Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Sofia WD’

RICO TAMPATTY & CHICHA KOESWOYO DALAM FILM “IDOLA REMAJA”

Posted by Toto Andromeda on April 28, 2016

Idola Remaja

Idola Remaja

JUDUL FILM                        : IDOLA REMAJA

SUTRADARA                       : MAMAN FIRMANSYAH

CERITA                                  : DEDDY ARMAND

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT. RAPI FILM

ILUSTRASI MUSIK            :  DODO ZAKARIA

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : CHICHA KOESWOYO, RICO TAMPATY, EKKI SOEKARNO, ZAINAL ABIDIN, SOFIA WD

SINOPSIS :

Adegan di buka dengan konser Rico & Group dengan penonton yang sangat membludak dipenuhi oleh anak-anak muda.  Rico adalah penyanyi yang sangat di gandrungi oleh para kawula muda. Ia menjadi idola para remaja. Sebagai seorang idola, Rico menjadi sangat sibuk untuk mengatur jadwal dengan bayaran yang tinggi, hingga suatu saat datanglah dua orang utusan dari sebuah Yayasan Panti Asuhan yang ingin menghadirkan Rico untuk menyanyi dengan biaya gratis, yayasan hanya menyediakan fasilitas saja. Namun sebagai seorang penyanyi yang sedang naik daun, Rico menolaknya dan mengusulkan untuk menghadirkan penyanyi lain yang mau untuk tidak dibayar.

Mendengar maksud kedatangan dua orang dari yayasan panti asuhan Ibunya Rico (Sofia WD) memanggil Rico dan menyuruhnya untuk membantu panti tersebut. Dengan pertimbangan dari ibunya, akhirnya Rico mau menerima tawaran tersebut.

Pada suatu konsernya, Rico di ganggu oleh sekelompok anak muda yang mencoba mengacaukan konsernya. Namun, dengan berbesar hati, Rico menyuruh sekelompok anak muda tersebut untuk naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu. Chicha (Chicha Koeswoyo), Ekki (Ekki Soekarno) dan kawan-kawannya naik kepanggung dan menyanyikan sebuah lagu Tiada Lagi yang Lain.  Sepulang di rumah, Chicha sudah ditunggu ayahnya (Zainal Abidin) yang menganggapnya liar karena selalu pulang kerumah. Chicha adalah korban dari perbuatan kedua orangtuanya yang bercerai. Chicha merasa kesepian karena itulah ia melampiaskannya dengan berhura-hura dan pulang malam.  Chicha hanya butuh kasih sayang.

*****

Selepas mengganggu konser Rico, Chica datang ke tempat Rico. Dengan cueknya ia meminta tanda tangan, begitu selesai langsung pergi. Kecuekan Chicha justru membuat Rico penasaran padanya. Hal ini membuat Chicha dan Rico semakin dekat dan menumbuhkan cinta diantara keduanya. Rico dan Chicha menjadi saling peduli satu sama lain, meski sesekali Chicha cemburu pada penggemar-penggemar Rico.

Kedekatan Chicha dan Rico membawa perubahan pada diri Chicha, ini pula yang dirasakan oleh ayahnya. Chicha menjadi lebih baik.  Namun kedekatan ini tidak diterima oleh Ekki yang diam-diam mencintai Chicha.  Ekki marah, akibat kecemburuannya hingga Rico di setrum saat sedang latihan dan menyebabkan kelumpuhan.  Keadaan ini membuat Rico menjadi rendah diri dan semakin down dibuatnya apalagi ketika sedang konser Rico hanya duduk yang membuat para penonton marah dan melemparinya, meski Chicha dan Ibunya selalu member semangat.  Puncaknya adalah saat ibunya jatuh, Rico berdiri dan menggendong ibunya, saat itulah Rico sembuh dan bisa berdiri kembali.  Rico kembali pada Rico yang dulu, konserpun di lanjutkan, Rico menjadi Idola Remaja.

 

 

Advertisements

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MARINI & ROBY SUGARA DALAM FILM “NILA DI GAUN PUTIH”

Posted by Toto Andromeda on April 8, 2016

Nila Di Gaun Putih

Nila Di Gaun Putih

JUDUL FILM                        : NILA DI GAUN PUTIH

SUTRADARA                       : A RACHMAN

CERITA                                  : SANDY SUWARDI HASSAN

SKENARIO                           : SANDY SUWARDI HASSAN

MUSIK                                  : SUDHARNOTO

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT.  RAPI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1981

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : MARINI, ROBBY SUGARA, RINI S BONO, MIEKE WIJAYA, DANA CHRISTINA, COK SIMBARA,  SOFIA WD, CHITRA DEWI, PIET BURNAMA, FACHRUL ROZY, FARADILA SHANDY

SINOPSIS :

Ny. Ismail (Sofia WD) beserta anaknya Dewi (Marini) dan adiknya Johan remaja (Farhul Rozy) hidup di sebuah rumah kontrakan setelah ayahnya meninggal.  Ny. Ismail bahkan akhirnya menderita kebutaan. Dewi sebagai seorang kakak yang harus menghidupi keluarganya dari bekerja tidak memperdulikan diri sendiri karena ingin menyekolahkan Johan hingga lulus, sedangkan Dewi sendiri lebih sibuk untuk bekerja.  Dewi memiliki seorang kekasih bernama Lukman (Robby Sugara).  Ketika Lukman merasa sudah cocok, maka ia ingin melamar dan menikahi Dewi, namun Dewi memiliki persyaratan untuk menunggu 3 tahun lagi setelah adiknya lulus.  Dewi memohon pada Lukman agar pernikahannya di undur. Namun berkat dorongan ny. Ismail, akhirnya Dewi batal untuk memundurkan rencana pernikahannya dengan Lukman dan mengajukannya kembali.

Ibu Lukman (Mieke Wijaya) menyetujui pilihan Lukman, karena baginya kebahagiaan Lukman adalah segalanya, karena ia merasa hanya tinggal memiliki Lukman saja. Namun berkat hasutan dari Hendry (Piet Burnama), akhirnya Ibu Lukman tidak menyetujuinya setelah Hendry menghasut dan menceritakan kejelekan keluarga Dewi. Hendry punya maksud tersendiri agar ia dapat menjodohkan keponakannya Rina (Rini S Bono) dengan Lukman. Mendapati sikap Ibunya yang tiba-tiba tidak menyetujui pilihannya, Lukman kaget, apalagi setelah ibunya mengancam akan bunuh diri jika Lukman tidak mengikuti sarannya. Lukman dilemma, namun akhirnya ia mengikuti keinginan ibunya dan menikah dengan Ratih. Bagi Rina sendiri pernikahan ini tidaklah bahagia karena kerapkali Lukman masih di hantui perasaannya dengan Dewi. Kali ini Hendry menang, karena rencana menjodohkan keponakannya dengan lukman berhasil.

Dewi akhirnya berhasil membiayai kuliah Johan hingga selesai. Johan dewasa (Cok Simbara)  akhirnya menikah dengan seorang gadis pilihannya Ratih (Dana Christina). Ratih remaja sebelumnya di perankan oleh Faradilla Sandy. Ratih sendiri sebenarnya adalah anak dari Hendry , namun sejak kecil Hendry sudah meninggalkannya. Ia adalah laki-laki yang tidak bertanggungjawab. Hendry juga menjadi pesakitan di penjara, namun berhasil melarikan diri.

Keluarga Ismail akhirnya tinggal di rumah Ratih, istri Johan bersama Dewi dan Ny. Ismail. Sementara itu Hendry yang telah melarikan diri dari penjara mengetahui keberadaan Dewi. Ia tidak suka dan ingin kembali menyingkirkan Dewi. Apalagi setelah mengetahui kalau Dewi sekarang tinggal bersama anak kandungnya. Maka dengan berlagak sebagai seorang yang baik, ia datang ke rumah Ratih dan memperkenalkan kalau ia adalah ayah Ratih, Ratih tidak curiga dan menerima begitu saja ayahnya yang merubah nama menjadi Handoko. Kehadiran Handoko adalah awal dari keretakan keluarga Johan. Handoko yang pemabuk dan penghambur uang mulai melancarkan aksinya dirumah tersebut, dari perabot rumah tangga, koleksi peninggalan mama Ratih hingga perhiasan ratih satu persatu hilang, tanpa tahu siapa yang mencurinya. Handoko menghasut kalau Dewilah yang mencurinya. Johan terpojok, disisi lain ia tidak enak dengan Ratih istrinya tapi di sisi lain Dewi di curigai, karena setelah terjadi kehilangan Dewi berbelanja untuk keperluan obat ibunya, meski tanpa tahu kalau itu adalah hasil penjualan anting Dewi.

Puncaknya adalah ketika Johan dan Ratih menginginkan siapapun yang mencuri dirumah tersebut, maka harus keluar dari rumah itu. Ny. Ismail merasa tersinggung, ia menganggap Johan adalah anak yang durhaka. Akhirnya dewi pergi dari rumah Johan.

Kepergian Dewi dan Ibunya membuat Johan mencari sumber penyebabnya. Akhirnya ia mengetahui bahwa biang keladi selama ini adalah ayah Ratih sendiri, yang mencuri dirumah itu. Akhirnya Johan dan Ratih mengusir Handoko.

***

Sepeninggal dari rumah Johan, Dewi bekerja di keluarga Lukman. Nyonya Lukman atau Rina pun merasa cocok dengan kehadiran Dewi yang bertugas merawat anak-anaknya, sementara Lukman sendiri sedang bertugas diluar.  Rina yang sedang sakit selalu meminum obat dengan susu dengan dibantu oleh Dewi. Namun lagi-lagi Handoko hadir ditengah mereka. Handoko ingin sekali menyingkirkan Dewi. Ketika Handoko atau Hendry memasukkan racun untuk membunuh Dewi, usaha itu tidak berhasil karena yang terjadi susu tersebut diminum oleh Rina. Maka meninggallah Rina. Lukman yang saat itu sudah kembali pun akhirnya bersatu lagi dengan Dewi. Sementara Johan menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada ibunya, ny. Ismail, keluarga tersebut pun utuh kembali.

Sedangkan Hendry alias Handoko akhirnya ditangkap oleh polisi karena ia adalah buronan yang selama ini dicari.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SUZANNA DALAM FILM ” BERNAFAS DALAM LUMPUR “

Posted by Toto Andromeda on July 9, 2013

Bernafas dalam Lumpur

Bernafas dalam Lumpur

JUDUL FILM                        : BERNAFAS DALAM LUMPUR

SUTRADARA                       : TURINO DJUNAEDY

CERITA                                  : ZAINAL ABDI

SKENARIO                           : TURINO DJUNAEDY

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : TURINO DJUNAEDY

PRODUKSI                           :  PT.  SARINANDE FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1970

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : SUZANNA, RACHMAT KARTOLO, FAROUK AFERO, DICKY ZULKARNAIN, SOFIA WD, RATNO TIMOER, MARULI SITOMPUL, SANDY SUWARDI, IKRANEGARA

Bernafas dalam Lumpur

Bernafas dalam Lumpur

SINOPSIS :

Di sebuah kamp pelacuran, Supinah (Suzanna) yang lebih di kenal dengan nama Mila ditempat tersebut berkenalan dengan Budiman (Rachmat Kartolo) yang memakai jasanya untuk menemaninya k epesta dengan upah Rp. 10.000. Budiman tidak memakai Mila di ranjang, namun hanya menemani ke pesta dan dansa bersamanya.  Merasa namanya tidak cocok dengan nama Supinah, akhirnya Budiman member nama Yanti pada Mila atau Supinah. Sepulang dari pesta Yanti diantar ke kamp pelacuran dan diterima oleh centeng-centeng Rais (Farouk Afero). Akhirnya sepuluh ribu rupiah pun diberikan Budiman pada Rais atas jasa Yanti. Namun Rais merasa uang yang diberi oleh Budiman kurang, sehingga terjadi keributan. Budiman dikeroyok oleh Rais dan anak buahnya hingga mengalami luka tusukan. Yanti membawa kerumah sakit, namun ketika Budiman sadar justru ia memakinya. Akhirnya Yanti lari meninggalkan Budiman yang tengah terluka di rumah sakit.

****

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

 

Perkenalan Budiman dengan Yanti meninggalkan kesan yang dalam bagi Budiman maupun Yanti. Merasa bersalah Budi mencari Yanti ke kamp pelacuran. Namun yanti berada di kampong. Berhari-hari ia selalu menunggu kedatangan Yanti hingga akhirnya Budiman berkesempatan meminta maaf pada Yanti. Dan atas permintaan Budiman, Yanti akhirnya menceritakan awal mulanya ia terjun sebagai pelacur.

Cerita pun flashback sebentar. Yanti menceritakan kalau ia ke Jakarta menyusul suaminya. Selama di Jakarta, tempat yang dituju tidak ketemu dengan ditemani oleh tukang becak. Namun sayang melihat kemolekan Yanti, tukang becak tersebut memiliki niat jahat. Ia menawarkan Yanti untuk menginap dengan memakai rumah temannya. Malam itu Yanti diperkosa oleh tukang becak tersebut. Belum habis tangisnya, pemilik rumah tersebut ikut memperkosa Yanti. Hancur sudah Yanti. Esoknya ia melanjutkan perjalanan dengan baju compang camping. Ditengah jalan ia ditolong oleh seorang laki-laki yang memiliki niat baik padanya. Namun sayang sekali, kali ini Yanti pun bernasib sial, ia diperkosa oleh anaknya dan laki-laki tersebut yang ikut hendak memperkosanya.

Pencarian suaminya terus dilanjutkan, hingga ia berhenti di warung makan yang ditunggui oleh seorang perempuan. Tanpa sengaja ia bertemu suaminya dan langsung memeluknya, namun sayang sekali ia telah beristri lagi. Yanti pun di usir. Di perjalanan ia pingsan dalam keadaan lapar. Yanti ditemukan oleh Rais yang menjadikannya seorang pelacur.

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

Sampai disitu yanti bercerita pada Budiman. Bahkan ia di persiapkan untuk dikirim ke hongkong. Budiman member saran untuk menolaknya, namun  Rais marah.  Secara perlahanpun Yanti yang merasa suka pada Budiman mulai menjauhinya. Berbagai tamu ia layani. Hingga Yanti jatuh sakit. Namun Budi pulalah yang menolongnya mencarikan dokter.  Yanti meminta tolong pada Budi melalui temannya untuk menjemput anaknya di kampung. Namun sayang sekali, ketika sampai di Jakarta perhiasan Yanti telah di preteli oleh Rais, dan nyawanya tidak tertolong akibat sakit yang di deritanya.  Yanti pun meninggal dunia.

*****

Cerita aslinya, “Berenang dalam Lumpur” dimuat bersambung dalam majalah “Varia”. Kerja sama dengan Prospex Trading Coy. (Hongkong). Film Indonesia pertama yang menonjolkan seks, perkosaan dan dialog-dialog kasar. Tapi versi vcd di sensor sih hehe…. Pernah dilarang diputar di Bandung oleh Kodim setempat. Film yang laris dan cukup menghebohkan. Sukses ini membuat produser/sutradaranya membuat lanjutannya menjadi sebuah trilogy(sumber : Katalog Film Indonesia : JB Kristianto)

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

MARISSA HAQUE & IKANG FAWZI DALAM FILM ‘ YANG KUKUH YANG RUNTUH ‘

Posted by Toto Andromeda on March 4, 2013

Yang Kukuh Yang RuntuhJUDUL FILM                        : YANG KUKUH YANG RUNTUH

SUTRADARA                       : WAHAB ABDI

CERITA                                  : FERRY ANGRIAWAN

SKENARIO                           :FERRY ANGRIAWAN

MUSIK                                  : BILLY J BUDIHARJO

PRODUSER                          :  FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1985

PRODUKSI                           : PT VIRGO PUTRA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : IKANG FAWZI, MARISSA HAQUE, SOFIA WD, HENGKY SOLAIMAN, VIVI SAMODRO, FRANS TUMBUAN, DIAN MAYASARI

SINOPSIS :

Mira (Marissa Haque) di jodohkan oleh Ibunya (Sofia WD) dengan Burhan (Frans Tumbuan) bekas suami kakak Mira yang telah meninggal dunia. Burhan ingin menebus kesalahan masa lalunya akibat tidak menjaga istrinya karena kesibukannya sebagai seorang pengusaha sehingga mengakibatkan istrinya sampai meninggal.  Sementara itu, Mira mencintai Doni (Ikang Fawzi) seorang penyanyi, pemusik. Meski pada awalnya Mira menolak keinginan ibunya, namun pada akhirnya Mira mau di nikahi oleh Burhan dengan syarat ia mau dinikahi tanpa mau di jamah tubuhnya oleh Burhan. Doni akhirnya pergi ke luar negeri.

Sebagai seorang suami yang ingin menebus kesalahan masa lalunya, Burhan selalu mengalah akan keputusan Mira, meskipun Burhan selalu berbuat baik. Namun Mira yang sudah menutup hatinya tidak mau menerima kebaikannya, akan tetapi Burhan selalu mengalah dibuatnya. Merekapun tidur terpisah kamar. Suatu malam Mira didatangi mimpi buruk akan masa kecilnya yang membutuhkan kasih sayang. Ketika tersadar, ia terbangun dan berlari memeluk Burhan. Tanpa sadar akhirnya mereka melakukan hubungan seks yang tidak diinginkan oleh Mira. Mira menganggap Burhan telah melanggar perjanjian. Akibatnya Mira mengandung dan melahirkan seorang bayi.  Kelahiran bayi perempuan yang mungil tidak membuat Mira luluh hatinya, namun ia tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyusui anaknya.  Akhirnya anaknya yang diberi nama Evi (Vivi Samodro) di asuh oleh Burhan dan dibantu oleh Ibu mertua Burhan.  Bahkan setelah Evi beranjak besar, Mira tidak juga luluh hatinya dan tetap dingin menghadapi keluarga bahkan anaknya sendiri. Sehingga Evi selalu bertanya kalau ia menginginkan kasih sayang.

Burhan sendiri setelah kelahiran Evi akhirnya membebaskan Mira, karena Burhan tahu Mira benci padanya, namun demi buah hatinya Evi, Burhan meminta pada Mira untuk menunda perceraian ketika Mira memintanya.

Doni pulang dari luar negeri dan membuka usaha bersama Mira di bidang music dan pub.  Doni masih memendam cinta lamanya pada Mira, akan tetapi meski Mira tidak menyukai Burhan Ia tetap menjunjung tinggi harkat perempuan yang sudah memiliki suami, sehingga ia tidak menanggapinya.   Apalagi setelah Mira melihat Doni sedang berpelukan bermain music dengan Talitha sahabatnya ketika hujan tiba.  Mira tanpa sengaja melihatnya ketika ia baru saja bertengkar dengan Burhan di kantor. Pelan-pelan Mira menyesali perbuatannya namun tetap ia pendam. Ia ingin memberikan kasih sayang pada anaknya.  Burhan yang sudah tidak tahan lagi pada Mira akhirnya berniat akan keluar dari rumah itu dan membebaskan Mira untuk tetap tinggal di rumah tersebut. Burhan hanya meminta agar Mira mau menengok anaknya sekali-sekali. Mira hanya bisa diam.

Mira berniat akan pergi dari rumah burhan setelah mengepak pakaiannya, namun disaat bersamaan datanglah seorang utusan Burhan yang akan menjemput Evi untuk kerumah sakit karena Burhan akan di operasi akibat kanker otak yang dideritanya. Kemungkinan keberhasilannya kecil. Meski hanya Evi yang akan dijemput, namun Mira memaksa untuk ikut. Sesampai dirumah sakit, Mira dibuat kaget karena Burhan menganggap istrinya sudah meninggal bahkan hanya Evi yang diperbolehkan masuk menemuinya melalui suster. Mira memaksa masuk dan akhirnya ia sadar dan meminta Burhan untuk tetap bersamanya. Mira dan Evi akhirnya mengantarkan Burhan ke kamar operasi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

DUKUN BERANAK

Posted by Toto Andromeda on January 14, 2013

Jadul0113JUDUL FILM                        : DUKUN BERANAK

SUTRADARA                       : BAY ISBAHI

CERITA                                  : R.A.F

SKENARIO                           :R.A.F

MUSIK                                  :

PRODUSER                          :  TUTY S

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT DIAH PITALOKA  FILM JABAR  & PT SURYA KRESTA FILM

JENIS                                     : FILM HORROR

PEMAIN                              : WD MOCHTAR, SOFIA WD, KELLY KALYUBI, TOETI MAYANG, YETTY  SYARIFAH, NANI WIJAYA, RD MOCHTAR, ADANG MANSYUR, TAUFIK ABAS

SINOPSIS :

Ketika pertunjukan ronggeng, Kang Agus suami dari  Anis (Neti S) tergoda akan kecantikan salah seorang ronggeng hingga Agus meniduri ronggeng tersebut.  Merasa cemburu, Anis tidak terima dan akhirnya berantem dengan Agus. Agus merasa benar. Akhirnya ia mengusir Anis dari rumah dalam kondisi hamil besar.

Tanpa tujuan kemana perginya Anis, akhirnya Anis mencari rumah Mak Onak (Sofia WD) dukun beranak yang sakti. Atas bantuan Mak Onah dengan persyaratan yang di sepakati oleh Anis, akhirnya Mak Onah membantu Anis untuk menjadikannya cantik dan segar sehingga dapat memikat setiap lelaki. Meski persyaratannya berat, namun Anis menyanggupinya untuk membalaskan dendam pada suaminya, Kang Agus. Persyaratan agar dapat merubah wajah Anis adalah dengan membunuh bayi setiap malam purnama.  Korban pertama  adalah anaknya sendiri. Maka berubahlah wajah Anis menjadi cantik. Namun setiap kali perubahan cantik tersebut akan hilang setiap malam bulan purnama. Wajah Anis akan menjadi buruk rupa sebelum menemukan bayi korbannya.

Setelah menjadi cantik, Anis dirubah namanya menyadi Nyi Mayang oleh Mak Onah. Ia dapat memikat Kang Agus yang tidak menyadari kalau Nyi Mayang adalah istrinya yang di usirnya. Setelah puas membalas dendam pada Kang Agus, Anis ingin mengembalikan wajahnya semula. Namun syaratnya adalah Anis harus mencari janda yang belum di sentuh oleh suaminya. Belum lagi niat tersebut terlaksana, Mak Onak mati akibat ulahnya sendiri , sementara Anis yang berusaha mengembalikan mukanya pada seorang janda akhirnya tidak berhasil. Namun Anis akhirnya berhasil membunuh suaminya, Agus.

Seperti kebiasaan ilmu-ilmu setan lainnya, Nyi Anis juga panas ketika terdengar ayat Al Quran di bacakan.  Namun sayang Anis tidak berhasil memindahkan ilmunya pada seorang janda yang belum disentuh suaminya. Maka berakhirlah petualangan Anis.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

MARINI & ROY MARTEN DALAM FILM JANGAN MENANGIS MAMA

Posted by Toto Andromeda on June 28, 2012

JUDUL FILM                        : JANGAN MENANGIS MAMA

SUTRADARA                       : SOFIA WD

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : ALEXANDER TEDJA

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT. ISAE FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MARINI, ROY MARTEN, SHANTI SARDI, DADI , RD MOCHTAR, DODDY SUKMA

SINOPSIS :

Nani (Marini) meminta izin untuk menikah dengan orang yang dicintainya Hendra (Roy marten) namun ditentang habis-habisan oleh Ibunya, meski ayahnya menyetujuinya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ibunya lebih memegang peranan.  Walau tidak disetujui namun akhirnya keduanya menikah dan hidup jauh dari orang tuanya. Pada awalnya, pasangan pengantin muda tersebut menumpang pada salah seorang sahabatnya Herman. Namun akhirnya keduanya memilih untuk mengontrak rumah.

Kehidupan pasangan Nani dan Hendra sangat bahagia hingga di karuniai tiga orang anak yakni Budi, Lili (Shanti Sardi) dan si bungsu Wawan.  Sebagai ibu rumah tangga, Nani membantu ekonomi keluarga dengan menjadi penjahit di rumah, sementara Hendra menjadi Guru atas rekomendasi temannya, Herman. Meski sudah memiliki anak hingga tiga orang, namun orang tua Nani, terutama Ibunya masih belum mau memaafkan anaknya karena tidak menuruti perintahnya untuk tidak kawin dengan Hendra.  Hal ini juga yang membuat Nani tidak siap untuk mengunjungi ibunya meski Hendra selalu mengajaknya.

Kebahagiaan pasangan Nani dan Hendra tidak berlangsung lama, karena ketika hari ulang tahun Lili yang ke 7 Hendra kecelakaan dan harus tewas. Sepeninggal Hendra menjadi hari-hari yang cukup berat bagi Nani karena harus menghidupi keluarganya, beruntunglah karena tetangganya Mak Odah baik hati. Mengetahui beban Ibunya yang semakin berat membuat Budi anak sulungnya secara diam-diam membantu mencari uang dengan menjadi pemungut bola selepas pulang sekolah. Demikian juga Lily ikut membantu menjualkan kue milik mpok Roldiah di sekolah. Kepedihan ini tidak hanya sampai disini, karena ketika Budi yang jual ikut berjualan kue di sekolah tidak di bayar ketika temannya mengambil makanan, bahkan uang Budi yang harus di setorkan kepada Mpok Roldiah pun di rampas. Sehingga Budi harus berpikir keras untuk bisa mencari uang setoran. Satu-satunya cara adalah dengan bolos sekolah untuk memungut bola. Namun sialnya, kali ini mamanya, Nani memergoki Budi dan menjewernya untuk pulang.

Nani tidak tahu latar belakang kenapa Budi sampai berjualan kue.  Nani pun ke sekolah Budi dan Lily untuk mengetahui kalau anaknya yang belakangan di ketahui sering bolos. Namun Nani terkejut karena Budi ternyata hanya pernah membolos sekali dan tidak pernah menunggak uang sekolah, padahal menurut Budi, ia telah di bebaskan dari uang sekolah. Nani tidak tahu kalau selama ini secara diam-diam Budi membantu membayarkan keuangan sekolah dari hasilnya bekerja. Selepas dari ruang kepala sekolah, di halaman sekolah Nani melihat Budi dan Lily sedang membawa barang jualan. Melihat Ibunya, Budi dan Lily menjadi ketakutan karena takut di marahi. Keduanya pun lari dari sekolah, namun akhirnya di pulangkan oleh seorang polisi ketika mereka kesasar dan tidak tahu jalan pulang.

Akhirnya Nani pun sadar kalau selama ini anaknya sudah membantunya.

Ujian sekolah usai, Lily naik kelas dan budi lulus sekolah, namun disaat yang bersamaan Ibunya di rawat di rumah sakit. Saat itu juga datang Ibu Nani, Nenek dari Budi dan kakeknya yang datang mencarinya. Akhirnya mereka di pertemukan di rumah sakit.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »