Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘KPFIJ’

RICO TAMPATTY & CHICHA KOESWOYO DALAM FILM “IDOLA REMAJA”

Posted by Toto Andromeda on April 28, 2016

Idola Remaja

Idola Remaja

JUDUL FILM                        : IDOLA REMAJA

SUTRADARA                       : MAMAN FIRMANSYAH

CERITA                                  : DEDDY ARMAND

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT. RAPI FILM

ILUSTRASI MUSIK            :  DODO ZAKARIA

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : CHICHA KOESWOYO, RICO TAMPATY, EKKI SOEKARNO, ZAINAL ABIDIN, SOFIA WD

SINOPSIS :

Adegan di buka dengan konser Rico & Group dengan penonton yang sangat membludak dipenuhi oleh anak-anak muda.  Rico adalah penyanyi yang sangat di gandrungi oleh para kawula muda. Ia menjadi idola para remaja. Sebagai seorang idola, Rico menjadi sangat sibuk untuk mengatur jadwal dengan bayaran yang tinggi, hingga suatu saat datanglah dua orang utusan dari sebuah Yayasan Panti Asuhan yang ingin menghadirkan Rico untuk menyanyi dengan biaya gratis, yayasan hanya menyediakan fasilitas saja. Namun sebagai seorang penyanyi yang sedang naik daun, Rico menolaknya dan mengusulkan untuk menghadirkan penyanyi lain yang mau untuk tidak dibayar.

Mendengar maksud kedatangan dua orang dari yayasan panti asuhan Ibunya Rico (Sofia WD) memanggil Rico dan menyuruhnya untuk membantu panti tersebut. Dengan pertimbangan dari ibunya, akhirnya Rico mau menerima tawaran tersebut.

Pada suatu konsernya, Rico di ganggu oleh sekelompok anak muda yang mencoba mengacaukan konsernya. Namun, dengan berbesar hati, Rico menyuruh sekelompok anak muda tersebut untuk naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu. Chicha (Chicha Koeswoyo), Ekki (Ekki Soekarno) dan kawan-kawannya naik kepanggung dan menyanyikan sebuah lagu Tiada Lagi yang Lain.  Sepulang di rumah, Chicha sudah ditunggu ayahnya (Zainal Abidin) yang menganggapnya liar karena selalu pulang kerumah. Chicha adalah korban dari perbuatan kedua orangtuanya yang bercerai. Chicha merasa kesepian karena itulah ia melampiaskannya dengan berhura-hura dan pulang malam.  Chicha hanya butuh kasih sayang.

*****

Selepas mengganggu konser Rico, Chica datang ke tempat Rico. Dengan cueknya ia meminta tanda tangan, begitu selesai langsung pergi. Kecuekan Chicha justru membuat Rico penasaran padanya. Hal ini membuat Chicha dan Rico semakin dekat dan menumbuhkan cinta diantara keduanya. Rico dan Chicha menjadi saling peduli satu sama lain, meski sesekali Chicha cemburu pada penggemar-penggemar Rico.

Kedekatan Chicha dan Rico membawa perubahan pada diri Chicha, ini pula yang dirasakan oleh ayahnya. Chicha menjadi lebih baik.  Namun kedekatan ini tidak diterima oleh Ekki yang diam-diam mencintai Chicha.  Ekki marah, akibat kecemburuannya hingga Rico di setrum saat sedang latihan dan menyebabkan kelumpuhan.  Keadaan ini membuat Rico menjadi rendah diri dan semakin down dibuatnya apalagi ketika sedang konser Rico hanya duduk yang membuat para penonton marah dan melemparinya, meski Chicha dan Ibunya selalu member semangat.  Puncaknya adalah saat ibunya jatuh, Rico berdiri dan menggendong ibunya, saat itulah Rico sembuh dan bisa berdiri kembali.  Rico kembali pada Rico yang dulu, konserpun di lanjutkan, Rico menjadi Idola Remaja.

 

 

Advertisements

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RAE SITA & JALAL DALAM FILM ” 3 CEWEK INDIAN “

Posted by Toto Andromeda on April 18, 2016

3 Cewek Indian

3 Cewek Indian

JUDUL FILM                        : TIGA CEWEK INDIAN

SUTRADARA                       : AZWAR AN

CERITA                                  : LUKMANTORO DS, AZWAR AN

PRODUSER                          : BUTJUK S

PRODUKSI                           :  PT.  SAFARI SINAR SAKTI FILM

ILUSTRASI MUSIK            : GATOT SUDARTO

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM KOMEDI

PEMAIN                               : RAE SITA, ENNY HARYONO, TATIEK WARDIYONO, IRNY YUSNITA, BENNY GAOK, (SURYA GROUP) A DJALAL, SUPRAPTO, HERRY KOKO, SUNARYONO, MOERTRI PURNOMO, BANDIAH

SINOPSIS :

Embun Pagi (Enny Haryono) anak kepala suku patah arang dan Pelangi (Tatiek Wardiyono) ditangkap oleh orang-orang kota karena protes terhadap birokrasi sehingga tidak bisa mengekspor sapi, yang bisa mengekspor adalah orang-orang kota. Alih-alih bisa mengekspor sapi, Embun pagi dan Pelangi malah ditangkap oleh Alhara (A Jalal) tangan kanan dari Benino (Benny Gaok) seorang pengekspor sapi Mexico.  Embun pagi dan Pelangi ditahan oleh mereka. Namun demikian ada satu orang yang lolos yaitu Cempaka (Irny Yusnita) yang segera melaporkan kejadian yang menimpa Embun pagi dan Pelangi pada kepala Suku Patah Arang (Rae Sita).

Kepala Suku Patah arang akhirnya menyuruh Cempaka dan Ombak Samudera untuk menyelamatkan Embun dan Pelangi. Namun usahanya sia-sia karena penjagaan di kota sangat ketat.

Sementara itu Benino kedatangan Abdul Gopar (Herry Koko) mantan atasannya dan John Cosmos yang ingin ikut membantu Benino yang telah sukses. Benino memiliki seorang anak Bernito (Suprapto). Tugas dari Abdul Gopar adalah mengawasi tahanan sedangkan Tugas John Kosmos adalah mengawasi Bernito. Namun di sela-sela tugasnya dan tahanan, Embun pacaran dengan Bernito sedangkan Abdul Gopar pacaran dengan Pelangi. Tujuan embun memacari Bernito adalah agar ia bisa lolos dari tahanan, sedangkan Abdul Gopar dan Pelangi berpacaran untuk bersekongkol mencuri sapi-sapi Benino.

*****

Di suku patah arang yang telah putus asa menyelamatkan Embun dan pelangi akhirnya memiliki kebijaksanaan untuk memblokir sayuran ke kota sehingga Benino tidak bisa makan sayur. Ia menyuruh Ago anak buahnya untuk mengimpor kangkung sintetis sebanyak 2 ton. Suku patah arang menyatakan perang dengan Benino. Dan Benino sendiri juga menyatakan perang dengan suku patah arang. Mereka masing-masing mempersiapan diri untuk latihan perang.

Peperangan hampir saja terjadi, namun berkat siasat Bernito agar di jadikan sandera oleh Embun, akhirnya perang dapat di hindarkan.  Mereka akhirnya berdamai, namun masih ada yang berkhianat. Segera mereka menuju pelabuhan dimana Pelangi dan Abdul Gopar sedang bersiap untuk menjual sapi, namun pembeli curiga dan akan menghubungi Benino pemilik sapinya. Akhirnya Abdul Gopar dan Pelangi di usir.

***

Sebuah drama komedi dengan latar suku Indian, cukup menghibur.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RATNO TIMOER DALAM SIBUTA DARI GUA HANTU EPS. LEMBAH MAUT

Posted by Toto Andromeda on April 12, 2016

Lembah Maut

Lembah Maut

JUDUL FILM                        : SI BUTA DARI GOA HANTU ‘ LEMBAH MAUT “

SUTRADARA                       : H. RATNO TIMOER

CERITA                                  : GANES TH

SKENARIO                           : H RATNO TIMOER

MUSIK                                  : HARRY RUSLI

PRODUSER                          : HENDRO WARSITO

PRODUKSI                           :  PT.  DAYA ISTERI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1990

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                               : H RATNO TIMOER, PIET BURNAMA, JOHAN SAIMIMA, ALBA FUDARA , S PARYA, HERMAN RUKMANA, TOMMY SANKURIANG,

SINOPSIS :

Barda (Ratno Timoer) melanjutkan pengembaraan di hari ke tujuh bersama sahabat setianya Kliwon seekor monyet yang setia kemana Barda berjalan. Tibalah saatnya Barda di sebuah lembah, ia merasakan sebuah keanehan di tempat tersebut. Sementara itu serombongan orang sedang berjalan membawa obat-obatan untuk dibawa ke desa Tantena untuk mengobati wabah yang sedang melanda secepat angin di desa Pandolo.  Rakyat yang tidak berdosa di serang wabah penyakit kusta.  Rombongan tersebut bertemu dengan Barda, si buta dari goa hantu ketika di serang oleh para penyerang gelap yang ingin menghancurkan obat-obatan.

Namun berkat bantuan Si buta dari goa hantu, akhirnya mereka sampai juga ke desa  Tantena yang di pimpin oleh Puang Marempang (Robert Syarief). Puang Marempang adalah kepala desa bersama Ketua pengobatan PUang Tombalang (Aspar Paturusi), namun meski adanya  wabah tersebut, Tombalang tidak berbuat apa-apa.  Datang juga ke desa tersebut Badai Teluk Bone (Piet Burnama) mantan sahabat Marempang yang pernah berseteru dan dianggap bejat. Meski pada awalnya kedatangan  Badai teluk bone di tolak oleh Marempang, namun berkat Ranggi, putri Marempang akhirnya Badai Teluk Bone diterma untuk mengabdi sebagai tabib.

Segala cara di tempuh untuk mengobati kusta, namun hambatan demi hambatan di temui. Sebab musabab darimana asal penyakit tersebut juga tidak belum diketahui. Sementara itu Marempang di adili di depan rakyatnya atas hasutan seorang bertopeng yang telah menghasut warga dan menuduh Marempang telah  menyalahgunakan jabatan. Namun berkat penyelidikan akhirnya di ketahui siapa sebenarnya biang keladi semua kejadian dan wabah penyakit tersebut.

Adalah Santika yang mengasuh Ranggi, yang akhirnya menceritakan siapa sebenarnya Tombalang, yang sudah lama menyimpan dendam terhadap Marempang akibat rasa iri hati padanya.  Santika dibunuh karena telah membocorkan rahasia,

Warga desa akhirnya terbebas dari wabah tersebut, sementara Barda akhirnya mengetahui kalau Badai Teluk Bone adalah ayah dari Ranggi, namun hal itu dibiarkan menjadi misteri bagi Ranggi, karena Badai Teluk Bone tidak menceritakan yang sesungguhnya pada Ranggi, ia pergi dari hadapan Marempang dan Ranggi. Sementara itu Barda melanjutkan perjalanan. Namun ditengah jalan terdengar jeritan Ranggi yang sedang di ikat oleh orang bertopeng. Barda segera mendekatinya dan menyuruh melepaskannya, Barda sudah mengetahui siapa sebenarnya orang bertopeng tersebut.  Orang bertopeng hitam menyandera Ranggi.  Ranggi berhasil diselamatkan, sedangkan orang bertopeng hitam yang tak lain adalah Tombalang akhirnya tewas setelah bertarung.

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

MARINI & ROBY SUGARA DALAM FILM “NILA DI GAUN PUTIH”

Posted by Toto Andromeda on April 8, 2016

Nila Di Gaun Putih

Nila Di Gaun Putih

JUDUL FILM                        : NILA DI GAUN PUTIH

SUTRADARA                       : A RACHMAN

CERITA                                  : SANDY SUWARDI HASSAN

SKENARIO                           : SANDY SUWARDI HASSAN

MUSIK                                  : SUDHARNOTO

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT.  RAPI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1981

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : MARINI, ROBBY SUGARA, RINI S BONO, MIEKE WIJAYA, DANA CHRISTINA, COK SIMBARA,  SOFIA WD, CHITRA DEWI, PIET BURNAMA, FACHRUL ROZY, FARADILA SHANDY

SINOPSIS :

Ny. Ismail (Sofia WD) beserta anaknya Dewi (Marini) dan adiknya Johan remaja (Farhul Rozy) hidup di sebuah rumah kontrakan setelah ayahnya meninggal.  Ny. Ismail bahkan akhirnya menderita kebutaan. Dewi sebagai seorang kakak yang harus menghidupi keluarganya dari bekerja tidak memperdulikan diri sendiri karena ingin menyekolahkan Johan hingga lulus, sedangkan Dewi sendiri lebih sibuk untuk bekerja.  Dewi memiliki seorang kekasih bernama Lukman (Robby Sugara).  Ketika Lukman merasa sudah cocok, maka ia ingin melamar dan menikahi Dewi, namun Dewi memiliki persyaratan untuk menunggu 3 tahun lagi setelah adiknya lulus.  Dewi memohon pada Lukman agar pernikahannya di undur. Namun berkat dorongan ny. Ismail, akhirnya Dewi batal untuk memundurkan rencana pernikahannya dengan Lukman dan mengajukannya kembali.

Ibu Lukman (Mieke Wijaya) menyetujui pilihan Lukman, karena baginya kebahagiaan Lukman adalah segalanya, karena ia merasa hanya tinggal memiliki Lukman saja. Namun berkat hasutan dari Hendry (Piet Burnama), akhirnya Ibu Lukman tidak menyetujuinya setelah Hendry menghasut dan menceritakan kejelekan keluarga Dewi. Hendry punya maksud tersendiri agar ia dapat menjodohkan keponakannya Rina (Rini S Bono) dengan Lukman. Mendapati sikap Ibunya yang tiba-tiba tidak menyetujui pilihannya, Lukman kaget, apalagi setelah ibunya mengancam akan bunuh diri jika Lukman tidak mengikuti sarannya. Lukman dilemma, namun akhirnya ia mengikuti keinginan ibunya dan menikah dengan Ratih. Bagi Rina sendiri pernikahan ini tidaklah bahagia karena kerapkali Lukman masih di hantui perasaannya dengan Dewi. Kali ini Hendry menang, karena rencana menjodohkan keponakannya dengan lukman berhasil.

Dewi akhirnya berhasil membiayai kuliah Johan hingga selesai. Johan dewasa (Cok Simbara)  akhirnya menikah dengan seorang gadis pilihannya Ratih (Dana Christina). Ratih remaja sebelumnya di perankan oleh Faradilla Sandy. Ratih sendiri sebenarnya adalah anak dari Hendry , namun sejak kecil Hendry sudah meninggalkannya. Ia adalah laki-laki yang tidak bertanggungjawab. Hendry juga menjadi pesakitan di penjara, namun berhasil melarikan diri.

Keluarga Ismail akhirnya tinggal di rumah Ratih, istri Johan bersama Dewi dan Ny. Ismail. Sementara itu Hendry yang telah melarikan diri dari penjara mengetahui keberadaan Dewi. Ia tidak suka dan ingin kembali menyingkirkan Dewi. Apalagi setelah mengetahui kalau Dewi sekarang tinggal bersama anak kandungnya. Maka dengan berlagak sebagai seorang yang baik, ia datang ke rumah Ratih dan memperkenalkan kalau ia adalah ayah Ratih, Ratih tidak curiga dan menerima begitu saja ayahnya yang merubah nama menjadi Handoko. Kehadiran Handoko adalah awal dari keretakan keluarga Johan. Handoko yang pemabuk dan penghambur uang mulai melancarkan aksinya dirumah tersebut, dari perabot rumah tangga, koleksi peninggalan mama Ratih hingga perhiasan ratih satu persatu hilang, tanpa tahu siapa yang mencurinya. Handoko menghasut kalau Dewilah yang mencurinya. Johan terpojok, disisi lain ia tidak enak dengan Ratih istrinya tapi di sisi lain Dewi di curigai, karena setelah terjadi kehilangan Dewi berbelanja untuk keperluan obat ibunya, meski tanpa tahu kalau itu adalah hasil penjualan anting Dewi.

Puncaknya adalah ketika Johan dan Ratih menginginkan siapapun yang mencuri dirumah tersebut, maka harus keluar dari rumah itu. Ny. Ismail merasa tersinggung, ia menganggap Johan adalah anak yang durhaka. Akhirnya dewi pergi dari rumah Johan.

Kepergian Dewi dan Ibunya membuat Johan mencari sumber penyebabnya. Akhirnya ia mengetahui bahwa biang keladi selama ini adalah ayah Ratih sendiri, yang mencuri dirumah itu. Akhirnya Johan dan Ratih mengusir Handoko.

***

Sepeninggal dari rumah Johan, Dewi bekerja di keluarga Lukman. Nyonya Lukman atau Rina pun merasa cocok dengan kehadiran Dewi yang bertugas merawat anak-anaknya, sementara Lukman sendiri sedang bertugas diluar.  Rina yang sedang sakit selalu meminum obat dengan susu dengan dibantu oleh Dewi. Namun lagi-lagi Handoko hadir ditengah mereka. Handoko ingin sekali menyingkirkan Dewi. Ketika Handoko atau Hendry memasukkan racun untuk membunuh Dewi, usaha itu tidak berhasil karena yang terjadi susu tersebut diminum oleh Rina. Maka meninggallah Rina. Lukman yang saat itu sudah kembali pun akhirnya bersatu lagi dengan Dewi. Sementara Johan menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada ibunya, ny. Ismail, keluarga tersebut pun utuh kembali.

Sedangkan Hendry alias Handoko akhirnya ditangkap oleh polisi karena ia adalah buronan yang selama ini dicari.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO & YESSY GUSMAN DALAM FILM ” SEMAU GUE”

Posted by Toto Andromeda on April 4, 2016

semau gue

semau gue

JUDUL FILM                        : SEMAU GUE

SUTRADARA                       : ARIZAL

SKENARIO                           : EDDY D ISKANDAR

CERITA                                  : EDDY D ISKANDAR

PRODUKSI                           :  PT. TIGA SINAR MUTIARA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1977

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : YENNY RACHMAN, RANO KARNO, YESSY GUSMAN, CITRA DEWI, KAHARUDIN SYAH, BAMBANG IRAWAN, PONG HARYATMO, ADISOERYA ABDI

SINOPSIS :

Citra (Yenny Rachman) dan Andi (Rano Karno) adalah kakak beradik yang bersekolah di sebuah SMA yang sama. Keduanya memiliki perbedaan yang mencolok di sekolah, Citra lebih suka bermain-main dan gonta ganti pacar, sedangkan Andi adalah seorang anak yang cerdas dengan prestasi yang bagus di sekolah.  Karena merasa sebagai seorang adik laki-laki yang harus melindungi kakaknya, seringkali Andi bersitegang dengan Citra karena Andi selalu melarang Citra, apalagi ketika Citra harus selalu berbohong pada orangtuanya dengan dalih belajar kesenian sehingga harus selalu keluar rumah dan pulang malam.

Namun apapun alasan Andi yang mencoba memberitahukan pada ibunya (Citra Dewi) tentang kegiatan dan ulah Citra sebenarnya, selalu tidak bisa diterima, bahkan ibunya selalu membela Citra kalau anak perempuannya selalu benar memberi alasan. Tidak seperti ayahnya, ibunya selalu berat sebelah pada Citra.  Seringkali Andi memperingatkan Citra untuk tidak pacaran dan lebih mementingkan pelajaran, namun ujung-ujungnya Andi yang selalu disalahkan oleh ibunya.  Percekcokan di dalam rumah tersebut selalu terjadi antara kakak dan adik.

Di sekolah, ada seorang gadis yang memberi perhatian pada Andi, Nina (Yessy Gusman) sekaligus sebagai teman curhat. Andi pun menyukai Nina. Meski prestasi Andi bagus, namun ibunya tidak percaya dan menuduh Andi selalu menyontek ketika ujian, sedangkan prestasi Citra yang jeblok bahkan tidak naik kelas namun selalu di bela oleh ibunya. Keadaan ini membuat Andi merasa diperlakukan tidak adil, ia merasa ibunya pilih kasih. Hingga akhirnya sebuah kebenaran pun terungkap, Andi bukanlah anak kandung mereka, namun anak angkat yang diambil dari sahabatnya (Kaharuddin syah) yang telah mengorbankan nyawanya untuk ayah Citra, hingga seperti sekarang ini. Ayah Andi menyerahkan Andi pada Ayah Citra menjelang ajalnya akibat di bunuh oleh perampok. Mendengar kalau Andi sebenarnya bukan anak kandungnya membuatnya merasa tidak pantas tinggal dirumah tersebut. Akhirnya Andi kabur dengan meninggalkan sebuah surat, tak lupa Andi juga membuat surat untuk Nina.

Andi sempat terlunta-lunta dengan bekerja sebagai kenek angkutan umum. Melalui sahabatnya, Nina mengetahui kegiatan Andi yang kini dilakukan, meski ia tidak memberitahukan dimana ia tinggal. Melalui kesabarannya akhirnya Nina berhasil bertemu Andi, dan menceritakan kalau orangtua Andi mencarinya dan Nina juga bercerita bahwa Citra sudah berubah dan sebagian harta keluarga Citra adalah harta Andi yang diwariskan oleh Ayah Andi.

Andi pun kembali kerumah,s etelah mengetahui Citra hamil. Agar kehormatan keluarga tidak tercoreng, Andi bersedia menikahi Citra, namun Citra merasa bersalah pada Andi hingga ia meminta pertanggungjawaban pada orang yang telah menghamilinya. Namun sayang sekali ia tidak mau bertanggungjawab. Akibatnya  Citra marah dan menusuknya dengan gunting yang telah di persiapkan dari rumah.

*****

Sebuah drama keluarga yang penuh sarat moral, sebuah keluarga harus didasari rasa saling percaya dan tidak saling curiga.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

PERINGATI HARI FILM NASIONAL KE 65, KPFIJ GELAR NOBAR #BIOSKOPKLASIK BARENG OLX

Posted by Toto Andromeda on March 30, 2015

M

KPFIJ dan Olx beserta Bintang Tamu

KPFIJ dan Olx beserta Bintang Tamu

emperingati bulan film nasional yang ke 65 yang diperingati tiap tanggal 30 Maret, Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul  atau KPFIJ kembali menggelar nonton bareng. Tontonan bareng yang merupakan agenda tahunan di hari film nasional ini adalah tontonan untuk kesekian kalinya, dan kali ini KPFIJ menggandeng OLX untuk bekerjasama dalam pemutaran film ini.

Olx adalah situs iklan berbaris yang mempertemukan antara penjual dan pembeli dengan slogannya Cara tepat jual cepat. Atas support dari OLX akhirnya nobar yang di gelar oleh KPFIJ dapat berlangsung dengan baik. Tema tontonan dalam rangka memperingati hari film Nasional sebagai wujud dari apresiasi masyarakat khususnya komunitas adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap film Indonesia agar menjadi tuanrumah di negeri sendiri. Maksud dan tujuan diadakan nobar ini juga agar dapat menyebarkan virus kecintaan terhadap film Indonesia.

Sherly Malinton dan Yessy Gusman

Shirley Malinton dan Mas Anto OLX

Shirley Malinton dan Mas Anto OLX

Nobar #BioskopKlasik ini terselenggara dengan memutar film Gita Cinta Dari SMA yang bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, bersamaan dengan Gelaran Filartc (Film and Art Celebration) 2015 yang di gelar di area TIM.  KPFIJ menghadirkan Yessy Gusman dan Shirley Malinton dalam pagelaran ini sebagai bintang tamu yang ikut meramaikan acara. Tentu saja ingatan para penonton yang diundang akan tertuju pada ingatan dimasa lalu terhadap film Indonesia.

Kalau ada yang bertanya apa alasan memilih film Gita Cinta dari SMA untuk diputar, adalah agar masyarakat turut mengapresiasi pekerja film yang sudah senior, dan virus film Indonesia akan terus bergulir seiring berkembangnya jaman meski persaingan film Indonesia semakin ketat dengan film asing, namun diharapkan dengan nobar seperti ini, kecintaan akan film Indonesia akan terobati.

Dan bagi kami komunitas Pecinta FIlm Indonesia Jadul selalu mengharapkan semoga acara-acara ini akan terus terselenggara dengan inisiatif komunitas dan mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia dan pihak-pihak lain yang mau menjadi sponsor kami dalam mewujudkannya.

Tak lupa kami ucapkan “SELAMAT HARI FILM NASIONAL” yang ke 65, semoga film Indonesia makin jaya, tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tetap di cintai oleh masyarakat tanpa memandang kelas.

Berikut Galery foto dari lokasi :

Personel KPFIJ ikut bazar sebagai sellernya OLX

Personel KPFIJ ikut bazar sebagai sellernya OLX

Registrasi Penonton

Registrasi Penonton

Penonton menerima goodibag

Penonton menerima goodibag

Kru KPFIJ

Kru KPFIJ

Kedatangan Shirley Malinton

Kedatangan Shirley Malinton

Berbincang dengan Yessy Gusman dan Shirley malinton

Berbincang dengan Yessy Gusman dan Shirley malinton

Cenderamata dan OLX dan KPFIJ

Cenderamata dan OLX dan KPFIJ

Presscon

Presscon

dari kiri : Aris, Nourma, Yessy Gusman, Alif (OLX), Shirley malinton, Toto

dari kiri : Aris, Nourma, Yessy Gusman, Alif (OLX), Shirley malinton, Toto

IMG_2880

KPFIJ , artis dan OLX

KPFIJ , artis dan OLX

Perwakilan Fans Nike Ardilla dan Paramitha Rusady

Perwakilan Fans Nike Ardilla dan Paramitha Rusady

Tamu dari Nike Ardilla Fans Community dan Paramitha Rusady Fans

Tamu dari Nike Ardilla Fans Community dan Paramitha Rusady Fans

 

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

RATNO TIMOER DALAM FILM ” SIBUTA DARI GOA HANTU EPS NERAKA PERUT BUMI “

Posted by Toto Andromeda on February 13, 2015

Neraka Perut Bumi

Neraka Perut Bumi

JUDUL FILM : SI BUTA DARI GOA HANTU ‘ NERAKA PERUT BUMI’
SUTRADARA : H. RATNO TIMOER
CERITA : GANES TH
SKENARIO : PITRAJAYA BURNAMA, RATNO TIMOER
PRODUKSI : PT. RAPI FILM
TAHUN PRODUKSI : 1985
JENIS : FILM SILAT
PEMAIN : RATNO TIMOER, ENNY BEATRICE, ADVENT BANGUN, PITRAJAYA BURNAMA, LINDA HUSEIN, HARRY CAPRI, HIM DAMSIK, NINA ANWAR, LINDA ANWAR, YETTY LOREN
SINOPSIS :
Pengembaraan Barda Mandrawata (Ratno Timoer) dan Kliwon monyet kecilnya sampai di sebuah desa Telagasari, dimana penguasa wilayah sekitarnya Raden Parna (Advent Bangun) selalu mencari korban wanita persembahan untuk Batara Kalla. Dengan dibantu oleh Paragodam (Him Damsyik), Raden Parna selalu mengikuti sarannya. Sarimbi (Enny Beatrice) adalah kembang desa Telagasari yang menjadi incaran Raden Parna sebagai wanita persembahan berikutnya. Dengan menyuruh anak buahnya, Raden Parna menyuruh agar dapat membawa Sarimbi kehadapannya. Namun niat anak buah Raden Parna di haling-halangi oleh Barda yang berhasil menyelamatkan Sarimbi. Sarimbi adalah anak perempuan Didu (Pitrajaya Burnama) yang tinggal bersama adiknya Sardi.
Atas ketidakberhasilan anak buahnya, akhirnya Raden Parna turun tangan sendiri untuk membawa Sarimbi ke hadapannya. Namun niatnya juga dihalang-halangi oleh Barda. Setelah beradu ilmu, ahirnya Raden Parna kalah dari Barda. Raden Parna meminta bantuan pada Batara Kalla untuk membunuh Barda, namun Batara Kalla juga tidak berhasil. Raden Parna kecewa terhadap batara kalla.
Karena berkali-kali gagal membawa Sarimbi, akhirnya Raden Parna kembali menyuruh anak buahnya untuk menyerang rakyat telaga sari dengan didampingi Parda (Harry Capri) tangan kanan Parna. Ayah Sarimbi dibunuhnya, dan Sarimbi akhirnya berhasil di bawa ke hadapan Parna. Merekapun merencanakan pernikahan Sarimbi dengan Raden Parna, sedangkan Sardi berhasil selamat dan terpisah dengan Sarimbi. Pernikahan dilakukan ketika bulan purnama tiba.
Barda berusaha untuk membebaskan Sarimbi, namun sayang kali ini dapat ditangkap dan di jebloskan ke neraka perut bumi, tempat dimana orang tidak akan bisa lolos. Raden Parna juga mempekerjaan orang sebagai pekerja paksa. Di Telagasari Sardi berhasil menghimpun kekuatan bersama dan berhasil membebaskan para pekerja paksa serta menyerbu tempat Raden Parna yang sedang mempersiapkan pernikahan bersama Sarimbi. Barda berhasil lolos dari tempat penyekapannya, dan berhasil menghancurkan patung Batara Kalla. Bersama hancurnya Batara Kalla, Parna juga turut hancur.
Sarimbi berhasil di selamatkan. Sedangkan Barda melanjutkan pengembaraannya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ZAITUN SULAEMAN & ZIEALA JALIL DALAM FILM “PENDEKAR MATA SATU”

Posted by Toto Andromeda on February 11, 2015

Pendekar Mata satu

Pendekar Mata satu

JUDUL FILM : PENDEKAR MATA SATU
SUTRADARA : SA KARIM
CERITA : DJASMAN DJAKIMAN
SKENARIO : FIRMAN TRIYADI
PRODUSER : DENNY H W
PRODUKSI : PT. KANTA INDAHFILM
TAHUN PRODUKSI : 1989
JENIS : FILM SILAT
PEMAIN : ZAITUN SULAEMAN, SUTRISNO WIJAYA, MALEK NOOR, ANTO CHANIAGO, ZIELA JALIL, JOSEPH HUNGAN

SINOPSIS :
Datuk Alang (Sutrisno Wijaya) di serang Limbong (Malek Noor) yang meminta tanah kekuasaan ayahnya di kembalikan. Datuk Alang terluka dan ditolong oleh Setan kuning yang tinggal di sungai emas. Setan Kuning memberitahukan pada Alang kalau ia bersedia menjadi tangan kanannya asalkan ia diberi uang dan perempuan. Setan kuning juga menyarankan agar Alang memiliki Sabuk badak dan Conde emas agar ia memiliki tubuh yang kebal dan dapat mengalahkan Landai dan Limbong. Alang memiliki Conde emas sementara Sabuk badak dipegang oleh kakak seperguruannya. Datuk Alang (Sutrisno Wijaya) dan Landai adalah adik kakak seperguruan. Gurunya Datuk Gading menginginkan kedua muridnya agar tidak memiliki sepasang Sabuk badak dan Conde emas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun berkat hasutan Setan emas, Alang meracuni Landai kakak seperguruannya yang sedang sakit dan merebut sabuk badak.
Landai akhirnya tewas oleh Alang. Anak Landai berhasil selamat meski sebelumnya matanya terkena tombak yang dilemparkan oleh Alang. Anak Landai bernama Galak akhirnya ditolong oleh Buntar seorang abdi di sebuah perguruan. Galak di latih ilmu silat hingga dewasa.
Sementara itu setelah memiliki Sabuk Badak dan Conde Emas, perbuatan Alang semakin sewenang-wenang terhadap penduduk kampong. Limbong yang sebelumnya mengalahkannya pun akhirnya harus tewas di tangan Alang. Perbuatan Alang dengan dibantu oleh Setan Kuning banyak merugikan warga. Mereka berbuat sewenang-wenang. Alang juga mengambil seorang gundik dari Mak Naning, wanita berusia 16 tahun bernama Kenanga (Ziela Jalil). Kenanga di jadikan gundik oleh Alang. Kenanga adalah gadis buta yang diasuh oleh mak Naning karena kedua orang tuanya sudah meninggal.
Sementara itu Galak di tempat untuk belajar ilmu silat. Hingga saatnya tiba, ia turun gunung. Dengan di temani Buntar, Galak mencari pembunuh orang tuanya. Ditengah jalan ia bertemu dengan Kenanga yang ditolongnya karena Kenanga terjatuh. Mereka tidak tahu kalau Kenanga adalah gundik Alang. Alang dan Buntar berteman dengan Kenanga. Kehadiran Buntar dan Galak di kampung membuat kaki tangan Alang marah. Ia menangkap Buntar dan Galak di rumah Kenanga dan menuduhnya berzina. Namun akhirnya kedua orang tersebut di lepas oleh Alang, namun Alang menyuruh mengawasinya.
Samar-samar Galak berusaha mengingat siapa Alang, namun ia tidak yakin. Berkat bantuan Buntar yang menyelidikinya, akhirnya Galak yakin kalau Alang adalah orang yang dicari selama ini. Galak menuntut balas kematian orang tuanya. Berkat bantuan Kenanga yang menelan conde emas milik Alang, akhirnya Galak berhasil menghabisi Alang dan merebut kembali Sabuk Badak.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

LENNY MARLINA DALAM FILM “SELALU DIHATIKU”

Posted by Toto Andromeda on February 10, 2015

J

Selalu Dihatiku

Selalu Dihatiku

UDUL FILM : SELALU DI HATIKU
SUTRADARA : HASMANAN
CERITA : HASMANAN
SKENARIO : ARIFIN C NOER
PRODUSER :
PRODUKSI : PT. RAPI FILM
TAHUN PRODUKSI : 1975
JENIS : FILM DRAMA
PEMAIN : LENNY MARLINA, HENDRA CIPTA, KUSNO SOEDJARWADI, SANTI SARDI, MARLIA HARDI, RENDRA KARNO,
SINOPSIS :
Cerita bermula setelah pertemuan Lily (Lenny Marlina) dengan Arif Budiman (Hendra Cipta) pada suatu kesempatan akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan. Lily adalah seorang mahasiswi sedangkan Arif adalah seorang pengusaha dengan modal yang di wariskan dari ayahnya. Perusahaan Arif berkembang pesat dengan di bantu oleh Kus Subroto (Koesno Soedjarwadi).
Setelah menikah dan punya anak, Lily masih meneruskan sekolah untuk memenuhi ambisinya sebagai seorang psikolog, sedangkan Arif sibuk dengan pekerjaannya. Mereka di karuniai seorang anak bernama santi (Santi Sardi). Akibat kesibukan kedua orang tuanya, terkadang ketika bangun tidur kedua orang tua santi sudah tidak ada dirumah. Keadaan ini berulang terus hingga santi merasa kesepian.
****
Untuk menghilangkan kejenuhan Lily mengajak keluarganya mengunjungi kakek dan nenek Santi di Garut. Kebahagiaan Santi pun terlihat karena ia dapat merasakan kedekatan dengan papa dan mamanya. Ketika di Garut Lily merasakan sakit yang terus di bawanya hingga ke Jakarta. Nenek santi (Marlia Hardi) pun ikut mereka ke Jakarta. Ketika Lily merasa kalau sakitnya sudah sembuh maka ia menyuruh ibunya, nenek santi untuk pulang ke Garut karena kasihan dengan kakek yang ditinggal cukup lama. Selama sakit Lily banyak mendapat dukungan dari teman Arif, Kus subrata.
Sakit yang di derita Lily tak kunjung sembuh, untuk mengurangi bebannya Lily curhat dengan Kus tentang kekuatirannya kalau ia meninggal. Ia menitipkan Santi pada Kus untuk sering-sering di tengok. Sementara Kus sendiri menasehati Arif yang sibuk bekerja agar dapat membagi waktu dengan keluarga, karena perusahaan yang ia kelola bersamanya dianggap telah mengalami kemajuan yang cukup. Sebagai seorang sahabat Kus selalu memberikan dukungan terhadap keluarga tersebut.
Puncaknya adalah ketika Lily meninggal. Sepeninggal Lily keadaan Arif menjadi tak karuan. Ia sering menyendiri. Namun Santi selalu berusaha mengembalikan keseimbangan ayahnya. Di akhir kisah, Santi dan Kus menyusul Arif di pantai setelah ia mendapatkan sebuah surat.
********
Selalu di hatiku merupakan sebuah film tentang keselarasan sebuah keluarga. Secara keseluruhan film ini datar-datar saja dengan konflik yang dibangun di film ini nyaris tidak ada.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SINETRON LEPAS : VONIS KEPAGIAN

Posted by Toto Andromeda on October 16, 2014

Vonis KepagianIDE CERITA           : LINDA SULAIMAN

SKENARIO             : ARSWENDO ATMOWILOTO

MUSIK                     : EMBI C NOOR

SUTRADARA        : DEDDY SETIADI

PEMAIN                 : DEDDY MIZWAR, EENG SAPTAHADI, LINDA SULAIMAN, NIA KURNIA, RIZAL MUHAIMIN

 

SINOPSIS :

Perkosaan yang menimpa Nuraini, seorang gadis SMP membuat gempar sebuah kota kecil. Semua orang terluka, namun tak berdaya. Hanya Bu Asih (Linda Sulaiman) gurunya yang berani berjuang mengungkap kasus tersebut. Ia menempuh bahaya untuk mencari keadilan muridnya.

Dilandasi oleh rasa tanggungjawab dan kasih sayang terhadap muridnya, Bu asih berjuang sendiri. Ia tak hendak mundur walaupun tak seorangpun saksi yang berani muncul apalagi membantu…..

Tokoh misterius (Deddy Mizwar) yang di gambarkan sebagai simbol kekuasaan, menyebabkan orang seperti Bu Asih, Nuraini dan keluarganya hanya bisa berharap suatu saat keadilan dapat ditegakkan tanpa pandang bulu.

Hanya harapan itu yang ia miliki.

 

*************

Sebuah kisah, sinetron lepas yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang Festival Sinetron Indonesia tahun 1996 sebagai :

1. Sinetron Terbaik

2. Cerita drama Terbaik

3. Skenario Terbaik

4. Peran Pembantu Pria Terbaik

5. Sinetron Drama Lepas Terbaik

 

Vonis kepagian, mengangkat tema sosial yang banyak terjadi di masyarakat. ketika simbol kekuasaan, jabatan akhirnya harus mengalahkan kebenaran yang nyata. Ketika orang kecil hanya bisa berharap tanpa bisa meraihnya. ##

kalau di rate sinetron ini dapat lima bintang deh…

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments »