Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Archive for the ‘Serba Serbi’ Category

PENGKHIANATAN G 30 S PKI, DALAM BINGKAI SINEMA

Posted by Toto Andromeda on September 30, 2013

G 30 S PKI Belakang48 tahun silam, tepatnya 30 September 1965 peristiwa yang di kenal dengan Gerakan 30 September itupun terjadi. Peristiwa pemberontakan yang di lakukan oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI dengan menculik dan memfitnah adanya Dewan Jenderal yang akan melakukan perebutan kekuasaan. Versi sejarah yang berkembang, para Jenderal di culik dan dibunuh secara keji oleh PKI. Namun akhir-akhir ini berkembang polemik bahwa dalang dari peristiwa tersebut bukanlah PKI melainkan Soeharto sendiri, Presiden RI yang telah berkuasa selama 32 tahun. Anda percaya itu? Hehe… penulis sendiri sangat tidak mempercayai kalau itu adalah kerjaan Pak Harto. Sama sekali tidak percaya. Tetap percaya bahwa itu adalah kerjaan PKI.

 

Ade Irma Suryani

Ade Irma Suryani

Ingat !!!! Pemberontakan PKI Madiun 1948. Apakah awalnya PKI mengakui? Tidak… namun pada akhirnya terbukti bahwa itu adalah kerjaan PKI. Sama halnya dengan 1965. Hanya PKI yang berani menginjak-injak Al Quran.  Well, daripada berpolemik, kali ini penulis tidak ingin mengomentari sejarah, tapi ingin mengingat kembali peristiwa tersebut dari segi sinematografi. Tentu saja lewat film yang pernah ditayangkan di TVRI selama bertahun-tahun setiap tahunnya. Terlepas dari apapun sejarah dan penyimpangan yang terjadi dalam film tersebut, semua memang ada pro dan kontranya, itu sangat wajar terjadi.

 

Rapat yang dilakukan oleh Untung CS

Rapat yang dilakukan oleh Untung CS

Cakrabirawa

Cakrabirawa

Salah satu anggota Gerwani dengan geram melempar sandal terhadap para korban PKI

Salah satu anggota Gerwani dengan geram melempar sandal terhadap para korban PKI

Pierre Tendean

Pierre Tendean

 

 

 

Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI adalah sebuah karya besar sutradara Arifin C Noor dengan produser G. Dwipayana. Film berdurasi panjang ini dibintangi oleh Amoroso Katamsi sebagai Jenderal Soeharto, dan Tokoh Presiden Soekarno oleh Umar Kayam. Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI adalah merupakan film wajib yang diputar oleh TVRI setiap tanggal 30 september sebelum akhirnya di berhentikan oleh pemerintah melalui menteri Penerangan pada tahun 1998 yang kala itu di jabat oleh Yunus Yosfiah. Banyak yang bilang ini merupakan film propaganda pemerintah dengan mengkultuskan salah satu tokoh di film tersebut, dan banyak sekali adegan-adegan yang konon tidak ada.

 

Namun dari sisi sinematografi menurut penulis, seorang sutradara besar sekaliber Arifin  C Noor pastilah sudah melakukan serangkaian riset demi terwujudnya film ini tidak serta merta hanya mengandalkan satu narasumber saja, sehingga menurut hemat penulis sangat naïf kalau film ini dibuat untuk propaganda pemerintah saja, dalam hal ini adalah figure Pak Harto.

 

Jenazah pahlawan revolusi

Jenazah pahlawan revolusi

Jenderal Suharto dalam pidato saat pengangkatan jenazah dr sumur tua

Jenderal Suharto dalam pidato saat pengangkatan jenazah dr sumur tua

Iring-iringan jenazah pahlawan revolusi yang akan dimakamkan

Iring-iringan jenazah pahlawan revolusi yang akan dimakamkan

 

 

Tidak berlebihan memang kalau kita menilai sebuah film ada beberapa adegan yang tidak sesuai, namun demikian patut diingat bahwa film ini mampu memberikan gambaran tentang sebuah peristiwa kelam bangsa Indonesia yang pernah terjadi.

Berlatar belakang penculikan para jenderal yang di bunuh dengan cara keji dan dibuang ke sumur tua lubang buaya. Diawal film ini dibuka dengan keadaan dan peristiwa yang terjadi di Indonesia, pemberitaan-pemberitaan di Koran tentang sepak terjang dan kekejaman PKI, hingga antrian untuk membeli beras dan minyak tanah oleh rakyat adalah gambaran nyata yang terjadi pada saat itu. Paceklik yang mendera rakyat kecil.  Kemudian juga digambarkan latihan-latihan yang dilakukan sebelum operasi penculikan dilakukan, hingga penculikan satu persatu para anggota ‘dewan jenderal’.

 

Dengan ilustrasi music yang sangat mencekam, penonton mampu dibawa pada suasana tahun 1965 yang cukup mencekam. Adegan yang tidak pernah terlupa adalah adegan dimana anak dari DI Panjaitan yang melumuri mukanya dari darah ayahnya yang ditembak.  Penculikan dewan jenderal yang berujung pada dipaksanya mereka untuk menandatangani sebuah dokumen, dan euphoria para pengikut PKI ketika melihat para jenderal terluka, dan disiksa. Satu adegan kejam adalah ketika di silet. “Darah itu merah jenderal”, merupakan kalimat yang paling diingat.

 

Hingga pada akhirnya para jenderal dibuang kedalam sebuah sumur tua dan akhirnya di ketemukan setelah beberapa hari di kubur. Pengangkatan korban penculikan akibat kebiadaban PKI hingga pada akhirnya pemakaman para jenderal yang mendapat gelar Pahlawan Revolusi. Dengan suara asli Jenderal AH Nasution yang terbata-bata, film ini mampu membuat bulu kuduk berdiri. Melihat film G 30 S PKI adalah tak terlepas dari adegan lambat, adegan berlari para pasukan cakrabirawa yang dibuat melambat dangan iringan musik yang mencekam, adegan disilet, dan juga adengan bernyanyi-nyanyi dari para anggota PKI ditengah penderitaan para Jendral.

 

Terlepas dari apapun kontroversinya, namun film ini patut di jadikan sebagai film documenter, film docudrama yang patut di acungi jempol . Sejarah kelam itu tak akan pernah terlupa. Selamat Hari Kesaktian Pancasila.

Advertisements

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , , , , | 4 Comments »

REUNI SAUR SEPUH BERSAMA KOMUNITAS PECINTA FILM INDONESIA JADUL

Posted by Toto Andromeda on April 24, 2013

Penulis bersama pelakon Saur sepuh

Penulis bersama pelakon Saur sepuh

Saur Sepuh.  Mendengar kata tersebut kita akan di bawa ke ingatan di era 80an dimana Sandiwara Radio masih merajai dan menjadi satu-satunya hiburan rakyat yang murah.  Saur Sepuh merupakan salah satu Sandiwara Radio karya Niki Kosasih yang booming di era 80an. Dengan setting kehancuran kerajaan Majapahit dan berdirinya kerajaan sahabat bernama Kerajaan Madangkara.   Kehadiran Sandiwara Radio Saur Sepuh mampu menyedot jutaan pendengar di pelosok tanah air.

Melalui kisah-kisah yang dibuat, pendengar akan di bawa untuk berkelana kedalam alam imajinasi masing-masing. Imaginasi tentang penggambaran sosok Brama Kumbara sebagai tokoh sentral dalam Saur Sepuh, juga Mantili yang memiliki julukan si pedang Setan dan pedang perak, penonton akan berimajinasi sesukanya, bagaimana sosok Brama apakah tinggi, besar, berkumis atau berotot. Sosok yang bijaksana sebagai panutan. Atau mau menggambarkan Mantili Si pedang Setan? Seperti apakah dia? Perempuan adik Brama Kumbara yang kadang-kadang lebih mengandalkan emosi. Atau  barangkali mau menggaambarkan Lasmini? Perempuan binal penggoda lelaki tampan? Lasmini adalah musuh bebuyutan Mantili dalam serial sandiwara radio Saur Sepuh. Semua imaji nasi boleh jadi setiap orang berbeda satu dengan yang lain.

KPFIJ all crew bersama Pemain dan Sutradara Film saur sepuh

KPFIJ all crew bersama Pemain dan Sutradara Film saur sepuh

Suksesnya saur sepuh sebagai Serial Sandiwara Radio yang di putar di stasiun-stasiun radio di pelosok tanah air pun akhirnya di angkat ke layar lebar . Tahun 1988 dibuatlah film Saur Sepuh yang dilatarbelakangi oleh Sandiwara Radio. Melalui sebuah visualisasi dalam Film, maka penonton sudah tentu akan membandingkan benarkah sosok yang ia gambarkan selama ini dalam imajinasinya sesuai dengan yang di visualisasikan dalam film? Benarkah Brama Kumbara raja Madangkara sosoknya yang bijaksana, baik, memiliki ilmu tinggi sudah sesuai dengan gambaran ketika masih mendengarkan sandiwara radio? Terlepas dari gambaran masing-masing penonton, Saur Sepuh yang diangkat ke layar lebar hingga 5 film merupakan sebuah kesuksesan besar.  Melalui garapan Imam Tantowi sebagai sutradara , dengan dibintangi oleh Fendy Pradana sebagai Brama Kumbara, Elly Ermawati sebagai Mantili, Murtisaridewi Sebagai Lasmini dan Candy Satrio sebagai Raden Bentar saur sepuh memberikan warna yang berbeda dari film-film silat yang sebelumnya ada dengan bintang-bintang sekelas Barry Prima.

Imam Tantowi sang sutradara ikut serius memperhatikan film yang di putar

Imam Tantowi sang sutradara ikut serius memperhatikan film yang di putar

Fendy Pradana sebelumnya bukanlah pemain film laga . Berperan sebagai Brama Kumbara  sosoknya yang tinggi dan besar terasa pas dengan imaginasi yang selama ini di dengar hanya di Sandiwara Radio. Sosoknya mewakili penggambaran bagaimana Brama Kumbara yang selama ini banyak orang imaginasikan. Sedangkan Elly Ermawati yang juga merupakan pengisi suara asli dalam serial Sandiwara Radio dengan tokoh yang sama yaitu sebagai Mantili boleh dibilang sosoknya mampu  mewakili imaginasi para penggemar Sandiwara Radio. Sosok yang tak kalah pentingnya dalam Saur Sepuh adalah Lasmini yang di perankan oleh Murtisaridewi. Lasmini adalah sosok wanita yang centil, manja, binal dan suka menggoda lelaki terasa sangat pas ketika di bawakan oleh Murtisaridewi. Meski menurut penuturan Imam Tantowi sebagai sutradara, pada awalnya beliau merasa terkecoh dengan Murtisaridewi karena saat datang casting ia terlihat seperti sosok tante-tante yang dirasakan pas untuk tokoh Lasmini, namun setelah di teluusuri Murtisaridewi baru duduk di kelas I SMA. Sunggu suatu gambaran yang luar biasa.

Laris di Sandiwara Radio, Saur Sepuh laris pula di layar kaca, terbukti menurut data Perfin  Saur Sepuh I Satria Madangkara (1988) sebagai film terlaris I di Jakarta dengan perolehan penonton 575.480, Saur Sepuh II Pesanggrahan Keramat(1989) juga menjadi film terlaris I di Jakarta menurut data Perfin dengan perolehan penonton 583.604 dan Saur Sepuh 3 Kembang Gunung Lawu(1990) merupakan film terlaris I dengan perolehan penonton 611.073. Tentu saja prestasi ini patut dibanggakan.

Candy Satrio turut hadir bersama Tya Subiakto

Candy Satrio turut hadir bersama Tya Subiakto

Meski Saur Sepuh sudah lama di produksi dan barangkali hanya tinggal mengenangnya, namun penggemar saur sepuh di pelosok tanah air masih banyak terutama penggemar film-film saur Sepuh. Apalagi ditambah bioskop tanah air yang saat ini sudah tidak bersahabat lagi dengan film-film silat menjadikan Saur Sepuh sebagai sebuah film  yang masih banyak di buru oleh penggemarnya.  Dengan berbekal kepingan CD Saur Sepuh maka penggemarpun mampu dibawa ke masa silam, masa dimana kejayaan film Indonesia terutama saur sepuh mampu menyedot penonton untuk menonton film di bioskop dengan genre Silat. Silat adalah kebudayaan Indonesia yang patut kita banggakan dan kita lestarikan, seperti juga halnya dengan film Indonesia yang patut untuk terus di lestarikan.

Adalah Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul atau KPFIJ yang berhasil menyatukan kembali pemain Saur Sepuh melalui acara Nonton bareng yang kerap di gelar. Ada hal yang unik kali ini karena acara nonton bareng dengan tema Nobar Saur Sepuh 3 Kembang Gunung Lawu bertempat di sebuah kafe di bilangan Jakarta Selatan yang di helat 16 April 2013 mampu menyatukan kembali pemain-pemain Saur Sepuh yang sudah lebih dari 20 tahun yang lalu di putar di bioskop.  Pagelaran nonton bareng kali ini di hadiri oleh bintang-bintang film saur sepuh seperti Fendy Pradana (Brama Kumbara), Murtisaridewi (Lasmini), Candy Satrio (Raden Bentar) dan tak kalah pentingnya adalah kehadiran Imam Tantowi sebagai sutradara film tersebut. Selain kehadiran empat orang yang terlibat film tersebut juga nonton bareng kali ini di hadiri oleh Harry Sabar, penata music dalam saur sepuh I Satria Madangkara.

Kehadiran para pemain saur sepuh dalam nobar kali ini sangat di tunggu –tunggu oleh para penggemar saur sepuh yang ingin mengenal lebih dekat para pemain film yang dahulu di sanjungnya dan hanya dapati dilihat di layar lebar. Menjadi momen penting bagi penggemar untuk dapat berinteraksi dengan mereka.  Dalam sesi bincang-bincang maka dengan puas para penonton dapat melontarkan pertanyaan . Fendy Pradana selepas bermain film layar lebar akhirnya berbagi cerita kalau sebenarnya Fendy juga masih aktif baik di sinetron maupun di film. Kabar terakhir Fendy bermain dalam sebuah film anak-anak yang akan tayang pada bulan Juli mendatang.

Murtisari Dewi menjadi yang paling cantik

Murtisari Dewi menjadi yang paling cantik

Murtisaridewi menjadi satu-satunya sosok yang paling ayu diantara yang lain karena rivalnya Mantili tidak hadir dalam nobar kali ini setelah dari pihak panitia berusaha mengundangnya namun tidak mendapat tanggapan.  Murtisaridewi saat ini berdomisili di Solo mengikuti suaminya Didik Riyadi, sehingga kesempatan nobar Saur sepuh ini dirasa sangat berharga bagi para penonton khususnya anggota Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul karena mbak Murti mau meluangkan waktunya untuk datang menghadiri acara ini. Kegiatan Murtisaridewi saat ini disibukkan oleh aktivitasnya untuk mempersiapkan diri terjun kedunia politik dengan menjadi caleg dari sebuah partai politik untuk daerah pemilihan di wilayahnya Solo. Murtisaridewi berjanji kelak kalau terpilih menjadi anggota legislatif akan memperjuangkan budaya dan kesenian asli Indonesia.

Candy Satrio mungkin diantara dua pemain tersebut saat ini yang paling eksis karena wajahnya masih terlihat di layar kaca. Dalam film Saur Sepuh Candy Satrio  berperan sebagai Raden Bentar, sosok muda anak dari Brama kumbara yang jatuh cinta dengan Lasmini , namun ditentang oleh banyak pihak. Ditemani oleh sang istri tercinta Tya Subiakto, Candy hadir dan turut berbagi cerita. Dan yang unik adalah ketika istrinya Tya Subiakto baru mengetahui kalau suaminya pernah main film silat justru saat nobar ini, jadi selama ini ia tidak mengetahui kalau suaminya adalah bintang film silat juga.

Saur Sepuh 3 : Kembang Gunung Lawu

Saur Sepuh 3 : Kembang Gunung Lawu

Kehadiran bintang-bintang saur sepuh rasanya tidak lengkap kalau belum ada cerita dari sang sutradara Imam Tantowi. Imam Tantowi lebih banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan penonton tentang film-film yang digarapnya. Beliu juga menceritakan pengalaman menggarap Saur Sepuh I yang membutuhkan 1000 ekor kuda. Dan kuda-kuda tersebut tidak dapat di hadirkan dari pulau jawa saja namun harus dihadirkan dari luar pulau, dengan sewa kuda perhari Rp. 60rb untuk ukuran saat itu. Imam Tantowi juga menjawab pertanyaan penonton yang menginginkan untuk memproduksi kembali film-film layar lebar dengan konsep silat atau laga, namun dengan begitu arifnya beliau mengatakan kalau ia menginginkan yang lebih muda yang harusnya menggarap film-film silat dengan di padukan teknologi yang ada saat ini sehingga hasilnya akan lebih bagus dibandingkan dengan jamannya.  Harry Sabar juga menjadi salah satu yang turut berbagi cerita tentang ilustrasi sebuah music di film.

Kehadiran para pemain dalam nobar Saur sepuh 3 episode Kembang Gunung Lawu menjadikan tontonannya menjadi bernyawa dan menjadi sebuah reuni Saur Sepuh yang langka, yang sangat sulit terjadi kembali. Semoga dengan hadirnya reuni saur sepuh ini dapat mengingatkan kembali akan kejayaan film Indonesia di negerinya sendiri .

 

Penulis :

Suyoto Achmadi

Penulis adalah aktivis sekaligus Penggagas Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul (KPFIJ)

Kontak : 08129087045

Email  : sastrawan.jamparing@yahoo.co.id

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

NOBAR SAUR SEPUH EPISODE KEMBANG GUNUNG LAWU

Posted by Toto Andromeda on April 8, 2013

 

saur sepuh 3

saur sepuh 3

KPFIJ Kembali menghadirkan Nonton Bareng film-film klasik Indonesia. Kali ini akan hadir nobar Film saur Sepuh 3, Kembang Gunung Lawu. Sebuah Film yang diangkat dari Serial sandiwara Radio kenamaan pada era 80an. Sebagai Apresiasi terhadap perfilman Indonesia, KPFIJ bekerjasama dengan Cafe Mahakam mempersembahkan Nobar Saur Sepuh 3.

Menghadirkan Murtisari Dewi sebagai Lasmini juga akan dihadiri oleh Candy Satrio sebagai Raden Bentar.

Catat harinya :

Selasa, 16 April 2013 jam 19.00 bertempat di Cafe Mahakam, Jl. Mahakam I Blok M Jakarta Selatan, (Seberang Hotel Grand Mahakam, deretan Aquarius Mahakam).

Jangan tunda, tunggu apa lagi.. ketemu artis idola.

Gratis………………….!!! untuk konsumsi silahkan pesan dan bayar masing2……

untuk informasi dapat menghubungi email : kpfij@yahoo.co.id

 

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , , | Leave a Comment »

2010 in review From Team WordPress

Posted by Toto Andromeda on January 2, 2011

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 190,000 times in 2010. If it were an exhibit at The Louvre Museum, it would take 8 days for that many people to see it.

 

In 2010, there were 122 new posts, growing the total archive of this blog to 471 posts. There were 161 pictures uploaded, taking up a total of 46mb. That’s about 3 pictures per week.

The busiest day of the year was May 12th with 6 views. The most popular post that day was KUALIFIKASI THOMAS & UBER CUP 2010; TIM PUTRI INDONESIA MELANGKAH KE SEMIFINAL.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were en.wordpress.com, google.co.id, hendtob1985.blog.friendster.com, search.conduit.com, and shots.snap.com.

Some visitors came searching, mostly for thomas cup 2010, gunung merapi, misteri gunung merapi, eva arnaz, and tutur tinular.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

KUALIFIKASI THOMAS & UBER CUP 2010; TIM PUTRI INDONESIA MELANGKAH KE SEMIFINAL February 2010
45 comments

2

GALERY FILM JADUL February 2009
328 comments

3

TUTUR TINULAR April 2008
69 comments

4

KUALIFIKASI THOMAS CUP 2010; TIM THOMAS INDONESIA KALAHKAN KOREA 3-2 DI FINAL February 2010
28 comments

5

SAUR SEPUH; SANDIWARA RADIO YANG MELEGENDA April 2008
285 comments

Posted in Serba Serbi | Leave a Comment »

TAHUN BARU, TRADISI TEROMPET YANG LUNTUR

Posted by Toto Andromeda on January 1, 2011

Tahun 2010 telah lepas dan kini memasuki episode baru tahun 2011 yang sudah di mulai. Ada sedikit yang berbeda di bandingkan dengan tahun-tahun baru sebelumnya, khususnya di Jakarta. Tahun baru identik dengan tiup terompet dan kembang api. Namun dari pengamatan yang saya lakukan sepanjang malam, meski warga berbondong-bondong ke tempat perayaan tahun baru atau hanya sekedar jalan-jalan saja, namun ada yang berbeda kali ini.

Kalau dulu terompet menjadi alat yang cukup memekakan telinga di jalanan, namun kali ini sepi dari tiupan-tiupan terompet. Untuk kembang api memang dimana-mana ada, namun untuk terompet tidak terlihat.

Start dari Kalibata Jakarta Selatan, saya meluncur ke arah Taman Mini Indonesia Indah. Perjalanan di lalui cukup berliku, bahkan di perempatan PGC Cililitan, kendaraan tidak dapat bergerak sama sekali. Tidak ada yang mau mengalah. Maksud hati mau melewati Kramat jati, namun perjalanan harus memutar melalui Condet Raya. Lepas dari condet Raya, tepatnya di pertigaan Gamya Cijantung, perjalanan kembali tersendat, kali ini jutaan massa padat merayap. Bagai lautan helm disana, yang membuat saya sendiri menjadi kurang nyaman. Namun selepas dari perempatan pasar rebo ke arah Taman Mini lumayan lancar.

Namun sepanjang perjalanan, jarang sekali ditemui warga yang membawa terompet, apalagi meniupnya. Terlihat tukang penjual terompet masih menunggui dagangannya dari pembeli, namun dari penjual terompet yang berjajar, tidak saya temui satupun yang menawar untuk membeli. Penjual terompet pun terlihat lemas.

Ketika Jam telah lewat dari 00.00 pun, masih terlihat penjual terompet yang masih mengharap pembeli. Namun sayang, Tahun baru kali ini agaknya Terompet tidak sepopuler dulu, namun penjual kembang api kali ini lebih menangguk untung, karena banyak yang membelinya.

Kini tradisi terompet mulai luntur, namun penjual terompet masih berharap untuk dapat laku dagangannya.

SELAMAT TAHUN BARU 2011

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , | Leave a Comment »

FOTOGRAFI CORNER

Posted by Toto Andromeda on December 23, 2010

Fotografi sudah merupakan bagian dari kehidupanku, meski merupakan hobi baru, namun hobi ini adalah hobi yang mengasyikkan. Untuk kualitas dan hasil jepretan  mungkin masih jauh dari sempurna, namun aku akan terus belajar dan belajar lagi untuk meraih hasil yang lebih bagus…., Foto adalah Memory, foto adalah keindahan …jadi bicaralah dengan foto…

Buat yang mempunyai hobi yang sama mungkin bisa share di sini.., atau kirim-kirim foto ke saya, nanti saya upload di blog ini.

Atau ada yang ingin di foto sekedar untuk koleksi pribadi? Silahkan hubungi saya di email/YM. Soal jasa, tergantung kesepakatan….hehe

Inilah hasil jepretanku.

 

Pencari Rumput..

 

DATA FOTO :

Jenis Kamera : Canon EOS 1000D, Lensa : Canon EF-S55-250 mm f/5. , Exposure : 1/200 sec at f/4.5, Focal Length : 84 mm, ISO SPeed : ISO 1000, Lokasi : kawasan BGG – Jatinangor 21 November 2010.  Model : Unknown,

Pencari rumput saat ini sudah tidak tradisional lagi, karena sudah menggunakan sepeda motor untuk memperlancar transportasi.

 

Memandang dengan Aneh

 

DATA FOTO :

Jenis Kamera : Canon Eos 1000D, Jenis Lensa : Canon EF-S55 – 250mm f/5, Exposure : 1/50 sec at f/5.6, Focal Length : 208mm,  ISO Speed : ISO 100, Lokasi : Depan Rumah heheh, Waktu Pengambilan gambar : 20 November 2010

Kucing merupakan binatang yang paling banyak disukai orang, kucing ini mungkin merasa aneh ketika ada kamera membidiknya.

 

Bermain sama Kakak

 

DATA FOTO :

Jenis Camera : Canon EOS 1000D, Lensa : EF-S55-250mm f/4-5, Exposure : 1/25 sec at f/5.6, Focal Length : 194 mm , ISO Speed : ISO 100, Lokasi : Unpad Jatinangor 21 November 2010

Bermain berlari bersama kakak adalah merupakan aktivitas yang biasa di lakukan oleh kakak beradik. Minggu pagi yang cerah, di kawasan unpad, sepasang kakak beradik bermain dan berlari-lari, sementara orang tuanya sibuk untuk berolahraga pagi.

 

Pulang Sekolah

 

DATA FOTO :

Jenis Kamera : Canon EOS 1000D, Lensa EF-S55-250mm f/ 4-5.6,  Focal Length : 60mm, Exposure : 1/250 sec at f/4.5, ISO Speed : ISO 100, Lokasi : Kota Tua Jakarta Barat 6 November 2010 , Model : Hidden Cam

Pulang Sekolah adalah saat-saat yang melelahkan, namun dengan bersendagurau bersama teman dengan di temani semilir angin, meski panas terik matahari akhirnya bisa di lupakan.

Menunggu Penumpang….

 

DATA FOTO :

Jenis Kamera : Canon EOS 1000D, Jenis Lensa : Canon EF-S18-55mm, Focal Length : 20 mm, ISO Speed : ISO 400, Exposure : 1/2500sec at f/5.0 , Lokasi : Ancol 6 Oktober 2010

Perahu-perahu nelayan bersandar menunggu penumpang yang ingin berlayar mengitari kawasan Ancol.

Diantara dua

 

DATA FOTO :

Jenis Camera : Canon EOS 1000D, Jenis Lensa : EF-S55 -250mm f/4-5.6, Focal Length : 55 mm, ISO Speed : ISO 100, Exposure : 1/80 sec at f/4.5, Lokasi : Stasiun Kereta Api Bogor 17 November 2010, Model by Ruri

Cerianya Negeri ini, demikian mungkin apa yang ada dalam pikirannya. Diantara 2 kereta yang akan segera berjalan, ia mengepakkan sayapnya.

Sendiri

 

DATA FOTO :

Jenis Kamera : Canon EOS 1000D, Jenis Lensa : EF-S55-250mm f/4-5.6, Focal Length : 60mm, Exposure : 1/160sec at f/4.5, ISO Speed : ISO 100, Lokasi : Lapangan Monas tanggal 25 November 2010, Model by Salwa

Aku sendiri, demikian mungkin yang ada dalam pikirannya. diantara hijau rumput, senyumnya tersimpul riang………

Rusa di Depan Istana

 

DATA  FOTO : (untuk memperbesar klik pada foto)

Jenis Camera : Canon EOS 1000D, Lensa : Canon 55 – 250mm,  Focal Length : 70mm, Exposure : 1/15sec at f/4.5, ISO 100. Lokasi : Istana Bogor, Waktu Pemotretan : 17 November 2010

Melihat pemandangan ini seperti merasakan sejuknya rumput yang menghijau. Meskit tidak boleh di lintasi umum, namum pemandangan di Istana Bogor tersebut terlihat asri ditambah dengan tingkah rusa yang menghuninya..

Pe’ngemis’

 

DATA FOTO : (Untuk memperbesar klik pada gambar)

Jenis Camera : Canon EOS 1000D,  Lensa : EF-S55-250 F 4-5.6, ISO speed : 100, Exposure : 1/200 sec at f/5.6, Focal Length : 163 mm,

Lokasi : Pertigaan depan istana bogor

Secara kasat mata kita tidak bisa membedakan mana pengemis asli dan mana yang menjadikan itu sebagai mata pencaharian. Tipis sekali bedanya. Gambar ini di ambil pada 17 November 2010 di pertigaan, depan Istana Bogor.

 

Melintas Pematang

 

DATA FOTO :

Jenis Camera Canon EOS 1000D, Lensa : EF-S55-250mm , Exposure : 1/800 sec at f/5.6, Focal length : 163mm, ISO Speed : 100,  Lokasi Pemotretan : Persawahan Kec. Rancaekek – Bandung Timur tanggal : 13 November 2010

Dua Orang wanita melintas pematang sawah yang licin menyebabkan hampir jatuh. Gambar ini di ambil dengan lensa 55-250mm dengan jarak objek sekitar 50 meter, sehingga efek blurnya kurang dapat.

 

Menoleh….

 

Jenis Camera : Canon EOS 1000D, Lensa : 55-250 mm

Salwa, my little Model. Bidikan Camera yang candid akan menghasilkan hasil yang cukup memuaskan. Foto ini di edit dengan menggunakan fokus cahaya ditengah sehingga cahaya di sekitarnya terlihat gelap.

 

Menatap………

 

Jenis Camera : Canon EOS 1000D, Lensa  55-250mm

Perpaduan warna merah dan ungu sebagai penyeimbang gambar. Dengan tekhnik pencahayaan ini, saya ingin agar hasil foto lebih terlihat menarik sesuai dengan selera saya..

 

Melintas pematang

 

DATA FOTO  :

Camera : Canon EOS 1000D, Jenis Lensa : EF-S55 – 250mm, Focal Length : 187 mm, ISO Speed : 100, Exposure 1/160sec at f/5.6, Lokasi : Kampung Talun – Rancaekek Bandung tanggal 13 November 2010

 

Aktivitas di Sawah

 

DATA FOTO :

Jenis Camera : Canon EOS 1000D, Lensa : EF-S55-250, Focal Length : 250mm, ISO Speed : 100, Exposure : 1/250 sec at f/5.6, Lokasi : Persawahan Rancakek 13 November 2010

 

Silau

 

DATA FOTO :

Jenis Camera : Canon EOS 1000D, Lensa EF-S18-55mm, Focal Length : 163, ISO Speed 100, Exposure : 1/1500 sec at f5.6, Model by : Arin

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , , | Leave a Comment »

KPFIJ & KOPI MERAH ADAKAN NONTON FILM JADUL BARENG

Posted by Toto Andromeda on December 10, 2010

Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul aka KPFIJ dan Cafe Kopi Merah kembali mengadakan nonton bareng film Indonesia Jadul. Kopi Merah yang terletak di Jl. Cipete Raya No. 11 Jakarta Selatan atau tepatnya di seberang D’Best Fatmawati.

Acara ini terbuka untuk siapa saja penggemar film jadul yang ingin bernostalgia dan nonton bersama.Adapun acara nonton bareng tersebut akan diadakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu, 11 Desember 2010

Tempat             : Kopi Merah, Jl. Cipete Raya No. 11 Fatmawati Jakarta Selatan

Waktu               : Pukul 14.00 s/d selesai

Adapun film-film yang rencananya akan di putar adalah :

 

 

 

 


1. Didadaku Ada Cinta

 

 

 

 

 


2. Lenong Rumpi 2

 

 

 

 


3. Badai Laut Selatan

Bagi yang berminat datang dapat langsung ke alamat tersebut atau hubungi nomor-nomor berikut :

1. Sdr. Theo  : 0818144418

2. Sdr. Toto : 08129087045

3. Sdr. Ruri : 085692900023

4. Sdr. Toha : 081381189660

 

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

KPFIJ KEMBALI NONTON BARENG FILM JADUL DI CAFE’ KOPI MERAH

Posted by Toto Andromeda on October 18, 2010

Inilah Wajah Kopi Merah........

Komunitas  Pecinta Film Indonesia Jadul atau lebih di kenal juga dengan KPFIJ kembali mengadakan nonton bareng film-film jadul yang berlangsung pada hari Minggu tanggal 17 Oktober 2010 bertempat di Café Kopi Merah.  Tema yang di ambil dalam nonton bareng kali ini adalah film-film jadul Tutur Tinular.

Dengan dukungan layar yang lebar, serasa berada di bioskop .....

Ini adalah kali kedua KPFIJ mengadakan nonton bareng bersama pecinta film jadul dengan mengambil tempat di Café Kopi Merah yang terletak di Jl. Cipete Raya No. 11.  Sang empunya ‘Kopi Merah’ Sendiri Bapak Agus dengan senang hati telah menyediakan tempat yang sangat representative untuk tempat bertemunya para pecinta film jadul, sehingga jadilah acara nonton bareng  menjadi ajang reuni serta bernostalgia dengan tempat dan suasana yang nyaman.  Tentu saja KPFIJ akhirnya dapat nonton bareng di tempat yang nyaman berkat Sdr Theo yang telah bersusah payah turut menyediakan tempat berikut peralatan pendukungnya.

Beberapa pengunjung setia yang tergabung dalam KPFIJ...

Bagi penulis sendiri, Anggota KPFIJ banyak sekali yang menghubungi namun tidak tahu akses menuju Kopi Merah. Bagi yang belum pernah ke Café Kopi Merah sebenarnya cukup mudah untuk menjangkau tempat ini.  Kopi Merah terletak sekitar 100meter dari lampu merah D’Best Fatmawati. Akses angkutan umum menuju tempat ini juga cukup mudah. Dari Lebak bulus ataupun Pasar Minggu dapat menggunakan Angkot S-11 berwarna merah dan bisa langsung berhenti tepat di depan Kopi Merah. Patokannya adalah Lampu Merah D’best. Sedangkan akses dari Blok M, dapat menggunakan angkot/Metromini jurusan Lebak Bulus, turun di Lampu Merah D’Best. Kemudian tinggal jalan kaki sekitar 100meter masuk ke Jalan Cipete Raya. Maka sampailah di Kopi Merah.

Sekedar Informasi, Café Kopi Merah memiliki ruangan yang nyaman baik itu untuk tempat nongkrong , meeting point, maupun tempat kencan. Di dukung dengan crew Kopi Merah yang ramah dan friendly maka di jamin kita akan betah untuk nongkrong berlama-lama disitu tanpa kuatir akan di usir hehe….

Tema nonton bareng film jadul yang berlangsung hari Minggu kemarin adalah Film Tutur Tinular, setelah sebelumnya pada Nonton Bareng Sesi pertama pada  17 Agustus 2010 bertema film-film Silat Saur Sepuh.  Kedua film tersebut pernah sukses di sandiwara radio yang akhirnya di buatkan film.

Dengan di temani Caramel frape......serasa betah berlama-lama nonton ...(Caramel frapenya di sensor soalnya gak keliatan hehe...)

Peserta nonton bareng bersama KPFIJ juga tidak di pungut biaya alias gratis. Asal ada kemauan untuk datang sekaligus bernostalgia maka hasilnya kita dapat nonton bersama. Acara nonton bareng juga dapat di jadikan ajang reuni sekaligus bernostalgia untuk mengenang film-film jadul yang saat ini sudah susah di temui. Disamping juga tentu saja dapat bertukar koleksi antar sesama anggota untuk film-film yang belum dimiliki.

Untuk bulan mendatang, tema yang akan di ambil adalah mix antara film drama dan film silat. Jadi jangan ketinggalan, bagi yang berminat kami nantikan kehadirannya. Untuk informasi film apa yang akan di putar, jangan lupa selalu pantau blog ini.

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

KANG IBING MENINGGAL DUNIA, SELAMAT JALAN KANG ……

Posted by Toto Andromeda on August 19, 2010

Satu lagi, Indonesia kehilangan sosok pelawak, budayawan dan juga pemain film asal Sumedang, Kang Ibing. Kang Ibing meninggal di Rumah Sakit Al Islam 19 Agustus 2010 pukul 20.45 WIB. Lahir dengan nama Raden Aang Sumayatna Kusumadinata 20 Juni 1946 di Sumedang. Kang Ibing Seniman legendaris meninggal dalam usia 64 tahun setelah terserang penyakit, dan akhirnya harus menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Di kenal lewat perannya si Kabayan di film Kabayan, kang Ibing yang kental dengan logat sundanya dan lawakan-lawakannya mampu membawa penonton bisa tertawa dengan peran yang di bawakan.

Kang Ibing meski lebih di kenal sebagai pelawak namun beliau juga pernah membintangi beberapa film di antaranya :

(sumber : wikipedia)

Dalam setiap lawakannya, kang Ibing selalu berperan sebagai tokoh yang menjengkelkan dan menggemaskan bagi lawan mainnya, tapi justru ini yang bagi penonton akan mengundang tawa. Kang Ibing biasanya berpasangan dengan seniman sunda lainya seperti Aom Kusman.

Selamat Jalan kang Ibing 1964 -2010.

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , | 2 Comments »

MEMBUKA CAKRAWALA DUNIA DENGAN INTERNET

Posted by Toto Andromeda on July 23, 2009

Buka matamu dengan internet! Melalui situs berita kita akan mendapatkan berita yang kita cari bahkan sesaat setelah kejadian atau apapun yang belum masuk di Koran atau televisi sekalipun, di Internet berita tersebut cepat sekali tersebar. Jadi gak salah kalau internet juga gerbangnya membuka dunia.

Bercerita mengenai pengalaman pertama saat berselancar dengan internet sungguh luar biasa. Yang tadinya dari gaptek hingga seperti sekarang menjadi lebih mengenal dunia melalui internet. Saat pertama kali kenal internet sekitar tahun 1998 masih dengan fasilitas dial up yang tentu saja sangat mengganggu aktivitas telepon yang sedang digunakan.  Pengalamanku dengan internet saat pertama tidak lebih dan tidak kurang adalah digunakan untuk kerjaan yang menggunakan fasilitas internet untuk mengirim email. Senang tapi gaptek juga karena aku harus belajar secara otodidak untuk bisa langsung berselancar dengan internet. Namun aktivitas tersebut aku manfaatkan sekali untuk belajar sambil bekerja yang berbuah pada pembelajaran diri sendiri untuk mengenal internet lebih jauh.

Tidak hanya itu sembari bekerja lambat laun mulailah mencuri-curi waktu kerja, tidak hanya sekedar kirim email yang menjadi rutinitas, namun lebih dari itu mulailah membuat account Yahoo Messanger. Nah ini dia, kenapa mesti Yahoo Messanger alias YM?. Ya karena dengan YM kita bisa chating, berselancar ria berhaha hihi di room. Itulah alas an utama kenapa harus membuat account di Yahoo. Singkat kata dari chating itulah aku akhirnya mendapatkan banyak teman melalui YM. Dari berhaha hihi di room yahoo, tersebutlah apa yang di namakan kopi darat alias kopdar. Saat kopi darat  kita bisa melihat dan bertatap muka secara langsung dengan teman-teman yang kita kenal melalui chating. Lucu dan gak disangka, karena karakter orang-orang yang di chatingan itu memang unik-unik, ada yang kalau di chating bercuap-cuap ria seolah-olah banyak wawasannya, namun ketika bertemu diam seribu bahasa dan tidak nyambung sama sekali, ada juga yang di chatingan jaimnya luar biasa tapi kalau pas kopdar justru ramai karenanya. Seru banget.

Stop disini? Tidak. Setelah kopdar pertama, biasanya ada kopdar-kopdar lainnya. Dan yang lebih unik tentu saja dari situlah kita bisa mendapatkan teman, tidak hanya sekedar teman numpang lewat akan tetapi menjadi teman yang sampai sekarang pun masih suka nyapa. Bahkan jodohpun didapat dari internet.

Trus kenapa juga sih mesti harus chating untuk ngedapetin temen, toh di dunia nyata juga kita bisa berkenalan dengan orang? Nah ini dia, yang perlu di jawab. Dari chating kita bisa mengenal orang itu lintas Negara. Enaknya kita bisa kenal dengan mereka, atau dengan orang Indonesia yang mungkin lagi diluar negeri dan nongkrong di room lantas kenal dan dapat menjadi teman saat pulang ke Indonesia. Itulah salah satu kehebatan dari internet, kita dapat mengenal orang lintas Negara, lintas benua.

Pengalaman Ngeblog?

Berselancar di internet tidak hanya saya gunakan untuk chating ria berhaha hihi belaka. Meningkat dari chating, mulai lah menuangkan perasaan, menuangkan roman-roman murahan yang terbuka dari lubuk hati dalam sebuah blog. Wah awal ngeblog itu berat banget. Kenapa, gak yakin banget deh kalau blog kita dibaca orang atau enggak. Pertama kali ngeblog yang berisi curahan isi hati saya buat di situs pertemanan friendster. Namun, penulis sendiri tidak yakin kalau blog yang aku bikin dibaca orang. Akhirnya pindah ke fasilitas blog gratisan ‘blogspot’ dengan masih menggunakan format isi hati sebagai isi tulisan. Wah gak seru banget tuh, apa iya sih bisa terbaca oleh orang-orang? Akhirnya aku menemukan ide barangkali saja bisa dibaca orang, akhirnya aku menuliskan tentang koleksi film, tentang film Saur Sepuh. Aku posting selesai, dan pertama kali aku kenalkan pada seorang temanku untuk dibaca. Wah tanggepannya sih katanya bagus tulisannya. Singkat cerita dari blogspot, blog penulis dipindahkan ke wordpress yang konon lebih bagus.

Nah disinilah titik balik penulis menemukan keasyikan tersendiri dengan internet. Melalui tulisan tentang Saur Sepuh, sebuah Sandiwara Radio yang terkenal tahun 80an, mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para pengunjung blog.  Akhirnya semakin banyak komentar yang masuk, semakin memacu diri untuk dapat menulis dan menulis lagi. Kali ini tulisan-tulisan yang tertuang tidak lagi curahan isi hati, akan tetapi lebih berbobot menurut aku sendiri. Kali ini ada nilai lebih yang akan diperoleh oleh pengunjung blog melalui tulisan-tulisan yang penulis tuangkan. Semakin banyak komentar masuk, semakin terpacu pula adrenalinku untuk membuat tulisan yang lebih di cari melalui situs pencarian seperti Google dan bermanfaat bagi pengunjung.

Memang blog yang aku tulis tidak fokus pada satu bidang saja, akan tetapi melebar ke olahraga Bulutangkis yang mempunyai porsi utama di blog ini. Lantas biasanya aku akan menuliskan laporan hasil pertandingan baik melalui pengamatan langsung maupun cukup dengan mengikuti live score di tournamentsofware.com, yang langsung dituangkan dalam tulisan dan diposting. Menjadi kebanggaan tersendiri ketika postinganku lebih dulu dibaca pengunjung dibanding situs berita terkenal seperti detik.com yang ternyata setelah penulis cek, beritanya belum muncul disana.

Ngeblong menjadikan pengalaman yang tidak ternilai dan membuka wawasanku kian lebar karena untuk menuangkan sesuatu dalam tulisan juga membutuhkan referensi yang didapat dari internet. Pengetahuan sudah pasti menambah, dan kita tidak gagap ketika berhadapan dengan orang. Internet selalu membuka cakrawala dunia baru yang mampu membawa kita untuk berkesempatan menjadi orang pertama untuk mengetahui sumber berita.

Tidak hanya itu, manfaat dari internet juga dapat kita rasakan ketika kita butuh referensi yang sudah didapat di perpustakaan umum sekalipun. Kemudahan yang di peroleh melalui internet membuat kita dengan mudah menggunakan kata kunci untuk mencari bahan referensi yang kita butuhkan.

Disamping manfaat yang diperoleh dari internet, negatifnya internet pun ada, namun demikian kita ambil positifnya dan buang negatifnya. Karena itu jangan pernah lepas dari internet. Karena internet membuka cakrawala dunia membawa menuju gerbang informasi yang tak terhingga

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , | Leave a Comment »