Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Resensi Film Jadul’

RICO TAMPATTY & CICHA KOESWOYO DALAM FILM GEJOLAK KAWULA MUDA

Posted by Toto Andromeda on May 11, 2016

Gejolak Kawula Muda

Gejolak Kawula Muda

JUDUL FILM                        : GEJOLAK  KAWULA MUDA

SUTRADARA                       : MAMAN FIRMANSYAH

CERITA                                  : DEDDY ARMAND

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT. RAPI FILM

ILUSTRASI MUSIK            :  GATOT SUDHARTO, NOMO KOESWOYO

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : CHICHA KOESWOYO, RICO TAMPATTY, TITI DWIJAYATI, IKANG FAWZI, RIA IRAWAN, SEPTIAN, ZAINAL ABIDIN, ADE IRAWAN, KUSNO SUDJARWADI, PIET BURNAMA

SINOPSIS :

Break dance sedang naik daun. Sekumpulan remaja menghabiskan malam dengan breakdance di jalanan dianggap mengganggu ketertiban umum sehingga ketika polisi datang, dari sekelompok remaja tersebut, Rico (Rico Tampatty) dan Chicha (Chicha Koeswoyo) dan kawan-kawannya ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Mereka di bawa ke kantor polisi untuk di beri penyuluhan tentang breakdance yang mengganggu ketertiban umum tersebut.

Akibat perbuatan para remaja tersebut, polisi juga mengundang para orang tua untuk di beri pengarahan dan penyuluhan. Mengetahui anaknya ditangkap polisi, Ayah Chicha (Zainal Abidin) menjadi marah karena ia sebenarnya menentang anaknya.  Rico dan Chicha adalah sepasang kekasih.

Setelah pertemuan antara orang tua dan anaknya di kantor polisi, ayah Chicha sangat menentang kegiatan Chicha, ia di perlakukan seperti anak kecil yang overprotektif. Sikap ayahnya yang keras tersebut membuat Chicha menjadi down. Ia tidak bersemangat, namun Rico selalu memberinya semangat untuk bangkit pada Chicha. Kegiatan breakdaance yang dilakukan para remaja itu sangat ditentang oleh ayah Chicha.  Ia menganggap tarian tersebut adalah tarian gila.

Untuk membuktikan kalau  apa yang mereka lakukan adalah positif, para remaja tersebut terus berlatih breakdance hingga suatu saat mengadakan pertunjukkan. Meski pada awalnya Chicha dilarang untuk ikut oleh ayahnya namun akhirnya ayah Chicha juga hadir dalam pertunjukkan yang sukses. Ia berubah sikap setelah menyaksikan pertunjukkan breakdance tersebut.

****

Breakdance menjadi sangat terkenal pada pertengahan 80an, Film ini cukup membosankan, apalagi di 11 menit pertama praktis menunjukkan tarian breakdance saja, bahkan secara keseluruhan hampir setengah dari film ini adalah breakdance, dengan dialog yang seperlunya saja. Untuk kalangan remaja breakdance sebenarnya dapat dijadikan sebagai sarana olahraga juga karena membutuhkan gerakan yang lentur.

Advertisements

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RICO TAMPATTY & CHICHA KOESWOYO DALAM FILM “IDOLA REMAJA”

Posted by Toto Andromeda on April 28, 2016

Idola Remaja

Idola Remaja

JUDUL FILM                        : IDOLA REMAJA

SUTRADARA                       : MAMAN FIRMANSYAH

CERITA                                  : DEDDY ARMAND

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT. RAPI FILM

ILUSTRASI MUSIK            :  DODO ZAKARIA

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : CHICHA KOESWOYO, RICO TAMPATY, EKKI SOEKARNO, ZAINAL ABIDIN, SOFIA WD

SINOPSIS :

Adegan di buka dengan konser Rico & Group dengan penonton yang sangat membludak dipenuhi oleh anak-anak muda.  Rico adalah penyanyi yang sangat di gandrungi oleh para kawula muda. Ia menjadi idola para remaja. Sebagai seorang idola, Rico menjadi sangat sibuk untuk mengatur jadwal dengan bayaran yang tinggi, hingga suatu saat datanglah dua orang utusan dari sebuah Yayasan Panti Asuhan yang ingin menghadirkan Rico untuk menyanyi dengan biaya gratis, yayasan hanya menyediakan fasilitas saja. Namun sebagai seorang penyanyi yang sedang naik daun, Rico menolaknya dan mengusulkan untuk menghadirkan penyanyi lain yang mau untuk tidak dibayar.

Mendengar maksud kedatangan dua orang dari yayasan panti asuhan Ibunya Rico (Sofia WD) memanggil Rico dan menyuruhnya untuk membantu panti tersebut. Dengan pertimbangan dari ibunya, akhirnya Rico mau menerima tawaran tersebut.

Pada suatu konsernya, Rico di ganggu oleh sekelompok anak muda yang mencoba mengacaukan konsernya. Namun, dengan berbesar hati, Rico menyuruh sekelompok anak muda tersebut untuk naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu. Chicha (Chicha Koeswoyo), Ekki (Ekki Soekarno) dan kawan-kawannya naik kepanggung dan menyanyikan sebuah lagu Tiada Lagi yang Lain.  Sepulang di rumah, Chicha sudah ditunggu ayahnya (Zainal Abidin) yang menganggapnya liar karena selalu pulang kerumah. Chicha adalah korban dari perbuatan kedua orangtuanya yang bercerai. Chicha merasa kesepian karena itulah ia melampiaskannya dengan berhura-hura dan pulang malam.  Chicha hanya butuh kasih sayang.

*****

Selepas mengganggu konser Rico, Chica datang ke tempat Rico. Dengan cueknya ia meminta tanda tangan, begitu selesai langsung pergi. Kecuekan Chicha justru membuat Rico penasaran padanya. Hal ini membuat Chicha dan Rico semakin dekat dan menumbuhkan cinta diantara keduanya. Rico dan Chicha menjadi saling peduli satu sama lain, meski sesekali Chicha cemburu pada penggemar-penggemar Rico.

Kedekatan Chicha dan Rico membawa perubahan pada diri Chicha, ini pula yang dirasakan oleh ayahnya. Chicha menjadi lebih baik.  Namun kedekatan ini tidak diterima oleh Ekki yang diam-diam mencintai Chicha.  Ekki marah, akibat kecemburuannya hingga Rico di setrum saat sedang latihan dan menyebabkan kelumpuhan.  Keadaan ini membuat Rico menjadi rendah diri dan semakin down dibuatnya apalagi ketika sedang konser Rico hanya duduk yang membuat para penonton marah dan melemparinya, meski Chicha dan Ibunya selalu member semangat.  Puncaknya adalah saat ibunya jatuh, Rico berdiri dan menggendong ibunya, saat itulah Rico sembuh dan bisa berdiri kembali.  Rico kembali pada Rico yang dulu, konserpun di lanjutkan, Rico menjadi Idola Remaja.

 

 

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RAE SITA & JALAL DALAM FILM ” 3 CEWEK INDIAN “

Posted by Toto Andromeda on April 18, 2016

3 Cewek Indian

3 Cewek Indian

JUDUL FILM                        : TIGA CEWEK INDIAN

SUTRADARA                       : AZWAR AN

CERITA                                  : LUKMANTORO DS, AZWAR AN

PRODUSER                          : BUTJUK S

PRODUKSI                           :  PT.  SAFARI SINAR SAKTI FILM

ILUSTRASI MUSIK            : GATOT SUDARTO

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM KOMEDI

PEMAIN                               : RAE SITA, ENNY HARYONO, TATIEK WARDIYONO, IRNY YUSNITA, BENNY GAOK, (SURYA GROUP) A DJALAL, SUPRAPTO, HERRY KOKO, SUNARYONO, MOERTRI PURNOMO, BANDIAH

SINOPSIS :

Embun Pagi (Enny Haryono) anak kepala suku patah arang dan Pelangi (Tatiek Wardiyono) ditangkap oleh orang-orang kota karena protes terhadap birokrasi sehingga tidak bisa mengekspor sapi, yang bisa mengekspor adalah orang-orang kota. Alih-alih bisa mengekspor sapi, Embun pagi dan Pelangi malah ditangkap oleh Alhara (A Jalal) tangan kanan dari Benino (Benny Gaok) seorang pengekspor sapi Mexico.  Embun pagi dan Pelangi ditahan oleh mereka. Namun demikian ada satu orang yang lolos yaitu Cempaka (Irny Yusnita) yang segera melaporkan kejadian yang menimpa Embun pagi dan Pelangi pada kepala Suku Patah Arang (Rae Sita).

Kepala Suku Patah arang akhirnya menyuruh Cempaka dan Ombak Samudera untuk menyelamatkan Embun dan Pelangi. Namun usahanya sia-sia karena penjagaan di kota sangat ketat.

Sementara itu Benino kedatangan Abdul Gopar (Herry Koko) mantan atasannya dan John Cosmos yang ingin ikut membantu Benino yang telah sukses. Benino memiliki seorang anak Bernito (Suprapto). Tugas dari Abdul Gopar adalah mengawasi tahanan sedangkan Tugas John Kosmos adalah mengawasi Bernito. Namun di sela-sela tugasnya dan tahanan, Embun pacaran dengan Bernito sedangkan Abdul Gopar pacaran dengan Pelangi. Tujuan embun memacari Bernito adalah agar ia bisa lolos dari tahanan, sedangkan Abdul Gopar dan Pelangi berpacaran untuk bersekongkol mencuri sapi-sapi Benino.

*****

Di suku patah arang yang telah putus asa menyelamatkan Embun dan pelangi akhirnya memiliki kebijaksanaan untuk memblokir sayuran ke kota sehingga Benino tidak bisa makan sayur. Ia menyuruh Ago anak buahnya untuk mengimpor kangkung sintetis sebanyak 2 ton. Suku patah arang menyatakan perang dengan Benino. Dan Benino sendiri juga menyatakan perang dengan suku patah arang. Mereka masing-masing mempersiapan diri untuk latihan perang.

Peperangan hampir saja terjadi, namun berkat siasat Bernito agar di jadikan sandera oleh Embun, akhirnya perang dapat di hindarkan.  Mereka akhirnya berdamai, namun masih ada yang berkhianat. Segera mereka menuju pelabuhan dimana Pelangi dan Abdul Gopar sedang bersiap untuk menjual sapi, namun pembeli curiga dan akan menghubungi Benino pemilik sapinya. Akhirnya Abdul Gopar dan Pelangi di usir.

***

Sebuah drama komedi dengan latar suku Indian, cukup menghibur.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RATNO TIMOER DALAM SIBUTA DARI GUA HANTU EPS. LEMBAH MAUT

Posted by Toto Andromeda on April 12, 2016

Lembah Maut

Lembah Maut

JUDUL FILM                        : SI BUTA DARI GOA HANTU ‘ LEMBAH MAUT “

SUTRADARA                       : H. RATNO TIMOER

CERITA                                  : GANES TH

SKENARIO                           : H RATNO TIMOER

MUSIK                                  : HARRY RUSLI

PRODUSER                          : HENDRO WARSITO

PRODUKSI                           :  PT.  DAYA ISTERI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1990

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                               : H RATNO TIMOER, PIET BURNAMA, JOHAN SAIMIMA, ALBA FUDARA , S PARYA, HERMAN RUKMANA, TOMMY SANKURIANG,

SINOPSIS :

Barda (Ratno Timoer) melanjutkan pengembaraan di hari ke tujuh bersama sahabat setianya Kliwon seekor monyet yang setia kemana Barda berjalan. Tibalah saatnya Barda di sebuah lembah, ia merasakan sebuah keanehan di tempat tersebut. Sementara itu serombongan orang sedang berjalan membawa obat-obatan untuk dibawa ke desa Tantena untuk mengobati wabah yang sedang melanda secepat angin di desa Pandolo.  Rakyat yang tidak berdosa di serang wabah penyakit kusta.  Rombongan tersebut bertemu dengan Barda, si buta dari goa hantu ketika di serang oleh para penyerang gelap yang ingin menghancurkan obat-obatan.

Namun berkat bantuan Si buta dari goa hantu, akhirnya mereka sampai juga ke desa  Tantena yang di pimpin oleh Puang Marempang (Robert Syarief). Puang Marempang adalah kepala desa bersama Ketua pengobatan PUang Tombalang (Aspar Paturusi), namun meski adanya  wabah tersebut, Tombalang tidak berbuat apa-apa.  Datang juga ke desa tersebut Badai Teluk Bone (Piet Burnama) mantan sahabat Marempang yang pernah berseteru dan dianggap bejat. Meski pada awalnya kedatangan  Badai teluk bone di tolak oleh Marempang, namun berkat Ranggi, putri Marempang akhirnya Badai Teluk Bone diterma untuk mengabdi sebagai tabib.

Segala cara di tempuh untuk mengobati kusta, namun hambatan demi hambatan di temui. Sebab musabab darimana asal penyakit tersebut juga tidak belum diketahui. Sementara itu Marempang di adili di depan rakyatnya atas hasutan seorang bertopeng yang telah menghasut warga dan menuduh Marempang telah  menyalahgunakan jabatan. Namun berkat penyelidikan akhirnya di ketahui siapa sebenarnya biang keladi semua kejadian dan wabah penyakit tersebut.

Adalah Santika yang mengasuh Ranggi, yang akhirnya menceritakan siapa sebenarnya Tombalang, yang sudah lama menyimpan dendam terhadap Marempang akibat rasa iri hati padanya.  Santika dibunuh karena telah membocorkan rahasia,

Warga desa akhirnya terbebas dari wabah tersebut, sementara Barda akhirnya mengetahui kalau Badai Teluk Bone adalah ayah dari Ranggi, namun hal itu dibiarkan menjadi misteri bagi Ranggi, karena Badai Teluk Bone tidak menceritakan yang sesungguhnya pada Ranggi, ia pergi dari hadapan Marempang dan Ranggi. Sementara itu Barda melanjutkan perjalanan. Namun ditengah jalan terdengar jeritan Ranggi yang sedang di ikat oleh orang bertopeng. Barda segera mendekatinya dan menyuruh melepaskannya, Barda sudah mengetahui siapa sebenarnya orang bertopeng tersebut.  Orang bertopeng hitam menyandera Ranggi.  Ranggi berhasil diselamatkan, sedangkan orang bertopeng hitam yang tak lain adalah Tombalang akhirnya tewas setelah bertarung.

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

DJOJON DALAM FILM ” OKE BOSS “

Posted by Toto Andromeda on March 3, 2015

Oke Boss

Oke Boss

JUDUL FILM : OKE BOSSS
SUTRADARA : ENDANG DARSONO
SKENARIO : ELANDA ROSSI
MUSIK : BUDIMAN BJ
PRODUKSI : PT. NUGRAHA MAS FILM
TAHUN PRODUKSI : 1981
JENIS : FILM KOMEDI
PEMAIN : DJAJAKARTA GROUP, DJODJON, TJAHYONO, UU, DJONI, ENNY HARYONO, ALICIA JOHAR, ITJE TRISNAWATI.
SINOPSIS :
Jojon adalah bos perusahaan yang diwariskan oleh mertuanya Zainal (Zainal Abidin) setelah ia menikah dengan Indah (Enny Haryono). Cerita menjadi lucu ketika Jojon harus mengerjakan urusan rumah tangga dari mulai mengepel, berbelanja hingga memasak, karena prinsip dari Indah adalah tidak menggunakan pembantu rumah tangga sehingga pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh sang istri harus di lakukan oleh Jojon sebagai suaminya.
Meski sebagai bos kalau di kantor selalu di panggil bos sedikit-sedikit oke bos, namun kalau dirumah tugasnya berubah. Seringkali Jojon telat ngantor Karena harus menyelesaikan tugas rumah tangga terlebih dahulu, sementara istrinya tidak melakukan apa-apa.
Satu-satunya hiburan yang dapat membuat Jojon tersenyum hanya pada sekretaris di kantornya, Wati (Itje Trisnawati), wati sendiri di taksir oleh UU, anak buah Jojon di kantor yang gagu. Kelucuan pun dibuat ketika Uu kerumah wati di hari minggu, disaat bersamaan Jojon juga datang kerumah Wati. Agar tidak ketahuan, Uu bersembunyi di kamar mandi, namun malang, Jojon merasakan mules setelah minum air jeruk yang di suguhkan Wati, sehingga ia buru-buru ke kamar mandi. Malang bagi Jojon karena di kamar mandi ditemukan seperti hantu bertopeng yang membuat Jojon ketakutan. Namun lamat-lamat akhirnya Jojon ingat kalau itu adalah Uuk.
Sementara itu anak buah Jojon, Tjahyono yang tahu bosnya dipengaruhi oleh istrinya mencoba membuat pengaruh terhadap Jojon agar tidak menuruti istrinya, walau alhasil Jojon harus babak belur karenanya, namun akhirnya di akhir kisah, Jojon mampu mengatasi istrinya setelah mertuanya Zainal datang kerumah.
*****
Sebuah kisah komedi yang disajikan secara ringan dan menghibur namun memiliki makna kalau sebagai suami tidak boleh tunduk pada istrinya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Ari Wibowo & Sophia Latjuba dalam film ” Pengantin”

Posted by Toto Andromeda on February 16, 2015

Pengantin

Pengantin

JUDUL FILM : PENGANTIN
SUTRADARA : WIM UMBOH
SKENARIO : SATMOWI ATMOWILOTO
MUSIK : EKI SOEKARNO
PRODUKSI : PT. RAPI FILM
TAHUN PRODUKSI : 1990
JENIS : FILM DRAMA
PEMAIN : ARI WIBOWO, SOPHIA LATJUBA, DIAN NITAMI, ZAENAL ABIDIN, NANI WIJAYA, AMI PRIYONO, IDA KUSUMA, PIET BURNAMA, TIO PAKUSADEWO, TINO KARNO, AFRIZAL ANODE, JAMES SAHERTIAN
SINOPSIS :
Di sebuah tempat hiburan malam Ryan (Ari wibowo) bertaruh dengan sahabatnya Agus (Tio Pakusadewo) untuk dapat berkenalan dengan seorang gadis, Santi (Sophia Latjuba). Santi seorang gadis yang bekerja di sebuat toko bukanlah seorang gadis yang dengan mudah di ajak untuk berkenalan, sehingga Ryan harus bekerja keras agar usaha mendekati Santi berhasil. Usaha keras Ryan tidak sia-sia meski pada awalnya Santi menolak untuk berkenalan dengan Ryan, namun dengan usaha Ryan yang tak pantang menyerah akhirnya Santi takluk juga.
Meski sebelumnya Santi sudah memiliki seorang kekasih (James Sahertian) namun akibat ulahnya akhirnya Santi memutuskan kekasihnya. Singkat cerita Santi dan Ryan menjalin hubungan seorang kekasih. Namun perjalanan cinta sepasang kekasih ini tidak direstui oleh orang tua Ryan, yang merupakan seorang pengusaha kaya. Ayah Ryan (Zaenal Abidin) dan Ibunya (Nani Wijaya) bahkan terlalu menganggap rendah Santi, yang Cuma penjaga toko. Padahal mereka tidak tahu siapa sebenarnya santi. Berbagai upaya dilakukan oleh Ayah Ryan untuk memisahkannya dengan Santi, termasuk membayar dengan sejumlah uang agar Santi mau meninggalkan Ryan. Dengan selembar Cek senilai 50 juta, merupakan harga Santi untuk meninggalkan Ryan.
Namun pelecehan ini dibalas Santi dengan menyobek Cek yang telah diterimanya dan melemparkan kemuka ayah Ryan. Sebagai gantinya Santi memberikan selembar cek dan menyuruhnya mengisi seberapa mau ayah Ryan mengisi. Kejadian ini di dengar oleh Ryan, akhirnya Ryan memilih kabur dengan membawa Santi.
Jauh daripada itu, ternyata Ayah Santi (Ami Priyono) memiliki dendam sendiri terhadap ayah Ryan yang telah menyebabkan adiknya hamil dan ayah Ryan tidak bertanggungjawab. Sehingga Ayah Santipun tidak menyetujui hubungan Santi dengan Ryan.
Namun tekad sepasang kekasih untuk lari sudah bulat, meski seluruh kartu kredit dan uang tabungan Ryan sudah di blokir oleh bank atas suruhan ayahnya, namun untuk menghidupi mereka akhirnya menggunakan uang santi. Ryan dan Santi pergi mengungsi ke sebuah desa dengan dibantu oleh Agus.
*****
Keluarga Ryan dan Ayah Santi akhirnya berdamai atas perseteruan mereka dan menyetujui hubungan anak-anaknya. Mereka mencari tahu keberadaan Ryan dan Santi melalui sopir ayah Santi. Setelah diketahui keberadaan mereka, kedua keluargapun bergegas menuju ke desa dimana Ryan dan santi tinggal.
Akan tetapi sebelum mereka sampai, sebuah kejadian menimpa sepasang kekasih tersebut. Santi akan diperkosa oleh berandalan, namun digagalkan oleh Ryan. Akibat usahanya untuk menggagalkan perkosaan tersebut, akhirnya Santi dan Ryan di tusuk oleh berandalan tersebut sebelum akhirnya kabur. Dalam keadaan terluka parah, akhirnya Ryan dan Santi ditemukan oleh keluarganya yang telah menyetujui hubungan mereka.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RATNO TIMOER DALAM FILM ” SIBUTA DARI GOA HANTU EPS NERAKA PERUT BUMI “

Posted by Toto Andromeda on February 13, 2015

Neraka Perut Bumi

Neraka Perut Bumi

JUDUL FILM : SI BUTA DARI GOA HANTU ‘ NERAKA PERUT BUMI’
SUTRADARA : H. RATNO TIMOER
CERITA : GANES TH
SKENARIO : PITRAJAYA BURNAMA, RATNO TIMOER
PRODUKSI : PT. RAPI FILM
TAHUN PRODUKSI : 1985
JENIS : FILM SILAT
PEMAIN : RATNO TIMOER, ENNY BEATRICE, ADVENT BANGUN, PITRAJAYA BURNAMA, LINDA HUSEIN, HARRY CAPRI, HIM DAMSIK, NINA ANWAR, LINDA ANWAR, YETTY LOREN
SINOPSIS :
Pengembaraan Barda Mandrawata (Ratno Timoer) dan Kliwon monyet kecilnya sampai di sebuah desa Telagasari, dimana penguasa wilayah sekitarnya Raden Parna (Advent Bangun) selalu mencari korban wanita persembahan untuk Batara Kalla. Dengan dibantu oleh Paragodam (Him Damsyik), Raden Parna selalu mengikuti sarannya. Sarimbi (Enny Beatrice) adalah kembang desa Telagasari yang menjadi incaran Raden Parna sebagai wanita persembahan berikutnya. Dengan menyuruh anak buahnya, Raden Parna menyuruh agar dapat membawa Sarimbi kehadapannya. Namun niat anak buah Raden Parna di haling-halangi oleh Barda yang berhasil menyelamatkan Sarimbi. Sarimbi adalah anak perempuan Didu (Pitrajaya Burnama) yang tinggal bersama adiknya Sardi.
Atas ketidakberhasilan anak buahnya, akhirnya Raden Parna turun tangan sendiri untuk membawa Sarimbi ke hadapannya. Namun niatnya juga dihalang-halangi oleh Barda. Setelah beradu ilmu, ahirnya Raden Parna kalah dari Barda. Raden Parna meminta bantuan pada Batara Kalla untuk membunuh Barda, namun Batara Kalla juga tidak berhasil. Raden Parna kecewa terhadap batara kalla.
Karena berkali-kali gagal membawa Sarimbi, akhirnya Raden Parna kembali menyuruh anak buahnya untuk menyerang rakyat telaga sari dengan didampingi Parda (Harry Capri) tangan kanan Parna. Ayah Sarimbi dibunuhnya, dan Sarimbi akhirnya berhasil di bawa ke hadapan Parna. Merekapun merencanakan pernikahan Sarimbi dengan Raden Parna, sedangkan Sardi berhasil selamat dan terpisah dengan Sarimbi. Pernikahan dilakukan ketika bulan purnama tiba.
Barda berusaha untuk membebaskan Sarimbi, namun sayang kali ini dapat ditangkap dan di jebloskan ke neraka perut bumi, tempat dimana orang tidak akan bisa lolos. Raden Parna juga mempekerjaan orang sebagai pekerja paksa. Di Telagasari Sardi berhasil menghimpun kekuatan bersama dan berhasil membebaskan para pekerja paksa serta menyerbu tempat Raden Parna yang sedang mempersiapkan pernikahan bersama Sarimbi. Barda berhasil lolos dari tempat penyekapannya, dan berhasil menghancurkan patung Batara Kalla. Bersama hancurnya Batara Kalla, Parna juga turut hancur.
Sarimbi berhasil di selamatkan. Sedangkan Barda melanjutkan pengembaraannya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ZAITUN SULAEMAN & ZIEALA JALIL DALAM FILM “PENDEKAR MATA SATU”

Posted by Toto Andromeda on February 11, 2015

Pendekar Mata satu

Pendekar Mata satu

JUDUL FILM : PENDEKAR MATA SATU
SUTRADARA : SA KARIM
CERITA : DJASMAN DJAKIMAN
SKENARIO : FIRMAN TRIYADI
PRODUSER : DENNY H W
PRODUKSI : PT. KANTA INDAHFILM
TAHUN PRODUKSI : 1989
JENIS : FILM SILAT
PEMAIN : ZAITUN SULAEMAN, SUTRISNO WIJAYA, MALEK NOOR, ANTO CHANIAGO, ZIELA JALIL, JOSEPH HUNGAN

SINOPSIS :
Datuk Alang (Sutrisno Wijaya) di serang Limbong (Malek Noor) yang meminta tanah kekuasaan ayahnya di kembalikan. Datuk Alang terluka dan ditolong oleh Setan kuning yang tinggal di sungai emas. Setan Kuning memberitahukan pada Alang kalau ia bersedia menjadi tangan kanannya asalkan ia diberi uang dan perempuan. Setan kuning juga menyarankan agar Alang memiliki Sabuk badak dan Conde emas agar ia memiliki tubuh yang kebal dan dapat mengalahkan Landai dan Limbong. Alang memiliki Conde emas sementara Sabuk badak dipegang oleh kakak seperguruannya. Datuk Alang (Sutrisno Wijaya) dan Landai adalah adik kakak seperguruan. Gurunya Datuk Gading menginginkan kedua muridnya agar tidak memiliki sepasang Sabuk badak dan Conde emas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun berkat hasutan Setan emas, Alang meracuni Landai kakak seperguruannya yang sedang sakit dan merebut sabuk badak.
Landai akhirnya tewas oleh Alang. Anak Landai berhasil selamat meski sebelumnya matanya terkena tombak yang dilemparkan oleh Alang. Anak Landai bernama Galak akhirnya ditolong oleh Buntar seorang abdi di sebuah perguruan. Galak di latih ilmu silat hingga dewasa.
Sementara itu setelah memiliki Sabuk Badak dan Conde Emas, perbuatan Alang semakin sewenang-wenang terhadap penduduk kampong. Limbong yang sebelumnya mengalahkannya pun akhirnya harus tewas di tangan Alang. Perbuatan Alang dengan dibantu oleh Setan Kuning banyak merugikan warga. Mereka berbuat sewenang-wenang. Alang juga mengambil seorang gundik dari Mak Naning, wanita berusia 16 tahun bernama Kenanga (Ziela Jalil). Kenanga di jadikan gundik oleh Alang. Kenanga adalah gadis buta yang diasuh oleh mak Naning karena kedua orang tuanya sudah meninggal.
Sementara itu Galak di tempat untuk belajar ilmu silat. Hingga saatnya tiba, ia turun gunung. Dengan di temani Buntar, Galak mencari pembunuh orang tuanya. Ditengah jalan ia bertemu dengan Kenanga yang ditolongnya karena Kenanga terjatuh. Mereka tidak tahu kalau Kenanga adalah gundik Alang. Alang dan Buntar berteman dengan Kenanga. Kehadiran Buntar dan Galak di kampung membuat kaki tangan Alang marah. Ia menangkap Buntar dan Galak di rumah Kenanga dan menuduhnya berzina. Namun akhirnya kedua orang tersebut di lepas oleh Alang, namun Alang menyuruh mengawasinya.
Samar-samar Galak berusaha mengingat siapa Alang, namun ia tidak yakin. Berkat bantuan Buntar yang menyelidikinya, akhirnya Galak yakin kalau Alang adalah orang yang dicari selama ini. Galak menuntut balas kematian orang tuanya. Berkat bantuan Kenanga yang menelan conde emas milik Alang, akhirnya Galak berhasil menghabisi Alang dan merebut kembali Sabuk Badak.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

LENNY MARLINA DALAM FILM “SELALU DIHATIKU”

Posted by Toto Andromeda on February 10, 2015

J

Selalu Dihatiku

Selalu Dihatiku

UDUL FILM : SELALU DI HATIKU
SUTRADARA : HASMANAN
CERITA : HASMANAN
SKENARIO : ARIFIN C NOER
PRODUSER :
PRODUKSI : PT. RAPI FILM
TAHUN PRODUKSI : 1975
JENIS : FILM DRAMA
PEMAIN : LENNY MARLINA, HENDRA CIPTA, KUSNO SOEDJARWADI, SANTI SARDI, MARLIA HARDI, RENDRA KARNO,
SINOPSIS :
Cerita bermula setelah pertemuan Lily (Lenny Marlina) dengan Arif Budiman (Hendra Cipta) pada suatu kesempatan akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan. Lily adalah seorang mahasiswi sedangkan Arif adalah seorang pengusaha dengan modal yang di wariskan dari ayahnya. Perusahaan Arif berkembang pesat dengan di bantu oleh Kus Subroto (Koesno Soedjarwadi).
Setelah menikah dan punya anak, Lily masih meneruskan sekolah untuk memenuhi ambisinya sebagai seorang psikolog, sedangkan Arif sibuk dengan pekerjaannya. Mereka di karuniai seorang anak bernama santi (Santi Sardi). Akibat kesibukan kedua orang tuanya, terkadang ketika bangun tidur kedua orang tua santi sudah tidak ada dirumah. Keadaan ini berulang terus hingga santi merasa kesepian.
****
Untuk menghilangkan kejenuhan Lily mengajak keluarganya mengunjungi kakek dan nenek Santi di Garut. Kebahagiaan Santi pun terlihat karena ia dapat merasakan kedekatan dengan papa dan mamanya. Ketika di Garut Lily merasakan sakit yang terus di bawanya hingga ke Jakarta. Nenek santi (Marlia Hardi) pun ikut mereka ke Jakarta. Ketika Lily merasa kalau sakitnya sudah sembuh maka ia menyuruh ibunya, nenek santi untuk pulang ke Garut karena kasihan dengan kakek yang ditinggal cukup lama. Selama sakit Lily banyak mendapat dukungan dari teman Arif, Kus subrata.
Sakit yang di derita Lily tak kunjung sembuh, untuk mengurangi bebannya Lily curhat dengan Kus tentang kekuatirannya kalau ia meninggal. Ia menitipkan Santi pada Kus untuk sering-sering di tengok. Sementara Kus sendiri menasehati Arif yang sibuk bekerja agar dapat membagi waktu dengan keluarga, karena perusahaan yang ia kelola bersamanya dianggap telah mengalami kemajuan yang cukup. Sebagai seorang sahabat Kus selalu memberikan dukungan terhadap keluarga tersebut.
Puncaknya adalah ketika Lily meninggal. Sepeninggal Lily keadaan Arif menjadi tak karuan. Ia sering menyendiri. Namun Santi selalu berusaha mengembalikan keseimbangan ayahnya. Di akhir kisah, Santi dan Kus menyusul Arif di pantai setelah ia mendapatkan sebuah surat.
********
Selalu di hatiku merupakan sebuah film tentang keselarasan sebuah keluarga. Secara keseluruhan film ini datar-datar saja dengan konflik yang dibangun di film ini nyaris tidak ada.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SINETRON LEPAS : VONIS KEPAGIAN

Posted by Toto Andromeda on October 16, 2014

Vonis KepagianIDE CERITA           : LINDA SULAIMAN

SKENARIO             : ARSWENDO ATMOWILOTO

MUSIK                     : EMBI C NOOR

SUTRADARA        : DEDDY SETIADI

PEMAIN                 : DEDDY MIZWAR, EENG SAPTAHADI, LINDA SULAIMAN, NIA KURNIA, RIZAL MUHAIMIN

 

SINOPSIS :

Perkosaan yang menimpa Nuraini, seorang gadis SMP membuat gempar sebuah kota kecil. Semua orang terluka, namun tak berdaya. Hanya Bu Asih (Linda Sulaiman) gurunya yang berani berjuang mengungkap kasus tersebut. Ia menempuh bahaya untuk mencari keadilan muridnya.

Dilandasi oleh rasa tanggungjawab dan kasih sayang terhadap muridnya, Bu asih berjuang sendiri. Ia tak hendak mundur walaupun tak seorangpun saksi yang berani muncul apalagi membantu…..

Tokoh misterius (Deddy Mizwar) yang di gambarkan sebagai simbol kekuasaan, menyebabkan orang seperti Bu Asih, Nuraini dan keluarganya hanya bisa berharap suatu saat keadilan dapat ditegakkan tanpa pandang bulu.

Hanya harapan itu yang ia miliki.

 

*************

Sebuah kisah, sinetron lepas yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang Festival Sinetron Indonesia tahun 1996 sebagai :

1. Sinetron Terbaik

2. Cerita drama Terbaik

3. Skenario Terbaik

4. Peran Pembantu Pria Terbaik

5. Sinetron Drama Lepas Terbaik

 

Vonis kepagian, mengangkat tema sosial yang banyak terjadi di masyarakat. ketika simbol kekuasaan, jabatan akhirnya harus mengalahkan kebenaran yang nyata. Ketika orang kecil hanya bisa berharap tanpa bisa meraihnya. ##

kalau di rate sinetron ini dapat lima bintang deh…

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments »