Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Film Remaja’

RICO TAMPATTY & CHICHA KOESWOYO DALAM FILM “IDOLA REMAJA”

Posted by Toto Andromeda on April 28, 2016

Idola Remaja

Idola Remaja

JUDUL FILM                        : IDOLA REMAJA

SUTRADARA                       : MAMAN FIRMANSYAH

CERITA                                  : DEDDY ARMAND

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

PRODUKSI                           :  PT. RAPI FILM

ILUSTRASI MUSIK            :  DODO ZAKARIA

TAHUN PRODUKSI           : 1985

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : CHICHA KOESWOYO, RICO TAMPATY, EKKI SOEKARNO, ZAINAL ABIDIN, SOFIA WD

SINOPSIS :

Adegan di buka dengan konser Rico & Group dengan penonton yang sangat membludak dipenuhi oleh anak-anak muda.  Rico adalah penyanyi yang sangat di gandrungi oleh para kawula muda. Ia menjadi idola para remaja. Sebagai seorang idola, Rico menjadi sangat sibuk untuk mengatur jadwal dengan bayaran yang tinggi, hingga suatu saat datanglah dua orang utusan dari sebuah Yayasan Panti Asuhan yang ingin menghadirkan Rico untuk menyanyi dengan biaya gratis, yayasan hanya menyediakan fasilitas saja. Namun sebagai seorang penyanyi yang sedang naik daun, Rico menolaknya dan mengusulkan untuk menghadirkan penyanyi lain yang mau untuk tidak dibayar.

Mendengar maksud kedatangan dua orang dari yayasan panti asuhan Ibunya Rico (Sofia WD) memanggil Rico dan menyuruhnya untuk membantu panti tersebut. Dengan pertimbangan dari ibunya, akhirnya Rico mau menerima tawaran tersebut.

Pada suatu konsernya, Rico di ganggu oleh sekelompok anak muda yang mencoba mengacaukan konsernya. Namun, dengan berbesar hati, Rico menyuruh sekelompok anak muda tersebut untuk naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu. Chicha (Chicha Koeswoyo), Ekki (Ekki Soekarno) dan kawan-kawannya naik kepanggung dan menyanyikan sebuah lagu Tiada Lagi yang Lain.  Sepulang di rumah, Chicha sudah ditunggu ayahnya (Zainal Abidin) yang menganggapnya liar karena selalu pulang kerumah. Chicha adalah korban dari perbuatan kedua orangtuanya yang bercerai. Chicha merasa kesepian karena itulah ia melampiaskannya dengan berhura-hura dan pulang malam.  Chicha hanya butuh kasih sayang.

*****

Selepas mengganggu konser Rico, Chica datang ke tempat Rico. Dengan cueknya ia meminta tanda tangan, begitu selesai langsung pergi. Kecuekan Chicha justru membuat Rico penasaran padanya. Hal ini membuat Chicha dan Rico semakin dekat dan menumbuhkan cinta diantara keduanya. Rico dan Chicha menjadi saling peduli satu sama lain, meski sesekali Chicha cemburu pada penggemar-penggemar Rico.

Kedekatan Chicha dan Rico membawa perubahan pada diri Chicha, ini pula yang dirasakan oleh ayahnya. Chicha menjadi lebih baik.  Namun kedekatan ini tidak diterima oleh Ekki yang diam-diam mencintai Chicha.  Ekki marah, akibat kecemburuannya hingga Rico di setrum saat sedang latihan dan menyebabkan kelumpuhan.  Keadaan ini membuat Rico menjadi rendah diri dan semakin down dibuatnya apalagi ketika sedang konser Rico hanya duduk yang membuat para penonton marah dan melemparinya, meski Chicha dan Ibunya selalu member semangat.  Puncaknya adalah saat ibunya jatuh, Rico berdiri dan menggendong ibunya, saat itulah Rico sembuh dan bisa berdiri kembali.  Rico kembali pada Rico yang dulu, konserpun di lanjutkan, Rico menjadi Idola Remaja.

 

 

Advertisements

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ONKY ALEXANDER & MERIAM BELLINA DALAM FILM ‘ CATATAN SI BOY 4 ‘

Posted by Toto Andromeda on June 12, 2013

Catatan Si Boy 4

Catatan Si Boy 4

JUDUL FILM                        : CATATAN SI BOY IV

SUTRADARA                       : NASRI CHEPPY

PRODUSER                          : SUDWIKATMONO, R SOENARSO, SUDARKO

CERITA                                  : MARWAN ALKATIRI

SKENARIO                           : MARWAN ALKATIRI – NASRI CHEPPY

MUSIK                                  : ERWIN BADUDU

PRODUKSI                           :  PT.  PARKIT FILM

TAHUN                                                 : 1990

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ONKY ALEXANDER, MERIAM BELLINA, DIDI PETET, PARAMITHA RUSADY, ROBERT SYARIEF, BOY ISKAK, WAN ABUD,  NANI WIJAYA,  IDA KUSUMAH

SINOPSIS :

Boy (Onky Alexander) sedang berlibur di Jakarta. Setelah lama berpisah karena ke Amerika, akhirnya Boy bisa kembali dan bertemu dengan Vera (Meriam Bellina). Namun Vera kali ini adalah Vera yang berbeda karena profesi foto modelnya.  Boy tidak setuju kalau Vera menjadi foto model apalagi dengan buka-bukaan baju saat difoto. Majalah edisi Vera sebagai covernya terbit dengan pose yang lumayan menantang. Hal ini membuat kaget mama Boy (Nani Wijaya), ia tidak setuju kalau calon menantunya berfoto seperti di majalah. Boy sendiri menjadi kesal dibuatnya  atas foto diri Vera di majalah, sehingga Boy member saran pada Vera tentang profesinya.  Seringkali Boy dan Vera berselisih paham.  Vera dianggap telah di pengaruhi oleh Meo tukang make upnya.

Namun Vera bukanlah orang yang mau di atur-atur. Akhirnya Vera memilih mengikuti karirnya. Vera dan Boy sepakat untuk memutuskan hubungan diantara mereka berdua. Vera lebih memilih kariernya di dunia foto model. Boy menerima keputusan yang telah dibuat.  Sebagai seorang foto model, Vera selalu melakukan pemotretan dimana saja.

***

Ketika Boy berlibur ke Bali, tanpa sengaja ia bertemu dengan Cindy (Paramitha Rusady) yang pada awalnya sangat susah diajak berkenalan, namun akhirnya luluh juga. Diam-diam Boy menyukai Cindy dan akhirnya mengutarakan isi hatinya pada Cindy. Namun Cindy ragu. Atas saran kakaknya akhirnya Cindy mau menerima Boy. Secara kebetulan pula, Vera sedang melakukan pemotretan di Bali. Ia melihat Boy dan Cindy berduaan. Basa basi Vera menemui mereka namun hatinya tidak bisa berbohong kalau ia masih menyukai Boy.

Akhirnya Vera pun menerima keadaan Boy, dan Vera lebih memilih menjalani pekerjaannya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ENNY BEATRICE & DINA MARIANA DALAM FILM “PERSAINGAN REMAJA”

Posted by Toto Andromeda on May 2, 2012

JUDUL FILM                        : PERSAINGAN REMAJA

SUTRADARA                       : WILLY WILIANTO

CERITA                                  : WILLY WILIANTO

SKENARIO                           : BUCE MALA

PRODUSER                          : NY. LEONITA SUTOPO

TAHUN PRODUKSI           : 1984

PRODUKSI                           : PT. INEM FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ENNY BEATRICE, DINA MARIANA, AVENT CHRISTIE, DONNY NURHADI, ZAINAL ABIDIN, PRIA BOM BOM, AMINAH CENDRAKASIH, CHERY IVONE, SHERLY SARITA, URIP ARPHAN, ZAITUN, ANWAR FUADY

SINOPSIS :

Pak Zaenal (Zainal Abidin) seorang pengusaha yang sukses memiliki empat orang anak-anak yang sudah besar, Joni, Boni, Susi dan Bom Bom. Zainal merupakan tipikal orang tua yang berwatak keras dalam mendidik anak, sehingga anak-anaknya disuruh untuk belajar dan belajar. Termasuk Boni (Donny Nurhadi) anaknya yang masih kuliah.  Boni disuruh belajar bahasa Perancis karena akan di kirim ke Paris, untuk itulah Zainal mencari guru bahasa Perancis. Maka di temukanlah Mira (Enny Beatrice) sebagai guru bahasa Perancis.  Rupanya Boni dan Mira sudah saling kenal muka sebelumnya walau belum tahu nama masing-masing. Meski Boni di kenal kasar, namun Mira sebagai guru lesnya bisa mengambil hatinya. Boni pun semangat untuk belajar di Flat milik Mira.  Boni dan Mira saling suka. Mira tinggal sendiri di flat. Mira suka kedatangan adiknya, Dina ke flatnya. Dina adalah adik Mira yang masih kuliah namun kost di tempat yang berbeda.

Mira sebenarnya sudah memiliki pacar Indra (Avent Christie) namun karena Indra kedapatan memiliki perempuan lain, maka Mira marah padanya.

Sementara itu di kampusnya, Boni memiliki pacar bernama Dina (Dina Mariana), namun Dina merasakan kalau Boni jarang sekali menemuinya akhir-akhir ini. Setelah ditanyakan, Boni beralasan kalau dirinya sibuk .

Hubungan Boni dan Mira makin intim, merekapun akhirnya berpacaran. Sebagai seorang kakak, Mira sangat gembira dan menceritakan pada Dina kalau ia memiliki pacar, seorang pemuda yang lincah, kocak dan lebih muda. Untuk itu Mira ingin mengenalkan pacar Mira pada Dina. Saat itupun tiba, Dina datang ke tempat dimana kakaknya akan memperkenalkan pacar barunya. Namun betapa kagetnya Dina kalau pacar kakaknya ternyata adalah Boni, pacarnya juga. Namun secara refleks, Dina pura-pura tidak mengenal Boni agar kakaknya tidak kecewa.  Setelah di perkenalkan, Dina buru-buru pergi untuk pulang. Dina tidak mau kalau kakaknya tahu. Sementara Boni sendiri menjadi bingung. Ia ingin menjelaskannya pada Dina tapi Dina tidak bisa menerima penjelasannya.  Akhirnya Dina mengalah dan menyuruh Boni untuk menikahi kakaknya.  Tanpa sepengetahuan Mira, Dina datang kerumah Boni untuk menemui ayahnya agar Boni di ijinkan menikah. Esoknya Boni memperkenalkan Mira pada keluarganya untuk dijadikan istri.  Mereka menyetujuinya. Maka mulailah Mira memilih-milih ranjang pengantin dengan di temani Dina.

Sementara itu Boni mulai ragu akan pilihan yang di pilihkan Dina. Sebenarnya ia masih mencintai Dina, maka dari itu Boni datang ke kost Dina untuk membicarakan perasaannya. Namun Boni meminta untuk berbicara di tempat lain. Ketika Boni dan Dina sedang keluar untuk berbicara, datanglah Mira ke kamar Dina. Betapa kagetnya Mira karena di bawah tumpukan buku yang berserakan di kasur ada foto Boni dan Dina. Akhirnya Mira tahu kalau Dina adalah pacar Boni.  Akhirnya Mira mengalah, dan meminta Boni untuk memilih Dina. Meski Boni berusaha meyakinkan namun Dina tetap menolak kehadiran Boni. Akhirnya Boni memutuskan pergi ke Paris. Ia meninggalkan Surat di bawah pintu tempat tinggal Dina. Ketika Dina membaca surat tersebut, ia kaget dan langsung berlari menuju Bandara untuk mengejar Boni. Namun pesawat ke Paris sudah berangkat. Akhirnya sambil menangis Dina pulang ditemani Mira. Di dalam taksi ia menyesali kenapa Boni secepat itu pergi padahal ia masih mencintainya. Namun Dina terkejut karena sopir taksi tersebut adalah Boni.

 

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

DESSY RATNASARY & NIKE ARDILLA DALAM FILM ” OLGA DAN SEPATU RODA”

Posted by Toto Andromeda on November 29, 2010

JUDUL FILM        : OLGA DAN SEPATU RODA

SUTRADARA       : ACHIEL NASRUN

PRODUKSI           : PT. ANDALAS KENCANA   FILM

SKENARIO           : ACHIEL NASRUN, CHEPY NASRI

PRODUSER          : RAMESH KS

TAHUN PROD    : 1991

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : DESSY RATNASARI, NIKE ARDILLA, MANDRA, IDA KUSUMAH, AMI PRIYONO, TINO KARNO, ALBA FUAD, NASREEN ZEEN

SINOPSIS :

Olga (Dessy Ratnasari) kesal karena sepatu roda yang sering ia pakai sudah rusak dan perlu di ganti. Namun sayang untuk mengganti sepatu roda, tidaklah mudah, apalagi kalau harus meminta pada orang tuanya. Akhirya Olga inisiatif untuk meminta kredit pada Papinya (Amy Priyono), namun tidak di setujuinya, termasuk juga maminya (Ida Kusumah). Disekolah Olga dan Wina (Nike Ardilla) juga ngobrolin mengenai sepatu roda. Namun meski anak semata wayang, Olga agaknya kesulitan untuk mendapatkan sepatu roda. Akibat rusaknya sepatu roda yang dimilikinya, membuat Olga tidak bisa latihan sepatu roda. Olga hanya duduk-duduk saja. Tanpa sengaja Olga membaca pengumuman penerimaan penyiar baru di Radio Gaga.

Iseng-iseng Olga ikut-ikutan mendaftar untuk menjadi penyiar di radio Gaga, termasuk juga Somat (Mandra) yang menjadi salah satu peserta yang di audisi. Ketika Olga sedang di tes suaranya, ternyata suara Olga mencuri perhatian pimpinan Radio Gaga, Mas Ray. Olga langsung di terima untuk siaran di Radio Gaga.

Sementara itu Mami memberikan surprise pada Olga dengan membelikan sepatu roda. Namun sayang sekali sepatu roda yang di belikan oleh Mami kuno. Olga menolak pemberian Mami. Olga sendiri siaran di radio Gaga tanpa sepengetahuan orang tua, sehingga kerap kali ia harus diam-diam untuk ke Radio Gaga dengan ditemani temannya Wina. Kehadiran Olga di radio Gaga langsung meraih penggemar dan banyak fans, termasuk Somat yang sering sekali menelpon ke radio Gaga. Olga di percaya untuk membawakan acara. Meski Olga di anggap baru, namun Mbak Vera (Alba Fuad) dan Mas Ray menyetujui Olga untuk membawakan acara yang baru di radio Gaga. Olga di minta Mbak Vera untuk siaran malam. Meski awalnya menolak untuk siaran malam karena harus sekolah, namun karena di kasih bonus lebih, akhirnya Olga menerima dan mau siaran malam.

Uang dari hasil siaran langsung di belikan sepatu roda yang sudah lama ia incarnya.

Karena siaran malam, Olga meminta tolong pada sahabatnya Wina untuk selalu menemani. Meski awalnya menolak, namun karena Wina di berikan kebebasan untuk ikut menentukan siaran termasuk ikut menyanyi dan baca puisi ketika siaran membuat Wina luluh dan mau menuruti permintaan Olga. Olga siaran selalu ditemani oleh Andi sebagai operator. Kerjasama keduanya memang baik. Perihal sepatu roda yang baru, Olga meminta pada Wina kalau mamihnya nanya itu adalah pinjam dari Wina.

Malam itu Olga siaran di Radio Gaga dengan di temani Wina.  WIna di daulat oleh Olga untuk menyanyikan sebuah lagu. Wina pun akhirnya menyanyikan lagu Aksara Bisu yang membuat pendengar Radio Gaga terpukau termasuk juga dengan Somat yang dirumah sambil terkantuk-kantuk mendengarkan suara Wina. Sementara itu Olga menjadi sering ngantuk-ngantukan karena harus siaran malam. Bahkan nilai Olga menjadi jeblok.

*****

Sementara itu ulah Somat salah satu fans Olga makin menjadi. Ia mengirim surat pada Olga yang di titipkan di Radio Gaga untuk bertemu Olga di kawasan Monas. Olga pun penasaran dibuatnya tentang siapa fans dirinya yang ngajaknya bertemu. Sesampai di Monas Olga baru tahu siapa yang mengajaknya ketemu. Setelah basa-basi, Somat yang sedianya ngajak ke stadium, juga ngajak nonton film karena habis membuka celengannya akhirnya ditinggalkan begitu saja oleh Olga.

Lagi-lagi Olga diam-diam keluar rumah untuk siaran malam. Seperti biasa Wina sudah menunggunya diluar pagar. Merekapun langsung meluncur ke Radio Gaga. Selepas Olga dan Wina pergi, datanglah Somat ke rumah. Mami dan Papi Olga pun sempat dibuat heran kenapa Olga mau dengan Somat. Akhirnya Mami tahu kalau Olga ternyata tidak ada dirumah setelah ngecek keberadaan kamar Olga. Di ruang siar Andi dan Ucup (Tino Karno) terlibat pertengkaran karena mereka sedang menunggu Olga yang belum juga datang untuk siaran. Ucup pun menelpon rumah Olga dan diterima oleh Mami. Sedangkan Andi yang tidak bisa kerja sama dengan Ucup akhirnya memilih keluar dari radio Gaga. Siaran olga jadi tidak enak. Sepulang dari Radio Gaga, Olga sudah ditunggu Mami dan Papinya di ruang tamu. Olga di suruh berhenti untuk jadi penyiar setelah mereka tahu kalau Olga sering keluar malam untuk siaran.

****

Radio Gaga sedang mengadakan rapat yang membahas keluarnya Andi. Olga datang terlambat. Namun karena disinggung-singgung oleh Mas Rey, apalagi setelah mas Ray menyuruhnya keluar setelah Andi juga keluar karena dianggap besar kepala. Olga yang sedianya tidak ingin keluar dari radio Gaga akhirnya memutuskan untuk keluar dari Radio. Mbak Vera mengejar Olga dan membujuk Olga untuk kembali, namun Olga merasa tersinggung akan ucapan Mas Ray.

Olga mencari tahu siapa biang keladi yang membuat Mas Andi duluan keluar dari Radio Gaga rekan kerjanya. Ia mencari tahu ke Andi, sebelum Olga tahu masalahnya Olga tidak mau pergi. Olga ingin tahu siapa yang ngomongin tentang Olga dan Andi ke Mas Ray sehingga mas Ray berkata kasar padanya. Setelah mengetahui kalau Ucuplah biang keladinya , maka Olga pun menemui ucup dan mengatakan kalau dirinya tidak lebih dari pengecut.

Sementara itu selepas kepergian Olga dari Radio Gaga, pendengar merasa kecewa apalagi setelah acara Olga di bawakan Oleh Ucup yang menjadi garing. Mbak Vera pun kebanjiran telepon yang menanyakan keberadaan Olga. Namun Mbak Vera selalu menjawab kalau Olga sedang sakit. Radio Gaga kelihatan tidak punya semangat selepas kepergian Olga. Radio Gaga menjadi Lesu.

Akhirnya atas saran ayah Mas Ray, Olga ditarik kembali untuk siaran lagi di Radio Gaga. Mbak Vera yang bertugas untuk membujuk Olga untuk kembali ke Radio Gaga ke rumah Olga. Pembicaraan Olga dan Mbak Vera di dengar oleh Mami dan Papi Olga. Meski awalnya menolak, namun akhirnya Olga mau menerimanya setelah ia di dukung oleh Mami dan Papinya. Olga memang sedang mempersiapkan lomba marathon sepatu roda. Namun setelah diberitahu kalau Lomba tersebut juga disiarkan secara langsung oleh Radio Gaga, Olga akhirnya mau kembali ke Radio Gaga. Olga akhirnya menjadi pemenang pertama lomba marathon putri.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | 12 Comments »

RYAN HIDAYAT & RIA IRAWAN DALAM FILM “ANAK-ANAK GASS / ELEGI BUAT NANA”

Posted by Toto Andromeda on November 23, 2010

JUDUL FILM        : ANAK-ANAK GASS (ELEGI BUAT NANA)

SUTRADARA       : EDDY SUHENDRO

PRODUKSI           : PT. ELANG PERKASA   FILM

PRODUSER          : ANAK-ANAK GASSS

TAHUN PROD    : 1989

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : RYAN HIDAYAT, RIA IRAWAN, GITO GILAS, DEASY RATNASARI, ADI BAGUS, RINA HASTITI, WD MOCHTAR

SINOPSIS :

Reo Reseh (Ryan Hidayat) dan Bimo (Gito Gilas) serta John(R Adi) sedang menyaksikan suting video lagu yang dinyanyikan oleh Nana (Ria Irawan).  Di sela-sela break suting, Reo mendekati Nana dan berlagak sebagai pencipta lagu untuk dapat meminta alamat Nana. Namun bagi nana sendiri, nyanyi adalah hanya sekedar hobi. Alih-alih Nana yang akan memberikan alamat, namun sayang teman Nana, Ri Hapsari nyosor duluan dan memberikan alamat pada Ryan. Bidikan Reo adalan Nana tapi tidak berhasil mendapatkannya. Merasa  tidak mau memiliki alamat Rihapsari, maka alamat yang diberikan pada Reo diberikan pada temannya, John.

John yang ngebet ingin berkenalan dengan Rihapsari akhirnya diam-diam datang kerumahnya dan diterima langsung oleh Rihapsari, namun sayang John tidak tahu kalau itu adalah Rihapsari, sehingga ia dikerjainnya. Rihapsari menyuruh Iyem pembantunya untuk mengaku sebagai dirinya, karena ia tidak merasa memberikan alamat padanya. John kaget karena yang keluar ternyata lain dari yang di bayangkan. Akhirnya John buru-buru pulang. Ditengah jalan ia bertemu Reo, maka tahulah John bahwa cewek yang keluar bukanlah Rihapsari. Sementara itu Bimo datang dan menyuruh Reo untuk mencoba mobilnya yang telah di tune up.  Reo dan John kemuadian datang kerumah Enyoi (Andreas). Di rumah Enyoi terdapat cewek-cewek yang sedang diajar musik oleh Enyoi, namun ternyata Enyoi adalah guru musik gadungan, ketika Reo dan John datang dengan menyindir Enyoi. Reo akhirnya jalan-jalan mengantar cewek-cewek yang berada di rumah Enyoi (Andreas) karena dianggap mampu mengajar musik, padahal sebenarnya hanya akal-akalan saja. Selepas dari mengantar cewek-cewek, Reo pulang dan melihat Bimo sedang memakai sarung. Dikiranya Reo dan adik John baru berbuat yang tidak-tidak, namun berkat penjelasannya akhirnya Reo dan John mengerti.

*****

Reo dan kawan-kawan pergi jalan-jalan menggunakan mobilnya. Ditengah jalan ia menolong Nana dan kawan-kawan. Nana hampir pingsan dan daranya keluar dari hidung. Akhirnya Nana di bawa kerumah sakit oleh Reo dan kawan-kawan. Sewaktu pulang dari rumah sakit Reo menghafalkan nomor sal tempat di mana nana di rawat. Esok harinya Reo membeli bunga yang  yang di peruntukkan untuk Nana dan berangkat ke rumah sakit tanpa sepengetahuan teman-teman. Namun sesampai di parkiran rumah sakit, Reo kepergok teman-temannya. Akhirnya mereka bergabung menuju kamar di mana Nana di rawat. Namun sayang sekali ternyata sampai kamar yang di tuju, orang yang di cari tidak ada dan sudah berganti pasien seorang nenek. Terpaksa bunga dan apel yang terpaksa sudah dikasih Ia tinggalkan. Nana sudah kembali kerumah. Akhirnya mereka pun lost kontak dimana harus menemui Nana.

Namun Bimo berhasil mendapatkan alamat Nana. Bimo pun dengan cepat memberikannya kepada Reo yang langsung ditanggapi dengan mendatangi kantor Nana yang kebetulan mau mengadakan festival Band. Reopun di ajak untuk mengikuti festival tersebut. Akhirnya Reo berterus terang pada Nana kalau dirinya ingin mengenal Nana. Ketika mereka sedang asyik ngobrol, datanglah peserta yang mau mendaftar untuk menjadi peserta lomba festival band yang diterima Nana. Merasa di cuekin, akhirnya Reopun pulang. Namun sesampai di rumah ia merenung kenapa tidak ikut festival saja Bandnya. Esoknya Reo memutuskan ikut festival dan mendaftarkan bandnya.

*****

Untuk menghadapi festival yang akan di ikuti, anak-anak Gass, Reo dan kawan-kawannya berlatih keras. Setelah mendaftar mengikuti festival, Reo semakin gencar mendekati Nana dengan berbagai alas an. Suatu hari Reo pura-pura ingin konsultasi dengan Nana, namun Nana yang akan kerumah sakit menolaknya. Meski awalnya di tolak namun akhirnya Nana mengijinkan Reo untuk konsultasi sambil menuju rumah sakit. Dirumah sakit sudah menunggu dokter Hendro yang menangani penyakit Nana, Ayah (WD Mochtar) dan Ibu (Rina Hashim) Nana. Mereka sedang membahas penyakit Nana yang sudah kronis. Leukemia Kronis.

Kedatangan Nana disambut oleh dokter Hendro. Namun setelah memberitahu penyakitnya, Nana menjadi sedih dan pamit keluar duluan. Reo dibuat bingung oleh Nana atas sikapnya yang berubah setelah keluar dari ruang dokter. Apalagi setelah Nana mengibaratkan jangan memetik bunga itu yang indah namun berumur pendek. Bahkan Nana tidak mau ditemenin Reo lagi. Reo menjadi bingung, dan menceritakan pada teman-teman bandnya. Akhirnya Bimo memberi kesimpulan kalau maksud Nana mengatakan Bunga itu indah dan berumur pendek, maka jangan di petik adalah untuk menyemangati band mereka yang ikut festival dank arena Nana ketua panitia maka ia ingin di beri keistimewaan. Akhirnya untuk memberi kejutan pada Nana sang ketua panitia, Reo membuat lagu untuk Nana yang akan di nyanyikan pada saat festival.

Dirumah, Ayah dan Ibu Nana akhirnya mengetahui kalau Nana mencintai Reo, namun tidak mau menyakitinya karena sebentar lagi Nana akan meninggalkan Reo. Sedangkan Reo dibuat bingung atas tingkah Nana. Di kantor ia tidak menemukan Nana, Dessy (Dessy Ratnasari) bahkan menyuruh Reo untuk tidak lagi mencari Nana. Namun Dessy meyakinkan kalau Nana akan datang pada malam final.

****

Akhirnya malam final pun tiba, namun Nana yang ditunggu-tunggu tidak juga datang. Hal ini menurunkan semangat anak-anak Gass terutama Reo, namun Bimo meyakinkan pada Reo bahwa Nana ada dan ini adalah kesempatan terbaik karena kapan lagi akan masuk final. Bimo pun menemua Nana untuk meyakinkan Reo. Nana tidak mau menemui reo dan hanya menitipkan surat pada Reo lewat Bimo yang harus diberikan setelah festival usai.

Setelah festival usai, Band Gass menjadi pemenang festival. Orang yang pertama kali di cari oleh Reo adalah Nana, namun sayang Nana sudah pulang. Bimo pun menyerahkan surat dari Nana untuk Reo yang dititipkannya.

Setelah membaca surat dari Nana, Reo akhirnya tahu penyakit Nana. Dan Nana akan berobat ke LA. Esok harinya Reo dan anak-anak Gass mengejar Nana ke Airport, namun Sayang Reo tidak dapat bertemu dengan Nana karena ia sudah masuk kedalam.

***

Melihat adegan terakhir, seperti melihat film AADC dimana cinta tidak dapat menemui Rangga.  Sedikit mirip walau agak beda jg sih….

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | 2 Comments »

PARAMITHA RUSADY DALAM FILM MERPATI TAK PERNAH INGKAR JANJI

Posted by Toto Andromeda on June 22, 2010

Paramitha Rusady , Merpati Tak Pernah Ingkar Janji

JUDUL FILM        : MERPATI TAK PERNAH INGKAR JANJI

SUTRADARA       : WIM UMBOH

PRODUSER          : FERRY ANGRIAWAN

PRODUKSI           : PT. VIRGO PUTRA  FILM

PENULIS CERITA: MIRA W

TAHUN PROD    : 1985

JENIS                     : FILM REMAJA

PEMAIN               : PARAMITHA RUSADY, RIMA MELATI, KOESNO SUDJARWADI, ADI BING SLAMET, NIA ZULKARNAEN, IYUT BING SLAMET, SYLVANA HERMAN

SINOPSIS :

Film Merpati tak pernah Ingkar janji diangkat dari Novel Mira W dengan judul yang sama, sebuah karya besar sutradara ternama Wim Umboh yang terkenal dengan film-filmnya yang bermutu.

Maria (Paramitha Rusady) adalah seorang gadis yang telah di tinggal  oleh ibunya ketika melahirkannya. Ibunya adalah seorang mantan biarawati, sehingga ketika Maria lahir, ayahnya Pak Handoyo (Kusno Soedjarwadi) sudah berjanji pada Tuhan bahwa Maria ia persembahkan pada Tuhan untuk menjadi biarawati. Maria di didik secara kaku oleh ayahnya, sehingga Ia tidak tumbuh sebagai layaknya gadis pada umumnya. Ajaran ayahnya mengenai Tuhan sangat lekat dilaksanakannya sehingga menjadi gadis yang lugu.

Ketika Handoyo memergoki Maria sedang memakai baju biarawati mendiang Ibunya, Handoyo marah, karena belum saatnya Maria menjadi biarawati, dan harus menunggu 3 tahun lagi untuk masuk  SMA. Ia masuk sekolah putrid  dengan perlakuan khusus dibawah asuhan suster Vivia, Maria menemukan suasana yang betul-betul baru. Teman-temannya yang jahil menjadi awal perkenalan Maria di kelasnya. Bahkan keluguan Maria menjadi ledekan mereka sehari-hari, dari tidak memakai BH dan celana, bahkan di pelajaran olahragapun Maria di larang oleh ayahnya untuk buka paha, sehingga ketika olahraga Maria tidak mengikutinya. Ajaran Tuhan yang kaku membuat Maria tidak bisa berbuat apa-apa di sekolah, sebelum akhirnya teman-teman yang menjahilinya akhirnya pun menjadi teman yang baik bagi Maria dan merubah sedikit demi sedikit kehidupan Maria.  Maria jadi berani pakai BH.

Maria berhasil mengambil hati teman-temannya ketika Ia menjadi pahlawan bagi teman-temannya di pertandingan bola voli. Nama Maria juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Guntur (Adi Bing Slamet) anak sekolah lain. Setelah selesai pertandingan, Guntur menghampirinya. Namun Guntur belum berhasil mengajak Maria. Guntur meminta tolong kepada Tina (Iyut Bing Slamet) dan kawan-kawannya agar Ia bisa dekat dengan Maria. Namun usahanya di tolak. Akhirnya Guntur menggunakan akalnya untuk dapat mengenal Maria lebih dekat. Dengan bantuan temannya untuk menjambret Maria, akhirnya Guntur berhasil menarik hati Maria.

Akhirnya keduanyapun jatuh cinta.  Kedekatan Maria berhasil diketahui oleh Handoyo ayahnya, hingga akhirnya Maria lebih berhati-hati sekali ketika berhubungan dengan Guntur. Namun demikian Maria tetap merasa sebagai wanita yang berbeda, karena ia ingin menjadi biarawati. Hingga suatu saat Maria yang lugu berteriak di toilet sekolah. Elita (Nia Zulkarnaen) akhirnya menolongnya kedalam. Setelah diketahui, Elita kaget. Karena Maria berdarah di selangkangan. Dengan pertolongan suster Vivia, akhirnya Maria pun mengetahui kalau itu adalah haid pertamanya dan ia menjadi dewasa.

Mengetahui Maria telah haid, Handoyo memaksa Maria ke sebuah biara untuk menjadikan Maria biarawati, namun biarawati pengelola menolaknya karena itu bukan datang dari Maria sendiri namun dari ayahnya.

******

Ketika maria sakit, kawan-kawannyalah yang setia menjaganya, termasuk Guntur yang dengan sembunyi-sembunyi menemui Maria, karena takut ketahuan ayahnya.  Ketika Maria sudah hamper sembuh, Guntur melontarkan ide gila, ia mengajak Maria jalan-jalan karena itu adalah kesempatan terakhir Guntur untuk dapat bertemu dengannya sebelum Maria pulang kerumah dan dikurung tidak boleh menemuinya. Akhirnya melalui bantuan Tina yang menggantikan Maria sebagai pasien, Maria dan Guntur dapat berjalan-jalan dengan indahnya. Namun di rumah sakit, Tina ketahuan bohongnya oleh suster yang mau menyuntikknya hingga akhirnya kejadian ini diketahui oleh Handoyo. Handoyo marah besar, Maria kabur dan tidak diketahui keberadaanya. Akhirnya Guntur menitipkan sebuah surat untuk Maria pada elita. Dalam Suratnya Guntur yang memiliki sebuah penyakit akhirnya menceritakan kalau surat itu terbaca Maria maka ia tidak bisa bertemu lagi. Guntur akhirnya pun meninggal.

Pada akhir kisah, Maria akhirnya menjadi seorang biarawati, dan Handoyo akhirnya meninggal ketika dalam perjalanan dari Irian kecelakaanpun terjadi. Namun secara kebetulan Marialah yang menjadi penolongnya.

*****

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | 11 Comments »

OBBIE MESAKH & CONNIE CONSTANTIA DALAM FILM “KAMUS CINTA SANG PRIMADONA”

Posted by Toto Andromeda on January 5, 2010

JUDUL FILM        : KAMUS CINTA SANG PRIMADONA

SUTRADARA       : ABDI WIYONO

PRODUSER          : ANTON INDRACAYA

PRODUKSI           : PT. PANCARAN INDRA CINE FILM

TAHUN PROD    : 1988

JENIS                     : FILM REMAJA

PEMAIN               : TOMMY J PISA, CONNY CONSTANTIA, BETHARIA SONATA, RIA RESTY FAUZY, JAYANTI MANDASARI, JAMAL MIRDAD, YAYUK SUSENO, IDA KUSUMAH, ABDI WIYONO, SYLVANA HERMAN, OBBIE MESAKH, AGIL SYAHRIAL, GITO GILAS, UCI BING SLAMET, IYUT BING SLAMET

SINOPSIS :

Jimmy (Tommy  J Pisa) adalah seorang mahasiswa yang terkenal playboy di kampusnya. Ia memperebutkan seorang mahasiswi bernama Intan (Connie Constantia) dengan Rony (Agil Syahrial) untuk mendapatkan cintanya.  Jimmy dibuat penasaran dengan yang namanya Intan. Maka itu berbagai cara ia lakukan untuk dapat mendekatinya. Sementara dengan Rony, Jimmy bertaruh siapa yang bisa mendapatkan Intan.

Suatu hari ketika di kantin, Jimmy yang biasa ngutang dengan Ibu kantin dan anaknya Ning (Uci Bing Slamet) makan di kantinnya. Ketika sedang makan Ia melihat Intan datang untuk makan siang. Menu yang di pilihnya adalah hati, sementara menu pilihan Jimmy adalah Empal. Secara diam-diam Jimmy menukar hati Intan dengan empal yang sudah dimakannya. Tentu saja Intan kaget. Ketika mau membayar, Intan diberitahui oleh Ibu kantin kalau sudah dibayarkan oleh seorang pemuda. Dan pemuda itu menitipkan surat buatnya. Ketika membaca isi suratnya, Intan dibuat ingin muntah setelah tahu hatinya dig anti empal oleh Jimmy.

Intan akhirnya mengetahui siapa orang yang telah menukar makanannya. Jimmy pun dicuekin. Hal ini makin membuat Jimmy penasaran, dan akhirnya Jimmy memberanikan diri ke rumah Intan. Namun sesampai disana Jimmy melihat Rony. Dan Rony menyatakan taruhan kali ini sudah selesai karena terbukti Jimmy tidak bisa menarik perhatian Intan. Akhirnya Rony dan Intan pun pacaran. Sedangkan Intan akhirnya membenci Jimmy. Jimmy pun mencari jawabannya penyebab dari kebencian tersebut.

****

Pada Pesta ulang tahun Intan, Jimmy tidak diundang olehnya. Namun ia mempunyai rencana lain. Meski tidak diundang namun Jimmy tetap datang ke pesta  ulangtahun Intan. Tentu saja Intan marah, akhirnya Jimmy batal memberikan kado dan keluar menyendiri di taman. Sementara itu Intan dan Rony selesai pesta bertengkar karena Intan tidak suka Rony turut campur.  Pertengkaran Rony dan Intan didengar oleh Jimmy yang sedang duduk. Akhirnya Jimmy keluar dari duduknya dan menghampiri keduanya.  Akhirnya Ronny menganggap selesai dengan taruhan mereka, sementara Jimmy menganggap kalau dia masih belum menyerah.

Merasa cemburu, akhirnya Ronny menyuruh Linda temannya untuk memfitnah Jimmy dengan membuat surat atas nama Jimmy buat Intan. Setelah Intan membacanya ia marah pada Jimmy. Akhirnya Jimmy mencari tahu siapa biang keladinya.  Didepan kelas akhirnya Linda mengakui bahwa ia disuruh Rony.  Dan Intan yang saat itu ada akhirnya hanya bisa diam.  Dalam hati ia tetap membenci Jimmy.

Namun perburuan cinta Jimmy belum selesai. Ia dan kawan-kawannya merencanakan camping dan Intan pun Ikut. Ketika intan sedang menyendiri di bawah air terjun, Jimmy pun datang. Namun Intan tetap membencinya. Akhirnya Jimmy meninggalkan Intan, namun sebelumnya Intan mau ikut bersamanya untuk kembali.  Nasib sial menimpa keduanya. Mereka tersesat dalam hutan. Tapi inilah akhir kisahnya. Intan akhirnya mengakui kalau ia mencintai Jimmy setelah Jimmy jujur mengungkapkan apa adanya.

***

Kamus Cinta sang Primadona adalah sebuah film drama yang bertabur artis-artis penyanyi terkenal negeri ini. Meski tidak sedikit yang Cuma numpang lewat akan tetapi artis ini bertabur bintang. Secara keseluruhan sih ceritanya tidak begitu menyentuh, namun melihat penyanyi-penyanyi berakting rasanya kita sudah terhibur dengan film ini.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »