Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Film Silat’

RATNO TIMOER DALAM SIBUTA DARI GUA HANTU EPS. LEMBAH MAUT

Posted by Toto Andromeda on April 12, 2016

Lembah Maut

Lembah Maut

JUDUL FILM                        : SI BUTA DARI GOA HANTU ‘ LEMBAH MAUT “

SUTRADARA                       : H. RATNO TIMOER

CERITA                                  : GANES TH

SKENARIO                           : H RATNO TIMOER

MUSIK                                  : HARRY RUSLI

PRODUSER                          : HENDRO WARSITO

PRODUKSI                           :  PT.  DAYA ISTERI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1990

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                               : H RATNO TIMOER, PIET BURNAMA, JOHAN SAIMIMA, ALBA FUDARA , S PARYA, HERMAN RUKMANA, TOMMY SANKURIANG,

SINOPSIS :

Barda (Ratno Timoer) melanjutkan pengembaraan di hari ke tujuh bersama sahabat setianya Kliwon seekor monyet yang setia kemana Barda berjalan. Tibalah saatnya Barda di sebuah lembah, ia merasakan sebuah keanehan di tempat tersebut. Sementara itu serombongan orang sedang berjalan membawa obat-obatan untuk dibawa ke desa Tantena untuk mengobati wabah yang sedang melanda secepat angin di desa Pandolo.  Rakyat yang tidak berdosa di serang wabah penyakit kusta.  Rombongan tersebut bertemu dengan Barda, si buta dari goa hantu ketika di serang oleh para penyerang gelap yang ingin menghancurkan obat-obatan.

Namun berkat bantuan Si buta dari goa hantu, akhirnya mereka sampai juga ke desa  Tantena yang di pimpin oleh Puang Marempang (Robert Syarief). Puang Marempang adalah kepala desa bersama Ketua pengobatan PUang Tombalang (Aspar Paturusi), namun meski adanya  wabah tersebut, Tombalang tidak berbuat apa-apa.  Datang juga ke desa tersebut Badai Teluk Bone (Piet Burnama) mantan sahabat Marempang yang pernah berseteru dan dianggap bejat. Meski pada awalnya kedatangan  Badai teluk bone di tolak oleh Marempang, namun berkat Ranggi, putri Marempang akhirnya Badai Teluk Bone diterma untuk mengabdi sebagai tabib.

Segala cara di tempuh untuk mengobati kusta, namun hambatan demi hambatan di temui. Sebab musabab darimana asal penyakit tersebut juga tidak belum diketahui. Sementara itu Marempang di adili di depan rakyatnya atas hasutan seorang bertopeng yang telah menghasut warga dan menuduh Marempang telah  menyalahgunakan jabatan. Namun berkat penyelidikan akhirnya di ketahui siapa sebenarnya biang keladi semua kejadian dan wabah penyakit tersebut.

Adalah Santika yang mengasuh Ranggi, yang akhirnya menceritakan siapa sebenarnya Tombalang, yang sudah lama menyimpan dendam terhadap Marempang akibat rasa iri hati padanya.  Santika dibunuh karena telah membocorkan rahasia,

Warga desa akhirnya terbebas dari wabah tersebut, sementara Barda akhirnya mengetahui kalau Badai Teluk Bone adalah ayah dari Ranggi, namun hal itu dibiarkan menjadi misteri bagi Ranggi, karena Badai Teluk Bone tidak menceritakan yang sesungguhnya pada Ranggi, ia pergi dari hadapan Marempang dan Ranggi. Sementara itu Barda melanjutkan perjalanan. Namun ditengah jalan terdengar jeritan Ranggi yang sedang di ikat oleh orang bertopeng. Barda segera mendekatinya dan menyuruh melepaskannya, Barda sudah mengetahui siapa sebenarnya orang bertopeng tersebut.  Orang bertopeng hitam menyandera Ranggi.  Ranggi berhasil diselamatkan, sedangkan orang bertopeng hitam yang tak lain adalah Tombalang akhirnya tewas setelah bertarung.

Advertisements

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

Barry Prima dalam Film “Darah Perjaka”

Posted by Toto Andromeda on March 28, 2016

Darah Perjaka

JUDUL FILM : DARAH PERJAKA
SUTRADARA : ACKYL ANWARY
CERITA : ACKYL ANWARY, TINDRA RENGAT
SKENARIO : ACKYL ANWARY
PRODUSER : RUDY LUKITO
PRODUKSI : PT. DARA MEGA FILM
TAHUN PRODUKSI : 1985
JENIS : FILM LAGA DRAMA
PEMAIN : BARRY PRIMA, ADVENT BANGUN, YENNY FARIDA, WIEKE WIDOWATI, DICKY ZULKARNAEN, JOHAN SAIMIMA, HIM DAMSYIK, EDDY S JONATHAN, UDIN LABU
SINOPSIS :
Bram (Barry Prima) seorang pelatih taekwondo memiliki seorang istri Susi (Wieke Widowati) yang selalu menuntut kemewahan. Untuk memenuhi hidupnya Susi menjadi pelacur. Akhirnya pasangan ini pun bercerai. Bram datang kerumah temannya Benny untuk mencari pekerjaan. Ia tinggal bersama Diana (Yenny Farida) adiknya dan Udin (Udin Labu). Benny dan Bram dikagetkan oleh teriakan Diana yang sedang diganggu Udin akibat mabuk berat. Melihat apa yang di minum Udin, Benny berkesimpulan bahwa ketika terjadi keributan di pabrik akibat ia menjatuhkan satu dus the, diam-diam Udin mengambilnya satu dan diseduh dirumah, yang ternyata berisi ganja.
Akhirnya Bram bekerja di pabrik teh tempat Benny bekerja setelah diterima oleh manager pabrik (Him Damsyik). Pagi itu kuli pabrik sedang menaikan muatan keatas truk. Setelah selesai truk tersebut dijalankan oleh sopir dengan dikawal oleh dua orang. Diam-diam Benny mengikuti kemana truk tersebut jalan dan berhasil menguasainya.

Namun sayang ia harus tertangkap oleh Manager pabrik dan anak buahnya. Pertarungan tidak seimbang diatas jembatan pun terjadi, Benny dibuang ke sungai. Benny pun menghilang dari pabrik. Rekan-rekan Benny tidak mengetahui kemana perginya Benny, termasuk Diana. Mereka menduga kalau Benny disingkirkan setelah ia melakukan kesalahan pada hari sebelumnya. Mereka menuntut keberadaan Benny, namun Manager Pabrik tidak memberitahukannya. Setelah ada tuntutan dari para pekerja tentang keberadaan Benny, Manager Pabrik melaporkannya pada big boss. Untuk meredam kemarahan, maka Big Boss (Dicky Zulkarnaen) turun langsung ke pabrik disaat Bram sedang berkelahi dengan mandor pabrik (Advent Bangun) namun Bram lebih unggul.
Big Boss tertarik dengan keahlian Bram dalam berkelahi, hingga akhirnya ia menawarkan kerjasama dengan Bram. Bram disuruh untuk bertemu di rumahnya, namun sebelumnya Bram menanyakan keberadaan Benny yang dijawab oleh Big Boss kalau Benny sedang di tugaskan keluar kota. Bram bisa bertemu Benny dengan syarat ia mau di tugaskan di cabang, di luar negeri. Bram disuruh menginap di rumahnya karena telah disediakan kamar VIP. Namun betapa kagetnya Bram, karena wanita yang di umpankan ke kamar VIP adalah Susi mantan istrinya. Susi menghindar, namun Bram menahannya, karena ia membutuhkan informasi tentang Bigbos. Maka dibuatlah sandiwara antar mereka. Susi satu persatu membuka informasi yang ia tahu. Setelah mendapat informasi dari Susi, maka Bram menolak untuk bekerjasama dengan Big Bos.
Akibatnya Bram menemui kesulitan, ia harus menghadapi anak buah Big Bos, pertarungan pun terjadi. Bram kalah. Dalam keadaan terluka ia hanyut di sungai dan ditolong oleh seorang tua. Bram terkena senjata bintang yang mengandung racun. Bintang tersebut berasal dari ahli ninja, Ninjitsu dari Jepang. Namun orang tua tersebut pernah di beri buku oleh orang jepang tentang aliran Ninjitsu sehingga mengetahui kelemahannya. Secara kebetulan Bram dan Benny ditemukan oleh orang yang sama. Mereka dilatih ilmu ninja. Ketika Bram dan Benny sudah pulih, ia segera ke pabrik untuk menjemput Diana, saat Diana akan di perkosa oleh manajer Pabrik dan kuli-kuli pabrik sedang berontak. Diana di sandera oleh manajer.
Diana berhasil diselamatkan, sedangkan Susi yang telah memberikan informasi pada Bram harus menemui ajalnya di kamar. Komplotan yang merupakan pengedar ganja tersebut pun akhirnya dapat di tangkap.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

ZAITUN SULAEMAN & ZIEALA JALIL DALAM FILM “PENDEKAR MATA SATU”

Posted by Toto Andromeda on February 11, 2015

Pendekar Mata satu

Pendekar Mata satu

JUDUL FILM : PENDEKAR MATA SATU
SUTRADARA : SA KARIM
CERITA : DJASMAN DJAKIMAN
SKENARIO : FIRMAN TRIYADI
PRODUSER : DENNY H W
PRODUKSI : PT. KANTA INDAHFILM
TAHUN PRODUKSI : 1989
JENIS : FILM SILAT
PEMAIN : ZAITUN SULAEMAN, SUTRISNO WIJAYA, MALEK NOOR, ANTO CHANIAGO, ZIELA JALIL, JOSEPH HUNGAN

SINOPSIS :
Datuk Alang (Sutrisno Wijaya) di serang Limbong (Malek Noor) yang meminta tanah kekuasaan ayahnya di kembalikan. Datuk Alang terluka dan ditolong oleh Setan kuning yang tinggal di sungai emas. Setan Kuning memberitahukan pada Alang kalau ia bersedia menjadi tangan kanannya asalkan ia diberi uang dan perempuan. Setan kuning juga menyarankan agar Alang memiliki Sabuk badak dan Conde emas agar ia memiliki tubuh yang kebal dan dapat mengalahkan Landai dan Limbong. Alang memiliki Conde emas sementara Sabuk badak dipegang oleh kakak seperguruannya. Datuk Alang (Sutrisno Wijaya) dan Landai adalah adik kakak seperguruan. Gurunya Datuk Gading menginginkan kedua muridnya agar tidak memiliki sepasang Sabuk badak dan Conde emas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun berkat hasutan Setan emas, Alang meracuni Landai kakak seperguruannya yang sedang sakit dan merebut sabuk badak.
Landai akhirnya tewas oleh Alang. Anak Landai berhasil selamat meski sebelumnya matanya terkena tombak yang dilemparkan oleh Alang. Anak Landai bernama Galak akhirnya ditolong oleh Buntar seorang abdi di sebuah perguruan. Galak di latih ilmu silat hingga dewasa.
Sementara itu setelah memiliki Sabuk Badak dan Conde Emas, perbuatan Alang semakin sewenang-wenang terhadap penduduk kampong. Limbong yang sebelumnya mengalahkannya pun akhirnya harus tewas di tangan Alang. Perbuatan Alang dengan dibantu oleh Setan Kuning banyak merugikan warga. Mereka berbuat sewenang-wenang. Alang juga mengambil seorang gundik dari Mak Naning, wanita berusia 16 tahun bernama Kenanga (Ziela Jalil). Kenanga di jadikan gundik oleh Alang. Kenanga adalah gadis buta yang diasuh oleh mak Naning karena kedua orang tuanya sudah meninggal.
Sementara itu Galak di tempat untuk belajar ilmu silat. Hingga saatnya tiba, ia turun gunung. Dengan di temani Buntar, Galak mencari pembunuh orang tuanya. Ditengah jalan ia bertemu dengan Kenanga yang ditolongnya karena Kenanga terjatuh. Mereka tidak tahu kalau Kenanga adalah gundik Alang. Alang dan Buntar berteman dengan Kenanga. Kehadiran Buntar dan Galak di kampung membuat kaki tangan Alang marah. Ia menangkap Buntar dan Galak di rumah Kenanga dan menuduhnya berzina. Namun akhirnya kedua orang tersebut di lepas oleh Alang, namun Alang menyuruh mengawasinya.
Samar-samar Galak berusaha mengingat siapa Alang, namun ia tidak yakin. Berkat bantuan Buntar yang menyelidikinya, akhirnya Galak yakin kalau Alang adalah orang yang dicari selama ini. Galak menuntut balas kematian orang tuanya. Berkat bantuan Kenanga yang menelan conde emas milik Alang, akhirnya Galak berhasil menghabisi Alang dan merebut kembali Sabuk Badak.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RIA IRAWAN & HERMAN FELANI DALAM FILM ” KEMBANG KERTAS “

Posted by Toto Andromeda on March 21, 2013

Kembang_Kertas

JUDUL FILM                        : KEMBANG KERTAS

SUTRADARA                       : SLAMET RAHARDJO DJAROT

CERITA                                  : PUTU WIDJAYA

SKENARIO                           : PUTU WIDJAYA

MUSIK                                  : FRANKI RADEN

PRODUSER                          :  HARRIS LASMAN

TAHUN PRODUKSI           : 1984

PRODUKSI                           : PT NUSANTARA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : DEWI YULL, HERMAN FELANI, RIMA MELATI, LENI MARLINA, ZAINAL ABIDIN, RIA IRAWAN, LEROY OSMANI, LINA BUDIARTI, BANGUN SUGITO

SINOPSIS :

Kehidupan Rini (Dewi Yull) dan Ani (Ria Irawan) tiba-tiba berubah setelah ayahnya, Prabowo (Zainal Abidin) di tangkap dan di jebloskan ke penjara karena terlibat penyelewengan dana. Rini begitu syok menghadapinya dan menyalahkan mamanya Lestari (Rima Melati) yang dianggap sebagai biang kerok dari semuanya, karena mamanya tidak menerima keadaan ayahnya sehingga untuk menghidupi kebutuhan akhirnya harus korupsi. Meski Prabowo adalah orang jujur sekalipun.

Selepas ditangkapnya Prabowo, mereka harus pindah dari rumahnya yang bagus ke rumah susun yang sempit atas bantuan dari tante Wahyuni (Leni Marlina). Kehidupan yang berubah drastis membuat Rini yang paling stress menghadapinya di banding dengan Ani adiknya yang lebih santai menghadapi kenyataan. Sementara itu tante Wahyuni dengan caranya sendiri berusaha membebaskan Prabowo dari penjara. Wahyuni juga berhasil mengajari Rini dan Ani untuk lebih tegar.

Namun keadaan ini membuat mereka hidup dalam kepalsuan seperti kembang kertas, mereka berdandan dari make up yang di kasih tante Wahyuni. Bahkan untuk melampiaskan kekesalan mereka menjadi pemabuk dan juga menjadi pelacur.

*****

 

Usaha Wahyuni berhasil, Prabowo bebas, namun di balik semuanya, ternyata Wahyuni masih memendam cintanya pada Prabowo, sehingga setelah Probowo bebas wahyuni berhasil mempengaruhinya untuk usaha bersama dengan Prabowo dan merekapun akhirnya tinggal serumah.

Lambat laun keadaan ini diketahui oleh Rini yang tanpa sengaja memergoki ayahnya dan Wahyuni ketika sedang berduaan di kamar. Rini marah dan lari pulang kerumah. Ia menangis, sementara Lestari yang sebenarnya sudah tahu pun hanya bisa pasrah. Lestari bahkan melakukan percobaan bunuh diri, namun berhasil di pergoki oleh Rini. Rini berhasil menemukan surat-surat terakhir yang berhasil dibuat oleh lestari sebelum melakukan percobaan bunuh diri. Akhirnya Rini ditemani oleh Anton (Herman Felani) pemuda yang di kenalnya ketika ia menolongnya ketika Anton di keroyok mendatangi rumah Wahyuni dan meminta ayahnya untuk kembali atau kalau mau menikah, ayahnya harus menceraikan mamanya dulu. Terjadi adu mulut antara Rini dan Wahyuni, bahkan Rini mengancam akan membunuh Wahyuni. Namun wahyuni mengusir Rini agar pergi dari rumahnya.

Wahyuni memberikan pilihan pada Prabowo agar ia segera menceraikan istrinya karena inilah saat yang tepat namun Prabowo akhirnya memilih kembali pada keluarganya.  Namun Wahyuni pun akhirnya sadar meski ia mencintai Prabowo, namun  ia membantu keluarga tersebut untuk bersatu setelah keluarga tersebut berantakan. Wahyuni ikut membantu Lestari untuk mencari Rini yang menghilang. Rini akhirnya menjadi fotografer di Bali bersama Anton.  Keluarga inipun akhirnya bersatu setelah Prabowo menjalani sidang.

*********

Kembang Kertas adalah merupakan film terbaik FFI 1985. Dalam film ini juga menghadirkan tokoh wartawan (Bangun Sugito) yang selalu datang dan pergi. Datang ketika ada masalah, dan menghilang begitu saja ketika tidak ada masalah.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

WILLY DOZAN DALAM FILM “PENDEKAR LIAR”

Posted by Toto Andromeda on May 14, 2012

JUDUL FILM                        : PENDEKAR LIAR

SUTRADARA                       : DASRI YACOB

CERITA                                  : CINTA ALAM SEMESTA FILM

SKENARIO                           : NASRY CEPPY

PRODUSER                          : R.M SOETARTO

TAHUN PRODUKSI           : 1982

PRODUKSI                           : PT. CINTA ALAM SEMESTAFILM

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                              : WILLY DOZAN, WINNY ADITYA D, TITIEN SUHERMAN, SUTRISNO WIDJAYA, FARIED M THOHIR, SAIFUL NAZAR,  UJANG SUPARTA, LEO DOZAN

SINOPSIS :

Angga (willy Dozan) tinggal dan di asuh oleh Cokro (Sutrisno Wijaya). Ia di bekali ilmu silat. Antara Angga dan Cokro sering beradu ilmu, namun Angga tidak pernah berhasil mengalahkan Cokro karena ilmu yang di berikan memang hanya sebatas ilmu biasa. Pada suatu malam Angga di ganggu oleh bisikan yang mengatakan tentang siapa Cokro sebenarnya. Bisikan-bisikan tersebut terus mengganggu Angga kalau Cokrolah pembunuh kedua orang tua Cokro.  Angga  disuruh untuk meninggalkan Cokro. Merasa terganggu dengan bisikan-bisikan tersebut, diam-diam Angga mencari tahu siapa Cokro sebenarnya. Angga akhirnya menemukan sebuah kalung  pasangan dari kalung yang Angga pakai yang di tengarai milik ibunya.

Setelah menemukan kalung milik ibunya, akhirnya Angga membulatkan tekad untuk mengembara setelah sebelumnya ia menyerahkan kalung tersebut kepada Surti, tetangganya yang ibunya meninggal akibat bunuh diri karena Cokro.

Dalam pengembaraan,  Angga bertemu dengan rombongan penari yang hartanya dirampok dan di bakar. Salah seorang dari rombongan penari tersebut, Warni  selalu mengikuti kemana perginya Angga. Akhirnya keduanya sepakat untuk berkelana bersama.

*****

Selama dalam pengembaraan bersama Warni, Angga bertemu dengan oleh seorang kakek yang mengajarkan ilmu silat. Setelah selesai mengajarkan ilmunya, maka kakek tersebut meninggalkan Angga dan berpesan untuk melupakan dendamnya kepada Cokro. Ketika Angga berusaha melupakan dendam pada Cokro, suara-suara gaib yang pernah membisikkannya muncul kembali. Ia memprovokasi Angga untuk membalas dendam pada Cokro kembali. Angga terpengaruh dan berlatih keras agar dapat mengalahkan Cokro.  Tanpa kenal lelah ia terus berlatih sehingga membuat Warni bingung dan mencari Angga. Namun tanpa di ketahui oleh Angga, ketika Warni sedang mencari Angga, ia ditangkap oleh seseorang dan memperkosanya. Warni pulang dalam kondisi terluka. Angga kaget melihat luka ditubuh Warni.  Warni akhirnya tewas secara mengenaskan. Namun Angga menemukan gelang milik Cokro didalam genggaman Warni, sehingga tahulah Angga siapa pelakunya.  Angga Segera mencari keberadaan Cokro.

Akhirnya Angga berhasil melakukan balas dendam setelah bertemu Cokro, namun ketika Angga akan membunuh Cokro, tiba-tiba muncullah Broto, Saudara kembar Cokro. Angga dibuat bingung. Namun akhirnya Angga tahu kalau Brotolah yang telah membunuh kedua orang tuanya.  Perkelahian pun terjadi. Namun Broto berhasil menyandera Surti ketika dalam perkelahian tersebut Surti datang. Akhirnya terungkap kalau Surti sebenarnya adalah anak Broto dari Darsih yang telah bunuh diri. Pertarungan pun dilanjutkan. Angga berhasil melumpuhkan Broto dan hampir membunuhnya sebelum akhirnya Surti memohon pada Angga untuk tidak membunuhnya.

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , | 1 Comment »

LEO CHANDRA DALAM FILM ‘ DARAH LIMA NAGA ‘

Posted by Toto Andromeda on March 14, 2012

JUDUL FILM                        : DARAH LIMA NAGA

SUTRADARA                       : SA KARIM

CERITA                                  : PIETRAJAYA BURNAMA

SKENARIO                           : PIETRAJAYA BURNAMA

SOUNDMAN                      : ENDANG

PRODUSER                          : NY. LEONITA SUTOPO

TAHUN PRODUKSI           : 1983

PRODUKSI                           : PT. CANCER MAS FILM

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                              : LEO CHANDRA, TAMARA NATHALIA, TANAKA, ROBERT SANTOSA, ERNA SANTOSO, HADISYAM TAHAK, ZURMAINI, ZAITUN

SINOPSIS :

Putri Raja Bandar Hulu (Tamara Nathalia) ditugaskan untuk mengantarkan peta Harta Karun dan Perhiasan ke Raja Bandar Hilir dengan di kawal oleh Pendekar Darah Lima Naga yang terdiri dari Chandra (Leo Chandra), Sumi, Yani, Pawang dan Surya.  Mereka di tugaskan untuk mengawal ketat tuan putri. Perjalanan kafilah putri raja di ketahui oleh para penjahat yang ingin mengincar harta dan peta harta karunnya serta tuan putrid sendiri. Selama dalam perjalanan, mereka selalu di hadang oleh kawanan begal yang siap merampas harta dan peta harta karun tuan putri.

Tangan Besi adalah merupakan salah satu begal yang ingin merampas harta tuan putri. Namun tangan besi berhasil di lumpuhkan oleh Darah Lima Naga. Sehingga ia bergabung dengan Si Cakar maut untuk bersama-sama merampas peta harta karun. Namun kali ini niatnya meleset. Si Cakar maut berhasil di bunuh.

****

Sementara itu Bargola juga menjadikan tuan putri sebagai target utama. Di sebuah desa rombongan tuan  putri bertemu Bargola. Meski tidak terjadi perkelahian, namun Bargola selalu mengikuti kemana tuan putri pergi. Ketika malam tiba saat tuan putri sedang beristirahat di hutan, maka bargola dan anak buahnya melancarkan aksinya. Dalam perkelahian tersebut Bargola terluka. Ia di bawa ke pondokan oleh anak buahnya. Namun disaat terluka, Pergiwa salah seorang anak buahnya berhasil membunuhnya setelah Bargola melanggar pantangan melakukan kejahatan di malam purnama penuh sehingga kekuatannya berkurang. Pergiwa akhirnya menggantikan Bargola untuk menguasai hutan tersebut.  Aksi Pergiwa ini berhasil setelah secara tidak langsung di bantu oleh gurunya (Hadisyam Tahax). Pergiwa berhasil menguasai semua ilmu Bargola setelah mengambil jimat miliknya atas petunjuk dari gurunya. Kini Pergiwa menjadi orang yang sakti.

Lepas dari Bargola, rombongan tuan putri belum bisa bernafas lega, karena ia kini dibayang-bayangi oleh Pergiwa yang ining merebut tua putri dan merampas hartanya. Sehingga terjadi perkelahian. Namun sayang Darah Lima naga harus kehilangan dua orang anggotanya, Surya dan Pawang tewas dalam perkelahian tersebut.

Sementara itu Pergiwa meminta bantuan gurunya agar dapat merebut peta harta karun dari tuan puteri. Melalui janji berdua yang di ikrarkan, akhirnya pergiwa mendapatkan ilmu tambahan dari gurunya. Ia kembali menyusul kepergian tuan putri. Di sebuah pantai yang landai, kembali terjadi perkelahian antara Pergiwa dan pendekar darah Lima Naga yang tersisa. Sumi dan Yani mati terbunuh. Kini tinggallah Candra sendirian. Ia pun berhasil di kalahkan dan jatuh pingsan. Tuan putri akhirnya jatuh ke tangan Pergiwa, namun disaat ia hendak menikmati tubuh tua putrid, datanglah gurunya yang meminta haknya yaitu tua putri. Setelah di pelajari, ikrar yang di ikrarkan bersama gurunya ternyata hanya membohongi dirinya sendiri, sehingga Pergiwa marah pada gurunya. Pergiwa tewas setelah gurunya menyerang balik ketika  Pergiwa menuntut akan haknya.

Sebenarnya letak peta harta karun berada di bibir tuan  putri. Tuan puteri di bawa oleh gurunya untuk di jadikan istri. Pada saat itulah pamannya Raja Hilir datang. Ia berhasil menolong tuan putri. Belakangan di ketahui kalau Chandra adalah anak dari Raja Hilir itu sendiri, sehingga  tuan putrid kaget karena tidak diberitahu kalau saudara sendirilah yang selama ini mengawalnya.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

YAN BASTIAN DALAM FILM ‘ SILUMAN CLURIT PERAK ‘

Posted by Toto Andromeda on March 8, 2012

JUDUL FILM                        : SILUMAN CLURIT PERAK

SUTRADARA                       : DASRI YACOB

SKENARIO                           :  TEGUH WALUYO

SOUNDMAN                      : IBNU HASAN

PRODUSER                          : TIEN ALI

TAHUN PRODUKSI           : 1988

PRODUKSI                           : PT. INEM FILM

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                              : YAN BASTIAN, JAMAL JENTAK, YANI TIMOER, RUSLAN BASRIE, SYAIFUL NAZAR

SINOPSIS :

Cerita di mulai dengan berlangsungnya pernikahan sepasang pengantin baru Sita dan suaminya yang sedang di langsungkan. Ketika pesta berlangsung, tiba-tiba suami sita minta ijin untuk kebelakang sebentar. Namun naas baginya. Di belakang ia dipancing keluar oleh Siluman Wanita Iblis atau Sekar Harum yang menyamar sebagai istrinya. Akhirnya Suami sita dapat di perdaya, ia menjadi korban kekejaman Wanita Iblis yang selalu mengambil korbannya dengan menghisap alat vital korban.  Penduduk desa di buat geger. Malam harinya Suami Sita yang sudah berubah ujud menjadi setan mendatangi Sita dan membunuh kedua orang tua Sita. Sita berhasil di selamatkan penduduk desa dan diserahkan oleh lurah desa tersebut, Dirga Kusuma (Yan Bastian).

Sebagai seorang lurah, banyak sekali yang tidak suka akan kelakuannya, termasuk juga Brata. Keberadaan Sita di rumah Ki Lurah dianggap aman. Malam itu Sita tidur bersama anak Ki Lurah, Sundari. Namun disaat itulah Dirga Kusuma mendengar bisikan gaib yang menyuruhnya untuk melakukan perbuatan terkutuk dengan menikmati darah perawan jika ingin ilmunya sakti. Sebelum melakukan niatnya, Dirga Kusuma lantas membunuh istrinya terlebih dahulu dan membawa Sita ke kamarnya. Ketika Sita sedang di gerayangi dalam keadaan tidak sadar, tanpa disadari oleh Dirga Kusuma, perbuatannya diketahui oleh Sundari.  Sundari marah karena mendapati ibunya juga sudah meninggal. Saat itulah Sita tersadar dan kabur. Dirga Kusuma gagal melakukan perbuatannya.

Penduduk yang mendengar jeritan Sita segera menolongnya namun tidak mendapati keberadaan Sita, , termasuk Brata yang paling lantang meneriakkan dan mencari keberadaan Dirga Kusuma yang menjadi biang penyebabnya, namun hanya mendapati Sundari anaknya. Maka untuk memancing Dirga Kusuma keluar, Brata membawa Sundari dan mendorongnya ke jurang setelah sebelumnya membuat mata kanan Sundari buta.

****

Kekosongan jabatan lurah menjadi peluang bagi Brata untuk merebutnya.  Saat yang bersamaan datanglah Rangga, seorang pendekar yang berhasil menyelamatkan Sita. Maka Sita tinggal bersama Ki Lurah Brata.

Selepas kepergian Dirga Kusuma, penduduk desa masih di terror dengan munculnya siluman kelelawar yang mencari korban anak perempuan dan menghisap darah perawannya. Saat itulah muncul Rangga yang berhasil menolong penduduk desa dengan melepaskan anak panah yang mengenai kelelawar tersebut.  Rangga berhasil mengikuti kelelawar yang terkena panahnya, hingga kerumah Ki Lurah Brata. Ketika sampai di rumah, Brata meminta Sita mencabut panahnya. Melihat panah yang tertancap, Sita berujar kalau ia mengenali panah tersebut.  Namun malang baginya, ia justru di akan di perkosa oleh Brata setelah mengetahui kalau sita tahu tentang panah tersebut. Namun sebelum selesai menuntaskan niatnya, niat Brata berhasil di gagalkan oleh Rangga. Saat Rangga sedang lengah, maka Brata pun kabur. Sita juga hilang karena di suruh untuk mencari air suci yang akan membuatnya sakti mandraguna.

Sementara itu Dirga Kusuma akhirnya di tolong oleh Sekar Harum atau Siluman Wanita Iblis, dan menjadi awet muda.  Sedang Sundari juga berhasil di tolongo oleh Dirga Kusuma.

Di akhir kisah terjadi pertarungan antara Rangga yang di bantu oleh Joko Kentut (Syaiful Nazar) dan saudara perempuan satu perguruan  melawan Dirga Kusuma dan Brata serta Sekar Harum. Ketika dalam kondisi kritis muncullah Sita yang membawa kendi air suci yang dapat membuat sakti. Kend i itu menjadi rebutan Brata dan Dirga Kusuma. Namun ketika mereka lengah, Sekar Harumlah yang berhasil mengambil dan meminumnya. Bukan kesaktian yang di dapat namun tubuhnya menjadi menakutkan buah dari keserakahannya.  Sekar harum pun mati.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BARRY PRIMA DALAM FILM “PRIMITIF”

Posted by Toto Andromeda on June 26, 2011

JUDUL FILM                        : PRIMITIF

SUTRADARA                       : SISWORO GAUTAMA

PRODUSER                          : SABIRIN KASMAN

CERITA                                  : IMAM TANTOWI

SKENARIO                           : IMAM TANTOWI

MUSIK                                  : GATOT SUDARTO

PRODUKSI                           :  PT.  RAPI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1978

JENIS                                     : FILM HOROR

PEMAIN                              : BARRY PRIMA, ENNY HARYONO, JOHAN MARDJONO, RUKMAN HERMAN, DJAFAR FREE YORK, BELKIEZ RAHMAN, DORA,

SINOPSIS :

Amri (Barry Prima), Rika (Enny Haryono) dan Tommy (Johan Mardjono)tiga orang mahasiswa yang akan mengadakan penyelidikan di daerah pedalaman. Tiga mahasiswa tersebut di antar oleh Bisma (Rukman Herman) dan Lahang (Djafar Free York). Karena keganasan hutan yang masih primiti, Bisma menyarankan agar mereka hanya sampai ke suku Pangayau di hutan tersebut yang sudah di kenalnya. Namun Amri berambisi untuk melakukan penyelidikan lebih jauh, sehingga merekapun akhirnya meneruskan penyelidikan lebih ke dalam lagi.

Dengan menggunakan rakit, mereka meneruskan perjalanan melalui jalan air. Namun sayang sekali, rakit yang mereka gunakan pecah di tengah derasnya arus air. Hingga mereka berlima pun terpisah. Amri, Rika dan Lahang dapat selamat sementara Bisma dan Tommy meski selamat namun mereka terpisah sehingga untuk dapat tetap hidup mereka harus melakukannya sendiri. Berbeda dengan Amri, Rika dan Lahang yang dapat bersatu untuk meneruskan perjalanan.

Di dalam hutan tersebut mereka menemukan suku kanibal. Suku kanibal dapat memakan apa saja yang di temuinya. Dalam perjalanan tersebut hanya Lahanglah yang paling sering di lihatin para suku kanibal, sehingga ia sering Histeris. Puncaknya Lahang terkena perangkap yang di buat oleh suku kanibal. Lahang pun menjadi santapan mereka. Amri dan Rika yang melihat dari kejauhan merasa ngeri sendiri. Pada akhirnya Amri dan Rika pun tertangkap oleh mereka. Mereka di ikat dan akhirnya di sekap. Kejadian di dalam markas suku kanibal menjadi pemandangan yang menjijikan dan menakutkan, karena mereka memakan makanan yang juga menjijikan termasuk menangkap buaya untuk dimakannya mentah-mentah dan menjadi rebutan.

Sementara itu Tommy berhasil selamat dan mencari-cari sahabatnya, sedangkan Bisma meski selamat namun akhirnya ia menjadi santapan suku kanibal. Didalam penjara yang dibuat oleh suku kanibal, Amri dna Rika berhasil lolos dan berhasil bertemu kembali dengan Tommy. Namun sayang keberadaan mereka lagi-lagi di ketahui oleh suku kanibal. Namun kali ini mereka tidak tinggal diam.  Mereka melawan untuk menyelamatkan diri. Sayangnya ketika sedang menyelamatkan diri, Tommy tertusuk tombak kayu milik suku Kanibal. Akan tetapi ketiganya berhasil lolos dari kejaran para suku kanibal setelah menemukan sungai. Dalam perjalanan menggunakan rakit, Tommy akhirnya tewas setelah tidak kuat menahan luka, sedangkan Amri dan Rika berhasil selamat.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

JOHAN SAIMIMA DAN TUTI WASIAT DALAM FILM ‘LELAKI SEJATI’

Posted by Toto Andromeda on June 13, 2011

JUDUL FILM                        : LELAKI SEJATI

SUTRADARA                       : DANU UMBARA

PRODUSER                          : NY LEONITA SUTOPO

SKENARIO                           : WISNU MOURADHY

PRODUKSI                           :  PT.  INEM FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1984

JENIS                                     : FILM DRAMA-LAGA

PEMAIN                               : JOHAN SAIMIMA, YAN BASTIAN, AVENT CHRISTIE, TANAKA, ERNA SANTOSO, FANNY BAUTY, TUTI WASIAT, NANDA JALADARA

SINOPSIS :

Tuti (Tuti Wasiat) dan adiknya (Nanda Jaladara) sedang berjalan menuntun sepedannya, namun tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan Parlan Antonio Subrata (Avent Christie) yang mengganggunya dan berusaha untuk memperkosa Tuti. Merasa dirinya terancam, Tuti mencoba membela diri sekuatnya, sementara itu adiknya berusaha mencari pertolongan kepada Hendra (Johan Saimima) yang juga merupakan pacar Tuti. Namun sayang kedatangan Hendra dan kawan-kawan terlambat di lokasi kejadian. Ia mendapati Tuti sudah lemas dan tidak berdaya. Akhirnya Tuti meninggal di pangkuan Hendra. Namun sebelum meninggal Tuti memberitahukan pada Hendra kalau dirinya masih suci. Sepeninggal Tuti, hanya berbekal barang bukti kunci motor, Hendra mencurigai pelaku yang telah membunuh Tuti.

Maka untuk menuntut kematian Tuti, Ia datang ke rumah Subrata Alexander(Yan Bastian) kakak dari Parlan yang merupakan pelaku utama. Namun Subrata yang juga teman dari Hendra tidak mempercayai akan tindakan adiknya.  Agar lebih jelasnya, Subrata menanyakan langsung pada Parlan, namun Parlan mengancam Hendra akan membeberkan bisnis Subrata yang kotor jika ia memberitahukan pada Hendra.

Akhirnya Hendra mengetahui rahasia Subrata dari Linda (Fanny Bauty) salah seorang anak buah Subrata yang ingin menuntut balas.  Sementara itu seorang polisi wanita (Erna Santoso) menyamar kerumah Subrata untuk  menjadi anak buahnya. Namun Subrata sudah curiga dari awal dan menyuruh anak buahnya untuk selalu mengawasi gerak geriknya.

Meski Parlan tidak bisa di sentuh oleh Hendra namun suatu saat akhirnya Parlan berhasil dilumpuhkan Hendra, karena tujuan utamanya bukanlah untuk membunuh Parlan namun tujuan utama Hendra adalah untuk membantu polisi. Sedangkan Subrata sendiri juga berhasil di tangkap akan kejahatannya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

WD MOCHTAR & MINATI ATMANEGARA DALAM FILM “PAK SAKERAH”

Posted by Toto Andromeda on June 6, 2011

JUDUL FILM        : PAK SAKERAH

SUTRADARA       : BZ KADARYONO

PRODUSER          : SUSANTO WIJAYA

SKENARIO           : BZ KADARYONO

PRODUKSI           : PT. MERDEKA JAYA PUTRA FILM

TAHUN PROD    : 1982

JENIS                     : CERITA RAKYAT

PEMAIN               : WD MOCHTAR, ALAN NUARI, MINATI ATMANEGARA, CHINTAMI ATMANEGARA, TIEN KADARYONO, USBANDA, CHAIDAR DJAFAR , SOFIA WD

SINOPSIS :

Pak Sakerah adalah jagoan dari Bangil pada masa Belanda. Sakerah(WD Mochtar) merupakan jagoan yang di takuti oleh Belanda maupun para antek-anteknya, pribumi yang berkhianat terhadap bangsanya sendiri.

Pak Sakerah menghalangi para cecunguk Belanda yang ingin merampas tanahnya.  Pengkhianat-pengkhianat ini bekerja pada meneer Belanda, Van De Reck. Dengan memungut pajak yang tinggi, mereka akhirnya akan merampas tanahnya apabila tidak mampu membayar pajak.

Sakerah adalah seorang Mandor di pabrik gula yang mengkoordinir anak buahnya di kebun tebu. Sakerah memiliki dua orang istri, Kinten (Tien Kadaryono) istri tuanya dan Marlena (Minati Atmanegara) istri mudanya. Meski kedua istrinya tinggal dalam satu atap, namun kedua istri Sakerah sangat rukun. Disamping kedua istrinya, di rumah juga tinggal Brudin (Alan Nuari) yang dititipkan pada Sakerah. Tinggal bersama pamannya membuat Brudin angkuh dan Sombong. Kerjaannya adalah berjudi dan menggoda wanita. Seringkali Brudin meminta uang pada Marlena istri muda Sakerah ketika Sakerah dan istri tuanya tidak ada dirumah. Karena beberapa kali merasa terancam, terpaksa Marlena memberikan uang , bahkan kalung yang dimiliki agar tidak di goda oleh Brudin.

Sakerah sendiri terkenal Alim dan selalu membela kaum negerinya sendiri, namun Sakerah memiliki kelemahan yaitu suka nonton Tayub tandak Samirah.

Suatu hari di pabrik tebu, Sakerah mendapat laporan dari anak buahnya akan kesewenang-wenangan tuan Markus yang akhirnya melalui senjata celurit yang selalu di bawaanya Sakerah membunuh Tuan Markus. Sakerah pun akhirnya menjadi buronan para petinggi Belanda. Sakerah cukutap licin dan tidak tertangkap. Namun akhirnya Sakerah berhasil di tangkap ketika sedang bersembunyi di rumah Ibunya, karena mereka menyandera Ibunya. Sakerah di jebloskan ke penjara.

Di dalam penjara, Sakerah tidak tinggal diam. Ketika mendapat laporan dari temannya yang menjenguknya, Patas, bahwa kompeni semakin merajalela dan kekurangajaran Brudin yang telah berkhianat dan menggoda istri mudanya, membuat Sakerah berhasil meloloskan diberi dari penjara. Sakerah memiliki kekuatan untuk melenturkan besi sehingga berhasil keluar.

Selama dalam pelarian, Sakerah di sembunyikan oleh Patas di suatu tempat yang hanya di ketahui berdua. Sakerah juga membunuhi para antek-antek kompeni sehingga meresahkan mereka, namun demikian persembunyiannya tidak dapat mereka ketahui. Untuk menangkap Sakerah, akhirnya mereka menggunakan siasat dengan memanggil jago silat yang juga murid satu perguruan dengan Sakerah. Bakri dan kawannya di panggil untuk membantu kompeni dengan imbalan sejumlah uang, karena kedua orang inilah yang mengetahui kelemahan Sakerah.  Usaha memancing keluar sakerah berkali-kali di lakukan dengan melakukan pertunjukkan tayub. Setelah beberapa kali di adakan pertunjukkan akhirnya Sakerah muncul dan dapat di perdaya. Sakerah tertangkap.

Melaui pengadilan Bangil, akhirnya setelah di adili, Sakerah di vonis hukuman gantung sampai mati. Meski demikian, Sakerah berjanji meski ia mati namun semangat Sakerah akan tetap hidup. Sebelum di gantung, permintaan Sakerah terakhir adalah untuk melakukan Sholat subuh.

******

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »