Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Roy Marten’

RICO TAMPATY & NURUL ARIFIN DALAM FILM “MADU DAN RACUN”

Posted by Toto Andromeda on April 15, 2016

Madu dan Racun

Madu dan Racun

JUDUL FILM                        : MADU DAN RACUN

SUTRADARA                       : ABDI WIYONO

CERITA                                  : HENDRIK GAZALI

PRODUSER                          : HENDRIK GAZALI

PRODUKSI                           :  PT.  GARUDA  FILM

ILUSTRASI MUSIK            :  BILLY J BUDIHARJO

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : NURUL ARIFIN, ROY MARTEN, RICO TAMPATY, LIA WAROKA, AZMIL MURTAPHA, EKKI SOEKARNO, ZAINAL ABIDIN, RINA HASHIM, IDA LEMAN

SINOPSIS :

Teguh (Rico Tampaty) mahasiswa sebuah perguruan tinggi berkenalan dengan Dinda (nurul Arifin) seorang gadis yang terkenal gonta ganti pasangan, bahkan prinsipnya adalah tidak lebih dari 1 bulan. Setelah Teguh mengenal Dinda, ia berusaha untuk terus menjalin komunikasi meski lewat telepon yang pada awalnya diberikan nomor aspal oleh Dinda namun berhasil tersambung. Dinda sendiri sebenarnya sudah memiliki tunangan Ferry (Roy Marten) yang sedang mengambil gelar doctor di Amerika yang dijodohkan sejak SMA.

Pada usia pacaran satu bulan, Teguh mengajak Dinda kepantai dan ia sudah siap dengan jawaban Dinda apabila tepat satu bulan ia akan diputuskan dan ditinggalkan oleh Dinda. Dinda sendiri tidak tenang karena ia sudah bertunangan dan menceritakan keadaan yang sebenarnya pada Teguh. Hal ini diungkapkan karena Teguh bukanlah cowok satu bulan Dinda, namun Dinda mulai mencintainya.  Karena tekadnya, Teguh akhirnya masih bisa bersama dengan Dinda.

Sementara itu, Teguh dilanda kemelut karena temannya Leo (Azmil Mustapha) dan Lusy (Lia waroka) sedang kesulitan karena kebablasan dalam berhubungan yang mengakibatkan Lusy hamil, sementara orangtua Lusy tidak menyukai Leo. Jalan pintas akhirnya diambil Lusy untuk menggugurkan kandungan hingga ia mengalami kematian.

*******

 

Suatu hari Teguh pamitan pada Dinda agar semester berikutnya tidak bertemu dulu agar mereka dapat berpikir jernih untuk masa depan mereka. Pada suatu malam Teguh dan kawan-kawannya member kejutan pada Dinda dengan datang kerumahnya sambil menyanyikan lagu Nasib Seniman dan Madu dan Racun yang di populerkan oleh Bill and Brod. Kedatangan Teguh yang tengah malam sambil nyanyi-nyanyi dianggap orang gila oleh Ayah Dinda (Zainal Abidin).  Namun dengan jantan, setelah bernyanyi Teguh memperkenalkan diri bahwa ia adalah pacar Dinda, masih mahasiswa dan berkeinginan untuk membangun karir dan membahagiakan kedua orangtuanya dan selanjutnya melamar dinda.  Ayah Dinda menghargai kejujuran Teguh dan menantangnya untuk membuktikannya.

Tantangan itupun terbukti, Teguh berhasil menjadi seorang Jaksa, dan ia melamar Dinda untuk dijadikan istrinya, setelah sebelumnya Ferry  berpamitan pada Ayah Dinda untuk kembali ke Amerika dan merelakan Teguh dan Dinda bersatu meski ia mencintai Dinda. Ia member selamat pada Teguh dan Dinda untuk meniti perjalanan hidup yang panjang yang penuh dengan madu dan racun.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ROY MARTEN DALAM FILM “DEWI MALAM”

Posted by Toto Andromeda on June 6, 2014

Dewi Malam

Dewi Malam

JUDUL FILM : DEWI MALAM
SUTRADARA : EDDY SAJOEDIE
SKENARIO : I GUSTI PUTU GEDE WIDHASMARA
MUSIK : YANUAR ARIFIN
PRODUKSI : PT. PANORAMA FILM
TAHUN PRODUKSI : 1978
JENIS : FILM DRAMA HORROR
PEMAIN : ROY MARTEN, DIANA MANDAGIE, DEBBIE CINTYA DEWI, A HAMID ARIEF, DIANA M, I GUSTI P WEDHASMARA, RODLIAH, LINA BUDIARTI, ANDRIS

Untitled-2 copy
SINOPSIS :
Sekelompok pemuda terdiri dari Ari (Roy Marten), Tommy, Indra dan Oman pergi mengunjungi sebuah desa yang dipimpin oleh Kuwu (A. Hamied Arief) yang memiliki hutan tempat pemuda tersebut ingin berburu. Mereka di tampung di rumah Pak Kuwu. Untuk menyalurkan hobi berburunya, mereka mencari buruan kijang di hutan di desa tersebut. Suara tembakan berkali-kali dilancarkan untuk mendapatkan buruan. Namun suara-suara tembakan dan kedatangan mereka di hutan tersebut telah mengusik seorang nenek tua penghuni rumah tua di hutan tersebut yang memiliki ilmu hitam.
Dalam sebuah perburuan, Ari mengejar Rusa yang di incarnya kesebuah rumah tua. Ari pun masuk ke rumah tua tersebut, namun bukan rusa yang di temukan namun seorang gadis cantik bernama Dewi (Diana Mandagie) yang merupakan jelmaan nenek tua. Ari langsung jatuh cinta dibuatnya setelah melihat paras Dewi.

Untitled-3 copy
Semenjak mengenal Dewi sikap Ari pun berubah terhadap kawan-kawannya, ia menjadi cepat marah dan sering menghilang. Hal ini membuat curiga teman-temannya. Korban pun mulai berjatuhan dari teman-teman Ari yang tewas. Namun berkat kesigapan Pak Kuwu akhirnya Ari dapat di sadarkan dari pengaruh jahat nenek tua tersebut, dan Ari dapat menyaksikan siapa sebenarnya Dewi yang selama ini ia kenal.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RAHASIA PERKAWINAN , PENGORBANAN TERMAHAL YATI DALAM FILM

Posted by Toto Andromeda on July 3, 2013

Rahasia Perkawinan

Rahasia Perkawinan

Pernah nonton film Rahasia Perkawinan yang dibintangi oleh Yati Octavia dan Roy Marten?. Ini adalah pengorbanan termahal Yati Octavia, karena waktu shooting adegan-adegan terakhir yang harus di gunduli, Yati Octavia malah terbakar. Sedianya adegan yang akan di ambil adalah ketika warga marah akibat perzinahan yang dilakukan oleh Dina (Yati Octavia) dengan Bram (Roy Marten) salah satu pegawai suaminya (Rachmat Hidayat).  Perzinahan Dina dilakukan karena ia tidak memperoleh kepuasan seks dari suaminya karena menderita impoten, sehingga tidak bisa memberikan kepuasan pada Dina.

Kembali ke adegan terakhir, Yati Octavia terbakar ketika akan melakukan adegan penggundulan rambut, namun sebelum itu adegan yang harus dilakukan adalah ketika rumah tempat melakukan perzinahan akan dibakar oleh masyarakat yang marah akibat perzinahan tersebut, Yati harus melakoninya dengan berada di rumah tersebut. Namun malang baginya, maksudnya adalah bajunya terbakar sebagian , namun justru membakar semua bajunya. Akhirnya Yati Octavia pun di bawa ke RS Fatmawati untuk selanjutnya di rujuk di RS Pertamina.

Rahasia perkawinan

Rahasia perkawinan

Dalam VCD yang pernah rilis dan penulis punyai, sebelum film di mulai di perlihatkan kecelakaan shooting yang menimpa Yati Octavia. Para kru film berteriak-teriak agar Yati keluar dari rumah itu ketika mulai terbakar, dan di dapati baju Yati telah terbakar. Yati pun keluar dan berteriak histeris. Para kru yang sedang bekerja segera menolong Yati Octavia.

Saat-saat Yati Octavia terbakar

Saat-saat Yati Octavia terbakar

Yati Octavia terbakar dan ditolong oleh Kru film

Yati Octavia terbakar dan ditolong oleh Kru film

Pengorbanan Termahal Yati Octavia

Pengorbanan Termahal Yati Octavia

Ini memang pengorbanan termahal Yati, selain kecelakaan kerja yang mengakibatkan tubuhnya terbakar, Yati juga harus rela rambutnya di potong untuk di gunduli, meski dalam film tersebut akhirnya hanya di potong pendek tidak karuan.

Kecelakaan Yati Octavia yang terbakar ketika melakukan proses suting film Rahasia Perkawinan segera menyebar, media-media Nasional begitu gencar memberitakan kejadian terbakarnya Yati Octavia.  Bahkan kala itu di kabarkan kalau Yati Octavia akan cacat seumur hidup akibat kecelakaan tersebut , meski bisa dilakukan operasi plastic.

Media cetak yang memberitakan terbakaranya Yati Octavia

Media cetak yang memberitakan terbakaranya Yati Octavia

Yati Octavia Cacat Seumur hidup

Yati Octavia Cacat Seumur hidup

Pemberitaan Yati Octavia di koran ibukota

Pemberitaan Yati Octavia di koran ibukota

TVRI turut memberitakaan  terbakarnya Yati Octavia

TVRI turut memberitakaan terbakarnya Yati Octavia

Selain berita-berita yang di muat di media massa, berita ini juga di siarkan melalui TVRI yang saat itu menayangkannya dalam acara Berita.  Perjuangan dan totalitas Yati dalam Film Rahasia Perkawinan tidaklah sia-sia karena menurut data Perfini film ini merupakan salah satu film terlaris pada tahun 1979, sehingga tidak berlebihan kalau pengorbanan Yati Octavia patut diacungi jempol.

Bagi yang belum mengetahui jalan cerita rahasia perkawinan, tunggu ya akan saya posting segera synopsis pendeknya.

Adegan Yati dan Roy Marten

Adegan Yati dan Roy Marten

Dina memeluk Bram

Dina memeluk Bram

Yati rambutnya di potong oeh warga

Yati rambutnya di potong oeh warga

Dina di lempari batu oleh warga akibat perbuatannya

Dina di lempari batu oleh warga akibat perbuatannya

Akhirnya Dina tobat

Akhirnya Dina tobat

Film Rahasia perkawinan tidak hanya sekedar hiburan, namun film ini juga memberikan pembelajaran kalau zina itu dilarang, dan konsekuensi pahitnya adalah dikenakan hukuman rajam.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ROY MARTEN DALAM FILM ” GUNA GUNA ISTRI MUDA “

Posted by Toto Andromeda on May 14, 2013

Roy Martin : Guna-guna istri muda

Roy Martin : Guna-guna istri muda

JUDUL FILM                        : GUNA-GUNA ISTRI MUDA

SUTRADARA                       : BZ KADARYONO

CERITA                                  : W NGADIMAN

SKENARIO                           : ACKYL ANWARI

PRODUSER                          : TI JAYANATA – GEOGE TUMIWA

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT LEUSER FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ROY MARTIN, FARIDA REZINA, CONNIE SUTEDJA, HENDRA CIPTA, RINA HASSIM, HUSIN LUBIS, IJJAH BOMBER, BAMBANG IRAWAN

SINOPSIS :

Arifin memiliki dua orang istri. Istri pertama (Rina Hashim) dan istri kedua Sandra (Farida Rezanita). Sandra adalah wanita yang diambil istri oleh Arifin dari asal usulnya yang dianggap tidak jelas oleh istri pertama Arifin.  Sandra juga dianggap hanya mengincar harta Arifin saja. Seringkali ketika Arifin menginginkan hasrat untuk bercinta, Sandra selalu menolaknya dengan alasan datang bulan. Sementara itu diam-diam ada seorang pemuda bernama Anton (Hendra Cipta) yang menyukai Sandra. Namun Sandra sendiri tidak tertarik dengan Anton, ia justru tertarik dengan Tommy (Roy Martin) anak dari suaminya sendiri dengan istri pertamanya.

Beberapa kali Anton bertemu Sandra namun sikapnya ketus. Akibat cintanya yang tidak terbalas, Anton akhirnya pergi dukun Darsih (Connie Sutedja) untuk mengguna-guna Sandra agar mencintainya. Persyaratan diajukan oleh Darsih agar persyaratan di penuhi oleh Anton. Namun usaha Anton untuk menggaet Sandra gagal karena Anton keliru mengambil persyaratan yang di persyaratkan padanya. Selanjutnya usaha Anton pun di lakukan lagi. Berhasil. Anton berhasil mempengaruhi Sandra dengan guna-gunanya. Namun sayang sekali  perbuatan Anton ketahuan oleh Sandra setelah ia berhasil menggaulinya. Sandra marah dan meminta Anton untuk menunjukkan siapa Dukun yang telah melakukannya.

Keesokan harinya, Sandra pergi ke rumah Darsih. Bukan mencabut guna-guna yang ada pada dirinya, namun ia justru ingin memelet Tommy dengan guna-guna Darsih. Usaha Sandra berhasil. Tommy terpikat dengannya dan sering berduaan di kamar secara diam-diam. Namun perbuatan Anton berhasil diketahui oleh adiknya yang langsung melaporkan pada Ibunya. Ibu Arifin marah pada Sandra.  Sandra menjadi marah. Akhirnya Sandra kembali ke dukun Darsih. Kali ini ia melancarkan guna-guna yang ditujukan untuk Arifin dan istrinya. Sandra ingin agar istri Arifin menjadi gila, sementara Sandra ingin agar Arifin mati.  Agaknya guna-guna Darsih cukup ampuh dan dapat membuat istri Arifin gila. Namun hal ini di curigai oleh pembantu Arifin kalau nyonya bukanlah karena gila tapi karena guna-guna. Arifin percaya, dan mengutus pembantunya untuk mencari dukun. Namun dukun yang dituju pembantu arifin adalah orang yang salah, karena ia adalah Darsih, dukun yang telah dijanjikan oleh Sandra kalau berhasil membuat Arifin mati dan istrinya gila ia akan mendapatkan separuh harta Sandra.

Akibatnya bukannya sembuh, penyakit istrinya menjadi tambah parah, dan Arifin juga di buat lumpuh. Namun keluarga Arifin berhasil di sembuhkan oleh seorang kiai dan mengembalikan guna-guna tersebut pada pemiliknya. Pertarungan terakhir adalah antara Darsih dan seorang Kiai. Darsih kalah, keluarga Arifin pun terbebas dari guna-guna termasuk Tommy.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ROY MARTEN & YENNY RACHMAN DALAM FILM ” HATIKU BUKAN PUALAM “

Posted by Toto Andromeda on September 7, 2012

JUDUL FILM                        : HATIKU BUKAN PUALAM

SUTRADARA                       : NASRI CHEPPY

MUSIK                                  : HARRY ANGGOMAN

PRODUSER                          : JIWAT KK SOEDARKO

TAHUN PRODUKSI           : 1985

PRODUKSI                           : PT.BOLA DUNIA FILM – PT NAFILA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : JENNY RACHMAN, ROY MARTEN, DEDDY MIZWAR, EDWARD BAHAR, ADI KURDI, ANDREAS PANCHARIAN, WIEKE WIDOWATI, TETTY INDRIATY

SINOPSIS :

Sunyoto Lesmana (Roy Marten) menceraikan istrinya Hanum Ayu Lestari (Jenny Rachman) karena dituduh berbuat serong dengan sopir suaminya,  Heru (Edward Bahar). Merasa sakit hati akan ulah suaminya yang sebenarnya bermain-main dengan sekretarisnya Riani (Wieke Widowati) membuat Hanum mengakui tuduhan Sunyoto di depan hakim pengadilan agama. Imbasnya Heru di pecat sebagai sopir Sunyoto dari perusahaan. Heru menjadi bahan olok-olokan dan tertawaan teman-temannya karena telah menyelingkuhi istri bosnya.

Akibat nama baik yang sudah terlanjur tercoreng oleh perbuatan yang tidak pernah ia lakukan membuat Heru kesulitan untuk mencari pekerjaan. Namun akhirnya ia di terima bekerja di supermarket.

Enam Bulan telah berlalu, Sunyoto telah menikah lagi dengan sekretarisnya Riani yang telah di hamilinya, sementara pernikahannya dengan Hanum selama 5 tahun tidak di karuniai anak. Tanpa sengaja ketika Hanum habis berbelanja ia bertemu dengan Hambali (Deddy Mizwar). Hambali pulalah yang dulu mengenalkan dan menjodohkan Hanum dengan Sunyoto. Mengetahui keadaan Hanum yang telah bercerai dari Sunyoto membuat Hambali marah pada Sunyoto. Ia berusaha menemuinya dan menjelaskan kalau Hanum tidak mungkin berselingkuh. Namun nasi sudah menjadi bubur. Sunyoto merasa bersalah atas tuduhannya pada Hanum. Sunyoto yang kini sudah menikah lagi dengan mantan sekretarisnya menjadi merasa bersalah, apalagi ketika kelahiran anaknya dengan Riani, Hanum datang menjenguk dan berpapasan dengannya di rumah sakit. Namun bagi Hanum semua sudah berlalu.

Merasa di hantui perasaan bersalah dan perasaannya yang masih mencintai Hanum membuat Sunyoto berterus terang pada Riani. Meski pada awalnya Riani merasa kecewa namun ia bisa mengerti bahwa Sunyoto menikahinya karena ia telah hamil dan Riani tidak pernah menuntutnya untuk bercerai dari istrinya.  Lambat laun Sunyoto mulai mendekati kembali Hanum yang kini hanya sebagai seorang penjahit. Namun Hanum tetap pada pendiriannya. Merasa usahanya tidak berhasil, Riani yang merasa bersalah pada Hanum ikut membantu suaminya untuk membujuk Hanum agar mau kembali pada Sunyoto, namun Hanum tetap pada pendiriannya.

Sementara Itu Hanum berharap pada Siswadi (Adi Kurdi) teman sekampungnya yang sudah siap untuk menikah dan dikenalkan oleh keluarganya. Namun harapan Hanum sirna setelah ia melihat kalau Siswadi bermesraan dengan Ibu Kostnya (Tetty Indriati).

****

Suatu hari ketika Sunyoto bertandang di rumah Hanum, tanpa sengaja ia bertemu dengan Heru, sopir yang pernah di pecatnya. Sunyoto mengajak Heru untuk pulang bersama  dalam satu mobil. Maka di utarakanlah niatnya kalau ia ingin kembali pada Hanum. Namun dalam Islam, seorang wanita yang sudah di ceraikan, pantang untuk dinikahinya kembali sebelum ia menikah. Maka itulah Sunyoto membujuk Heru untuk mau menikah dengan Hanum dengan imbalan sejumlah uang. Meski sebagai sopir, namun dengan rendah hati Heru menolak usulan Sunyoto.

Kini pilihan Sunyoto jatuh pada Hambali untuk membantunya. Hambali pun sepakat untuk membantu untuk menikah dengan Hanum dengan waktu yang telah ditentukan dan tidak boleh tidur bersama. Atas kebaikan sikap Hambali yang ditujukan pada Hanum selama menikah membuatnya jatuh hati. Ia tidak mau menjadi istri yang pura-pura bagi Hambali. Ketika waktu pernikahan mereka akan berakhir, Sunyoto datang pada Hanum dan memintanya untuk bermesraan. Namun Hanum yang merasa sebagai istri sah Hambali tidak mau melakukannya, apalagi perasaan Hanum yang sudah jatuh hati pada Hambali membuatnya untuk tetap mempertahankan diri, termasuk ketika Sunyoto memaksanya untuk bermesraan, Hanum berteriak meminta tolong pada Hambali ditengah hujan deras. Hambali berhasil mendobrak pintu rumah dan mengusir Sunyoto.

Dalam perjalanan pulang, Sunyoto kecelakaan dan tewas. Akhirnya Hambali dan Hanum tidak bercerai dengan pernikahan yang pada awalnya Cuma pura-pura.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MARINI & ROY MARTEN DALAM FILM JANGAN MENANGIS MAMA

Posted by Toto Andromeda on June 28, 2012

JUDUL FILM                        : JANGAN MENANGIS MAMA

SUTRADARA                       : SOFIA WD

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : ALEXANDER TEDJA

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT. ISAE FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MARINI, ROY MARTEN, SHANTI SARDI, DADI , RD MOCHTAR, DODDY SUKMA

SINOPSIS :

Nani (Marini) meminta izin untuk menikah dengan orang yang dicintainya Hendra (Roy marten) namun ditentang habis-habisan oleh Ibunya, meski ayahnya menyetujuinya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ibunya lebih memegang peranan.  Walau tidak disetujui namun akhirnya keduanya menikah dan hidup jauh dari orang tuanya. Pada awalnya, pasangan pengantin muda tersebut menumpang pada salah seorang sahabatnya Herman. Namun akhirnya keduanya memilih untuk mengontrak rumah.

Kehidupan pasangan Nani dan Hendra sangat bahagia hingga di karuniai tiga orang anak yakni Budi, Lili (Shanti Sardi) dan si bungsu Wawan.  Sebagai ibu rumah tangga, Nani membantu ekonomi keluarga dengan menjadi penjahit di rumah, sementara Hendra menjadi Guru atas rekomendasi temannya, Herman. Meski sudah memiliki anak hingga tiga orang, namun orang tua Nani, terutama Ibunya masih belum mau memaafkan anaknya karena tidak menuruti perintahnya untuk tidak kawin dengan Hendra.  Hal ini juga yang membuat Nani tidak siap untuk mengunjungi ibunya meski Hendra selalu mengajaknya.

Kebahagiaan pasangan Nani dan Hendra tidak berlangsung lama, karena ketika hari ulang tahun Lili yang ke 7 Hendra kecelakaan dan harus tewas. Sepeninggal Hendra menjadi hari-hari yang cukup berat bagi Nani karena harus menghidupi keluarganya, beruntunglah karena tetangganya Mak Odah baik hati. Mengetahui beban Ibunya yang semakin berat membuat Budi anak sulungnya secara diam-diam membantu mencari uang dengan menjadi pemungut bola selepas pulang sekolah. Demikian juga Lily ikut membantu menjualkan kue milik mpok Roldiah di sekolah. Kepedihan ini tidak hanya sampai disini, karena ketika Budi yang jual ikut berjualan kue di sekolah tidak di bayar ketika temannya mengambil makanan, bahkan uang Budi yang harus di setorkan kepada Mpok Roldiah pun di rampas. Sehingga Budi harus berpikir keras untuk bisa mencari uang setoran. Satu-satunya cara adalah dengan bolos sekolah untuk memungut bola. Namun sialnya, kali ini mamanya, Nani memergoki Budi dan menjewernya untuk pulang.

Nani tidak tahu latar belakang kenapa Budi sampai berjualan kue.  Nani pun ke sekolah Budi dan Lily untuk mengetahui kalau anaknya yang belakangan di ketahui sering bolos. Namun Nani terkejut karena Budi ternyata hanya pernah membolos sekali dan tidak pernah menunggak uang sekolah, padahal menurut Budi, ia telah di bebaskan dari uang sekolah. Nani tidak tahu kalau selama ini secara diam-diam Budi membantu membayarkan keuangan sekolah dari hasilnya bekerja. Selepas dari ruang kepala sekolah, di halaman sekolah Nani melihat Budi dan Lily sedang membawa barang jualan. Melihat Ibunya, Budi dan Lily menjadi ketakutan karena takut di marahi. Keduanya pun lari dari sekolah, namun akhirnya di pulangkan oleh seorang polisi ketika mereka kesasar dan tidak tahu jalan pulang.

Akhirnya Nani pun sadar kalau selama ini anaknya sudah membantunya.

Ujian sekolah usai, Lily naik kelas dan budi lulus sekolah, namun disaat yang bersamaan Ibunya di rawat di rumah sakit. Saat itu juga datang Ibu Nani, Nenek dari Budi dan kakeknya yang datang mencarinya. Akhirnya mereka di pertemukan di rumah sakit.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

JENNY RACHMAN & ROY MARTEN DALAM FILM ” KABUT SUTERA UNGU”

Posted by Toto Andromeda on September 8, 2011

JUDUL FILM                        : KABUT SUTERA UNGU

SUTRADARA                       : SJUMAN DJAYA

PRODUSER                          : SJUMAN DJAYA

CERITA                                  : IKE SUPOMO

SKENARIO                           : SJUMAN DJAYA

MUSIK                                  : LEO FIOOLE

PRODUKSI                           :  PT.  MATARI ARTIS JAYA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1979

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : JENNY RACHMAN, ROY MARTEN, JOICE ERNA, ULLY ARTHA, EL MANIK, ROBBY SUGARA, MARULY SITOMPUL, RIMA MELATI, CHITRA DEWI, RAE SITA, ITA MUSTAFA, FAROUK AFERO

SINOPSIS :

Miranti (Jenny Rachman) dan Hendra (Roy Marten) adalah sepasang suami istri yang saling mencintai. Selama perkawinan yang hampir 3 tahun Mereka sudah di karuniai seorang anak dan akan lahir pula calon bayi yang sedang di kandung oleh Miranti. Profesi Hendra sebagai seorang pilot yang harus meninggalkan istrinya kala tugas. Malam itu ada yang berbeda dari Hendra, seolah merupakan firasat sebelum esok terbang ia menanyakan akan rasa cinta Miranti padanya. Juga saat sebelum terbang keesokan harinya Hendra masih menyempatkan diri untuk menelpon Miranti seolah-olah merupakan komunikasi yang terakhir.

Firasat itupun terbukti, Hendra kecelakaan pesawat terbang, dan meninggal.  Kepergian Hendra yang begitu tiba-tiba ditengah rasa cintanya padanya membuat Miranti limbung.  Apalagi ia tengah mengandung anak keduanya. Miranti begitu terpukul atas kepergian Hendra. Sebagai seorang janda yang ditinggal suami, maka Miranti dengan di bantu oleh kakak iparnya, Hary (El Manik) pun di boyong kerumah Ibu mertuanya (Rima Melati).  Ibarat burung murai yang selalu murung, Miranti akhirnya dapat mengembalikan diri setelah ia bermain piano yang disiapkan oleh Hary. Miranti dan anaknya di suruh tinggal di rumah mertua, sementara rumah Miranti disarankan untuk di kontrakkan ke orang Jepang yang mau menyewanya.

Sedangkan Hary sendiri adalah seorang dokter yang juga akan membuka praktek dirumah.

***

Gelar Janda yang disandang oleh Miranti kerap kali menjadi gunjingan miring bagi para tetangga juga koleganya. Pernah miranti didatangi oleh seorang istri karena suaminya dianggap terpikat dengan Miranti. Namun karena rasa cintanya pada Hendra membuat Miranti tidak bisa berpaling dari Hendra, namun demikian istri itu pun salah paham pada Miranti, walau pada akhirnya mereka berbalik salut pada Miranti yang selalu memegang teguh untuk tidak terpikat dengan siapapun.  Miranti sendiri juga sempat di jauhin oleh koleganya (Ully Artha) karena menganggap suaminya (Robby Sugara) terpikat pada Miranti.

Adalah Dimas (Roy Marten) adik dari Hendra yang di gadang-gadang oleh keluarganya untuk menggantikan hendra atau istilahnya turun ranjang. Namun Miranti yang sebetulnya juga menemukan sosok Hendra pada Dimas terlalu berhati-hati untuk menerima Dimas. Dimas adalah adik ipar Miranti yang baru pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan studinya. Gelar janda dan sikapnya yang terlalu dibayang-bayangi masa lalu bersama Hendra membuat Miranti sulit untuk membuka diri kembali terhadap pria manapun, termasuk dengan Dimas.

Dimas sendiri meyakinkan diri pada Miranti kalau ia mencintainya, namun sayang kegamangan dan keraguan Miranti sendiri yang akhirnya membuat dirinya semakin bimbang. Bimbang untuk menerima Dimas atau enggak. Hingga akhirnya Dimas putus asa  akibat di tolak cintanya oleh Miranti dan akan kembali keluar negeri untuk meninggalkan Miranti. Seluruh keluarga mengantarkan Dimas ke airport kecuali Miranti yang akhirnya menyesali diri bahwa dia memang mencintai Dimas yang tidak akan kembali lagi.

Disaat itulah, Miranti dibuat kaget karena tiba-tiba Dimas sudah berada di belakangnya. Merekapun berpelukan bahagia.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | 5 Comments »

ROY MARTEN DAN SUZANNA DALAM FILM ” PERMAINAN DI BULAN DESEMBER “

Posted by Toto Andromeda on May 19, 2011

JUDUL FILM        : PERMAINAN DI BULAN DESEMBER

SUTRADARA       : NICO PELAMONIA

PRODUSER          : M SUKMAJAYA, Drs SYUMAN DJAYA

CERITA                  : MIRA W

SKENARIO           : Drs. SYUMAN DJAYA

PRODUKSI           : PT. MATARI ARTIS JAYA FILM

TAHUN PROD    : 1980

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ROY MARTIN, ROBBY SUGARA, SUZANNA, EVA ARNAZ, NANI WIDJAYA, ZAINAL ABIDIN, IDA KUSUMAH, RINA HASHIM

SINOPSIS :

Anton (Roy Marten) menjadi buronan polisi setelah di tuduh memperkosa seorang gadis Hera, ketika dalam pesta. Padahal, Anton tidak pernah melakukannya, namun yang melakukannya adalah Ayub teman Anton. Untuk menghindari kejaran polisi, Anton memacu mobilnya kencang-kencang keluar kota hingga ia kecelakaan dan ditangkap polisi. Dalam keadaan terluka parah, Anton dibawa ke sebuah rumah sakit kecil di kota yang juga kecil dengan pengawalan polisi.

Anton menjadi pasien dokter Kusno (Robby Sugara) yang menanganinya dengan di bantu oleh suster Yosi (Suzanna). Suster Yosi adalah seorang suster yang bercita-cita ingin jadi biarawati karena sudah mendapatkan panggilan dari Tuhan. Selama masa penyembuhan, Anton di tempatkan satu sal dengan Pak Salim yang kesal dengan suara ngorok Anton yang sangat mengganggu. Perilaku Anton disengaja. Sementara itu, Suster Yosi menjadi perawat Anton yang bertindak semaunya padanya. Namun perilaku Anton yang cuek tersebut mendapat tempat tersendiri di hati Yosi. Bahkan ketika Anton akan di bawa oleh polisi tiga hari kedepan, Yosi menjadi tidak enak hati. Agaknya telah tumbuh benih-benih cinta di dalam diri Yosi terhadap Anton meski di lain sisi ia juga memikirkan akan keinginannya untuk menjadi Biarawati.

Ketika hari yang ditentukan tiba, Anton siap untuk di bawa ke Jakarta oleh polisi. Karena belum seratus persen sembuh, Anton masih menggunakan kursi roda dengan didorong oleh Suster Yosi. Saat polisi lengah, Yosi yang sudah merencanakan untuk membantu pelarian Anton pun menyuruh polisi mencopot sepatu. Saat itulah Anton membawa Yosi untuk lari.  Dalam pelarian, Yosi merelakan perhiasannya untuk di jual sebagai bekal perjalanan bersama Anton.  Uang hasil penjualan perhiasan mereka gunakan untuk perjalanan menuju rumah pamannya. Pelarian Anton dan Yosi berlanjut hingga ia pulang kerumah Ibunya (Nani Wijaya). Namun saat itu polisi sudah menunggu  kedatangan Anton. Akhirnya Anton tertangkap, namun kemudian di bebaskan karena Anton tidak terbukti bersalah. Ayub yang melakukan permerkosaan akhirnya menikahi Hera.

******

Anton akhirnya lulus kuliah, dalam penantian selama setahun ia ingin sekali bertemu dengan Yosi. Pada saat Natal, Anton menyusul Yosi di gereja untuk memberikan bunga. Namun sayang sekali, Yosi telah menjadi biarawati sesuai pilihannya. Anton tidak terima, untuk itu Anton kerap kali menemui Yosi. Akhirnya pertemuan tersebut pun diketahui oleh keluarga Yosi. Martin kakak Yosi menyuruh orang suruhan untuk memukuli Anton. Hasilnya muka Anton dirusak. Anton trauma dan tidak mau menemui siapapun termasuk Yosi yang sudah memutuskan untuk berhenti sebagai biarawati.

Untuk memperbaiki mukanya yang rusak, Anton melakukan operasi plastik, namun sampai saat itu, Yosi yang selalu setia ingin menemuinya tidak pernah berhasil karena Anton menolak untuk bertemu. Akhirnya Yosi kecelakaan setelah menunggu Anton di rumah sakit yang tidak ia temui. Saat itu barulah Anton sadar dan mau menemui Yosi. Namun sayang, semuanya telat. Yosi harus menderita kebutaan . dan berubah menjadi sangat sensitive. Yosi tidak mau di tolong oleh Anton. Untuk itulah ia meminta dokter Kusno yang menjemputnya.  Dalam keadaan buta Yosi menjadi pemain piano di gereja dan ingin agar dentingannya di pindahkan kedalam piringan hitam. Suatu malam, Yosi merasa di buntuti seseorang, untuk itulah ia meminta dokter Kusno untuk menciumnya agar terlihat oleh orang yang membututi.

Akhirnya tibalah dokter Kusno untuk kembali ke rumah sakitnya sementara Yosi ditinggal di Jakarta. Untuk menjaga Yosi selama di Jakarta, ia meminta Anton untuk menyamar sebagai Bram yang bisu dan pincang agar Yosi mau menerimanya. Anton menjadi sopir Yosi untuk mengantarkan kemana ia pergi. Akhirnya Yosi mendapatkan Chemistry bersama dengan Bram meski ia pincang dan bisu. Meski Anton Sedih, namun ia mau melakukannya sebagai Bram. Bahkan Anton membingkai dan menggantung uang hasil nyopirnya karena cintanya pada Yosi. Anton bingkai hampir memenuhi ruangannya.

Sementara itu Yosi mulai curiga tentang siapa sebenarnya Bram, apakah ia memiliki luka di muka atau tidak. Itu yang ingin ia tanyakan pada pembantunya.  Yosi merasa kalau Bram sebenarnya adalah Anton yang juga ia rindukan. Yosi melakukan berbagai cara untuk mengetahui siapa Bram sebenarnya. Akhirnya terkuaklah sudah, siapa Bram. Ia adalah Anton, orang yang pernah ia cintai.

*****

Permainan di bulan Desember merupakan salah satu film yang diangkat dari novel ternama karya Mira W dengan judul yang sama. Dengan durasi yang cukup panjang, film ini mampu di perankan secara baik oleh Suzanna.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

IDA IASHA & ROY MARTEN DALAM FILM”JERAM CINTA”

Posted by Toto Andromeda on February 26, 2011

JUDUL FILM        : JERAM CINTA

SUTRADARA       : WAHAB ABDI

PRODUKSI           : PT. PANCARAN INDRA CINE  FILM

CERITA                  : SATMOWI ATMOWILOTO

PRODUSER          : ANTON INDRACAYA

TAHUN PROD    : 1988

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : IDA IASHA, COK SIMBARA, ROY MARTEN, HARRY CAPRI, JOHAN SAIMIMA, HERLINA EFFENDY, ZAINAL ABIDIN

SINOPSIS :

Lia (Ida Iasha) mengalami kecelakaan pesawat yang di tumpanginya ketika ia harus ke Kalimantan. Ayah dan Ibunya di Jakarta tidak percaya kalau Lia sudah meninggal meski dari tim pencari Korban telah mengatakan kalau Lia sudah meninggal, namun naluri seorang Ibu tidak bisa di tipu. Ia merasa kalau Lia masih hidup, karena jumlah korban tidak ditemukan semua, sehingga ada kemungkinan kalau Lia masih hidup. Untuk itulah Ibu lia menyuruh Iken (Cok Simbara) pacar dari Lia untuk mencari keberadaannya di pedalaman Kalimantan.

Untuk membiayai kepergian Iken, Ibu Lia memberikan perhiasan yang di miliki untuk dijual sebagai bekal perjalanan Iken selama pencarian Lia. Hal ini terdengar oleh Rony (Roy Marten) kakak kandung Lia, namun ia diam saja melihat pembicaraan Iken dan Ibunya. Ibu lia yang di panggil Inang oleh Iken menyuruh agar Iken tidak memberitahukan kepada siapa-siapa akan kepergiannya.  Sementara itu di kantor, Iken juga di suruh oleh Ayah Lia untuk mencari keberadaan Lia di Kalimantan. Namun kali ini juga di wanti-wanti agar Iken tidak memberitahukan kepergiannya pada Inang.  Ayah lia yang di panggil tulang oleh Iken pun setuju.

****

Maka berangkatlah Iken ke Kalimantan dengan di temani beberapa temannya termasuk Matahari (Harry Capri)  dan kawan-kawannya dengan menaiki kapal. Namun belum sampai jauh keberangkatan Iken, ia disusul oleh Rony. Meski pada awalnya Iken menolak keikutsertaan Rony, namun akhirnya ia pun menyetujuinya.  Berangkatlah mereka ke Kalimantan dengan Kapal. Sesampai di sana, Iken dan kawan-kawannya tidur di tenda. Sementara itu keberadaan mereka di hutan juga di endus oleh kelompok lain yang menamakan orang-orang Pak Jakson yang tertarik untuk menguasai harta karun yang berasal dari peninggalan Kutai.

Akhirnya keberadaan Iken pun di ketahui, merekapun bekerjasama untuk mendapatkan harta peninggalan yang berasal dari kutai. Iken pun akhirnya terlibat untuk bekerjasama dengan mereka. Iken adalah orang yang bermuka dua, ternyata di balik kesanggupannya untuk mencari Lia, ia justru bekerjasama untuk mendapatkan harta. Agar para teman-temanya tidak curiga, maka Iken menyuruh orang-orang Jackson untuk tidak menampakkan batang hidungnya agar teman-temannya tidak curiga.

Sementara itu di hutan sana di perkampungan suku punan milik suku Dayak, seorang perempuan sedang mengajar tentang keIndonesiaan pada anak-anak Suku. Ia juga mengajarkan ilmu agama pada mereka. Perempuan itu adalah Lia yang ternyata keberadaanya masih hidup. Lia telah menyatu dengan suku Dayak. Sementara itu salah seorang teman Iken, Johan (johan Saimima) tertembak oleh orang-orang Jackson ketika ia dan Matahari curiga pada Iken dan mengikutinya. Ia tertembak dan ditolong oleh sukuDayak. Ketika upacara penyembuhan terhadap penolak bala sedangberlangsung, maka datanglah Rony, Iken, Matahari dan lainnya ke kampung tersebut. Dan secara tidak sengaja bertemu dengan Johan yagn telah ditolong suku Punan.

Ditempat tersebut pula, Rony akhirnya menemukan adiknya Lia. Sementara itu Iken sibuk untuk mencari harta kekayaan peninggalan kutai. Ditempat itu pula akhirnya Rony berhasil menemukan adiknya. Dan segera di beritahukan pada Anton kekasihnya. Namun disaat upacara adat berlangsung untuk merayakan kegembiraan., tiba-tiba terdengar letusan senapan yagn dilakukan oleh orang-orangnya Jackson. Iken marah pada mereka, karen a telah merusak rencananya. Namun akhirnya Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara itu iken akhirnya menemukan Harta yang diinginkannya, namun aksinya kepergok Matahari.

Iken akhirnya tertembak, sedangkan Lia akhirnya lebih memilih tinggal di suku Dayak ketimbang pulang ke Jakarta

*****

Sebuah film yang mengangkat kebudayaan suku dayak. Sangat layak untuk di t. onton

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | 11 Comments »

ROY MARTEN & YATI OCTAVIA DALAM FILM “CINTAKU DI KAMPUS BIRU”

Posted by Toto Andromeda on February 10, 2011

JUDUL FILM        : CINTAKU DIKAMPUS BIRU

SUTRADARA       : AMI PRIYONO

PRODUKSI           : PT. SAFARI SINAR SAKTI FILM

CERITA                  : ASHADI SIREGAR

PRODUSER          : BUTJUK S

TAHUN PROD    : 1976

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ROY MARTIN, YATI OCTAVIA, FAROUK AFERO, RAE SITA

SINOPSIS :

Rini (Yati Octavia) mengejar-ngejar cinta terhadap Anton Rorimiandy (Roy Martin) seorang mahasiswa yang dulu lebih mengejar-ngejar Rini, namun kini keadaan berbalik, Rinilah yang mengejar-ngejar Anton. Anton yang sedang sibuk belajar, karena waktu yang tersisa tinggal 6 bulan lagi menolak ajakan Rini untuk bermesraan di semak-semak. Rini pun kesal di buatnya. Sementara itu diam-diam Kusno (Farouk Afero) sebenarya juga mencintai Rini.

Di kampus Anton susah sekali untuk menemui dosennya seorang perawan tua, Bu Yusnita (Rae Sita) hanya untuk sekedar bertanya nilai. Apalagi setelah Bu Yusnita mengeluarkan nilai mahasiswanya secara kontroversial,  hampir separuh mahasiswanya tidak lulus. Hal ini menjadi perbincangan hangat dikalangan mahasiswanya. Banyak yang tidak puas atas sikap Bu Yusnita yang ditengarai akibat perawan tua yang disandangnya sehingga mahasiswalah yang kena getahnya. Termasuk juga Anton yang tidak lulus. Akhirnya Anton menghadap Bu Yusnita setelah sebelumnya selalu menolak permohonan Anton untuk bertemu. Anto akhirnya menerima keputusan Bu Yusnita setelah berdebat dan berargumen.  Puncaknya, suatu hari rumah Bu Yusnita di lempar batu oleh orang yang tidak di kenal. Namun Bu Yusnita memiliki pandangan kalau salah satu pelaku pelemparan batu tersebut adalah Anton.

Meski Anton di sukai oleh Rini, namun Anton malah berusaha mendekati mahasiswa lain Erika. Sedangkan mahasiswa yang tidak puas atas perlakuan Bu Yusnita akhirnya melakukan demo untuk pengunduran diri Bu Yusnita dari kampus tersebut. Mereka kecewa karena Bu Yusnita terlalu sewenang-wenang dalam memberikan nilai. Akhirnya Anton sebagai perwakilan mahasiswa di hadapkan pada sidang dewan Dosen. Anton adalah senat mahasiswa yang di dapuk untuk menjadi perwakilan dalam menghadapi sidang dosen. Dalam  sidang tersebut, Bu Yusnita tetap mempertahankan pendapatnya. Keputusan yang harus diambil juga cukup berat bagi Dekan, karena selain Anton mahasiswa yang cerdas, Bu Yusnita juga sangat dibutuhkan di fakultas. Meski Bu Yusnita memberikan pilihan, Anton atau Bu Yusnita yang harus mundur, namun Dekan belum memberikan keputusan, sehingga sidang Dewan Dosen pun di tunda. Hal ini dijadikan pertimbangan karena Anton akan melakukan riset yang di dalam rombongan tersebut juga ada Bu Yusnita. Sehingga Anton pun di wanti-wanti untuk tidak menyinggung perasaan Bu Yusnita.

*******

Meski di kampus Bu Yusnita tidak menyukai Anton, namun setelah melakukan riset bersama-sama, Bu Yusnita mulai menilai Anton lebih dari apa yang selama ini dia nilai. Hawa negatif pada Anton, akhirnya sedikit demi sedikit terkikis. Bu Yusnita mulai menyukai Anton. Sementara itu di kampus Handoko (El Manik) menyerahkan hasil investigasi tentang siapa-siapa yang terlibat aksi liar yang melempar rumah Bu Yusnita dengan tujuan agar ia dapat terpilih menjadi ketua Senat dalam pemilihan Senat Berikutnya. Untuk melancarkan aksinya, Handoko di bantu Kusno memfitnah Antonlah satu-satunya orang yang telah melakukan pelemparan terhadap rumah Bu Yusnita. Hal ini dilakukan untuk merebut hati mahasiswa yang akan memilihnya, bahwa Anton yang menjadi Ketua Senat telah melakukan tindakan anarkis.   Dilain sisi kehidupan Anton dengan Erika yang baru di kenalnya juga di halangi oleh orangtua Erika yang menyuruh Anton untuk menjauhi erika karena ia sudah punya tunangan.

Hubungan Anton dan Bu Yusnita pun semakin dekat. Keduanya akhirnya memiliki hubungan cinta antara dosen dengan mahasiswanya. Handoko akhirnya terpilih sebagai ketua senat yang baru.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »