Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Archive for the ‘Film & Sandiwara Radio’ Category

SELAMAT JALAN ULLY ARTHA

Posted by Toto Andromeda on June 17, 2013

Ully Artha dalam film Neraka Perempuan

Ully Artha dalam film Neraka Perempuan

Ully Artha, artis senior bernama lengkap Taruli Artha Sortiana Pangaribuan meninggal dunia dalam usia 59 tahun. Wanita kelahiran 17 Oktober 1953 ini meninggal kemarin 16 Juni 2013 di RSPAD Gatot Subroto  akibat komplikasi yang di deritanya. Dalam hidupnya Ully Artha mendedikasikan dalam dunia seni peran. Telah banyak film-film yang ia bintangi. Sejak tahun 1970an Ully Artha sudah terjun di dunia perfilman yang ikut membesarkan namanya.

Sebagai seorang artis film, Ully Artha dapat berakting baik sebagai peran antagonis maupun protagonis. Suara khasnya Ully artha masih terngiang hingga sekarang, meski beliau telah tiada namun kehadirannya di dunia perfilman mampu membuat kita turut bersedih atas kepergiannya. Namun demikian, film-film Ully Artha masih dapat kita temui untuk dapat di tonton.

Ully Artha dalam film Maria Maria Maria

Ully Artha dalam film Maria Maria Maria

Ully Artha dalam film Di Dadaku Ada Cinta

Ully Artha dalam film Di Dadaku Ada Cinta

 

Beberapa judul film yang pernah dibintangi oleh Ully Artha adalah sebagai berikut  :

(sumber Wikipedia)

Selamat Jalan Ully Artha, karyamu akan selalu kami kenang.

Advertisements

Posted in Film & Sandiwara Radio | Tagged: , , , | Leave a Comment »

KPFIJ & KOPI MERAH NGADAIN NOBAR FILM JADUL

Posted by Toto Andromeda on February 12, 2011

Belum ada agenda lagi…tapi tetap panteng lagi….

Acara terbuka untuk umum, tempat terbatas.

Untuk Informasi hubungi :

– Toto Telp 021-68549909 /08129087045

– Theo Telp. 021-94826502/0818144418

– Bruri Telp 085692900023

Ditunggu kehadirannya ya…,bawa juga koleksi film jadul yang dipunyai buat sharing…

Posted in Film & Sandiwara Radio | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

MUSTAFA KAMAL & ENNY BEATRICE DI FILM “PERTARUNGAN DI GOA SILUMAN”

Posted by Toto Andromeda on September 9, 2009

Mustafa Kamal & Enny Beatrice - Pertarungan Goa Siloman

JUDUL FILM        : PERTARUNGAN DI GOA SILUMAN

SUTRADARA       : IMAM PUTRA PILIANG

PRODUSER          : GORDHAN PS

PRODUKSI           : PT. JAKARTA PRIMA METROPOLITAN FILM

TAHUN PROD    : 1989

JENIS                     : FILM LAGA

PEMAIN               : ENNY BEATRICE, MUSTAFA KAMAL, PIET PAGAU, RUDY WAHAB, RACHMAT KARTOLO, ROBERT SANTOSA, NADIA KASIM

SINOPSIS :

Alang Surat (Mustafa Kamal) adalah pendekar yang baru saja turun gunung dan pergi mengembara untuk menegakkan keadilan. Ditengah perjalanan Alang Surat tertarik dengan suara seorang perempuan yang sedang membaca ayat suci Al Quran di sebuah Goa.  Akhirnya Alang Surat sampailah di goa yang dimaksud dan bertemu dengan gadis yang sedang membaca ayat suci Al Quran tersebut. Akhirnya diketahui kalau gadis tersebut bernama Suharna (Enny Beatrice) anak dari Alimin (Robert Santosa). Kedatangan Alang Surat tidak disukai oleh Alimin akhirnya keduanya pun berkelahi dan dilerai oleh Suharna. Suharna yang juga tidak suka dengan watak ayahnya akhirnya pun ikut lari menghindari Alimin bersama dengan Alang Surat.

Dalam pelariannya Alang Surat dan Suharna bertemu dengan Diana(Nadia Kasim). Akhirnya ketiganya pun bahu membahu menumpas kejahatan.  Di dunia persilatan sedang gempar memperebutkan peti  Pusaka Matasan yang berisi peta harta karun dan ilmu silat.  Kisah perebutan peti Matasan berawal dari pemiliknya (Rahmat Kartolo) yang dibunuh oleh Alam Dian (Rudy Wahab), Alang Abang (Piet Pagau) dan Alimin (Robert Santosa). Karena tidak mendapat keberadaan Peti Matasan, maka akhirnya pemilik peti tersebut dibunuh. Istri dan 2 anaknya akhirnya di tawan dan dibawa pergi oleh ketiganya.

Alang Surat, Suharna dan Diana akhirnya ke markas Alang Abang dan Alam Diah untuk menumpas kejahatan mereka. Ketika berhasil membunuh Alam Diah, di dalam tempat persembunyiannya, Diana dan Alang Surat menemukan seorang wanita yang terikat dan ditawan. Setelah membebaskan wanita tersebut, akhirnya Diana pun kaget. Karena ternyata Diana adalah anak dari wanita tersebut yang juga merupakan istri dari pemilik sah peti Matasan. Diana dikenali sebagai anaknya dari tanda yang ada di lengannya.

Kemudian secara bersama-sama mereka pun mencari Suharna yang terpisah dari Diana dan Alang Surat. Ketika bertemu dengan Suharna, Alang Surat membuka lengan Suharna yang ternyata juga ada tanda lahirnya. Akhirnya Ibu dan kedua anaknya pun bertemu. Namun belum lagi rasa kaget Suharna usai, tiba-tiba muncullah siluman ular Alang Abang yang ingin membunuh mereka. Tapi Alang Surat lebih sigap dan akhirnya Alang Abang berhasil dibunuhnya.

Diakhir kisah, Peti Pusaka Matasan pun akhirnya ditemukan, dan setelah dibuka ternyata di peti terdapat tiga buah benda yang terdiri dari Peta harta Karun yang akhirnya dipegang Diana, Kitab Ilmu Silat yang diberikan pada Suharna dan terakhir adalah Kitab Suci Alquran yang dipegang oleh Alang Surat. Akhirnya merekapun berpisah, namun sebelum berpisah, Suharna yang jatuh hati pada Alang Surat akhirnya mengikutinya untuk pergi bersama.

****

Ceritanya memang tergolong biasa-biasa saja, akan tetapi setting dimana suting dilakukan kalau gak salah di sudut keraton lama Yogyakarta, turut memperindah film ini. Kita akan dibawa untuk menelusuri jejak sejarah dimana masih ada keraton dengan lorong-lorongnya yang konon saat pembangunan tidak menggunakan semen, akan tetapi hanya menggunakan pasir dan sem

Posted in Film & Sandiwara Radio | Tagged: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Taksi Juga; Sebuah Sekuel Film Taksi

Posted by Toto Andromeda on February 16, 2009

Rano Karno & Meriam Bellina - Taxi Juga

Judul Film                            : Taksi Juga

Cerita dan Skenario         :  Edi Suhendro

Sutradara                            : Ismail Subardjo

Pemain                                 : Rano Karno, Meriam Bellina, Firda Razak, Onky Alexander, Sophia Latjuba,

Ayu Azhari, Ida Kusumah, Piet Burnama

Produksi                              : Sukmajaya

Setelah sukses dengan film Taksi dan membawa Rano Karno meraih Piala Citra, Taksi (Taxi) akhirnya di buat sekuelnya dengna judul Taksi Juga. Masih mengusung nama Rano Karno sebagai Giyon, Meriam Bellina sebagai Desi juga bintang film Onky Alexander. Rano Karno dan Meriam Bellina bermain secara apik di film ini. Akting keduanya sudah tidak diragukan lagi.

Di film Taxi diketahui kalau Desi pergi entah kemana.  Desi lari dari rumah Raymond, dan belakangan di ketahui kalau Desi pergi kebandung tinggal di rumah Bibinya adik dari Ibunya. Desi yang mempunyai nama asli Titin tinggal di gang sempit di Bandung. Desi yang lebih suka dipanggil Titin tinggal bersama Ita dan Bibinya, hingga suatu hari datang utusan dari sebuah agency iklan dari Jakarta mencari Desi atau Titin.

Akhirnya Titinpun ke Jakarta mengontrak sebuah rumah bersama Ita dan seorang pembantunya. Titin di perkenalkan dengan pimpinan sebuah agency iklan di Jakarta yang memang dialah yang mencari Titin ke Bandung. Titin akhirnya ditawarin oleh Mona (Ayu Azhari) yang sebenarnya dalah istri dari Raymond (Onky Alexander) untuk menjadi model iklan.  Setelah menelantarkan Titin, Raymond menikah dengan sepupunya bernama Mona. Sesuai dengan adat Batak, Raymond diharuskan menikah dengan Mona yang masih sepupunya agar garis keturunannya tidak hilang. Akan tetapi pernikahan mereka adalah pernikahan yang pura-pura karena Raymond tidak pernah mencintai Mona. Meski demikian , Mona tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri yang baik, bahkan rela berkorban perasaan.

Kedatangan Titin keJakarta di endus oleh opung dari Raymond , hingga opungnya mencari alamat Titin. Secara kebetulan, Opung berlangganan taksi dengan Giyon, hingga kemanapun mencari alamat Titin, Opung selalu menumpang taksinya Giyon. Setelah mengetahui dimana alamat Titin, Giyonpun kaget karena setelah sekian lama menghilang Titin berada di Jakarta lagi setelah mengetahui pembantunya yang sedang bersama Raymond yang mencari Titin. Opungpun susah sekali ketemu Titin, karena memang tidak pernah ketemu muka. Sementara itu Raymond yang selalu mencari Titin pun tidak pernah ketemu walau tahu alamatnya Titin, akan tetapi Titin begitu melihat Raymond selalu menghindar.

Titin akhirnya datang ke kantor Mona untuk melakukan tanda tangan kontrak, akan tetapi ketika dilobi Titin melihat mobil Raymond , hingga Titinpun menghindar. Akan tetapi Raymond sempat melihat Titin, sehingga ia menemui Mona istrinya dan menganggap Mona telah membuat rencana tersembunyi dengan mengundang Titin ke kantornya untuk di jadikan bintang iklan. Mona berbesar hati karenanya ia bilang kalau semua yang dilakukan adalah demi Raymond .

****

Titin pergi ke pangkalan taksi Giyon untuk mencarinya. Titinpun bertemu dengan Giyon dan beralasan kedatangannya kalau Titin ingin berbagi cerita, share dengan Giyon. Giyon yang sudah dekat dengan anaknyapun akhirnya kembali berhubungan seperti biasa. Bahkan Giyon seolah berusaha melindungi Titin dari gertakan Raymond.  Giyon adalah sahabat Titin yang selalu member saran dengan baik. Akhirnya Titinpun memberanikan diri ke kantor Mona untuk menandatangani kontrak dan di make up untuk di potret oleh Raymond yang seorang fotografer. Begitu melihat Raymond, Titinpun kabur.  Dan kemudian mereka berdua bertemu di rumah Titin dan terjadi perang mulut besar, ketika Raymond berusaha menjelaskannya.  Tanpa sengaja Titin menusukkan gunting ke perut Raymond, Raymondpun di rawat di rumah sakit. Melihat Raymond terluka karena Titin, Mona tidak bisa berbuat apa-apa bahkan ia menenangkan Titin yang merasa bersalah karena telah menusuk Raymond.

Mengetahui Raymond terluka, opung akhirnyapun ketemu dengan Titin. Opung menuduh Titin berusaha merusak pernikahan Raymond dan Mona. Merasa dituduh akhirnya Titin menjelaskan keadaan yang sebenarnya pada opung, bahkan menceritakan kalau Raymond telah menghamilinya. Mendengar cerita yang mengagetkan tersebut, opung kaget dan strokenya kambuh. Opung akhirnya meninggal dalam perjalanan ketika sedang di Taksinya Giyon.

Setelah kejadian tersebut, Raymond dan Mona menjadi akur dan mengakui keadaan mereka menjadi suami istri, Titin akhirnya menerima penawaran Mona secara professional menjadi bintang iklan. Sedangkan Giyon, meski masih menjadi sopir taksi, akan tetapi sebentar lagi taksinya akan menjadi miliknya karena peraturan di kantornya taksinya bisa dicicil dan menjadi milik sendiri.  Dari Film Taksi dilanjutkan ke Taksi Juga dan masih ada kelanjutannya yaitu dengan judul Masih ada Taksi.

Posted in Film & Sandiwara Radio, Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Taksi The Movie

Posted by Toto Andromeda on February 12, 2009

Rano Karno & Meriam Bellina - Film Taxi

Judul Film            : Taksi

Sutradara            : Arifin C Noer

Musik                    : Embie C Noer

Produksi              : Ravimans Film

Tahun produksi : 1990

Pemain                 : Rano Karno, Meriam Bellina, Nany Wijaya, Hengki Solaiman, Remy Silado, Firda Razak, Sri Wigati

Film Taksi (taxi) yang membawa Rano Karno meraih piala Citra yang sangat prestisius bagi insan perfilman kala itu. Taksi adalah film garapan Arifin C Noer yang didasarkan dari Novel dengan judul Taksi yang pernah dimuat di harian Kompas tahun 1988. Film ini juga telah di translasikan ke bahasa Inggris.

Adalah Giyon seorang sarjana filsafat yang  sebenarnya merupakan keluarga ningrat yang dititipkan orangtuanya di rumah Buliknya(Sri Wigati) di Jakarta. Alih-alih ingin menjadi Pejabat, akhirnya Giyon (Rano Karno ) hanya menjadi sopir taksi. Sehingga iapun menyuruh Lastri (Firda Razak) tunangannya di kampung untuk melupakan dirinya.

Alih-alih mendapatkan uang dari narik taksi, Giyon mendapatkan seorang penumpang perempuan, Desi (Meriam Bellina) dengan seorang anaknya yang minta diantarkan ke Jalan Sudirman. Akan tetapi  berubah arah, karena memang tidak mempunyai tujuan pasti karena memang perempuan tersebut tidak mempunyai tujuan setelah di usir dari kontrakannya akibat menunggak pembayaran. Dengan alas an mau ada meeting, Perempuan tersebut menitipkan anaknya ke Giyon, akan tetapi tunggu punya tunggu tidak keluar. Hingga akhirnya Giyon membawa jalan-jalan anak tersebut sambil narik penumpang.  Sudah menjadi nasibnya, Dion akhirnya harus bertanggungjawab dan membawa anak tersebut ke rumah kontrakannya hingga anak tersebut di asuh oleh tetangganya.

Gara-gara di potret wartawan ketika menemumakan anak, Giyon menjadi popular karena masuk Koran, dan anak tersebut di beri julukan bayi ajaib hingga banyak orang yang ingin memandikannya karena dianggap ajaib.  Taksi, demikian Giyon biasa menyebut nama anak tersebut. Taksi  selalu mengikuti kemana Giyon nari k taksi. Hingga pada suatu malem Desi, ibunya mencari ke kontrakan Giyon. Dan  Ibu dari anak tersebut menceritakan bahwa Taksi lahir di Amerika buat dari percintaan dengan Raymond.  Taksi dan Ibunya akhirnya ditampung dirumah Giyon karena memang tidak memiliki tempat tinggal . Sehingga menjadi pergunjingan warga setempat.

Taksi yang sebenarnya bernama Ita dititipkan oleh Desi dengan Giyon, karena Desi tengah test vocal untuk menjadi penyanyi. Hingga akhirnya sang produser menerima Desi menjadi penyanyi dan menjadikan Desi seorang penyanyi terkenal.  Keseharian Desi yang menumpang di rumah Giyon akhirnya membuat gerah warga sekitar hingga akhirnya Desi disuruh pergi. Dengan berbagai upaya Giyon meyakinkan warga sekitar bahwa Desi adalah perempuan baik-baik akan tetapi tidak berhasil, hingga akhirnya Desi  pergi.

Album Desi ternyata meledak, warga sekitar tempat Giyon tinggal pun seolah mimpi ketika Desi masuk TV dan menyaksikannya.  Ternyata kepopuleran Desi membuat gelap mata dan tidak mengakui siapa Ita dan Supir Taksinya. Desi mengatakan pada wartawan kalau Ita adalah anak yang dipungut dari Taksi dan sama sekali tidak mengenal supir taksinya.  Bahkan Desi mengatakan kalau ia telah memberikan sejumlah uang kepada sopir taksi  tersebut. Hal ini tentu membuat Giyon kecewa.

Desi sebenarnya adalah anak orang kaya dari Bandung. Ketika Ibunya Desi (Nanny Wijaya) datang, ia senang karena Desi telah menjadi artis dan mendukung keputusan Desi yang hanya mengakui Ita adalah anak angkatnya. Walaupun ini bertentangan dengan keinginan Desi, akan tetapi Desi seorang penyanyi terkenal dan masuk wilayah kehidupan glamor harus menjalani kehidupan dua sisi. Antara suka dan tidak.  Desi merasa kehidupan artis bukanlah jalan baginya. Ia pun bimbang. Sang produser sering mencari Desi karena Desi susah dihubungi.

Suatu ketika Giyon yang punya nama lengkap Sug iyono datang ke rumah Desi. Dengan basa basi Desi menceritakan keadaan Ita. Bahkan Desi pun mengajak Giyon untuk makan mie bersama seperti apa yang pernah di lakukan waktu di kontrakan Giyon.  Tapi Giyon mengalihkan pembicaraan. Ia prihatin dengan Ita anak Desi yang seolah di telantarkan. Dibalik keceriaannya Desi merasa  sakit sekali karena ia hidup dalam kebohongan, ia harus bohong ketika ditanya tentang anak dan tidak mengakuinya.  Tapi ibunya (Nanny wijaya) justru sangat mendorong akan kehidupannya.

Sementara itu Bulik  Giyon mencarinya dan mengabarkan kalau lastri dating ke Jakarta mencari Giyon setelah mengetahui dari berita di Koran kalau Giyon terlibat perdagangan anak (Ita). Giyon marah besar kepada Desi, akan tetapi Desi akhirnya berhasil meyakinkan Giyon bahwa itu adalah perbuatan produsernya. Pernyataan yang di lontarkan oleh produser Desi bahwa memang ia belum punya anak. Desi merasa pahit dengan kehidupan seperti itu.  Jadi penyanyi bukanlah cita-citanya, akan tetapi cita-cita Ibunya. Kedekatan Giyon dengan Ita anak Desi membuat ibu Desi marah. Ia memang menganggap posisi sopir adalah posisi yang derajatnya lebih tinggi, hingga akhirnya Desi pun bertengkar dengan ibunya. Desi menyesalkan kedatangan Ibunya yang sejak dari dulu tidak berubah.

Dilema yang dialami Desi menyebabkannya ingin mengakhiri hidupnya. Tapi sebelumnya Sopir Desi dan anaknya Ita mencari Giyon dan menyerahkan surat serta menyuruh Giyon untuk membawa mobilnya. Dari surat tersebut Giyon tahu apa yang akan terjadi, akhirnya Giyon langsung meluncur ke rumah Desi. Desi ingin mengakhiri hidupnya dengan makan obat over dosis, akan tetapi diselamatkan GIyon yang segera sampai kerumah Desi. Desipun pingsan. Ketika bangun, ia dikejutkan oleh suara gedoran pembantunya yang member tahu kalau ita dibawa lari oleh ayahnya Ita, Raymond, yang telah menghamili Desi. Bersama Giyon, Desi mencari Raymond yang memang orang stress.  Ia disambut ibu Raymond, dan memang Ita tdak diapa-apakan.   Raymond beralasan membawa ita, karena Desi telah menelantarkan Ita dari berita Koran yang dibacanya.  Malamnya Desi menginap di rumah Raymond bersama Ita dan Giyon. Paginya diketahui Desi telah pergi entah kemana.

Sampai Jumpa di Taksi Juga

Posted in Film & Sandiwara Radio, Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Tak Ingin Sendiri

Posted by Toto Andromeda on February 4, 2009

Judul Film : Tak Ingin Sendiri
Sutradara : Ida Farida
Skenario : Ida Farida
Musik Biola : Idris Sardi
Produksi : PT. Kanta Indah Film
Pemain : Rano Karno, Meriam Bellina, Nanny Wijaya, Dicky Zulkarnaen, Harry Capri, Ade Irawan

Satu lagi film Indonesia produksi tahun 1985 yang mempertemukan Rano Karno dan Meriam Belina yang mempunyai acting yang bagus. Adalah Prasetya (Rano Karno) seorang mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang mempunya seorang kekasih bernama Kartika (Meriam Bellina) atau biasa disebut Tika. Pras demikian biasa dipanggil adalah anak tunggal dari seorang yang kaya dari seorang ayah (Dicky Zulkarnaen) dan seorang Ibu (Nany Wijaya), sedangkan Tika adalah seorang sekretaris dari sebuah perusahaan.

Suatu ketika Tika ditugaskan ke Tokyo selama dua minggu berdua bersama bosnya (Harry Capri). Mengetahui Tika akan pergi ke Tokyo, maka Pras melarangnya untuk tidak pergi ke Tokyo, apalagi hanya berdua dengan bosnya yang masih muda. Akan tetapi Tika tetap pada keputusannya untuk tetap pergi ke Tokyo, hal ini menyebabkan Pras dan Tika bertengkar. Pertengkaran keduanya didengar oleh kedua orang tua Pras yang akhirnya ikut-ikutan melarangnya pergi. Tika tetap pada keputusannya untuk tetap pergi. Hal ini menyebabkan kedua orang tua Pras mengundang orang tua Tika untuk membicarakan mereka berdua. Orang tua Pras adalah tipe orang yang menganggap bahwa Tika tidak perlu bekerja karena Pras calon dokter, sementara pemikiran orang tua Tika, bahwa Tika bekerja adalah atas kemauan sendiri menyebabkan keduanya bersitegang. Ayah Pras tidak setuju Tika bekerja dan menyuruh membatalkan kepergiannya ke Tokyo jika ingin menjadi menantunya. Merasa diremehkan orangtua Tika tersinggung dan langsung pulang.

Sementara itu ketika Tika berada di Tokyo, Pras di Jakarta yang selama ini menderita batuk tidak sembuh-sembuh bahkan akhirnya diketahui dari darah yang keluar ketika batuk, kalau Pras terkena kanker paru-paru yang mematikan. Hal ini menyebabkan pukulan berat bagi kedua orang tua Pras.

Kepulangan Tika dipercepat, sesampai di Jakarta ia tidak dijemput Pras. Akhirnya Tika datang ke rumah Pras, hingga akhirnya tau Pras terkena kanker Paru-paru. Mengetahui anaknya sakit, ayah pras berkunjung kerumah orang tua Tika untuk melamarnya. Akan tetapi orang tua TIka masih tersinggung atas perlakuannya. Hingga ia tidak mengabulkan lamarannya. Akhirnya ayah Pras tahu bahwa Tika memang gadis yang setia, karena ketika Pras sakitpun, Tika setia untuk mengunjungi dan menungguinya. Bahkan Tika bersedia untuk dilamar oleh Pras. Akan tetapi Pras menolaknya karena mengingat umurnya yang pendek dan tidak mau melihat TIka menderita.

Tidak mau menjadi beban kedua orang tuanya, Pras pergi dari rumah dan meninggalkan secarik kertas. Pras pergi ketempat yang jauh, meski dalam keadaan sakit, tapi lambat laun Pras yang telah lulus dokter mencoba menolong orang-orang sekitar yang membutuhkannya. Lewat kemampuannya pras mempraktekan keahliannya selama ia kuliah kedokteran.

Di tempatnya yang baru, Pras biasa dipanggil pak Dokter. Pras hidup seadanya dan ikut membantu suatu klinik kecil yang sangat membutuhkan uluran tangannya. Mantri di daerah setempat mengenali Pras, orang yang pernah diiklankan di Koran. Ia pun menghubungi keluarga Pras. Bersama Tika ibunda Pras mencarinya hingga sampai di suatu gubuk yang tidak ada orangnya. Akan tetapi Tika mengenali Pras dari boneka yang ada di dalam gubuk tersebut. Begitu ketemu, Pras mengemukakan kenapa ia kabur. Pras mengungkapkan kalau kepergiannya dengan maksud agar keluarganya tidak ikut menderita akibat penderitaannya yang dialami.

Akhirnya Pras dan Tika pun bersatu dan menikah. Ibunya Tika menyesalkan kenapa Tika cepat menikah dan pergi ikut dibawa Pras ketempat yang jauh. Pras dan Tika hidup berdua ditempat yang terpencil. Pras menjadi dokter yang terkenal meski sesekali sakitnya kambuh. Ia sering memandangi Tika ketika tidur. Pras merasa Tika tidak layak untuk ikut menderita.

Meski sakit Pras memaksakan diri menolong orang yang sakit meski sedang turun hujan. Bersama Tika, Pras kerumah orang yang sakit, karena kondisinya tidak sehat, Pras pun jatuh pingsan. Ditengah hujan Tika mencoba mencari pertolongan orang untuk suami tercintanya. Akhirnya Tika pun hamil. Menjelang ajalnya meski tidak secara eksplisit di perlihatkan, Pras mencoba menghibur Tika kalau anaknya itu nanti akan secantik Tika.Tika disuruh menjaganya. Langsung deh lagu Tak Ingin Sendirinya berputar……..

Soundtrack film ini sesuai dengan Judulnya adalah Tak ingin sendiri ciptaan Pance Pondakh yang dinyanyikan oleh Meriam Bellina. Lagu ini sangat popular di era 80an.

Posted in Film & Sandiwara Radio, Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Di Dadaku Ada Cinta

Posted by Toto Andromeda on February 3, 2009

Bagi pecinta film era 80an tentu tahu dengan film ini. Film yang disutradarai oleh Nasri Cepi tersebut mencoba memasangkan akting Rano Karno dan Paramitha Rusady. Diproduksi tahun 1986 film ini masih asyik untuk disaksikan hingga sekarang. Bahkan dulu film ini sering diputar di layar TPI. Didadaku Ada Cinta adalah film kesekian dari film-film yang telah dibintangi oleh Rano Karno dan Paramitha Rusady.  Didadaku Ada CInta juga didukung oleh akting Nanny Wijaya, Piet Burnama, Ully Artha dan Anton Indracaya.

Berlatar tentang kisah cinta anak muda, film Di dadaku Ada Cinta bertutur tentang kisah dua sejoli yang akhirnya di persatukan setelah menemui hambatan akan hubungan mereka. Dibuka dengan adegan kedatangan Marita (Paramitha Rusady) dan Imelda (Ully Artha) kakaknya di Bali yang disambut oleh Arsana, anak dari kolega bisnis ayah Marita (Piet Burnama).  Arsana adalah pemuda yang telah di jodohkan dengan Marita oleh kedua orang tua mereka. Selamat Datang yang diucapkan Arsana dengan menyematkan bunga di telinga Marita.  Ini adalah kali pertama Marita ke Bali, sehingga ketika bermain di Pantai Kuta ia tenggelam dan tidak sadarkan diri.

Akhirnya Marita ditolong oleh Bob (Rano karno) dan kawan-kawan, sementara itu Arsana yang dan Imelda hanya bisa diam saja tanpa melakukan pertolongan apapun. Tenggelam dari Pantai menyebabkan Arsana mengajak Marita untuk jalan-jalan berkeliling keesokan harinya. Diperjalanan Arsana yang pernah tinggal di Amerika tersebut menghentikan mobilnya dan mengatakan sesuatu pada Marita sekaligus ingin memegang pahanya. Arsana menganggap hal ini sudah biasa di Amerika. Perlakuan tidak senonoh Arsana tidak bisa diterima oleh Marita sehingga ia turun dan menyetop kendaraan yang sedang lewat yang kebetulan sekali di kendarai oleh Bob dan kawan-kawannya. Akhirnya Marita pun ikut Bob dan Arsana mengejarnya sehingga terjadi perang mulut. Arsana menjadi tidak suka pada Bob.

Bob yang pintar bermain selancar menyebabkan ketertarikan tersendiri bagi Marita. Akhirnya Maritapun belajar bermain selancar pada Bob. Akan tetapi Imelda tidak setuju akan keputusan Marita untuk berlatih pada Bob.

******

Setelah pulang ke Jakarta, Marita memulai aktivitas seperti biasa dengan pergi ke kampus, sementara itu Bob menjadi lebih sering untuk menjemput Marita. Lambat laun persahabatan Bob dan Marita menumbuhkan benih-benih cinta pada Marita dan Bob. Hingga akhirnya Marita mengajak Bob untuk diperkenalkan dengan kedua orangtuanya. Akan tetapi kedatangan Bob di sambut dingin oleh ayah Marita. Ayah Marita memandang rendah akan Bob dan lebih percaya Marita dengan Arsana yang masa depannya terjamin dibandingkan dengan Bob yang tidak jelas masa depannya. Melihat sikap ayahnya Marita merasa tidak enak pada Bob dan berusaha minta maaf, akan tetapi Bob menanggapinya dengan dingin.  Marita kecewa akan sikap kedua orangtuanya terutama ayahnya. Sehingga Marita mencari Bob ke kontrakannya untuk meminta maaf sekaligus memberi undangan untuk datang ke pesta ulangtahunnya yang ke 19.  Bob yang menanggapi dingin kedatangan Marita berjanji akan datang ada ulang tahunnya.

Dipesta ulang tahun Marita yang meriah, Arsana yang secara khusus diundang di pesta tersebut oleh kedua orang tua Marita memberikan Kado Kalung yang langsung di sematkan di leher Marita. Ditengah pesta, Bob datang dengan membawa bunga. Melihat kedatangan Bob, Arsana merasa tidak suka dan mencegat Bob serta mengatakan kata-kata yang tidak sepantasnya pada Bob di depan umum. Merasa harga dirinya diinjak-injak Bob akhirnya marah dan terjadi baku hantam dengan Arsana. Hingga akhirnya Bob pingsan dan berdarah. Melihat pemandangan demikian Marita hancur hatinya dan langsung membuang kalung yang ada di lehernya hasil pemberian dari Arsana. Marita kecewa dengan orang tuanya yang telah sengaja mengatur kedatangan Arsana dari Bali dalam pesta ulang tahunnya.

Kekecewaan Marita menyebabkan ia jatuh sakit dan tidak mau makan. Sementara itu Bob dan kawan-kawannya berhasil membalaskan sakit hati pada Arsana dengan menggantungnya. Arsana yang telah memohon-mohon pada Bob untuk tidak digantung akhirnya tersadar bahwa itu hanya trik dari Bob untuk menakuti dirinya. Akan tetapi akibat dari kejadian tersebut Arsana merasa bersalah pada Bob.

Dibagian lain suami dari Imelda (diperankan Anton Indracaya) ketahuan menghamili pembantunya oleh Imelda. Imelda marah besar dan hancur hatinya. Ia mengadu pada Ibunya, hingga ibunya jatuh pingsan. Melihat ibunya pingsan, Marita yang sedang sakit bangun, sementara itu Ayah Marita setelah merenungkan yang terjadi dengan putrinya terutama pengkhianatan yang dilakukan suami Imelda menjadi tersadar dan menyuruh Marita untuk mencari Bob. Apalagi setelah Ayah Marita tahu dari Bos perusahaan dimana Bob bekerja bahwa ia anak yang rajin dan ulet. Akhirnya Ayah Marita menyetujui Bob dengan Marita.

Marita yang kegirangan karena ayahnya telah menyetujui dengan Bob langsung lari mencari Bob di kontrakannya. Akan tetapi pencarian Marita nihil,karena ternyata Bob sedang ke Bali. Maritapun menyusul Bob di Bali ketika sedang bermain parasailing. Marita memanggil Bob dari bawah, sementara Bob yang sedang diudara segera turun dan disambut oleh Marita, Imelda dan Arsana. Imelda yang telah bercerai dari suaminya karena ketahuan menghamili pembantunya akhirnya berpacaran dengan Arsana. Begitu Bob sampai bawah, Marita langsung memeluknya. sungguh indah karena berada di pemandangan pantai yang elok. Kisah dua remaja yang akhirnya bersatu.

Film ini memang film banget dibandingkan dengan film-film jaman sekarang yang sinetron banget. Apalagi dengan suara Paramitha Rusady yang serak-serak basah, terasa asyik ditelinga.

Posted in Film & Sandiwara Radio, Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »

Lupus; Ikon Anak Muda 90an

Posted by Toto Andromeda on November 4, 2008

lupus_-novelMasih ingat Lupus?… Ini sih bukan masalah penyakit Lupus yang mengerikan itu, tapi ini Lupus, Tokoh fiksi yang di ciptakan oleh Hilman Hariwijaya sang penulisnya. Lupus dikenal melalui Novel kocak Lupus yang di ciptakan oleh Hilman, seorang anak muda (kala itu) yang berhasil membuat pembaca khususnya kalangan anak muda menjadi gandrung dan tergila-gila dengan cerita Lupus. Lupus hadir sekaligus menjadi best seller.

Era 90an, memang Lupus menjadi idola anak muda, dari model rambut, tas lupus (itu tuh tas yang diselempangkan gaya lupus), sehingga tak heran apabila novel-novel lupus juga laris manis, bahkan Kalau ke perpus nih, saya juga nyarinya lupus, meski suka rebutan sama kakak kelas.

Lupus 1 Topi-topi Centil

lupus-topi-topi-centilTidak banyak lho pemuda yang produktif, tapi itu tidak bagi Hilman sang empunya Lupus, Ide kreatifnya mampu membawa novel-novelnya laris manis.Tokoh-tokoh dalam Novel Lupus terdiri dari Lupus, Mamanya Lupus, Adiknya Lupus si Lulu, Boim, Gusur, dan juga pacar-pacar Lupus.Gaya Lupus dengan Permen Karetnya dan sikap yang cuek pula menyebabkan tokoh Lupus sangat mengena di hati pembaca.

Lupus 2 - Tangkaplah Daku Kau Kujitak

Dengan gaya bahasa yang ringan dan enak dicerna juga kelucuan-kelucuan yang diciptakan, Hilman mampu membawa para pembacanya untuk terbawa suasana lucu dan ceria yang diciptakan. Novelnya memang bukan novel yang berat dan tidak harus berpikir ketika kita membacanya.

lupus-makhluk-manis-dalam-bisseperti biasa, keberhasilan Lupus di Novel juga diadaptasi ke film. Melalui Sutradara Eddy SS, terciptalah Film Lupus 1 Topi-Topi Centil yang diperankan oleh Hilman sang pengarang sebagai Lupus. Kemudian di Lupus 2 Tangkaplah Daku Kau Kujitak, Pemeran Lupus digantikan oleh Ryan Hidayat (almarhum) yang justru bermain sebagai Lupus lebih sesuai dengan tokoh di Novel dibandingkan ketika diperankan Hilman.

Lupus 3 - Makhluk Manis Dalam Bis

Sukses Lupus 1 dan 2, kembali Hadir Lupus 3 dan 4. Lupus 3 di sutradarai Achiel Nasrun mengusung Judul Makhluk Manis dalam Bis sedangkan Lupus 4 Anak mami Sudah Besar dengan memperkenalkan Nike Ardilla sebagai artis pendatang baru, sekaligus menyanyikan lagu Sepanjang Jaman di film tersebut. Lupus 4 sekaligus film Lupus terakhir yang dibintangi Ryan Hidayat yang di duetkan dengan Nike Ardilla yang sekarang ini juga sudah sama-sama almarhum.

Lupus 4 - Anak Mami Sudah Besar

Selain di Film, Lupus juga merambah ke Layar Kaca seiring redupnya film Indonesia. Lupus diperankan oleh Irgi Ahmad Fahrezi di tayangkan di Indosiar sebagai Sinetron anak muda yang cukup tinggi perolehan ratingnya. Apalagi kala itu, soundtrack sinetron Lupus adalah lagu ‘Kita’-nya Sheila On7 yang memang sedang naik daun.

Lupus……Kini Lupuspun telah meredup dan sudah tiada,sekarang adanya Sinetron dengan penuh intrik dan perebutan harta.

Posted in Film & Sandiwara Radio | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments »

Misteri Dari Gunung Merapi

Posted by Toto Andromeda on June 23, 2008

Da

SERIAL SANDIWARA RADIO MISTERI DARI GUNUNG MERAPI

Tahun 80an sampe awal 90an, sandiwara radio merajai wilayah-wilayah mimpi dan khayalan seorang anak di seluruh nusantara sebelum hadirnya TV swasta yang menayangkan sinetron-sinetron yang kian lama kian banyak. Sandiwara radio merupakan sarana hiburan yang murah dan dapat di nikmati tidak hanya oleh manusia normal akan tetapi oleh orang yang buta sekalipun. Hampir di pelosok-pelosok kampung radio merupakan barang berharga yang merupakan sarana hiburan murah. Radio… itupun tidak semua masyarakat memiliki radio, hanya orang-orang tertentu yang kala itu memiliki radio.

Sandiwara Radio dengan bintang-bintang sekaliber Ferry Fadli, Elly Ermawaty, Bahar Mario, Ivonne Rose adalah nama-nama yang melekat di hati masyarakat meski dengan illustrasi dan khayalan yang berbeda-beda tentang tentang nama-nama tersebut dengan tokoh yang dimainkan. Setelah Saur Sepuh, Tutur Tinular ada lagi Misteri Dari Gunung Merapi. Sandiwara Radio besutan Asmadi Syafar tersebut di siarkan di jam-jam tertentu di stasiun radio.

Bercerita tentang siluman harimau dan mbahnya dari segala mbah setan ‘Mak Lampir’ yang selalu terkekeh-kekeh yang menyebabkan bulu kuduk berdiri meski ketika mendengarkan radio siang hari. Ilustrasi musik yang kadang-kadang bikin jantung mau copot. Misteri Dari Gunung Merapi berhasil membawa pendengarnya ke alam khayal yang begitu jauh, ke alam khayal yang mencekam.

Adalah Sembara (Bahar Mario) seorang pemuda dari desa anak Maryamah dan Aliman yang mencintai seorang gadis Farida (Lia Chaidir) yang tidak disetujui oleh Raisman ayah dari Farida. Raisman mempunyai dendam tersendiri dengan Maryamah karena pernah di tolak ketika melamarnya, malahan Maryamah lebih memilih Aliman teman dari Raisman. Raisman menentang hubungan keduanya.
Hingga pada suatu ketika Farida di jodohkan dengan Mardian yang ternyata adalah siluman harimau. Mardian juga menerkam Rosminah bibi Farida sehingga Rosminah ikut menjadi siluman harimau.

Jika kita mendengarkan sandiwara ini, kita akan bergidik takut dengan khayalan yang begitu tinggi membayangkannya.
Tokoh-tokoh dalam sandiwara radio ini :

  • Sembara : Seorang pemuda yang mendapat julukan Pangeran pemberian dari Ki Jabat. Sembara merupakan murid dari Ki Jabat yang juga merupakan asuhan dari Datuk Panglima Kumbang seekor macan hitam. Sembara memiliki ilmu yang dasyat yaitu cambuk Kilat, Selimut Kabut, Cryistal Kaca, Ilmu Suara Angin, ilmu dimana sembara dapat mendengarkan suara dari angin yang berhembus.
  • Farida : Anak Raisman yang digambarkan sebagai gadis yang lugu, selalu menjadi incaran Mak Lampir dan cecunguknya, selalu disakiti, lembut, tidak mempunyai ilmu bela diri. Pada saatnya nanti ketika hari pengantin terjadi, Farida di culik akan tetapi di tolong oleh Nyai Bidara yang kemudian menjadi gurunya, dan kemudian Farida mempunyai ilmu dan menyamar jadi Mayangsari.
  • Mak Lampir : Hantu dari rajanya hantu, nenek yang paling ceria karena selalu tertawa terkekeh-kekeh. Mak Lampir penghisap darah. Kedatangan Mak Lampir ditandai dengan berhembusnya angin yang aneh. Tidak lama kemudian akan terdengar tertawa terkekeh-kekeh menandai kedatangan mak Lampir, dan sudah pasti jadi korbannya.
  • Basir : Sahabat setia sembara yang tidak memiliki ilmu bela diri. ia sahabat yang sangat setia hingga suatu saat mati karena mak lampir dan menjadi pukulan yang paling berat bagi sembara.
  • Ki Jabat : Guru Sembara, penghuni hutan larangan yang mewariskan ilmunya pada sembara. Ki Jabat merupakan musuh bebuyutan Mak Lampir hingga terjadi perebutan yang mengakibatkan hutan larangan direbut Mak Lampir, akan tetapi kemudian bisa direbut kembali oleh Ki Jabat.
  • Mardian : Siluman Harimau yang banyak menelan Korban, juga merupakan bawahan Mak Lampir. Mardian kemudian di kawinkan dengan Renata anak Tuk Jampak yang kemudian menghasilkan siluman yang lebih ganas yaitu Gerandong.

Misteri Gunung Merapi di sponsori oleh PT. Dankos laboratories yang menjual obat-obatan seperti Mixagrip, Mixadin. Waktu itu bintang iklannya adalah titik puspa. Meski iklan akan tetapi suara titik benar-benar ikut mencekam kala mendengar sandiwara ini .
Kelanjutan sandiwara ini tidak jelas, karena akhir dari kisahnya tidak ditayangkan alias tidak ada kejelasan tamatnya seperti apa.

Misteri Dari Gunung Merapi ke Layar Lebar

Mengikuti jejak sandiwara Radio saur sepuh dan tutur tinular, Misteri Gunung Merapi juga merambah layar lebar. Misteri gunung Merapi dibuat dalam tiga film yakni :

1. Penghuni Rumah Tua
2. Titisan Roh Nyai Kembang
3. Perempuan Berambut Api

Film ini di bintangi oleh Fendy Pradanya sebagai sembara, Ida Iasha Sebagai Farida dan Farida Pasha sebagai Mak Lampir.
Ya meski tidak sedasyat dan semenakutkan sandiwara radionya, akan tetapi filmnya mewakili sedikit gambaran siapa itu mak lampir.

Sinetron
Adalah PT. Gentabuana Pitaloka yang membuat versi sinetron sampai kurang lebih 150 episode yang ditayangkan Indosiar. Meski mak lampir masih mengusung nama yang sama yaitu Farida Pasha, akan tetapi di sinetron tidak akan ditemui harimau siluman. akan tetapi manusia siluman yang tidak semenakutkan di film maupun sandiwaranya.

Kini sandiwara radio ini sudah tinggal kenangan, akan tetapi kita masih bisa melihatnya dari film-film yang masih ada.

Disamping Sandiwara Radio dan Film, ternyata Misteri Gunung Merapi juga dibuat versi buku ceritanya yang di terbitkan oleh Elex Media Computindo.  Terdapat 3 buku yang diterbitkan, karena memang versi sandiwara radionya seru kala itu.

Buku Misteri Gunung Merapi seri 1 (Kiriman dari Bung Wylie Andrian)

Buku Misteri Gunung Merapi seri 1 (Kiriman dari Bung Wylie Andrian)

Buku Misteri Gunung Merapi 3 (Kiriman dari Bung Wylie Andrian)

Buku Misteri Gunung Merapi 3 (Kiriman dari Bung Wylie Andrian)

Posted in Film & Sandiwara Radio | Tagged: , , , , , , | 66 Comments »

Bintang Jatuh

Posted by Toto Andromeda on June 12, 2008

Bintang Jatuh sebuah film yang di produseri oleh Rudi Sujarwo dengan memperkenalkan akting Dian Sastro Wardoyo yang memukau. Film Dian Sastro Pertama sebelum ia memerankan Daya di Pasir Berbisik dan juga Cinta di Ada Apa dengan Cinta besutan Mira Lesmana dan Riri Riza. Melalui arahan Rudi Sujarwo, akting Dian begitu alami, ceplas ceplosnya. Film ini di produksi tahun 2001, dari kualitas gambar dan suara maupun ilustrasi musiknya film ini tidak begitu bagus. Kurang greget dan serasa nonton film tanpa ilustrasi musik yang hambar banget. Akan tetapi di dukung oleh akting Dian yang bagus, film ini menjadikan hidup meskipun dari kualitas gambarnya masih minim.

Film ini memang tidak tenar, akan tetapi menunjukkan kualitas seorang Dian Sastro.

Bintang Jatuh garapan Rudi Sujarwo ini di dukung oleh Dian Sastro Wardoyo, Indra Birowo, M. Gary Iskak, Marcella (Zalianty), dalam film ini nama belakang Marcella masih belum melekat dan Daniel. Film produksi Kipas Communication ini di tulis oleh Rako. Film pertama Dian Sastro yang tidak sempat meledak karena konon kabarnya film ini memang tidak naik bioskop. Susahnya mendapatkan film ini karena penasaran aktingnya Dian, akan tetapi akhirnya dapet juga.

Adalah Aira (Daniel) seorang mahasiswa baru jurusan musik di suatu kampus. Mahasiswa baru yang ngekos bersama Dery (Indra Birowo) yang cukup gokil di kampusnya. Aira tertarik pada gadis kampus yang terkenal dengan kecantikannya Sely (Marcella Zalianty) sejak pandangan pertamanya. Bagi Sely kriteria cowok yang mau jadi pacarnya haruslah sayang dan bisa membikinkan puisi tiap hari untuknya. Sely adalah gadis kampus yang menjadi incaran Duait (M Gary Iskak). Hubungan Sely dan Duait semakin dekat dengan semakin seringnya ngajak jalan. Sementara itu Donna (Dian Sastro) adalah gadis kampus yang terkenal ceplas ceplos dan berani ngelawan siapa saja yang mengusiknya. Donna terpukau dengan permainan piano Aira di auditorium sampai pada akhirnya mereka berdua berkenalan.

Suatu ketika Aira yang telah jatuh hati pada Sely memberikan puisi padanya akan tetapi karena nyalinya ciut, Aira tidak berani memberikannya padanya akan tetapi dimasukkan ke loker Sely. Ketika membukanya Sely mengira bahwa yang mengirimkan puisi itu adalah Duait. Ketika di konfirmasi Duait menjadi bingung akan tetapi mengiyakan saja.

Suatu sore Aira memberanikan diri mengirimkan puisi langsung ke rumah Sely, dan yang menerima adalah Sely, maksud hati bilang kalau itu adalah bikinan Aira untuk Sely akan tetapi Sely sudah langsung menduga kalau itu adalah kiriman dari Duait.

Usaha Aira untuk mendekati Sely di dukung oleh Dery dan Donna. Ayah Sely yang terkenal galak akhirnya di kerjain dengan membuat scenario penjambretan yang dilakukan oleh Dery, Aira dan Donna. Hasilnya Aira adalah dewa penolongnya yang membawanya di kenalkan oleh ayah Sely pada anak tunggalnya walaupun mereka sebenarnya saling kenal.

Pada suatu ketika Aira di undang makan malam oleh Ayah Sely demikian juga Duait juga di undang. Ketika waktu makan malam tiba, datanglah Duait. Begitu Duait tiba, Aira menghilang dengan ngumpet di toilet karena takut ketahuan mengenai puisi itu. Walaupun pada akhirnya mereka bertatap muka, akan tetapi Duait yang masih bingung mengenai puisi itu harus mengakuinya juga setelah Aira bilang kalau puisinya sudah dikirim.

Tibalah saatnya Duait menyampaikan perasaanya pada Sely di mobil, akan tetapi tindakan Duait diluar batas yang pada akhirnya Sely membencinya. Dan giliran Aira di percaya oleh Ayahnya Sely untuk menjaga Sely. Akan tetapi kebahagiaan ini tidak lama karena selang beberapa saat Sely pindah kampus. Walaupun Duait di suruh ikut pindah dengan tiket gratis untuk menjaga Sely, akan tetapi Aira ingat akan mimpinya tentang bintang jatuh bahwa Sely bukanlah gadis yang ada di mimpinya. Akhirnya Aira ragu-ragu dan tidak jadi berangkat.

Sementara itu selama menjalin persahabatan dengan Aira menumbuhkan benih-benih cinta pada Donna, akan tetapi Donna tau posisinya akan Sely dan tidak berani mengungkapkan. Ia hanya mengungkapkan lewat buku hariannya. Tanpa sengaja Dery membaca buku harian Donna dan akhirnya tau kalau Donna suka sama Aira.

Ditempat terpisah Donna yang merasa kehilangan Aira karena disangka telah pergi bersama Sely melihat bintang jatuh. Dia ia make a wish agar Aira hadir disisinya kalau ia memang sayang padanya. Tiba-tiba Aira sudah berada disampingnya dan Donna tersipu malu karena Doanya telah di dengar Aira. Seketika itu juga mimpi tentang bintang jatuh itu menjadi kenyataan bahwa Donnalah yang ada di mimpi Aira.

Secara keseluruhan film ini mempunyai cerita yang bagus dan tidak membingungkan seperti film-film Indonesia lainnya, akan tetapi acting Aira di akhir kisah kurang menghayati jadi terasa endingnya itu adalah ending yang ndagel. Meski meluapkan rasa suka pada Donna akan tetapi nada yang di ucapkan kurang pas dan asyik untuk mengakhiri suatu kisah………

Posted in Film & Sandiwara Radio | Tagged: , , , , | 5 Comments »