Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Archive for the ‘PHOTOGRAPHY’ Category

PHOTOGRAPHY : TEKHNIK SLOW SPEED UNTUK MENJEPRET PESONA CURUG CILEMBER

Posted by Toto Andromeda on May 16, 2013

Rasanya kurang puas kalau hasil jepretan selama ini gak di upload. Kali ini temanya adalah Slow Speed alias SS.

Jenis kamera yang saya gunakan adalah Cannon 7D. saya tidak bercerita tentang tekhnik SS namun hasil saya saja, tapi kalau ada yang mau nanya2 boleh saja kita sharing bareng. untuk artikel terkait Curug cilember dapat di view disini http://jejakandromeda.com/2013/05/08/menikmati-pesona-curug-7-cilember/

Sedikit berbagi , apa itu Slow Speed alias SS. Slow Speed atau SS adalah tekhnik memotret dengan shutter speed yang kecil (angka tinggi). Dengan tekhnik Ss akan didapatkan hasil yang lebih dinamis dan Indah. Tekhnik SS biasa digunakan dengan cahaya yang sedikit. Misalnya saja untuk memotret lampu kendaraan, air terjun, ombak, atau aliran sungai yang deras sehingga akan mendapatkan hasil yang bagus.

Untuk memotret dengan SS yang perlu di perhatikan selain cahaya adalah exposure time juga perlu diperhitungkan, apakah mau 1-3 detik, atau bahkan hingga 60 detik.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memotret dengan teknik SS :

1. Tripod

Ini sih wajib hukumnya ketika kita akan menggunakan exposure time yang lama. Tripod digunakan untuk mengurangi gerakan yang akan membuat gambar goyang alias blur.

2. Shutter release

Shutter release diperlukan agar kontak dengan kamera sedapat mungkin dapat dihindari. namun demikian apabila belum memiliki shutter release dapat disiasati dengan menggunakan shutter timer.

3. Waktu

Waktu yang bagus untuk memotret slow speed adalah pagi atau sore hari. Namun bisa diakali jiga akan memotret siang hari ketika masih terang dengan menggunakan filter ND. Filter ND kepekatannya dapat di sesuaikan dari mulai dari ND8 hingga ND 400 .

4. Mode Manual atau Aperture Priority

Setting Aperture Kamera sesuai dengan ketajaman yang kita inginkan, di F11, F16 atau mau F22 menjadi pilihan , namun semua tergantung dengan apa yang kita inginkan.

5. Shutter Speed

Semakin lama settingan  shutter speed maka akan semakin halus hasil yang kita inginkan

6. ISO

Gunakan ISO yang kecil untuk mendapatkan shutter speed yang lambat, selain juga untuk ketajaman gambar dan tidak NOISE.

7. FILTER

alternatif yang lain gunakan filter CPL, ND maupun GND

8. Latihan

Semakin sering berlatih maka instingnya akan semakin terlatih. Jangan takut untuk mencoba.

 

Ini penampakan dan keindahan curug cilember yang penulis jepret  :

Penampakan Curug 7 Cilember

Penampakan Curug 7 Cilember

aliran air dari Curug 7

aliran air dari Curug 7

Spot yang Indah untuk mengambil SS di seputar Curug CIlember

Spot yang Indah untuk mengambil SS di seputar Curug CIlember

Menikmati kesejukan alam CIlember dan beningnya air yang dingin

Menikmati kesejukan alam CIlember dan beningnya air yang dingin

Pose Bersama untuk hunting foto

Pose Bersama untuk hunting foto

Kesejukan alami Curug Cilember

Kesejukan alami Curug Cilember

Setiap sudut memiliki spot yang bagus untuk di ambil gambarnya....

Setiap sudut memiliki spot yang bagus untuk di ambil gambarnya….

Aliran air yang dialirkan dari Curug 5 Cilember

Aliran air yang dialirkan dari Curug 5 Cilember

Air mengalir sampai jauh

Air mengalir sampai jauh

Inilah penampakan Curug 5 Cilember

Inilah penampakan Curug 5 Cilember

Curug 5 dari sudut yang berbeda

Curug 5 dari sudut yang berbeda

Curug CIlember

Curug CIlember

Spot lain di Curug 5 Cilember

Spot lain di Curug 5 Cilember

Berpose sejenak dengan mengandalkan Tripod

Berpose sejenak dengan mengandalkan Tripod

keep jepret........

keep jepret……..

 

Masih tetap keep Jepret

Masih tetap keep Jepret

Pemandangan nan Indah dikelilingi pohon pinus

Pemandangan nan Indah dikelilingi pohon pinus

Keep Jepret

Keep Jepret

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Posted in PHOTOGRAPHY | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SAWARNA, SURGA TERSEMBUNYI DI PROPINSI BANTEN

Posted by Toto Andromeda on May 15, 2013

PIntu Masuk Desa Wisata Ciantir

PIntu Masuk Desa Wisata Ciantir

Terletak di Desa Sawarna Kec. Bayah Kabupaten Lebak – Banten, Pantai Sawarna merupakan salah satu tujuan wisata yang kini sedang berkembang. Bagi pecinta Fotografi pada khususnya, berkunjung ke Sawarna merupakan salah satu daya tarik yang patut di perhitungkan. Pantai pasir putihnya serta alamnya yang masih perawan menambah indah suasana.  Kita dapan menyusuri Pantai Ciantir hingga ke Tanjung Layar dan Lagoon Pari kala sedang surut pantainya.  Sungguh tak bosan menikmati deburan ombak yang membahana.

Perahu Nelayan

Perahu Nelayan

Penjala Ikan

Penjala Ikan

Penjala Ikan menebarkan jala

Penjala Ikan menebarkan jala

Untuk menuju Sawarna, penulis mengandalkan tour berkala yang di adakan oleh travel. Dari Jakarta dengan hanya Rp. 450.000/orang kita berangkat bersama 5 orang, kalau di hitung-hitung cukup murah dibandingkan dengan menggunakan kendaraan umum untuk menuju desa Sawarna. Berangkat jam 21.00 dari Jakarta, tiba sekitar Jam 04.00 esok harinya, kita di sambut oleh warga setempat yang menunjukkan tempat dimana kami akan menginap selama 1 malam, dengan memarkirkan mobil di depan gerbang Desa Wisata Ciantir.

Menyeberangi jembatan gantung sepanjang 15an meter, bagi yang tidak terbiasa akan merasakan goyangan yang membuat kita akan berhenti sesaat agar jembatan tersebut tidak goyang. Pintu akses menuju Desa Wisata memang melalui Jembatan gantung yang digunakan oleh penduduk setempat, baik oleh pejalan kaki maupun oleh sepeda motor yang melewatinya, sehingga tak ayal ketika pengunjung sedang membludak akan terjadi antrian panjang untuk menyeberangi jembatan tersebut secara bergantian.

Burung Pemakan Ikan

Burung Pemakan Ikan

Tiba di penginapan, saatnya kita gunakan untuk beristirahat sejenak melepas penat selama perjalanan. Sesaat mata ini terpejam untuk kemudian terbangun karena jam alarm berbunyi pukul 06.00. Segera tanpa menunggu komando dan guide yang telah di sediakan oleh travel, penulis dan beberapa rekan bergegas menuju pantai pasir putih ciantir. Ini adalah pengalaman pertama penulis ke Sawarna. Terasa sepi di pantai pagi itu, karena tidak di temui sebarang manusia kecuali kita dan penjala ikan. Serta beberapa ekor anjing kampung yang berkeliaran.  Dengan deburan ombak yang lumayan besar penulis menikmati keindahan pantainya sambil memperhatikan ulah penjala ikan yang menggunakan instingnya untuk menebarkan jala ikan pada saat-saat tertentu. Berbekal gear Camera Canon 7D yang penulis miliki pun setiap gerakan dan hal yang unik selalu diambil. Pagi itu sayang sekali cuaca kurang bersahabat. Mendung menggulung di pagi hari, sehingga tak dapat menikmati keindahan pagi karena matahari tertutup awan. Namun di ujung sebelah kiri pantai pasir putih terlihat berterbangan burung pencari ikan. Segera penulis menuju tempat yang terdapat burung pantai untuk mencoba membidiknya meski agak kesulitan karena setiap kali di dekati burung-burung tersebut pun akan terbang menjauh ditambah lensa yang penulis pakai saat itu adalah lensa kit sehingga kurang mendukung perburuan pagi itu.

Hari beranjak siang. Puas bermain di pantai pasir putih, penulis kembali ke penginapan untuk membersihkan badan dan sarapan pagi.

Goa Lalay

Goa Lalay

GOA LALAY

Selain alam pantianya yang indah, tak ada salahnya kita mengunjungi objek wisata yang juga masih perawan. Goa Lalay . Untuk mencapai goa lalay kita harus berjalan sekitar 30 menit dari penginapan di desa wisata.  Melewati persawahan yang terletak di pinggir kali yang mengalir dengan gemericik karena dangkal. Di sepanjang jalan akan terlihat pemandangan hijau tanaman padi atau mungkin kalau pas musim panen akan melihat hamparan padi.  Matahari masih malu-malu untuk menampakkan diri, namun masih mengintip dari balik awan. Di sebelah kiri terdapat pemandangan Indah sebuah gunung yang biru seolah menawarkan kesejukan alami. Sebelum sampai di goa lalay kita juga akan melewati jembatan, namun kali ini jembatanya baru di buat permanen, cukup kuat untuk diseberangi. Jembatan dengan lebar sekitar 1,5 meter dan panjang 15m an. Dibawah jembatan sesekali terlihat anak-anak yang bertelanjang mandi di sungai sambil terjun dari atas batu yang ada.

Goa Lalay

Goa Lalay

Bagi pengunjung disarankan untuk mengenakan sandal gunung, karena ketika hujan akan kesulitan apabila hanya menggunakan sandal jepit biasa. Sandal gunung lebih aman digunakan baik saat kita berjalan di alam maupun di pantai yang di beberapa bagian terdapat karang yang tajam.

Menuju goa Lalay bukanlah melewati jalan yang mulus namun jalan setapak yang becek dan berlumpur ketika musim hujan. Di pintu masuk Goa , pengunjung akan dikenakan tariff masuk yang dikelola oleh penduduk setempat. Goa lalay masih sangat alami, tanpa penerangan dan terdapat banyak sekali kelelawar . Bagi pengunjung yang tidak berani akan mengurungkan masuk ke goa karena untuk memasuki goa tersebut harus melewati air. Sekilas goa ini terasa sempit, gelap tanpa penerangan namun inilah tantangannya. Dengan di pandu oleh guide local menggunakan lampu senter kita menyusuri goa dengan berjalan di air. Menurut guide tersebut, Goa tersebut cukup panjang apabila akan ditelusuri kedalam, namun karena gelap, melewati air juga membuat penulis mengurungkan niat untuk terus melaju ke dalam. Akhirnya penulis langsung keluar lagi melalui pintu goa yang berbeda mengikuti aliran air.

Akses menuju Goa Lalay

Akses menuju Goa Lalay

Mandi DI Kali

Mandi DI Kali

Pemandangan menuju Goa Lalay

Pemandangan menuju Goa Lalay

SUNSET DI TANJUNG LAYAR

Selepas dari Goa Lalay kita dipandu menuju ke Tanjung Layar, pantai dimana terdapat gundukan batu yang menyerupai layar. Lagi-lagi dari goa Lalay menuju Tanjung Layar kita harus melewati persawahan dan perkampungan penduduk. Cukup jauh, dan trackingnya lumayan susah bagi pengguna sandal biasa. Untuk itu saran sekali lagi gunakan sandal gunung.

Tanjung Layar

Tanjung Layar

Keindahan Sunset di Tanjung Layar

Keindahan Sunset di Tanjung Layar

Sunset di Tanjung Layar

Sunset di Tanjung Layar

Belum sampai di Tanjung Layar, kita terlebih dahulu melewati Pantai Pasir Putih. Kali ini matahari menampakkan batang hidungnya. Cuaca sangat panas….sehingga penulis urungkan niat menuju Tanjung layar yang merupakan deretan dari Pantai Pasir putih. Berhenti sejenak di warung-warung pinggir pantai sambil menikmati sebotol minuman teh sambil memandang lepas birunya laut dan menikmati deburan ombaknya. Nun jauh disana dipinggir pantai, penggunjung dengan asyik bermain sepak bola sambil berpanas-panasan. Sementara penulis sendiri mengamankan diri duduk manis di warung kecil yang menjual minuman dingin.  Untuk sementara perjalanan dihentikan dan bergegas menuju penginapan untuk makan siang, menunaikan sholat dzuhur dan istirahat siang.

Menjelang Sore selepas Solat Ashar penulis bergegas menuju ke tanjung Layar. Jarak Tanjung Layar ke penginapan sekitar 1 km. Untuk ukuran jarak memang jauh, namun sepanjang perjalanan kita menyaksikan pemandangan lepas pantai sementara dikiri jalan dikelilingi bukit kecil membuat indah suasana dan tak membuat capai. Sayang sekali cuaca sore itu pun kurang bersahabat. Meski sempat turun hujan gerimis namun penulis tetap mencari spot-spot yang bagus untuk di foto. Harapan langit biru jauh dari harapan, karena cuaca berawan, sehingga hasil fotopun kurang maksimal.

Sunset di Tanjung Layar

Sunset di Tanjung Layar

Tanjung Layar dari spot yang berbeda

Tanjung Layar dari spot yang berbeda

Tanjung Layar selalu ramai dikunjungi, namun kadang-kadang air laut hingga pinggir pantai sehingga tidak dapat mendekat ke Tugu batunya. Bagi yang lapar di pinggir-pinggir pantai juga tersedia warung-warung penduduk sekitar sehingga tidak perlu kuatir akan kehausan dan kelaparan. Namun disini harus berhati-hati ketika untuk bermain air karena terdapat palung yang dalam sehingga apabila terhempas ombak, kemungkinan untuk selamat kecil.

Spot foto di Tanjung layar sangat banyak, dipinggir-pinggir pantai di kelilingi oleh bebatuan , bukan pasir. Ombak yang berdebur pun membuat hasil foto akan terasa menarik. Bagi pecinta Slow Speed alias SS juga dapat mendapatkan hasil yang diinginkan karena ombaknya yang tinggi dan menghempas batu karang. Disini pengunjung diharapkan untuk berhati-hati dan menggunakan sepatu gunung. Pengalaman penulis, saat itu ada pengunjung yang kakinya terantuk batu karang karena memakai sandal jepit yang licin, dan potongan batu karangnya bersarang di dalam kulit sehingga harus di bawa kerumah sakit. Meski lukanya tidak seberapa namun membayangkannyapun perih sendiri.

Tanjung Layar menjelang Sunset

Tanjung Layar menjelang Sunset

Tanjung Layar dari kejauhan

Tanjung Layar dari kejauhan

Saat-saat di Tanjung layar adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu untuk menanyaksikan sunset. Meski hampir putus asa karena ditutup oleh awan dan tidak ada harapan akan keluarnya sunset, namun berkat kesabaran, jelang magrib tak lebih dari 10 menit matahari menampakkan diri dengan kemerahan khas sunset. Sungguh indah sekali sunset di Tanjung Layar sore ini. Sawarna telah menawarkan sebuah surga untuk di nikmati. Penatnya sore itu akibat menunggu sunset akhirnya terbayar.

Akhirnya penulis mampu melihat sunset yang indah di sertai deburan ombak yang menghantam karang. Sungguh indah dan menakjubkan.

Area Palung di Tanjung Layar yang sewaktu-waktu dapat menelan korban

Area Palung di Tanjung Layar yang sewaktu-waktu dapat menelan korban

Posisi Palung yang dalam

Posisi Palung yang dalam

3LAGOON PARI

Sebelum bertolak ke Jakarta, esok paginya kami serombongan menuju ke Lagoon Pari. Untuk mencapai Lagoon Pari hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki karena sulitnya akses menuju lokasi yang belum memiliki jalan yang bagus. Untuk bisa lebih dengan dengan lokasi dapat di bantu dengan menggunakan Ojek yang disewa untuk menuju radius 1 km sebelum lokasi. Untuk menyewa ojek jangan heran, cukup mahal untuk ukuran Jakarta, karena dikenakan tariff Rp. 40.000, walaupun kalau dengan berjalan kaki juga tidak terlalu jauh, namun butuh perjuangan khususnya tenaga. Karena untuk menuju Lagoon Pari jalannya naik dan turun dan kalau hujan jalanan menjadi licin.

Sunrise di Lagoon Pari

Sunrise di Lagoon Pari

Bersama rombongan di Lagoon Pari

Bersama rombongan di Lagoon Pari

Sunrise di lagoon pari

Sunrise di lagoon pari

Lagoon Pari lebih bagus di kunjungi ketika pagi, ketika matahari terbit. Namun sayang sekali pagi itu udara juga tidak cerah. Meski sedikit berawan, namun kali ini kita dapat menyaksikan semburat sunrise. Pemandangan Sunrise pagi ini pun sedikit terobati dengan hadirnya mentari pagi, meski cenderung mendung. Setelah puas memotret, perjalanan dilanjutkan ke Tanjung Layar kembali. Kali ini perjalanan tidak melalui jalan yang tadi dilalui namun karena kondisi laut sedang surut maka perjalanan kali ini ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pinggir pantai yang berbatu karang.

Spot yang indah di seputar lagoon pari

Spot yang indah di seputar lagoon pari

Masih dengan spot yang Indah.

Masih dengan spot yang Indah.

Sawarna selalu mempesona

Sawarna selalu mempesona

Menyusuri pantai dengan deburan ombak yang besar dan buih putih bak kapas yang terurai menambah indah suasana pagi itu. Ombak menghempas karang dan menghasilkan buih putih yang indah. Bahkan di beberapa bagian karang yang menjulang tinggi akan terasa indah ketika dihempas ombak dan menghasilkan lelehan ombak seperti air terjun. Bagi pencinta SS ini menjadi momen yang bagus untuk dibidik. Hasilnya seperti yang kita harapkan, akan indah dan menakjubkan. Perjalanan kali ini diakhiri dengan kembali ke Tanjung layar dan bergegas ke penginapan untuk bersiap menuju Jakarta.

Sawarna, bagaikan surga yang tersembunyi.

Sawarna, tunggu kedatanganku kembali.!

sudah tau kan keindahan sawarna seperti apa? so jangan pernah gak kesana hehehe…

NB. bagi yang ingin mengadakan trip ke sawarna minimal 6 orang dapat menghubungi saya ya di email : sastrawan.jamparing@yahoo.co.id

Galery Sawarna lainnya :

Penduduk Sekitar menamakan batu kabayan

Penduduk Sekitar menamakan batu kabayan

Berpose sejenak

Berpose sejenak

pose lainnya

pose lainnya

Surut, jalan kaki menuju Tanjung Layar

Surut, jalan kaki menuju Tanjung Layar

Penduduk Sekitar

Penduduk Sekitar

Nelayan sedang membereskan jaring ikan

Nelayan sedang membereskan jaring ikan

Lagoon Pari

Lagoon Pari

Sawarna

Posted in Jalan-jalan, PHOTOGRAPHY | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MENIKMATI PESONA CURUG 7 CILEMBER

Posted by Toto Andromeda on May 8, 2013

Kesejukan alam di sekitar curug 7 Cilember

Kesejukan alam di sekitar curug 7 Cilember

Bagi pecinta fotografi, berburu tempat untuk memotret adalah sebuah keharusan. Curug Cilember. Curug Cilember terletak di desa Jogjogan kec. Cipayung Bogor, merupakan salah satu dari curug yang memiliki pesona keindahan alamnya yang menyegarkan, asri dan sejuk.  Untuk mencapai Curug 7 Cilember dapat di tempuh melalui perjalanan dari Jakarta sekitar 2,5 jam untuk perjalanan dengan kendaraan sepeda motor sedangkan dengan mobil membutuhkan waktu sekitar 1,5jam untuk mencapai lokasi. Dari arah Jakarta, perjalanan di lanjutkan menuju Puncak di daerah Cipayung.  Setelah Chimory dan Taman Matahari kita akan melihat plang hijau penunjuk Arah menuju Curug Cilember, tinggal diikuti petunjuk tersebut.  Untuk menghindari salah jalan, ada baiknya bertanya ke penduduk sekitar.

Lokasi curug ini juga mudah di jangkau karena infrastruktur menuju lokasi cukup baik dengan jalan beraspal, meski jalannya cukup sempit. Untuk mencapai lokasi kita akan menemui jalan masuk menuju lokasi yang menanjak dan terus menanjak hingga ditemukan pintu gerbang Curuh CIlember. Dari kejauahan sudah terlihat kabut tipis diatas pegunungan nan hijau seolah mengundangnya untuk segera sampai ke tujuan dan ikut bercengkerama dengan mereka.

Iilah Penampakan Curug 7

Iilah Penampakan Curug 7

Di pintu masuk tersedia lokasi parkir yang cukup nyaman, yang menampung mobil sedangkan bagi pengendara sepeda motor biasanya ditaruh di tempat yang berbeda meski masih satu lokasi. Bagi pengendara motor parkir tanpa menginap ditambah dengan penitipan helm dikenakan tariff 10rb sekali parkir.  Selesai? Belum…, masih belum afdol kalau belum berpose di pintu masuk CIlember. Setelah berpose sejenak maka dilanjutkan dengan membeli karcis masuk. Untuk weekend Rp. 12rb perkepala sudah termasuk asuransi kecelakaan. Dilokasi Curug Cilember sinyal handphone lumayan susah dan kadang blank sama sekali. Namun bagi yang terbiasa eksis di jejaring social jangan kuatir, karena pengelola menyediakan area hotspot sekitar curug sehingga cukup membantu bagi para pengakses internet dengan mudah.

Berbekal Tripod, penulis memotret dengan teknik SS.. keren kan?

Berbekal Tripod, penulis memotret dengan teknik SS.. keren kan?

Lepas loket penjualan karcis, langsung menuju pintu masuk . Begitu masuk langsung disuguhi oleh gemericik suara air pegunungan. Udara sejuk menambah adem. Hilang semua penat yang terjadi selama perjalanan dan digantikan dengan suasana yang segar.  Bagi pecinta fotografi ini merupakan salah satu surge karena dapat memotret keindahan alamnya yang masih alami serta jernihnya air yang mengalir melalui alur di sela-sela bebatuan. Filosofi Slow Speed bagi fotografer menjadi alas an utama untuk memasuki area ini karena terdapat banyak spot yang dapat di pakai untuk memotret.

selalu Hijau di setiap yang ditemui

selalu Hijau di setiap yang ditemui

Sebelum memasuki area Curug 7 dan selepas pintu masuk pengunjung dimanjakan dengan jalanan yang sudah rapi, meski hanya berkisar 1meter lebarnya, namun bukan jalanan tanah yang dilalui. Di dalam area tersebut juga disewakan tenda untuk berteduh atau bagi beberapa petualang di gunakan untuk menginap dengan diselingi api unggun bagi pengunjung yang menyewanya. Dikiri dan kanan jalan akan ditemui tenda-tenda yang didirikan untuk disewakan. Pohon pinus yang menjulang tinggi sepanjang perjalanan menuju curug 7 turut menambah indahnya pemandangan. Seolah tak bosan memandang dan melihatnya dengan kesejukan alamnya.  Hijau dan sejuk.

Cuaca di sekitar Cilember sering di selimuti kabut tipis yang kerapkali turun dengan tiba-tiba dan menghilang lagi, hanya numpang lewat saja. Apalagi bila kondisi hujan tiba, acapkali puncak pepohonanpun tak kelihatan akibat tebalnya kabut yang turun. Kita di bawa seolah-olah sedang mendaki gunung yang tinggi. Bagi sebagian orang, turunnya kabut cukup menakutkan karena jarak pandang yang terbatas membuat imaginasi kita langsung sirna. Rasa takut segera menghampiri entah apa rasa yang dirasakan namun segera sirna ketika kabut tersebut lewat dan suasana temaram akibat kabut kembali cerah. Rasa takutpun berubah menjadi rasa optimis. Optimis untuk menggali lagi lebih dalam keindahan curug.

Curug 7, area yang asyik buat hunting foto

Curug 7, area yang asyik buat hunting foto

Sesampai di curug 7 rasanya belum afdol kalau kaki tidak masuk air. Nyes, dingin sedingin air es…, jernih air pegunungannya sangat terasa. Tak kuasa tanganpun mengambilkan air untuk di basuhkan ke muka. Sungguh segar seluruh tubuh dibuatnya. Penat dan capai selama dalam perjalanan terbayar sudah.  Cuaca di sekitar Curug 7 juga kerap sekali di selimuti oleh kabut tipis yang kadang-kadang turun, apalagi ketika cuaca sedang hujan, maka kabut akan turun. Hal ini menambah suasana sejuk dan nyaman di hati. Kesejukan yang mampu menghunjam kedalam hati sanubari. Tenang, damai di buatnya.

Selalu tak bosan mengabadikan keindahan alamnya... airnya yang sejuk.

Selalu tak bosan mengabadikan keindahan alamnya… airnya yang sejuk.

Di lokasi Curug 7 juga di sediakan penyewaan tenda bagi yang ingin sekalian camping tak jauh dari pintu masuk Curug.  Tidak perlu kuatir dengan area sanitasi karena sudah tersedia toilet, dan kalaupun mau mencoba mandi dan berendam di bawah curug 7 dengan airnya yang jernih juga bisa.

Di Cilember, sebenarnya terdapat keseluruhan 7 curug kalau mau di telusuri. Namun kekuatan fisik untuk menyusuri satu persatu perlu di pertimbangkan mengingat jalannya yang terus menanjak.  Setelah kita mencapai Curug 7, agak keatas ada Curug 6, namun saat ini jalan untuk menuju Curug 6 sudah di tutup mengingat medannya yang cukup sulit untuk mencapai Curug 6.  Pengunjung biasanya langsung menuju ke curug 5 yang tak kalah indahnya.  Di sekitar Curug 5 pengunjung yang tidak membawa bekal juga tidak perlu kuatir karena sudah tersedia warung tempat menjual gorengan sehingga ketika kita lapar dapat membelinya disitu.

Inilah penampakan bagian bawah curug 5

Inilah penampakan bagian bawah curug 5

Kalau mau kita telusuri satu persatu Curug demi curug hingga sampai ke curug 1 tidaklah mudah, karena di atas Curug 5 terdapat peringatan jika ingin menuju curug berikutnya untuk meminta ijin dulu ke pengelola. Penulis sendiri perjalanan dihentikan hingga curug 5 dan mencoba untuk berpuas diri sambil melihat pemandangan sekitar yang pada saat itu dalam kondisi berkabut sehabis turun hujan.

Jadi, kapan lagi kita kunjungi objek wisata di sekitar kita. Tidak perlu mahal, kenali dan cintai objek sekitar kita.

Posted in Jalan-jalan, PHOTOGRAPHY | Tagged: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

DI SEKITAR KITA, HITAM PUTIH POTRETKU

Posted by Toto Andromeda on January 11, 2012

Memaknai sebuah foto, dalam keseharian menarik sekali untuk dilihat. Sebuah foto yang mampu berbicara atau bercerita merupakan sebuah tantangan bagi pemotret untuk dapat membuat sebuah hasil yang mampu bercerita. Dalam bingkai hitam putih, kali ini penulis ingin menyajikan hasil foto disekitar kita yang berhasil penulis rekam dalam sebuah bingkai foto.Penulis sengaja tidak memberikan data-data foto, tapi yang penulis tekankan disini adalah bahwa kamera yang di gunakan adalah kamera Cannon dengan lensa kit 18-55 dan lensa tele 55-250 mm.

 

Fotografi 1

Lihatlah ketimpangan . Di sebelah sebuah gubuk tempat penyimpanan barang rongsokan, berdiri sebuah perumahan yang baru di bangun. Kadangkala kehidupan di alam sekitar pun tidak bersahabat, sehingga resiko bagi si reot untuk tersingkir dari alam sekitarnya. Bangunan bagus dan gubuk jelas tidak seimbang.

Pemulung

Bagi sebagian orang, pemulung mungkin dianggap sebagai sampah, namun lihatlah aksi mereka dengan mengais sampah, sebenarnya mereka turut membantu mendaur ulang sampah yang menumpuk. Disisi lain mereka mendapatkan uang dengan caranya tersebut, disisi lainpun ikut membantu lingkungan untuk tetap terjaga bersih dari sampah.

Pencari Rumput

Peernak, mencari rumput adalah sebuah aktivitas yang tidak lepas dari peternak. Disekitar kita banyak sekali aktivitas yang kadang-kadang luput dari pandangan kita, seperti bapak Yang satu ini, meski kerjaanya merumput, namun ini merupakan pekerjaan yang mulia karena memberikan makanan pada ternaknya.

Asongan

Menjadi pedagang asongan bukanlah seusatu yang buruk, karena untuk hidup di Jakarta ini menjadi pengasong akan lebih mulia dibandingkan dengan mengemis, meminta uang tanpa bekerja.

Tahu Gejrot

Tahu gejrot merupakan makanan khas Cirebon, ini pula yang dilakukan oleh lelaki ini untuk menjual Tahu Gejrot di kawasan Taman Menteng.

 

Posted in PHOTOGRAPHY | Tagged: , , | Leave a Comment »

KEMBOJA DALAM BIDIKAN CAMERA

Posted by Toto Andromeda on October 10, 2011

Bunga kemboja itu identik dengan bunga kuburan. Serem…….itu dulu. Kuburan serem adalah masalalu , karena kini tak jarang kuburan tidak lagi sebagai area yang serem lagi, akan tetapi menjadi area yang indah. Terbukti di beberapa daerah di Jakarta, ada saja kuburan di jadikan tempat pacaran(pihak ketiganya berarti setan dong…) hehe.

Bunga kemboja meski lebih di dominasi tumbuh di kuburan, namun belakangan tak jarang kita jumpai bunga kemboja di pinggir jalan dengan bunganya yang indah. Tidak hanya putih, ternyata bunga kemboja pun indah dilihat dengan warna-warna menarik, ada merah, kuning, pink,  pink dan putih sehingga sedap sekali untuk dilihat terutama ketika berbunga seperti pada musim kemarau dimana bunga akan dengan mudah mekar.

Beberapa gambar diambil penulis melalui bidikan Cannon dengan Lensa 55-250mm nya…, Meski masih jauh dari sempurna namun penulis harus jujur bahwa inilah hasil karya yang penulis dapat.

Posted in PHOTOGRAPHY | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

MODEL KECILKU

Posted by Toto Andromeda on June 13, 2011

Model kecilku, demikian kali ini yang aku ungkapkan. Ya terlalu tinggi untuk mengatakan model kecil, namun ketika jalan-jalan bersama anak, Iapun bisa dijadikan model untuk di potret. Mengambil objek anak-anak untuk bergaya memang kadang-kadang susah-susah gampang. Susah karena harus mengikuti mood anak-anak yang kerap berubah, gampang saat anak sedang memiliki mood untuk di potret dan bergaya.

Salwa Aurel Febriova, gadis cilik kelahiran 5 Februari 2006 silam ini contohnya.  Ketika memiliki mood dan hati riang gembira maka tanpa di sadari pun jepretan akan menghasilkan gambar yang bagus, senyuman yang memukau tanpa senyuman paksaan yang harus di paksakan. Fotografi tidak hanya sekedar mengambil potret lalu selesai, namun faktor kepuasan hati pulah berpengaruh terhadap hasil foto. Penulis sendiri sampai saat ini masih mengeksplore dan masih harus belajar lagi untuk memotret. Kadang harus kesal juga kalau dibilang hasil fotonya jelek, eh tp kadang puas juga sih kalau hasil fotonya bagus.

Berikut ini adalah hasil jepretan dengan model kecil, anakku sendiri…masih jauh dari hasil bagus, dan apa adanya, tapi inilah proses belajar.

Mencoba memotret, dan mengarahkan untuk anak kecil yang bukan ‘model’ memang susah, namun ketika jepretan tersebut adalah canded, hasil dari curian, maka hasil alami akan di dapat. Ketika jalan-jalan bersama Salwa, dengan modal DSLR yang aku punya, maka jadilah objek yang menurutku menarik untuk di upload, tidak berarti narsis, namun lebih pada kepuasan ketika mengambil gambar, dan keceriaan Salwa saat itu.

Posted in PHOTOGRAPHY | Tagged: , , , | 1 Comment »

SKETSA

Posted by Toto Andromeda on January 28, 2011

Sketsa kali ini menyajikan berbagai hasil jepretanku yang layak untuk di pandang dari berbagai sudut. Mari kita nikmati

Melukis Pasir

Melukis Pasir. Seorang gadis melukis di pasir. Meski ritual menulis di pasri adalah permainan, namun akan terasa indah di pandang dengan hasil sephia seperti ini. Model by Arin. Lokasi Pantai Ancol tgl 15 Oktober 2010

Merenung.......

Merenung!. Sebuah ritual murah, namun dapat di lakukan oleh siapa saja. Kegiatan seperti ini dapat memakan waktu berjam-jam tergantung apa yang di renungkan.  Meski hasil fotonya overlighting, namun saya sengaja tanpa edit, untuk memberi efek silau. Semua tergantung selera, hehe….Model : Unknown , Lokasi Pantai Ancol 15 Oktober 2010

Gadis Siluet

Siluet. Membuat foto-foto siluet, dapat di lakukan dengan melawan matahari misalnya. Namun foto diatas adalah foto ditengah terik matahari, melalui proses editing yang saya lakukan, maka dapat di ambil foto siluet seperti diatas. Model by Arin, Lokasi : Pantai Ancol  15 Oktober 2010

Model Dadakan

Bergaya ala Model. Demikian yang di perankan oleh dua gadis cantik, Arin & Tresna. Perjalanan membuatnya lelah, terik matahari pun membakar kulit, namun kedua gadis cantik ini masih menikmati indahnya pemandangan di pantai Ancol.  Model by Arin & Tresna, Lokasi : Pantai Ancol , 15 Oktober 2010

membidik dengan Tepat

Tiga Sahabat, Tresna, Bruri, dan Arin memperagakan sebuah adegan memotret.  Efek cahaya yang begitu terang, memaksa saya untuk mengedit seperlunya agar kulit terlihat lebih gelap. Model : Tres, Bruri, Arin. Lokasi Pantai Ancol 15 Oktober 2010

Selingkuh

Selingkuh. Sebuah tema yang banyak di ambil oleh para fotografer. Dengan sebuah editan klasik, selingkuh menjadi lebih klasik dan jadul. Model by Arin, Tresna dan Bruri. Lokasi : Pantai Ancol 15 Oktober 2010

Olah Raga Pagi........

Olahraga, joging merupakan olehraga termurah yang bisa di lakukan setiap saat. pagi yang cerah dimulai oleh ayah dan anak dengan berjalan pagi. Model : Ayah & Salwa, Lokasi Unpad Jatinangor

Berjalan di pematang

Dua orang perempuan berjalan beriringan di pematang sawah. Lihat, salah seorangnya menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh. Sebuah gambaran perempuan kampung, yang kesehariannya lekat sekali dengan tanah, dan perkampungan. Model : Unknown, Lokasi Persawahan Rancaekek – Bandung

Pengemis sebuah Profesi

Sekarang, mengemis bukan lagi menjadi alat untuk dapat menyambung hidup. Pengemis sudah menjadi profesi untuk alat mengumpulkan rupiah dengan Instan. Siapa peduli? Model : Unkown , Lokasi : Lampu Merah  Seberang Istana Bogor

Pencari Rumput Modern

Sekarang mencari rumput tidak sekedar dipanggul lalu pulang. Dengan sepeda motorpun kini jadi.  Model : Unkown, Lokasi : Jatinangor

Menjemur Padi

Meski pekerjaan menjemur padi merupakan pekerjaan laki-laki, namun era emansipasi pun di lakukan oleh perempuan ini. Ia menjemur padi disawah tanpa didampingi seorang laki-laki. Model : Unknown, Lokasi : Desa Sayang – Sumedang

Ekpresif

Ekspresif……..demikian. Seorang pemuda bergembira ketika kereta api yang ditunggunya telah tiba. Model : bruri, Lokasi : Stasiun Bogor

Posted in PHOTOGRAPHY | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

MENYELAMI SEBUAH FOTO

Posted by Toto Andromeda on January 5, 2011

Bukit Golf

Data Foto :

Jenis Kamera : Canon EOS 1000D, Lensa : EF 55-250mm f/4-5.6, Focal Length : 154mm, Exposure : 1/200 sec at f/5.6, ISO Speed : ISO 100, Lokasi : BGG Jatinangor, Tanggal pengambilan : 21 November 2010

Foto adalah merupakan salah satu tempat untuk berekspresi bagi pemotretnya, baik itu untuk tujuan hobi maupun untuk tujuan tertentu. Foto tujuan hobi sangat berbeda dengan foto-foto resmi pada umumnya seperti pas foto, maupun foto-foto dokumentasi lainnya. Kalau foto tujuan hobi memiliki arti tersendiri bagi pemotretnya itu sudah pasti.

setiap jepretan foto memiliki arti, walau memang bagi setiap orang mungkin kepuasan dan kekuarangannya akan berbeda-beda tergantung tingkatannya.

Berikut adalah foto-foto dengan nuansa Hijau hasil jepretanku.

Pak Tua

Data Foto :

Jenis Kamera : Canon EOS 1000D, Lensa : EF 55-250mm f/4-5.6, Focal Length : 84mm, Exposure : 1/4000 sec at f/5.0, ISO Speed : ISO 100, Lokasi : Persawahan Jatinangor, Tanggal pengambilan : 25 Desember 2010

 

Pulang

Data Foto :

Jenis Kamera : Canon EOS 1000D, Lensa : EF 55-250mm f/4-5.6, Focal Length : 220mm, Exposure : 1/3200 sec at f/5.6, ISO Speed : ISO 100, Lokasi : Persawahan Jatinangor, Tanggal pengambilan : 25 Desember 2010

 

Meranggas

Data Foto :

Jenis Kamera : Canon EOS 1000D, Lensa : EF 55-250mm f/4-5.6, Focal Length : 55mm, Exposure : 1/200 sec at f/4.5, ISO Speed : ISO 100, Lokasi : BGG Jatinangor, Tanggal pengambilan : 21 November 2010

 

Posted in PHOTOGRAPHY | Tagged: , , | Leave a Comment »