langsung memeluknya, namun sayang sekali ia telah beristri lagi. Yanti pun di usir. Di perjalanan ia pingsan dalam keadaan lapar. Yanti ditemukan oleh Rais yang menjadikannya seorang pelacur.

Sampai disitu yanti bercerita pada Budiman. Bahkan ia di persiapkan untuk dikirim ke hongkong. Budiman member saran untuk menolaknya, namun  Rais marah.  Secara perlahanpun Yanti yang merasa suka pada Budiman mulai menjauhinya. Berbagai tamu ia layani. Hingga Yanti jatuh sakit. Namun Budi pulalah yang menolongnya mencarikan dokter.  Yanti meminta tolong pada Budi melalui temannya untuk menjemput anaknya di kampung. Namun sayang sekali, ketika sampai di Jakarta perhiasan Yanti telah di preteli oleh Rais, dan nyawanya tidak tertolong akibat sakit yang di deritanya.  Yanti pun meninggal dunia.

*****

Cerita aslinya, “Berenang dalam Lumpur” dimuat bersambung dalam majalah “Varia”. Kerja sama dengan Prospex Trading Coy. (Hongkong). Film Indonesia pertama yang menonjolkan seks, perkosaan dan dialog-dialog kasar seperti “daripada dijepitin pintu”, “sundel” dll. Pernah dilarang diputar di Bandung oleh Kodim setempat. Film yang laris dan cukup menghebohkan. Sukses ini membuat produser/sutradaranya membuat lanjutannya menjadi sebuah trilogy(sumber : Katalog Film Indonesia : JB Kristianto)

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 6 Comments »

ROY MARTEN DAN SUZANNA DALAM FILM ” PERMAINAN DI BULAN DESEMBER “

Posted by Toto Andromeda on May 19, 2011

JUDUL FILM        : PERMAINAN DI BULAN DESEMBER

SUTRADARA       : NICO PELAMONIA

PRODUSER          : M SUKMAJAYA, Drs SYUMAN DJAYA

CERITA                  : MIRA W

SKENARIO           : Drs. SYUMAN DJAYA

PRODUKSI           : PT. MATARI ARTIS JAYA FILM

TAHUN PROD    : 1980

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ROY MARTIN, ROBBY SUGARA, SUZANNA, EVA ARNAZ, NANI WIDJAYA, ZAINAL ABIDIN, IDA KUSUMAH, RINA HASHIM

SINOPSIS :

Anton (Roy Marten) menjadi buronan polisi setelah di tuduh memperkosa seorang gadis Hera, ketika dalam pesta. Padahal, Anton tidak pernah melakukannya, namun yang melakukannya adalah Ayub teman Anton. Untuk menghindari kejaran polisi, Anton memacu mobilnya kencang-kencang keluar kota hingga ia kecelakaan dan ditangkap polisi. Dalam keadaan terluka parah, Anton dibawa ke sebuah rumah sakit kecil di kota yang juga kecil dengan pengawalan polisi.

Anton menjadi pasien dokter Kusno (Robby Sugara) yang menanganinya dengan di bantu oleh suster Yosi (Suzanna). Suster Yosi adalah seorang suster yang bercita-cita ingin jadi biarawati karena sudah mendapatkan panggilan dari Tuhan. Selama masa penyembuhan, Anton di tempatkan satu sal dengan Pak Salim yang kesal dengan suara ngorok Anton yang sangat mengganggu. Perilaku Anton disengaja. Sementara itu, Suster Yosi menjadi perawat Anton yang bertindak semaunya padanya. Namun perilaku Anton yang cuek tersebut mendapat tempat tersendiri di hati Yosi. Bahkan ketika Anton akan di bawa oleh polisi tiga hari kedepan, Yosi menjadi tidak enak hati. Agaknya telah tumbuh benih-benih cinta di dalam diri Yosi terhadap Anton meski di lain sisi ia juga memikirkan akan keinginannya untuk menjadi Biarawati.

Ketika hari yang ditentukan tiba, Anton siap untuk di bawa ke Jakarta oleh polisi. Karena belum seratus persen sembuh, Anton masih menggunakan kursi roda dengan didorong oleh Suster Yosi. Saat polisi lengah, Yosi yang sudah merencanakan untuk membantu pelarian Anton pun menyuruh polisi mencopot sepatu. Saat itulah Anton membawa Yosi untuk lari.  Dalam pelarian, Yosi merelakan perhiasannya untuk di jual sebagai bekal perjalanan bersama Anton.  Uang hasil penjualan perhiasan mereka gunakan untuk perjalanan menuju rumah pamannya. Pelarian Anton dan Yosi berlanjut hingga ia pulang kerumah Ibunya (Nani Wijaya). Namun saat itu polisi sudah menunggu  kedatangan Anton. Akhirnya Anton tertangkap, namun kemudian di bebaskan karena Anton tidak terbukti bersalah. Ayub yang melakukan permerkosaan akhirnya menikahi Hera.

******

Anton akhirnya lulus kuliah, dalam penantian selama setahun ia ingin sekali bertemu dengan Yosi. Pada saat Natal, Anton menyusul Yosi di gereja untuk memberikan bunga. Namun sayang sekali, Yosi telah menjadi biarawati sesuai pilihannya. Anton tidak terima, untuk itu Anton kerap kali menemui Yosi. Akhirnya pertemuan tersebut pun diketahui oleh keluarga Yosi. Martin kakak Yosi menyuruh orang suruhan untuk memukuli Anton. Hasilnya muka Anton dirusak. Anton trauma dan tidak mau menemui siapapun termasuk Yosi yang sudah memutuskan untuk berhenti sebagai biarawati.

Untuk memperbaiki mukanya yang rusak, Anton melakukan operasi plastik, namun sampai saat itu, Yosi yang selalu setia ingin menemuinya tidak pernah berhasil karena Anton menolak untuk bertemu. Akhirnya Yosi kecelakaan setelah menunggu Anton di rumah sakit yang tidak ia temui. Saat itu barulah Anton sadar dan mau menemui Yosi. Namun sayang, semuanya telat. Yosi harus menderita kebutaan . dan berubah menjadi sangat sensitive. Yosi tidak mau di tolong oleh Anton. Untuk itulah ia meminta dokter Kusno yang menjemputnya.  Dalam keadaan buta Yosi menjadi pemain piano di gereja dan ingin agar dentingannya di pindahkan kedalam piringan hitam. Suatu malam, Yosi merasa di buntuti seseorang, untuk itulah ia meminta dokter Kusno untuk menciumnya agar terlihat oleh orang yang membututi.

Akhirnya tibalah dokter Kusno untuk kembali ke rumah sakitnya sementara Yosi ditinggal di Jakarta. Untuk menjaga Yosi selama di Jakarta, ia meminta Anton untuk menyamar sebagai Bram yang bisu dan pincang agar Yosi mau menerimanya. Anton menjadi sopir Yosi untuk mengantarkan kemana ia pergi. Akhirnya Yosi mendapatkan Chemistry bersama dengan Bram meski ia pincang dan bisu. Meski Anton Sedih, namun ia mau melakukannya sebagai Bram. Bahkan Anton membingkai dan menggantung uang hasil nyopirnya karena cintanya pada Yosi. Anton bingkai hampir memenuhi ruangannya.

Sementara itu Yosi mulai curiga tentang siapa sebenarnya Bram, apakah ia memiliki luka di muka atau tidak. Itu yang ingin ia tanyakan pada pembantunya.  Yosi merasa kalau Bram sebenarnya adalah Anton yang juga ia rindukan. Yosi melakukan berbagai cara untuk mengetahui siapa Bram sebenarnya. Akhirnya terkuaklah sudah, siapa Bram. Ia adalah Anton, orang yang pernah ia cintai.

*****

Permainan di bulan Desember merupakan salah satu film yang diangkat dari novel ternama karya Mira W dengan judul yang sama. Dengan durasi yang cukup panjang, film ini mampu di perankan secara baik oleh Suzanna.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

SUZANNA & ROBBY SUGARA DALAM FILM “PULAU CINTA”

Posted by Toto Andromeda on April 12, 2011

JUDUL FILM        : PULAU CINTA

SUTRADARA       : ALI SHAHAB

PRODUKSI           : PT. INEM  FILM

CERITA                  : ALI SHAHAB

PRODUSER          :  NY LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : SUZANNA, ROBBY SUGARA, NUR AFNI OCTAVIA, PARTO TEGAL, MOCH MUCHTAR, TONI ADEG

SINOPSIS :

Biran (M Mochtar) dan anaknya Ari (Toni Adeg) Serta Maria (Suzanna) dan Kiki (Nur Afni Oktavia) anaknya adalah orang-orang yang tersisa di suatu pulau terpencil. Mereka Hidup di bawah tekanan Karto (Parto Tegal) seorang nelayan yang kejam. Karto adalah bekas pembantu suami Maria,Johanes yang telah meninggal, namun Karto mengambil Alih  kapal milik Maria untuk mencari ikan sebagai nelayan tanpa sepeserpun memberikan hasilnya pada Maria.

Suami maria Johanes, dulunya adalah seorang Angkatan laut, namun ia akhirnya memilih pindah kesebuah pulau terpencil untuk menjadi nelayan setelah menikahi Maria. Johanes membelikan Kapal pada Maria. Johanes mengoperasikan kapal dengan di bantu oleh Karto, anak buahnya yang cukup baik. Namun sayang, sepeninggal Johanes, Karto yang memiliki nafsu berkuasa terlalu serakah. Johanes di kabarkan meninggal oleh Karto karena Badai.

Karto tinggal satu atap dengan Maria tanpa ikatan apapun, sedangkan Maria yang memiliki kapal justru tidak mendapatkan apa-apa. Namun Maria tidak bisa berbuat apa-apa atas tindakan Karto. Bahkan para tetangga Maria pun satu persatu meninggalkan pulau tersebut. Maka kini di pulau tersebut hanya tinggal Keluarga Biran seorang penjaga Mercusuar dan Keluarga Maria yang selalu dalam tekanan Karto.  Meski Karto selalu menjual ikan ke Jakarta, namun sepeserpun Maria tidak pernah mendapatkannya. Karto bertindak kejam, bahkan ketika batuk yang di derita Maria tak kunjung sembuh pun Karto tetap tidak mau membelikan obat. Meski berkali-kali Ia nitip untuk dibelikan ketika ke Jakarta.

*****

Suatu hari, terdapat sebuah kapal yang kandas dan terdampar di pulau tersebut. Dua buah anak buah kapal tewas, sedangkan Kaptennya (Robby Sugara) selamat meski harus terluka di kakinya karena tertimpa besi. Biran dan Ari akhirnnya menolong mereka dengan di bantu oleh Kiki. Kedua ABK yang meninggal akhirnya di kuburkan, sedangkan Kaptennya di selamatkan oleh Maria. Ia dirawat oleh Maria, hingga hampir sembuh. Kedatangan Kapten kapal tersebut sedikit mengobati hati Maria karena ia akhirnya menjadi teman curhat. Maria menceritakan siapa dia sebenarnya juga menceritakan kelakuan Karto pada Kapten.

Sementara itu Karto pulang setelah ia menjual hasil tangkapannya ke Jakarta bersama anak buahnya. Karto heran karena terdapat dua gundukan tanah yang merupakan kuburan. Ia menduga kalau bukan Maria sama Kiki pasti Biran dan Ari. Namun untuk memastikannya ia menyuruh anak buahnya untuk menggali kubur tersebut. Belum selesai mereka menggali kubur datanglah Ari yang menjelaskan pada Karto tentang siapa mereka, dan tentang Kapten.

Mendengar cerita Ari, Karto pun marah. Apalagi setelah melihat Maria sedang mengobati Kapten, Karto pun marah. Akhirnya kapten pindah ke kapalnya yang hancur untuk memperbaiki radio agar bisa tersambung dengan dunia luar. Sementara itu Karto dibuat marah karena berkali-kali Maria menyuruh Kiki untuk mengantarkan makanan pada Kapten. Bahkan Karto mengancam akan membakar kapal Kapten jika Kiki masih saja mengantarkan makanan pada Kapten. Akhirnya Maria dan Kiki menuruti kehendak Karto. Sementara itu Kiki akhirnya menceritakan keadaan tersebut pada Ari. Aripun akhirnya mau mengantarkan makanan pada Kapten. Namun Biran mewanti-wanti pada Ari sebisa mungkin agar tidak berpapasan dengan Karto.

Sementara itu Kapten memperbaiki kapal yang bocor dengan menyelam. Namun ia justru berhasil menemukan setitik rahasia. Ia menemukan kalung yang mirip di pakai dengan Maria. Namun Kapten menyimpan rahasia tersebut.

Namun usaha Ari untuk memberi makan pada Kapten akhirnya ketahuan juga oleh anak buah Karto, Bokir dan Boim. Akhirnya setelah di ancam, Ari tidak mengirimkan makanan lagi pada Kapten. Sementara itu karto marah sekali setelah tahu kalau Ari mengirimkan makanan atas suruhan Kiki. Ia memukul Kiki. Sudah seminggu Kapten tidak mendapatkan makanan dan minuman karena air di pulau itu asin. Akhirnya turunlah hujan yang merupakan harapan bagi kapten untuk meminum air yang tidak asin. Ia menampung air hujan. Namun air hujan yang ditampungnya di tumpahkan oleh Bokir dan Boim . Mereka berkelahi, akhirnya Boim dan Bokir dapat di bunuh oleh Kapten.

Sementara itu, melihat kematian Kapten, semakin geramlah Karto pada Kapten. Karto sudah merasa terganggu akan kehadiran Kapten, dan berniat menghabisinya. Maka berangkatlah ia ke Kapal Kapten yang terombang ambing di laut. Namun belum lagi niatnya tercapai, Karto sudah di todong dengan pistol oleh Kapten, sehingga niat untuk membunuhnya pun gagal. Bahkan Kapten berhasil membongkar tentang kematian Johanes suami Maria yang mati dibunuh oleh Karto bukan atas badai seperti apa yang Karto bilang pada Maria dan orang-orang sekitarnya.

Kapten menyuruh Karto untuk pergi, namun kepergian Karto ke daratan adalah dengan tujuan untuk membunuh Maria dan Kiki agar tidak merepotkanya. Sesampai di rumah, Karto tidak mendapatkan Maria dan Kiki. Ia menduga pasti mereka berada di menara Biran. Segera Karto ke menara Biran dan mendapati Maria dan Kiki di sana ketika sedang menuju pantai tempat Kapten berada. Akhirnya Karto menyandera Maria, Kiki dan Biran, sementara Ari di suruh Karto untuk memberitahu Kapten agar ia datang ke menara dengan ultimatum dalam 1 jam maka mati 1 orang jika tidak datang, begitu seterusnya.

Di dalam kapal, Kapten berusaha menghubungi polisi lewat radio yang telah di perbaiki untuk menyelamatkan Maria dan Kiki dari sandraan Karto setelah Ari berhasil menghubunginya. Maka ketika polisi sudah datang, Kapten segera membawa mereka menuju menara untuk menyelamatkan. Namun Kapten tidak langsung muncul karena ia akan langsung di tembak. Sehingga Karto menjadi geram, apalagi setelah Kapten berhasil memberitahu siapa pembunuh Johanes sebenarnya pada Maria, maka Maria pun marah dan membentur benturkan kepala Karto.

Melalui bantuan helicopter, Maria, Kiki dan Biran dapat di selamatkan, sementara itu Karto sendiri akhirnya tewas setelah jatuh dari atas menara sedangkan Jenasah Johanes yang tinggal tengkoraknya saja, akhirnya di lakukan penguburan yang di saksikan oleh para anggota poisi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »