Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Robby Sugara’

MARINI & ROBY SUGARA DALAM FILM “NILA DI GAUN PUTIH”

Posted by Toto Andromeda on April 8, 2016

Nila Di Gaun Putih

Nila Di Gaun Putih

JUDUL FILM                        : NILA DI GAUN PUTIH

SUTRADARA                       : A RACHMAN

CERITA                                  : SANDY SUWARDI HASSAN

SKENARIO                           : SANDY SUWARDI HASSAN

MUSIK                                  : SUDHARNOTO

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT.  RAPI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1981

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : MARINI, ROBBY SUGARA, RINI S BONO, MIEKE WIJAYA, DANA CHRISTINA, COK SIMBARA,  SOFIA WD, CHITRA DEWI, PIET BURNAMA, FACHRUL ROZY, FARADILA SHANDY

SINOPSIS :

Ny. Ismail (Sofia WD) beserta anaknya Dewi (Marini) dan adiknya Johan remaja (Farhul Rozy) hidup di sebuah rumah kontrakan setelah ayahnya meninggal.  Ny. Ismail bahkan akhirnya menderita kebutaan. Dewi sebagai seorang kakak yang harus menghidupi keluarganya dari bekerja tidak memperdulikan diri sendiri karena ingin menyekolahkan Johan hingga lulus, sedangkan Dewi sendiri lebih sibuk untuk bekerja.  Dewi memiliki seorang kekasih bernama Lukman (Robby Sugara).  Ketika Lukman merasa sudah cocok, maka ia ingin melamar dan menikahi Dewi, namun Dewi memiliki persyaratan untuk menunggu 3 tahun lagi setelah adiknya lulus.  Dewi memohon pada Lukman agar pernikahannya di undur. Namun berkat dorongan ny. Ismail, akhirnya Dewi batal untuk memundurkan rencana pernikahannya dengan Lukman dan mengajukannya kembali.

Ibu Lukman (Mieke Wijaya) menyetujui pilihan Lukman, karena baginya kebahagiaan Lukman adalah segalanya, karena ia merasa hanya tinggal memiliki Lukman saja. Namun berkat hasutan dari Hendry (Piet Burnama), akhirnya Ibu Lukman tidak menyetujuinya setelah Hendry menghasut dan menceritakan kejelekan keluarga Dewi. Hendry punya maksud tersendiri agar ia dapat menjodohkan keponakannya Rina (Rini S Bono) dengan Lukman. Mendapati sikap Ibunya yang tiba-tiba tidak menyetujui pilihannya, Lukman kaget, apalagi setelah ibunya mengancam akan bunuh diri jika Lukman tidak mengikuti sarannya. Lukman dilemma, namun akhirnya ia mengikuti keinginan ibunya dan menikah dengan Ratih. Bagi Rina sendiri pernikahan ini tidaklah bahagia karena kerapkali Lukman masih di hantui perasaannya dengan Dewi. Kali ini Hendry menang, karena rencana menjodohkan keponakannya dengan lukman berhasil.

Dewi akhirnya berhasil membiayai kuliah Johan hingga selesai. Johan dewasa (Cok Simbara)  akhirnya menikah dengan seorang gadis pilihannya Ratih (Dana Christina). Ratih remaja sebelumnya di perankan oleh Faradilla Sandy. Ratih sendiri sebenarnya adalah anak dari Hendry , namun sejak kecil Hendry sudah meninggalkannya. Ia adalah laki-laki yang tidak bertanggungjawab. Hendry juga menjadi pesakitan di penjara, namun berhasil melarikan diri.

Keluarga Ismail akhirnya tinggal di rumah Ratih, istri Johan bersama Dewi dan Ny. Ismail. Sementara itu Hendry yang telah melarikan diri dari penjara mengetahui keberadaan Dewi. Ia tidak suka dan ingin kembali menyingkirkan Dewi. Apalagi setelah mengetahui kalau Dewi sekarang tinggal bersama anak kandungnya. Maka dengan berlagak sebagai seorang yang baik, ia datang ke rumah Ratih dan memperkenalkan kalau ia adalah ayah Ratih, Ratih tidak curiga dan menerima begitu saja ayahnya yang merubah nama menjadi Handoko. Kehadiran Handoko adalah awal dari keretakan keluarga Johan. Handoko yang pemabuk dan penghambur uang mulai melancarkan aksinya dirumah tersebut, dari perabot rumah tangga, koleksi peninggalan mama Ratih hingga perhiasan ratih satu persatu hilang, tanpa tahu siapa yang mencurinya. Handoko menghasut kalau Dewilah yang mencurinya. Johan terpojok, disisi lain ia tidak enak dengan Ratih istrinya tapi di sisi lain Dewi di curigai, karena setelah terjadi kehilangan Dewi berbelanja untuk keperluan obat ibunya, meski tanpa tahu kalau itu adalah hasil penjualan anting Dewi.

Puncaknya adalah ketika Johan dan Ratih menginginkan siapapun yang mencuri dirumah tersebut, maka harus keluar dari rumah itu. Ny. Ismail merasa tersinggung, ia menganggap Johan adalah anak yang durhaka. Akhirnya dewi pergi dari rumah Johan.

Kepergian Dewi dan Ibunya membuat Johan mencari sumber penyebabnya. Akhirnya ia mengetahui bahwa biang keladi selama ini adalah ayah Ratih sendiri, yang mencuri dirumah itu. Akhirnya Johan dan Ratih mengusir Handoko.

***

Sepeninggal dari rumah Johan, Dewi bekerja di keluarga Lukman. Nyonya Lukman atau Rina pun merasa cocok dengan kehadiran Dewi yang bertugas merawat anak-anaknya, sementara Lukman sendiri sedang bertugas diluar.  Rina yang sedang sakit selalu meminum obat dengan susu dengan dibantu oleh Dewi. Namun lagi-lagi Handoko hadir ditengah mereka. Handoko ingin sekali menyingkirkan Dewi. Ketika Handoko atau Hendry memasukkan racun untuk membunuh Dewi, usaha itu tidak berhasil karena yang terjadi susu tersebut diminum oleh Rina. Maka meninggallah Rina. Lukman yang saat itu sudah kembali pun akhirnya bersatu lagi dengan Dewi. Sementara Johan menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada ibunya, ny. Ismail, keluarga tersebut pun utuh kembali.

Sedangkan Hendry alias Handoko akhirnya ditangkap oleh polisi karena ia adalah buronan yang selama ini dicari.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

JENNY RACHMAN & ROY MARTEN DALAM FILM ” KABUT SUTERA UNGU”

Posted by Toto Andromeda on September 8, 2011

JUDUL FILM                        : KABUT SUTERA UNGU

SUTRADARA                       : SJUMAN DJAYA

PRODUSER                          : SJUMAN DJAYA

CERITA                                  : IKE SUPOMO

SKENARIO                           : SJUMAN DJAYA

MUSIK                                  : LEO FIOOLE

PRODUKSI                           :  PT.  MATARI ARTIS JAYA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1979

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : JENNY RACHMAN, ROY MARTEN, JOICE ERNA, ULLY ARTHA, EL MANIK, ROBBY SUGARA, MARULY SITOMPUL, RIMA MELATI, CHITRA DEWI, RAE SITA, ITA MUSTAFA, FAROUK AFERO

SINOPSIS :

Miranti (Jenny Rachman) dan Hendra (Roy Marten) adalah sepasang suami istri yang saling mencintai. Selama perkawinan yang hampir 3 tahun Mereka sudah di karuniai seorang anak dan akan lahir pula calon bayi yang sedang di kandung oleh Miranti. Profesi Hendra sebagai seorang pilot yang harus meninggalkan istrinya kala tugas. Malam itu ada yang berbeda dari Hendra, seolah merupakan firasat sebelum esok terbang ia menanyakan akan rasa cinta Miranti padanya. Juga saat sebelum terbang keesokan harinya Hendra masih menyempatkan diri untuk menelpon Miranti seolah-olah merupakan komunikasi yang terakhir.

Firasat itupun terbukti, Hendra kecelakaan pesawat terbang, dan meninggal.  Kepergian Hendra yang begitu tiba-tiba ditengah rasa cintanya padanya membuat Miranti limbung.  Apalagi ia tengah mengandung anak keduanya. Miranti begitu terpukul atas kepergian Hendra. Sebagai seorang janda yang ditinggal suami, maka Miranti dengan di bantu oleh kakak iparnya, Hary (El Manik) pun di boyong kerumah Ibu mertuanya (Rima Melati).  Ibarat burung murai yang selalu murung, Miranti akhirnya dapat mengembalikan diri setelah ia bermain piano yang disiapkan oleh Hary. Miranti dan anaknya di suruh tinggal di rumah mertua, sementara rumah Miranti disarankan untuk di kontrakkan ke orang Jepang yang mau menyewanya.

Sedangkan Hary sendiri adalah seorang dokter yang juga akan membuka praktek dirumah.

***

Gelar Janda yang disandang oleh Miranti kerap kali menjadi gunjingan miring bagi para tetangga juga koleganya. Pernah miranti didatangi oleh seorang istri karena suaminya dianggap terpikat dengan Miranti. Namun karena rasa cintanya pada Hendra membuat Miranti tidak bisa berpaling dari Hendra, namun demikian istri itu pun salah paham pada Miranti, walau pada akhirnya mereka berbalik salut pada Miranti yang selalu memegang teguh untuk tidak terpikat dengan siapapun.  Miranti sendiri juga sempat di jauhin oleh koleganya (Ully Artha) karena menganggap suaminya (Robby Sugara) terpikat pada Miranti.

Adalah Dimas (Roy Marten) adik dari Hendra yang di gadang-gadang oleh keluarganya untuk menggantikan hendra atau istilahnya turun ranjang. Namun Miranti yang sebetulnya juga menemukan sosok Hendra pada Dimas terlalu berhati-hati untuk menerima Dimas. Dimas adalah adik ipar Miranti yang baru pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan studinya. Gelar janda dan sikapnya yang terlalu dibayang-bayangi masa lalu bersama Hendra membuat Miranti sulit untuk membuka diri kembali terhadap pria manapun, termasuk dengan Dimas.

Dimas sendiri meyakinkan diri pada Miranti kalau ia mencintainya, namun sayang kegamangan dan keraguan Miranti sendiri yang akhirnya membuat dirinya semakin bimbang. Bimbang untuk menerima Dimas atau enggak. Hingga akhirnya Dimas putus asa  akibat di tolak cintanya oleh Miranti dan akan kembali keluar negeri untuk meninggalkan Miranti. Seluruh keluarga mengantarkan Dimas ke airport kecuali Miranti yang akhirnya menyesali diri bahwa dia memang mencintai Dimas yang tidak akan kembali lagi.

Disaat itulah, Miranti dibuat kaget karena tiba-tiba Dimas sudah berada di belakangnya. Merekapun berpelukan bahagia.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | 5 Comments »

ROY MARTEN DAN SUZANNA DALAM FILM ” PERMAINAN DI BULAN DESEMBER “

Posted by Toto Andromeda on May 19, 2011

JUDUL FILM        : PERMAINAN DI BULAN DESEMBER

SUTRADARA       : NICO PELAMONIA

PRODUSER          : M SUKMAJAYA, Drs SYUMAN DJAYA

CERITA                  : MIRA W

SKENARIO           : Drs. SYUMAN DJAYA

PRODUKSI           : PT. MATARI ARTIS JAYA FILM

TAHUN PROD    : 1980

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ROY MARTIN, ROBBY SUGARA, SUZANNA, EVA ARNAZ, NANI WIDJAYA, ZAINAL ABIDIN, IDA KUSUMAH, RINA HASHIM

SINOPSIS :

Anton (Roy Marten) menjadi buronan polisi setelah di tuduh memperkosa seorang gadis Hera, ketika dalam pesta. Padahal, Anton tidak pernah melakukannya, namun yang melakukannya adalah Ayub teman Anton. Untuk menghindari kejaran polisi, Anton memacu mobilnya kencang-kencang keluar kota hingga ia kecelakaan dan ditangkap polisi. Dalam keadaan terluka parah, Anton dibawa ke sebuah rumah sakit kecil di kota yang juga kecil dengan pengawalan polisi.

Anton menjadi pasien dokter Kusno (Robby Sugara) yang menanganinya dengan di bantu oleh suster Yosi (Suzanna). Suster Yosi adalah seorang suster yang bercita-cita ingin jadi biarawati karena sudah mendapatkan panggilan dari Tuhan. Selama masa penyembuhan, Anton di tempatkan satu sal dengan Pak Salim yang kesal dengan suara ngorok Anton yang sangat mengganggu. Perilaku Anton disengaja. Sementara itu, Suster Yosi menjadi perawat Anton yang bertindak semaunya padanya. Namun perilaku Anton yang cuek tersebut mendapat tempat tersendiri di hati Yosi. Bahkan ketika Anton akan di bawa oleh polisi tiga hari kedepan, Yosi menjadi tidak enak hati. Agaknya telah tumbuh benih-benih cinta di dalam diri Yosi terhadap Anton meski di lain sisi ia juga memikirkan akan keinginannya untuk menjadi Biarawati.

Ketika hari yang ditentukan tiba, Anton siap untuk di bawa ke Jakarta oleh polisi. Karena belum seratus persen sembuh, Anton masih menggunakan kursi roda dengan didorong oleh Suster Yosi. Saat polisi lengah, Yosi yang sudah merencanakan untuk membantu pelarian Anton pun menyuruh polisi mencopot sepatu. Saat itulah Anton membawa Yosi untuk lari.  Dalam pelarian, Yosi merelakan perhiasannya untuk di jual sebagai bekal perjalanan bersama Anton.  Uang hasil penjualan perhiasan mereka gunakan untuk perjalanan menuju rumah pamannya. Pelarian Anton dan Yosi berlanjut hingga ia pulang kerumah Ibunya (Nani Wijaya). Namun saat itu polisi sudah menunggu  kedatangan Anton. Akhirnya Anton tertangkap, namun kemudian di bebaskan karena Anton tidak terbukti bersalah. Ayub yang melakukan permerkosaan akhirnya menikahi Hera.

******

Anton akhirnya lulus kuliah, dalam penantian selama setahun ia ingin sekali bertemu dengan Yosi. Pada saat Natal, Anton menyusul Yosi di gereja untuk memberikan bunga. Namun sayang sekali, Yosi telah menjadi biarawati sesuai pilihannya. Anton tidak terima, untuk itu Anton kerap kali menemui Yosi. Akhirnya pertemuan tersebut pun diketahui oleh keluarga Yosi. Martin kakak Yosi menyuruh orang suruhan untuk memukuli Anton. Hasilnya muka Anton dirusak. Anton trauma dan tidak mau menemui siapapun termasuk Yosi yang sudah memutuskan untuk berhenti sebagai biarawati.

Untuk memperbaiki mukanya yang rusak, Anton melakukan operasi plastik, namun sampai saat itu, Yosi yang selalu setia ingin menemuinya tidak pernah berhasil karena Anton menolak untuk bertemu. Akhirnya Yosi kecelakaan setelah menunggu Anton di rumah sakit yang tidak ia temui. Saat itu barulah Anton sadar dan mau menemui Yosi. Namun sayang, semuanya telat. Yosi harus menderita kebutaan . dan berubah menjadi sangat sensitive. Yosi tidak mau di tolong oleh Anton. Untuk itulah ia meminta dokter Kusno yang menjemputnya.  Dalam keadaan buta Yosi menjadi pemain piano di gereja dan ingin agar dentingannya di pindahkan kedalam piringan hitam. Suatu malam, Yosi merasa di buntuti seseorang, untuk itulah ia meminta dokter Kusno untuk menciumnya agar terlihat oleh orang yang membututi.

Akhirnya tibalah dokter Kusno untuk kembali ke rumah sakitnya sementara Yosi ditinggal di Jakarta. Untuk menjaga Yosi selama di Jakarta, ia meminta Anton untuk menyamar sebagai Bram yang bisu dan pincang agar Yosi mau menerimanya. Anton menjadi sopir Yosi untuk mengantarkan kemana ia pergi. Akhirnya Yosi mendapatkan Chemistry bersama dengan Bram meski ia pincang dan bisu. Meski Anton Sedih, namun ia mau melakukannya sebagai Bram. Bahkan Anton membingkai dan menggantung uang hasil nyopirnya karena cintanya pada Yosi. Anton bingkai hampir memenuhi ruangannya.

Sementara itu Yosi mulai curiga tentang siapa sebenarnya Bram, apakah ia memiliki luka di muka atau tidak. Itu yang ingin ia tanyakan pada pembantunya.  Yosi merasa kalau Bram sebenarnya adalah Anton yang juga ia rindukan. Yosi melakukan berbagai cara untuk mengetahui siapa Bram sebenarnya. Akhirnya terkuaklah sudah, siapa Bram. Ia adalah Anton, orang yang pernah ia cintai.

*****

Permainan di bulan Desember merupakan salah satu film yang diangkat dari novel ternama karya Mira W dengan judul yang sama. Dengan durasi yang cukup panjang, film ini mampu di perankan secara baik oleh Suzanna.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

SUZANNA & ROBBY SUGARA DALAM FILM “PULAU CINTA”

Posted by Toto Andromeda on April 12, 2011

JUDUL FILM        : PULAU CINTA

SUTRADARA       : ALI SHAHAB

PRODUKSI           : PT. INEM  FILM

CERITA                  : ALI SHAHAB

PRODUSER          :  NY LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : SUZANNA, ROBBY SUGARA, NUR AFNI OCTAVIA, PARTO TEGAL, MOCH MUCHTAR, TONI ADEG

SINOPSIS :

Biran (M Mochtar) dan anaknya Ari (Toni Adeg) Serta Maria (Suzanna) dan Kiki (Nur Afni Oktavia) anaknya adalah orang-orang yang tersisa di suatu pulau terpencil. Mereka Hidup di bawah tekanan Karto (Parto Tegal) seorang nelayan yang kejam. Karto adalah bekas pembantu suami Maria,Johanes yang telah meninggal, namun Karto mengambil Alih  kapal milik Maria untuk mencari ikan sebagai nelayan tanpa sepeserpun memberikan hasilnya pada Maria.

Suami maria Johanes, dulunya adalah seorang Angkatan laut, namun ia akhirnya memilih pindah kesebuah pulau terpencil untuk menjadi nelayan setelah menikahi Maria. Johanes membelikan Kapal pada Maria. Johanes mengoperasikan kapal dengan di bantu oleh Karto, anak buahnya yang cukup baik. Namun sayang, sepeninggal Johanes, Karto yang memiliki nafsu berkuasa terlalu serakah. Johanes di kabarkan meninggal oleh Karto karena Badai.

Karto tinggal satu atap dengan Maria tanpa ikatan apapun, sedangkan Maria yang memiliki kapal justru tidak mendapatkan apa-apa. Namun Maria tidak bisa berbuat apa-apa atas tindakan Karto. Bahkan para tetangga Maria pun satu persatu meninggalkan pulau tersebut. Maka kini di pulau tersebut hanya tinggal Keluarga Biran seorang penjaga Mercusuar dan Keluarga Maria yang selalu dalam tekanan Karto.  Meski Karto selalu menjual ikan ke Jakarta, namun sepeserpun Maria tidak pernah mendapatkannya. Karto bertindak kejam, bahkan ketika batuk yang di derita Maria tak kunjung sembuh pun Karto tetap tidak mau membelikan obat. Meski berkali-kali Ia nitip untuk dibelikan ketika ke Jakarta.

*****

Suatu hari, terdapat sebuah kapal yang kandas dan terdampar di pulau tersebut. Dua buah anak buah kapal tewas, sedangkan Kaptennya (Robby Sugara) selamat meski harus terluka di kakinya karena tertimpa besi. Biran dan Ari akhirnnya menolong mereka dengan di bantu oleh Kiki. Kedua ABK yang meninggal akhirnya di kuburkan, sedangkan Kaptennya di selamatkan oleh Maria. Ia dirawat oleh Maria, hingga hampir sembuh. Kedatangan Kapten kapal tersebut sedikit mengobati hati Maria karena ia akhirnya menjadi teman curhat. Maria menceritakan siapa dia sebenarnya juga menceritakan kelakuan Karto pada Kapten.

Sementara itu Karto pulang setelah ia menjual hasil tangkapannya ke Jakarta bersama anak buahnya. Karto heran karena terdapat dua gundukan tanah yang merupakan kuburan. Ia menduga kalau bukan Maria sama Kiki pasti Biran dan Ari. Namun untuk memastikannya ia menyuruh anak buahnya untuk menggali kubur tersebut. Belum selesai mereka menggali kubur datanglah Ari yang menjelaskan pada Karto tentang siapa mereka, dan tentang Kapten.

Mendengar cerita Ari, Karto pun marah. Apalagi setelah melihat Maria sedang mengobati Kapten, Karto pun marah. Akhirnya kapten pindah ke kapalnya yang hancur untuk memperbaiki radio agar bisa tersambung dengan dunia luar. Sementara itu Karto dibuat marah karena berkali-kali Maria menyuruh Kiki untuk mengantarkan makanan pada Kapten. Bahkan Karto mengancam akan membakar kapal Kapten jika Kiki masih saja mengantarkan makanan pada Kapten. Akhirnya Maria dan Kiki menuruti kehendak Karto. Sementara itu Kiki akhirnya menceritakan keadaan tersebut pada Ari. Aripun akhirnya mau mengantarkan makanan pada Kapten. Namun Biran mewanti-wanti pada Ari sebisa mungkin agar tidak berpapasan dengan Karto.

Sementara itu Kapten memperbaiki kapal yang bocor dengan menyelam. Namun ia justru berhasil menemukan setitik rahasia. Ia menemukan kalung yang mirip di pakai dengan Maria. Namun Kapten menyimpan rahasia tersebut.

Namun usaha Ari untuk memberi makan pada Kapten akhirnya ketahuan juga oleh anak buah Karto, Bokir dan Boim. Akhirnya setelah di ancam, Ari tidak mengirimkan makanan lagi pada Kapten. Sementara itu karto marah sekali setelah tahu kalau Ari mengirimkan makanan atas suruhan Kiki. Ia memukul Kiki. Sudah seminggu Kapten tidak mendapatkan makanan dan minuman karena air di pulau itu asin. Akhirnya turunlah hujan yang merupakan harapan bagi kapten untuk meminum air yang tidak asin. Ia menampung air hujan. Namun air hujan yang ditampungnya di tumpahkan oleh Bokir dan Boim . Mereka berkelahi, akhirnya Boim dan Bokir dapat di bunuh oleh Kapten.

Sementara itu, melihat kematian Kapten, semakin geramlah Karto pada Kapten. Karto sudah merasa terganggu akan kehadiran Kapten, dan berniat menghabisinya. Maka berangkatlah ia ke Kapal Kapten yang terombang ambing di laut. Namun belum lagi niatnya tercapai, Karto sudah di todong dengan pistol oleh Kapten, sehingga niat untuk membunuhnya pun gagal. Bahkan Kapten berhasil membongkar tentang kematian Johanes suami Maria yang mati dibunuh oleh Karto bukan atas badai seperti apa yang Karto bilang pada Maria dan orang-orang sekitarnya.

Kapten menyuruh Karto untuk pergi, namun kepergian Karto ke daratan adalah dengan tujuan untuk membunuh Maria dan Kiki agar tidak merepotkanya. Sesampai di rumah, Karto tidak mendapatkan Maria dan Kiki. Ia menduga pasti mereka berada di menara Biran. Segera Karto ke menara Biran dan mendapati Maria dan Kiki di sana ketika sedang menuju pantai tempat Kapten berada. Akhirnya Karto menyandera Maria, Kiki dan Biran, sementara Ari di suruh Karto untuk memberitahu Kapten agar ia datang ke menara dengan ultimatum dalam 1 jam maka mati 1 orang jika tidak datang, begitu seterusnya.

Di dalam kapal, Kapten berusaha menghubungi polisi lewat radio yang telah di perbaiki untuk menyelamatkan Maria dan Kiki dari sandraan Karto setelah Ari berhasil menghubunginya. Maka ketika polisi sudah datang, Kapten segera membawa mereka menuju menara untuk menyelamatkan. Namun Kapten tidak langsung muncul karena ia akan langsung di tembak. Sehingga Karto menjadi geram, apalagi setelah Kapten berhasil memberitahu siapa pembunuh Johanes sebenarnya pada Maria, maka Maria pun marah dan membentur benturkan kepala Karto.

Melalui bantuan helicopter, Maria, Kiki dan Biran dapat di selamatkan, sementara itu Karto sendiri akhirnya tewas setelah jatuh dari atas menara sedangkan Jenasah Johanes yang tinggal tengkoraknya saja, akhirnya di lakukan penguburan yang di saksikan oleh para anggota poisi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

ROBBY SUGARA & TANTI YOSEPHA DALAM FILM ” Dr. KARMILA”

Posted by Toto Andromeda on January 3, 2011

JUDUL FILM        : Dr. KARMILA

SUTRADARA       : NICO PELAMONIA

PRODUKSI           : PT SUKMA PUTRA  FILM

CERITA                  : MARGA T

PRODUSER          : NICO PELAMONIA

TAHUN PROD    : 1981

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               :  TANTI YOSEPHA, ROBBY SUGARA, RUDI SALAM, KUSNO SUDJARWADI, ADE IRAWAN, MIEKE WIJAYA, MOGY DARUSMAN, UCI BING SLAMET

SINOPSIS :

Karmila (Tanti Yosepha) di  oleh Faisal (Robby Sugara) saat di acara pesta setelah Karmila di beri obat perangsang. Karmila adalah seorang calon dokter, yang akhirnya di perkosa oleh Faisal, sementara Karmila sendiri sebenarnya sudah memiliki pacar Edo (Rudi Salam). Berita perkosaan terhadap Karmila seorang mahasiswa kedokteran dimuat koran-koran yang memberitakan kalau seorang Mahasiswa kedokteran di perkosa oleh anak berinisial F anak seorang pejabat berinisial D G.

Berita ini membuat D G Kusno Sudjarwadi) ayah Faisal menjadi marah dan meminta Faisal untuk bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukannya pada Karmila. Ayah Faisal juga menunjuk pengacara untuk memohon pada Karmila agar Faisal jangan sampai ditahan namun ia akan memberikan apa yang diminta oleh Karmila. Tentu saja Karmila tambah syok dibuatnya. DG adalah seorang ayah yang sangat bertanggungjawab, sehingga ketika Faisal sudah keluar dari tahanan ia memintanya untuk mencari dan mengawasi Karmila untuk bertanggungjawab.

Faisal berusaha mencari Karmila yang tinggal di rumah bibinya untuk mempertanggungjawabkannya. Sikap dingin dan ketus di perlihatkan oleh Karmila, namun tidak membuat jera Faisal untuk memohon padanya untuk di nikahi. Akhirnya Karmila mau di nikahi oleh Faisal dengan syarat setelah anak itu lahir, maka harus segera bercerai.  Hal ini dilakukan oleh Karmila semata-mata agar anak yang dikandungnya memiliki ayah.  Setelah bayinya lahir, Karmila tidak mau menyusui dan meminta Faisal untuk membawanya pergi jauh. Karmila juga meminta agar Faisal membelikan susu untuk anaknya yang bernama Fanny. Akhirnya Faisal akan membawa Fanny pergi untuk mencari seorang yang mau menyusui dengan di kasih bayaran. Mendengar kata bayaran, Karmila mau menyusui asal dibayar . Ia menganggap Fanny bukanlah anaknya.  Kekecewaan yang di alami membuatnya ia selalu berbuat ketus. Ia berdalih uangnya akan digunakan untuk melanjutkan kuliah yang sempat tertunda.

Suatu ketika, Karmila akan berangkat keluar negeri, namun ia membatalkannya karena mendengar dan melihat Fanny anaknya sakit typus.  Karmila luluh, dan ia pun mau menerima Faisal menjadi suaminya hingga memiliki anak kedua seorang perempuan. Kehidupan Karmila di lalui dengan Faisal meski sesekali ia mengingat akan Edo.

*****

Hingga suatu hari Faisal di tugaskan oleh Ayahnya ke Singapura untuk sebuah pekerjaan.  Keberangkatan Faisal ke Singapura bersamaan dengan kedatangan Edo yang secara tiba-tiba menemukan rumah Karmila yang sudah berpraktek menjadi seorang dokter. Kedatanga Edo membuat Karmila kaget, namun demikian Karmila selalu berusaha untuk menghindari Edo. Apalagi sikap Edo yang seolah-olah meremehkannya. Namun meski Karmila berusaha menghindari edo namun tidak bisa menolak ketika tiba-tiba edo datang.

Untuk menghilangkan jenuh, Karmila mengajak anak-anaknya dan adik iparnya untuk berlibur. Namun tanpa di duga Faisal datang ketempat peristirahatan dimana ia menginap. Edo tidak mau pergi ketika itu, meski Karmila sudah mengusirnya, apalagi ditambah hari hujan. Disaat bersamaan secara tiba-tiba Faisal datang dan melihat ada edo disana. Ia cemburu dan mau menceraikan Karmila, Karmila pun sedih dan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun berkat campur tangan Ayah Faisal, yang menunjukkan alibi kalau Karmila tidak bersalah, akhirnya Faisal tidak jadi menceraikan Karmila. Bahkan akhirnya Karmila mengandung bayi yang ketiga. Disaat hamil tua, Faisal pulang setelah dari tugasnya dengan membawa seorang wanita India yang mengaku anak dari paman Hamid. Namun demikian, kedatangan wanita tersebut membuat Karmila tidak suka, karena dari sikap dan tingkah lakunya selama tinggal di rumah Faisal, wanita tersebut seolah-olah ingin menguasai kehidupan dalam rumah.

Karmila menjadi cemburu dan meminta pada Faisal, setelah melahirkan ia tidak mau lagi melihat wanita itu atau Karmila sendiri yang keluar. Keadaan ini di ketahui oleh Ibu Faisal (Mieke Wijaya) yang menangkap gelagat tidak jelas tentang siapa wanita tersebut yang mengaku-ngaku sebagai anak dari paman Hamid.  Ayah dan Ibu faisal meminta penjelasan padanya, namun Faisal tetap mengaku kalau ia adalah anak dari Paman Hamid. Untuk membuktikan siapa sebenarnya wanita tersebut, maka Faisal mengujinya dengan disaksikan oleh Ayah dan Ibunya dari jauh. Akhirnya Faisal berhasil membuktikan bahwa wanita tersebut bukanlah anak dari paman Hamid, namun ia mencintai Faisal. Faisal marah dan mengusirnya. Akhirnya dr. Karmila bahagia bersama suami dan anak-anaknya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments »