Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Krisbiantoro’

Krisbiantoro & Emilia Contessa dalam film PILIH MENANTU

Posted by Toto Andromeda on April 24, 2016

J

Pilih Menantu

Pilih Menantu

UDUL FILM                        : PILIH MENANTU

SUTRADARA                       : NAWI ISMAIL

CERITA                                  : SUDARNO

PRODUSER                          : M. THAMRIN

PRODUKSI                           :  PT.  ADHI YASA FILM

ILUSTRASI MUSIK            :  BUDIMAN BJ

TAHUN PRODUKSI           : 1974

JENIS                                     : FILM DRAMA KOMEDI

PEMAIN                               : EMILIA CONTESSA, A HAMID ARIEF, CONNIE SUTEDJA, KRIS BIANTORO, WOLLY SUTINAH, EDDY GOMBLOH, SYAMSYU, AWALUDIN

SINOPSIS :

Pak Lurah (A Hamied Arief) memiliki seorang anak gadis Romlah (Emilia Contessa) yang di cintai oleh Kris (Krisbiantoro) keponakan tetangga Pak Lurah. Kris tinggal dirumah pamannya yang selalu berseteru dengan Pak Lurah.  Antara Paman Kris dengan Pak Lurah tidak pernah akur. Paman Kris adalah pecinta ayam jago yang sudah di tawar jutaan rupiah dengan hobinya judi sabung ayam dibantu oleh Eddy (Eddy Gombloh) sebagai pembantunya yang bertugas mengurus ayam.  Suatu hari ayam kesayangan Paman Kris lepas dan lari kesana kemari menghancurkan semuanya, dari tukang Asinan yang harus meminta ganti rugi hingga masuk kerumah Pak Lurah dan menghancurkan isi rumahnya termasuk makanan yang telah tersedia di meja makan turut di hancurkan. Romlah bahkan harus dicakar oleh ayam di sekitar lehernya. Meski susah namun akhirnya ayamnya berhasil ditangkap.

Baru saja ditangkap dan belum sempat keluar rumah, Pak Lurah tiba-tiba Pulang dan merasa curiga karena rumahnya berantakan. Namun demikian Eddy yang menyembunyikan ayam akhirnya berhasil keluar dari rumah tersebut.  Hubungan antara Kris dan Romlah tidak disetujui oleh Pak Lurah, namun tidak demikian dengan Bu Lurah (Connie Sutedja) yang menyetujui hubungan mereka.

*****

Suatu hari datanglah Syamsu (Samyu) bersama ibunya (Wolly Sutinah) untuk melamar Romlah sebagai istrinya. Syamsu mengaku sebagai pegawai pertamina padahal sebenarnya ia hanya seorang tukang minyak eceran. Saat Bersamaan Paman Kris datang juga untuk melamar Romlah. Karena keduanya datang bersamaan, maka keduanya sama-sama di belum diberi jawaban. Pak Lurah tentu lebih memilih Syamsu, sedangkan Bu Lurah lebih memilih Kris. Hingga akhirnya datang orang tua pelamar ketiga yang datang untuk melamar Romlah. Dengan dijanjikan harta yang luar biasa besar, maka akhirnya pelamar terakhir diterima meski tanpa melihat anak yang akan dinikahkan dengan Romlah. Hari pernikahan itupun datang, namun sayang sekali melihat calon suaminya yang penyakitan, ngileran dan seperti orang sinting, Romlah takut dan akhirnya pernikahan itupun di batalkan. Akhirnya Romlah kembali ke Kris.

 

Advertisements

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

KRISBIANTORO & LENNY MARLINA DALAM FILM ” SI MANIS JEMBATAN ANCOL”

Posted by Toto Andromeda on March 9, 2011

JUDUL FILM        : SI MANIS JEMBATA ANCOL

SUTRADARA       : TURINO DJUNAEDY

PRODUKSI           : PT SERENANDE FILM

TAHUN PROD    : 1973

JENIS                     : FILM DRAMA LEGENDA

PEMAIN               : FAROUK AFERO, LENNY MARLINA, KRISBIANTORO, MANSYURSYAH, NADIA GIOVANNA

SINOPSIS :

Film Si Manis Jembatan Ancol produksi tahun 1973 merupakan salah satu film cerita yang sudah melegenda di masyarakat.

Maria (Lenny Maria) dan John (Farouk Afero) seorang anak Kompeni yang merupakan anak buah blasteran Belanda Manado adalah sepasang kekasih. Maria yang seorang Melayu dan John meski seorang Belanda namun berkulit hitam. Bagi teman-teman John, Maria adalah seorang anak yang kampungan. Namun demikian banyak orang yang suka akan suara Maria sehingga dalam beberapa pesta Maria di undang untuk menghadirinya dan di daulat untuk menyanyi.

Namun sayang hubungan Maria dan John tidak di setujui oleh kedua orang tua mereka, sehingga untuk berpacaran mereka selalu melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Ayah John menginginkan kalau anaknya akan menikah dengan seorang Belanda juga bukan seorang inlander, demikian sebutan bagi warga pribumi oleh Belanda kala itu. Sementara itu ayah Maria yang sedang sakit Haji Acim (Mansyur Syah) juga demikian, ia menginginkan anaknya memiliki suami orang pribumi yang taat dan soleh.

Mengingat sakitnya yang kian parah, Haji Acim menyuruh Maria untuk mengenalkan pacarnya padanya. Maka segeralah Maria berangkat ke rumah John untuk mengajaknya kerumah, namun belum lagi masuk kedalam, Maria sudah di usir oleh ayah John yang mengatakan kalau ia tidak butuh babu. Maria sedih dan kecewa, ia pun pulang dengan menumpang Sado. Melihat kesedihan penumpangnya, maka supir Sado, Husin (Krisbiantoro) pun iseng-iseng menanyakan penyebabnya pada Maria. Setelah berhasil mengeluarkan uneg-unegnya, maka Husin pun akhirnya bersedia membantu Maria untuk berpura-pura menjadi pacar Maria yang akan di kenalkan pada Haji Acim yang sedang sakit keras. Maka datanglah Husin ke pada Haji Acim dan mengaku telah berpacaran selama 5 bulan. Selama itu pula Maria belum pernah mengenalkannya pada ayahnya.

Sementara itu, ketika Maria sedang mencuci pakaian di kali, John menyusulnya ke kali dan akan mencium Maria. Namun Maria menolaknya yang membuat John menjadi kesal. Sepulang dari mencuci, Maria sudah ditunggu oleh uwaknya di jalan, agar Maria segera menjemput Husin atas perintah Haji Acim ayahnya. Maria di buat bingung, namun agar tidak terjadi apa-apa maka Maria menuruti perintahnya dan segera menjemput Husin.

Setelah Maria dan Husin sampai di rumah, maka baru tahulah ia kalau keduanya akan di nikahkan, karena Haji Acim merasa waktunya sudah dekat walau ajal adalah urusan yang Maha Kuasa. Kali ini untuk menyenangkan orangtuanya lagi-lagi Maria meminta tolong kepada Husin agar ia mau menikahinya secara pura-pura dengan syarat setelah seminggu diceraikan dan tidak boleh tidur sekamar. Karena merasa sudah menolong, maka Husin pun setuju untuk menolong sekalian. Maria dan Husin pun di nikahkan di hadapan penghulu dan secara hokum pernikahan mereka pun sah.

Haji Acim pun senang dan sayang sekali kepada menantunya. Masalah lain timbul, setelah menikahi Maria, Husin mulai jatuh cinta pada Maria dan menuntut Maria untuk melayaninya sebagai suami istri, namun sayang Maria tidak rela begitu saja. Sehingga Husin pun menerima saja, dan tidak jadi melakukan hubungan suami istri.

*****

Di Jalan Husin bertemu dengan John yang sepedanya mogok, john menumpang pada Sado Husin dan minta di antarkan pada rumah Maria. Setelah sampai di rumah Maria, dengan siulan khasnya, John memanggil Maria untuk keluar. Maka bertemulah mereka berdua, dan akhirnya Maria berterus terang kalau dirinya sudah menikah pura-pura dengan Husin, namun Husin yang menguping tidak terima kalau ia menikah pura-pura, ia pun berterus terang pada John kalau pernikahanya adalah sah. John pun marah. Husin dan John berkelahi, sementara Maria lari kerumah setelah diberi pilihan oleh John untuk memilih ia atau Husin.

Akibat perkelahian dengan John, dampaknya Husin menjadi buronan Kompeni. Ia pun tertembak ketika sedang berlari menghindar dari Kompeni yang mencarinya, sementara itu Maria kabur dari rumah. Dalam proses melarikan diri, Maria di ganggu oleh orang jahat dan harta bendanya pun di rampas. Keesokan harinya, orang-orang di buat heboh atas ditemukannya seorang mayat wanita. Sementara itu atas kaburnya Maria, Husin berusaha mencarinya, dan menemukan orang yang merampas baju-baju Maria dan menjualnya di pasar. Husin pun membelinya dan membawannya kerumah Haji Acim. Akhirnya mereka yakin kalau mayat perempuan yang mengapung di kali adalah mayat Maria.

Setelah kematian Maria di kali Ancol, maka pada malam-malam tertentu Maria sering memunculkan diri yang membuat orang-orang pun takut.

*****

Maria si manis jembatan Ancol, atau ada juga yang mengenalnya Mariam, adalah sebuah legenda yang sampai saat ini masih menjadi misteri ceritanya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »