TUTUR TINULAR
Posted by jejakandromeda on April 17, 2008
Sukses besar yang diraih oleh Saur Sepuh menyebabkan trend tersendiri untuk memproduksi film laga dengan sumber dari sandiwara radio. Tutur Tinular adalah salah satu yang ikut sukses mengikuti jejak pendahulunya, saur sepuh. Tutur Tinular berkisah tentang seorang pemuda Kurawan bernama Arya Kamandanu putra dari mpu Hanggareksa yang mempunyai kisah cinta penuh cerita dan intrik yang beberapa kali mengalami kekecewaan justru karena ulah kakak kandungnya sendiri Arya Dwi Pangga.
Banyak sekali wanita yang tergoda oleh buaian puisi yang dibuat Arya Dwipangga, termasuk orang-orang yang disayangi oleh Kamandanu. Sehingga inilah merupakan awal dari permusuhan kakak beradik ini.
Seperti biasa Serial Tutur Tinular disiarkan tiap hari oleh stasiun radio swasta maupun RRI dengan sponsor utama PT. Dankos Laboratories. Cerita S Tidjab ini sangat asyik untuk di dengarkan. Tutur Tinular bersaing ketat dengan Saur Sepuh sehingga penyiarannya pun mempunyai jeda waktu dari stasiun radio yang lain. Kalau gak salah ingat Saur sepuh rata-rata di putar jam 14.30 ataupun 15.30 sore sedangkan Tutur Tinular sendiri di putar sekitar pukul 18.30.
Dengan durasi 30 menit jalan cerita plus illustrasi dari sang pembawa cerita dan di potong minimal 3x iklan, rasanya waktu tersebut sangat kurang, dan selalu bikin penasaran untuk terus mendengarkan lagi keesokan harinya.
Salah satu iklan PT. Dankos Laboratories yang diselipin dalam sandiwara radio ini adalah iklan obat batuk Mixadin. Bunyinya begini “…ada petruk jadi aladin… sampean batuk minum mixadin …” dengan suara musik yang sangat mendukung sehingga terkesan lucu dan menarik untuk di ikutin pada setiap kali main dengan teman-teman.
Seperti halnya Saur Sepuh, Tutur Tinular juga mampu membuat pendengarnya terkesima. Karena memang inilah sandiwara radio, hiburan rakyat yang murah meriah. Sehingga pada masa kejayaannya para pemain sandiwara radiopun menjadi idola bagi para pendengarnya.
Sebut saja Elli Ermawaty pemeran dari Mei Shin, Arya Kamandanu masih tetap diperankan oleh Ferry Fadli. Bayangan-bayangan siapa Mei Shin atau Siapa Kamandanu tentu masing-masing orang mempunyai bayangan sendiri akan tetapi mempunyai kesamaan. Yaitu Mei Shin wanita tangguh dengan ilmu kanuragan yang mumpuni yang bias mengimbangi Arya Kamandanu, Sementara bayangan Arya Kamandanu sendiri adalah lelaki gagah yang punya ilmu kanuragan tinggi yang baik.
Adapun tokoh yang terlibat dalam Tutur Tinular adalah :
- Arya Kamandanu : Pemuda asal Kurawan, anak kedua dari Mpu Hanggareksa. Dalam kehidupan keseharian terutama dalam memikat wanita, Arya Kamandanu selalu tidak beruntung. Ketidak beruntungan ini justru terjadi karena ulah dari sang kakak sendiri Arya Dwipangga. Murid dari Mpu Ranubhaya yang mewarisi ajian Sati Angin yang bias meringankan tubuh seringan kapas dan secepat angin. Kelak ia menjadi pewaris dari pedang Naga Puspa yang menjadi rebutan.
- Arya Dwipangga : Ahli membuat syair Putra sulung dari Mpu Hanggareksa di Kurawan, jago dalam memikat wanita terutama dengan menggunakan syair buatannya. Kerjanya sehari-hari hanya membuat syair, namun karena suatu kejadian dimana ia terjatuh kesumur tua akibat dihajar oleh Arya Kamandanu, ia bertemu dengan orang tua misterius yang mengajarinya ilmu kanuragan. Kelak ia akan keluar setelah matanya buta dan dikenal dengan nama pendekar syair berdarah.
- Mei Shin : Mei Shin adalah istri dari pendekar Lo dari China. Merupakan pasangan pelarian dari Cina yang kemudian terdampar di tanah jawa dwipa. Mei Shin kemudian bertemu dengan Arya Kamandanu yang kelak memadu kasih namun terhalan goleh Arya Dwipangga.
Ketiga tokoh tersebut merupakan tokoh sentral yang menjadi nyawa dalam sandiwara Tutur Tinular. Tutur Tinular masih digawangi oleh Ferry fadli dan Elly Ermawati.
Kelak Tutur Tinular dilanjutkan kisahnya dalam sandiwara Radio Mahkota Mayangkara. Bedanya Tutur Tinular berkisah tentang kerajaan Singasari, tapi mahkota Mayangkara berlatar belakang kerajaan Majapahit.
Sandiwara radio ini tentu akan lebih menarik jika masih bisa kita perdengarkan melalui free download sandiwara radio Tutur Tinular. Segera akan terwujud mudah-mudahan.
Layar Lebar
Sukses yang dibuat oleh Saur Sepuh membuat Tutur Tinular dibawa ke Layar Lebar. Adalah PT. Kanta Indah Film yang memproduksi Film Pertama Tutur Tinular ke Layar Lebar. Buah karya dari S Tidjab ini di produksi sampai 4 Film.
Tutur Tinular 1 Pedang Naga Puspa
Film Produksi tahun 1989 ini menceritakan tentang awal mula masuknya Mei Shin ke Jawa Dwipa. Arya Dwipangga anak dari Mpu Hanggareksa kerjaannya hanya membuat Syair, sedangkan adiknya Arya Kamandanu lebih tertarik ke ilmu kanuragan. Ia mempunyai pacar Nala Ratih yang kemudian direbut oleh Dwipangga untuk diperistri.
Sementara dari daratan Tiongkok sepasang pelarian melarikan diri dan dikejar oleh prajurit Mongol hingga terdampar ke tanah jawa. Adalah Mei Shin dan Pendekar Lou yang membawa Pedang Naga Puspa yang menjadi rebutan di dunia persilatan.
Film Ini dibintangi oleh : Beny G Raharja sebagai Arya Kamandanu, Elly Ermawati sebagai Mei Shin, Baron Hermanto sebagi Arya Dwi Pangga. Pertama kali melihat film ini sungguh jauuuh banget dari khayalan tentang siapa diri Mei Shin. Dalam Khayalan Mei Shin adalah sosok perempuan, dengan pakaian tentunya sudah menyesuaikan dengan pakaian jawa. Akan tetapi di film tetap berpakaian layaknya pendekar China. Huuuuh.. jadi agak diluar dugaan juga sih…. Film ini di produksi oleh PT. Kanta Indah Film.
Tutur Tinular 2 Pedang Naga Kresna
Sukses dengan Tutur Tinular 1 atau agaknya gak terlalu sukses juga sih, PT. Kanta Indah film kembali memproduksi Tutur Tinular 2 dengan Judul Pedang Naga Kresna. Dalam Film Ini agaknya PT Kanta Indah Film tidak mempercayakan pada aktor dari Tutur Tinular 1. jadi memang kalau di tonton secara bersambung, secara tidak langsung kita akan membandingkan dengan pemain terdahulu yang memerankan tokoh yang sama.
Dalam Film keduanya Arya Dwi Pangga diperankan oleh Hans Wanaghi sedangkan Mei Shin diperankan oleh Linda Yanoman.
Film dengan durasi 84 menit ini menceritakan tentang perjuangan Mei Shin. Lanjutan dari Kisah pertamanya . Mei Shin mengubur suaminya, lalu berjalan bersama Kamandanu. Mei shin yang membawa pedang Naga puspa yang menjadi rebutan, bertemu dengan pasukan Kediri dan berperang. Kemudian terjadi bentrok dan berhasil menyelamatkan diri.
Melihat kemolekan tubuh Mei Shin yang bersama Kamandanu, agaknya Dwipangga tidak tahan. Terjadilah pemerkosaan yang membuahkan seorang anak. Akan tetapi meski sakit hati, dengan jiwa ksatrianya Kamandanu mau menikahi Mei Shin yang telah dinodai oleh Dwipangga. Kemudian Mei Shin memberikan Pedang Naga Puspa kepada Kamandanu.
Dasar memang culas, Dwipangga melaporkan ke Kediri bahwa pedang Naga puspa dibawa oleh Kamandanu, sehingga rumah mpu Hanggareksa di obrak abrik prajurit Kediri.
Tutur Tinular 3 Pendekar Syair Berdarah
Tutur Tinular 3 di produksi Elang Perkasa Film. Setelah tutur Tinular 2 memasang actor yang berbeda, di film inipun tokoh Arya Kamandanu masih mencari-cari actor yang tepat. Adalah Sandy Nayoan yang berhasil membintangi Tutur Tinular 3 sebagai Arya Kamandanu. Disandingkan dengan Devi Permatasari dan Baron Hermanto acting Sandy Nayoan di uji. Setelah sukses membintangi Sengsara Membawa Nikmat di TVRI agaknya masuk ke Film Laga bukanlah merupakan hal baru. Di film ini acting Sandy Nayoan lumayan berhasil memikat penonton.
Pendekar Syair berdarah (arya Dwipangga) yang menebar maut dimana-mana. Arya Dwipangga mengacau Majapahit dengan tujuan membalas dendamnya pada Kamandanu, namun pihak kerajaan mengira pengacaunya Mpu Bajil , yang sedang memperdalam ilmu Aji Segara Geni.Untuk menyempurnakan ilmunya Mpu Tong Bajil sudah mandi 7 anak satria. Untuk melengkapi menjadi 8, ia menculik Panji Ketawang yang akan digunakan sebagai korban berikutnya.
Panji ketawang adalah kemenakan dari Arya Kamandanu. Dengan dibantu istrinya Sakawuni, Kamandanu bertarung dengan Tong Bajil yang memang ditugaskan pula oleh Majapahit untuk membawa kepala Tong Bajil.
Sementara Arya Dwipangga dengan tidak mempunyai hati mencari adiknya Kamandanu untuk balas dendam.
Tutur Tinular 4 Mendung Menggulung Di Atas Majapahit
Merupakan film terakhir dari Tutur Tinular. Masih di produksi oleh PT. Elang Perkasa Film, kembali menyandingkan Beny G Raharja untuk memerankan Arya Kamandanu. Agaknya Beny G Raharja memang lebih tepat untuk memerankan Arya Kamandanu di bandingkan dengan Hans Wanaghi dan Sandy Nayoan.
Film terakhir ini berhasil membuktikan siapa Ramapati, tokoh culas yang selalu memutarbalikkan Fakta. Remy Silado sebagai Ramapati berhasil membuat penonton geram melihat kelakuannya. Dari segi face memang Remy Silado sangat cocok memerankan Ramapati, karena memang memiliki muka yang culas dan licik.
Arya Kamandanu di tuduh membunuh Mpu tong Bajil oleh Ramapati yang merupakan pembunuh sesungguhnya. Agaknya dendam pribadi antara Ramapati dan Kamandanu yang menyebabkan Ramapati berlaku seenaknya, sampai memfitnah meracuni raja.
Keinginan utama Ramapati adalah agar Jayanegara naik tahta sehingga dengan mudah mengendalikannya. Kemudian pertemuan Kamandanu dengan Nyai Paniscara yang dulunya adalah Mei Shin akan tetapi setelah menjadi tabib, Mei Shin menggunakan nama tersebut. Dan Mei Shin pun sudah tidak mau kembali ke masa lalu, karena memang pahit sekali, sehingga kecewalah Kamandanu karena Nyai Paniscara tidak mau mengakui bahwa sebenarnya ia adalah Mei Shin.
Sukses menjadi sandiwara radio dan di layar lebar, Tutur Tinular kembali diangkat ke Layar Perak. Adalah PT. Gentabuana Pitaloka yang membuat Tutur Tinular versi sinetron laga yang kemudian ditanyangkan oleh ANTV dan Indosiar.
Versi Sinetron laga justru lebih menarik dibandingkan dengan versi film layar lebarnya. Agaknya teknologi sangat mempengaruhi dari trik-trik yang ditimbulkan.




Akinol said
See Please Here
Zafriyal Afril said
Halo, ada yang punya penggalan syair syair nya Arya Dwipangga nggak.
jejakandromeda said
Syair dari Pendekar Syair Berdarah alias Arya Dwipangga sih ada tapi dari versi filmnya. Sebenarnya cara pembacaan yang mengenalah yang lebih menusuk tajam…….
sandhi utama said
Mas Jejakandromeda film tutur tinular punya komplet gak ????…..Salam Naga Puspa
jejakandromeda said
Tutur Tinular 1, tutur tinular 3, tutur tinular 4. Tutur Tinular 2 belom punya.
Salam mixadin hehehe……..
Inget jingle iklan mixadin……ada petruk jadi aladin…anda batuk minum mixadin… hehehe
ini bukan promosi lho….
Slamet edi lelono said
Kapan tutur tinuralnya ditayangkan ?
bian said
Novelnya Pak Tidjab dah terbit lho….novelnya di ambil dari Serial Sandiwara Radio “Pelangi di atas glagah wangi”…ini tentang runtuhnya Majapahit dan berdirinya Demak Bintoro..
Romi said
Saya tertarik ingin memiliki kaset ataupun cd sandiwara radio tuturtinular tsb dari awal sampai tamat, karena dulu waktu saya masih kecil, saya juga sering mengikutinya. Bagi yang punya informasi, bisa mengirimkan ke email saya : rahmat_romi@yahoo.com
(http://label-business.blogspot.com)
Terima kasih…
usman said
kawan-kawan siapa yang punya CD tutur Trinular sya ingin memilikinya,
usman said
tolong kabarkan ke email ini yaaaaaaaaaaaa
yang lengkap
usman said
ini email nya usman_aaceh@yahoo.co.id
sandhi utama said
mas bian ,pelangi di atas glagah wangi bahkan sudah ada sandiwara radionya sampai saat ini lo..
eh mas jejakandromeda,,, boleh juga dong vcd tutur tinularnya..versi sinetronnya boleh juga..
salam ajian segoro geni (mpu tong bajil)
abisima said
sesiapa yang punya tuturtinular mp3 version min awwal ilal akhir ana minta disend dong… trus maharnya berapa? please send me abisima@gmail.com
Panji Pikun said
Tutur tinular ada yg punya Novel/ softcopynya ga coy..klo ada bole dong dikirim…
kunderemp said
Sepakat, versi sinetronnya jauh lebih bagus daripada versi bioskopnya.
Aku nonton yang pertama, kedua, dan ketiga, dan aku sangat suka yang ketiga. Tetapi kalah dibanding versi sinetronnya.
Kurasa bukan karena trik tetapi karena
1. syuting mereka sampai benar-benar ke Cina (waktu Mpu Ranubhaya diculik oleh anak buah Meng Ki — utusan Kubilai Khan)
2. Mei Shin diperankan oleh aktris Cina beneran
3. dan, di versi sinetronnya, intriknya sangat jelas. Ramapati Halayudha sangat memuakkan.
Trus bagian saat adik perguruannya Kamandanu tewas dengan banyak panah menembus tubuhnya saat membela Patih Nambi sangat menyentuh. Ia sempat bercerita pada Kamandanu, dulu ketika guru mereka, Mpu Ranubhaya bercerita tentang ajal Resi Bhisma, (yang juga tewas dengan banyak panah di tubuhnya) ia selalu menangis dan ia tak menyangka dirinya juga bernasib sama.
Oh ya,
versi novelnya, yang terbit baru sampai 4, tetapi Mas Buanergis Muryono dan Pak S. Tijab, sebenarnya sudah bikin sampai 6.
Teten said
Mas Kunder kt-y
versi novelnya, yang terbit baru sampai 4, dan sudah bikin sampai 6. klo bole tau di mana dapetin yg versi Novelnya tuh..
mkasih..
baskoro said
bukannya Tutur Tinular 2 sub judulnya adalah prahara di gunung arjuna????
madd said
tutur tinular dkk emang keren abiz, gw pnya nih pilemnnya,ada yang berminat? kunjungi saja ini :
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=70534714#post70534714
Sasongko said
Kalau memang ada cerita komplit tetang Tutur Tinular, bagi-bagi yach… ke matius_mon@yahoo.co.id Makasih
Surya Winata said
Mas boleh dunks dikirimin MP3 nya Sandiwara Radio Tutur Tinular n Mahkota Mayangkara …pengen bngeet bernostalgia kembali…cuman mana ada Radio yg muter sandiwara radio lgeee tolong yach…Terima kasih
Wylie said
Hallo semuanya?
saya ada kbr baik buat kalian semua, tp saya jg mohon kerjasamanya dr kalian semua.
begini… kelanjutan TUTUR TINULAR dan MAHKOTA MAYANGKARA udh ada, dan siap diedarakan dlm bentuk sandiwara radio, judulnya SATRIA KEKASIH DEWA (kisah ttg Jambunada, anak dr Arya Kamandanu & Sakawuni). Juga kisah cintanya dgn Latamanjari, dan permusuhannya dgn Layang Samba, yg nantinya keduanya akan mjd pengapit kiri dan kanan dari Gajah Mada.
kisah SATRIA KEKASIH DEWA, jg menceritakan ttg runtuhnya kekuasaan Jayanegara dan digantikan oleh Hayam Wuruk.
tp saat ini blom ada sponsor sama sekali, jika mau kita bisa sama2 cari sponsor utk SATRIA KEKASIH DEWA.
atau ada dr rekan2 semua yg kenal sponsor yg bisa diajak kerjasama? atau bahkan kalian lah yg mau jd sponsornya?
saat ini, saya udh punya trailer SATRIA KEKASIH DEWA, saya sendiri saat ini sedang berusaha mencari sponsor yg tepat.
bgmn rekan2? apakah kalian mau SATRIA KEKASIH DEWA disiarkan?
apa kalian rindu/kangen dgn era 80an? dmn sandiwara radio bisa mjd sarana hiburan yg mendidik, ketimbang sinetron2 TV swasta skrg yg cenderung mengintimidasi pihak2 tertentu.
semua kembali kpd kita2, bgmn kita bisa menyikapi ini semua.
salam,
Wylie
Jejakandromeda’s said :
Produksi siapa bung? apa masih menggunakan pengisi suara yang sama atau dengan nama-nama baru? kangen juga sama istilah ‘diudarakan’ heheh. diudarakan jam berapa ? Soal Sponsor, usul aja nih, kenapa gak dicoba lagi dengan PT. Dankos Laboratoriesnya.
Wylie Adrian said
SATRIA KEKASIH DEWA diproduksi oleh PT. Multi Cinema Production, milik M. Aboed.
Klo dari trailernya, masih pemain2 lama seperti : M. Aboed, Nenny Haryoko, Tato Sudiarto, Bambang Jegger, Ajeng Atmakusumah, dll…
PT. Dankos udh coba saya hubungi, tp mereka malah mengusulkan utk menghubungi ke PT. Kalbe Farma.
Harsa Wirottama said
Mas.. gimana, ada berita lagi dari SATRIA KEKASIH DEWA ?
Saya yakin sandiwara ini akan laris, karena memiliki pendengar fanatik dari zaman Tutur Tinular dan Mahkota Mayangkara.
Saran saya ke pihak produsen, iklankan secara frontal, pendengar yang sudah lama rindu akan segera datang kembali.
Pihak sponsor mestinya tahu itu, apalagi kalau lebih diyakinkan lagi, mereka akan mau mendanai.
Terima kasih
Jejakandromeda’s said :
Yang punya akses langsung itu bung Willy, coba nanti saya tanyakan sudah sampai dimana. Tul sekali sih sudah kangen dengan jaman-jaman sandiwara radio… semoga segera terwujud
Harsa Wirottama said
Pak Wylie said: “….tp saya jg mohon kerjasamanya dr kalian semua.”
Kira-kira yang bisa kami bantu seperti apa pak?
sandhi utama said
salam jumpa lagi buat semua,
bung …andro and bung wylie;
seperti kata bung wylie,yang mana beliau disarankan untuk menghubungi pt.kalbe farma menurut hemat saya gak ada salahnya dicoba ,bukankah mereka sekarang lagi produksi saur sepuh the legend,siapa tau tutur tinular juga mau ditayangkan(diudarakan)berbarengan dengan saur sepuh (tentunya dalam waktu yg berbeda)
asumsi saya :pt.kalbe farma tau saur sepuh punya penggemar fanatik …bukankah tutur tinular juga begitu ???.
……tapi sayang seribu sayang sandiwara radio saur sepuh itu tdk disiarkan di daerah saya,jangan jangan
seandainya tutur tinular jadi mengudara juga tdk sampai ke daerah saya ….
ah..(sambil menghela nafas dalam dalam)….nasiiiib….
sandhi utama said
mas andro gimana nih film tutur tinularnya tolong kabari saya SMS atau ke emailku ya Thanks buaaaaaaaanget sebelumnya
Jejakandromeda’s said :
Ok mas Sandhi, untuk tutur tinular 2 memang susah sekali mas… saya sendiri belom punya. Kalau tutur tinular 3 kayaknya mas Sandhi belom punya juga kan? itu masih bisa dicari. Nah kalau 1 & 4 udah punya kan kalau gak salah. Nanti saya informasikan via sms
dani said
mas jauh sebelum tutur tinular mengudara ada sandiwara radio karya bp.s.tijab.saya lupa judulnya sudah lama sih.kalau dak salah sih p.wijaya kusuma dan sanggaji.seandainya itu bisa di putar ulang di radio di kotaku pamekasan madura wah senang sekali.
dwi said
siapa yang punya ya?
share dong filmnya….beli juga boleh
konfirmasi gw y? dwi_sbh@yahoo.co.id
Denny said
Mas boleh dunks dikirimin MP3 nya Sandiwara Radio Tutur Tinular n Mahkota Mayangkara. ke jemmy_tjahja@yahoo.com
terima kasih
Ais said
Saya juga pingin MP3 sandiwara radio, ni email saya ais.share@gmail.com, kirimin dong, terima kasih berfore…..
Ais said
Saya juga pingin MP3 sandiwara radio tutur tinular, ni email saya ais.share@gmail.com, kirimin dong, terima kasih berfore…..
Rachman said
mau dong MP3nya sandiwara radio tutur tinular.. ini email saya rachman@gmail.com
terima kasih banyak bro..
cahyo said
pengen buangat dapetin kumpulan Syairnya aria dwi pangga. Baaik artikel,buku maupun mp3. Kalo ada yg punya bagi2 donk.. Kabari kita ya..